APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Mafia Kejam Jatuh Cinta

Mafia Kejam Jatuh Cinta

Menghindari paksaan nikah, Deo Morte Picasso, bos mafia Italia yang antipati pada wanita, bersembunyi di desa. Di sana, ia malah terjerat cinta satu malam dengan gadis setempat. Namun, kematian mendadak orang tuanya memaksa Deo pergi, meninggalkan gadis itu yang tengah mengandung anaknya. Dua tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka kembali. Sayangnya, Deo kini telah memiliki keluarga baru, menggoreskan luka mendalam bagi sang ibu tunggal yang berjuang sendirian.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Valeta," gumam Deo kaget di mana pandangan ketiga sahabatnya kini tertuju pada Deo.

"Bukankah itu Valeta? Apa yang ia lakukan bersama dengan Thomas?" tanya Karel pada Deo.

Deo hanya diam dengan tatapan mata yang tertuju pada tangan Thomas yang bertengger di pinggang ramping Valeta.

"Yaelah, baru juga mau ngelakuin misi, masih harus CLBK segala," sindir  Savero yang mana hal itu membuat Deo menatap sinis Savero.

"Mantan pakai lewat segala, kan jadi gagal misinya," ledek Melvin sembari menuang koktailnya ke dalam gelas.

BRAK

Melvin yang hendak meraih gelas slokinya kini terperanjat kaget kala Deo menghentakkan sepatu bootsnya.

"Siapa bilang gagal, enggak ada yang namanya perempuan dalam sebuah misi," ujarnya lalu melenggang pergi untuk menghampiri Thomas.

Mereka bertiga yang melihat hal itu sontak langsung bertepuk tangan secara bersamaan.

"Kira- kira hatinya terbuat dari apa?" gumam Karel bertanya.

"Kira- kira perempuan mana yang akan meluluhkan hatinya kelak?" kini giliran Melvin yang bertanya.

"Enggak usah kira- kira, entar kalau udah ketemu yang cocok tuh anak juga bakal bulol pada waktunya, kayak enggak pernah lihat film aja," sarkas Savero sembari melenggang pergi menyusul Deo.

"Kenapa ia selalu mematahkan imajinasi kita?" tanya Melvin yang heran dengan sikap Savero.

"Lagian kan kita beda, kita fiksi mereka nyata," kini giliran Karel yang berpendapat membuat Melvin menghela napas gusar.

"Entah kenapa aku selalu merasa hipertensi setiap kali hanya mengobrol dengan kalian," gumam Melvin frustasi.

Sedangkan di ruang VVIP kini Thomas sedang melakukan transaksi dengan Valeta di sampingnya.

Tangan kekar itu bahkan tidak lepas dari pinggang ramping Valeta.

Tok tok

Semua menoleh tampak Deo bersandar di pintu sembari melayangkan senyum manisnya.

"Deo," gumam Valeta terkejut kala melihat Deo untuk kali pertamanya setelah putus dulu.

"Hei, kita jumpa lagi," sapanya pada Thomas tanpa menatap Valeta sedikitpun.

Deo masuk disusul ketiga temannya yang kini tengah berjaga di ambang pintu.

Deo yang melihat pria China yang duduk berhadapan dengan Thomas tersebut enggan pergi sontak Melvin langsung maju.

Melvin dengan begitu lancarnya berbicara bahasa China dengan orang itu membuat Deo tersenyum tipis.

Savero dan Karel yang berada di belakang, kini merasa takjub dan kagum dengan keahlian khusus Melvin dalam berbicara berbagai bahasa.

"Siapa yang percaya jika dibalik otak mesumnya ia sangat cerdas," gumam Savero yang diangguki oleh Karel.

"Besok- besok kalau gue nikah terus honeymoonnya di Switzerland, masak iya gue harus ngajak Melvin," Savero menoleh menatap jengah Karel.

Pria China itu pergi begitu saja membuat Thomas langsung marah dan berteriak untuk bisa menghentikan pria tersebut.

"Apa yang kau lakukan? Kenapa kau mengusirnya?" teriaknya begitu keras membuat Deo hanya tersenyum dan duduk manis di depan Thomas.

"Ayolah jangan marah, aku hanya ingin menyapamu," ucapnya dengan santai sembari meraih botol sampanye tersebut dan langsung menenggaknya hingga tandas.

Brak

Thomas menggebrak meja di depan Deo hingga sampanye yang ia tuang tadi tumpah.

"Apa kau mencari masalah denganku? Kau lupa, aku bisa saja menghabisimu sekarang ini, jadi jangan banyak tingkah hanya karena kau seorang pemimpin Klan Wolf," oloknya yang begitu marah dan kesal terhadap Deo.

"Lalu habisi aku sekarang," perintahnya pada Thomas.

Valeta yang sejak tadi berdiri di samping kiri Thomas tak mengalihkan tatapannya dari wajah tampan Deo.

"Kenapa? Kau tak punya senjata? Mau kupinjami?" tanyanya dengan meledek sembari memainkan revolverlnya.

Thomas diam sembari menatap tajam Deo yang telah menghancurkan penjualan marijuananya.

"Aku tidak akan memainkan pistol ini, asal," ujar Deo yang menjeda ucapannya.

Thomas dengan cepat langsung menarik Valeta sebagai tamengnya sembari memegang pisau kecil di dekat leher Valeta.

"Jangan banyak bicara, jika kau tak ingin wanita ini terluka," ancamnya pada Deo.

Deo tersenyum lalu menyempatkan diri untuk minum sampanye yang tadi sudah ia tuang.

"Kau tidak tahu berita di internet, sudah lama aku dikabarkan homo, dan aku paling benci dengan sosok yang bernama wanita, jangan jadikan wanita sebagai senjatamu, itu hanya akan menunda kematianmu," beritahunya dengan begitu jelas dan penuh penekanan seakan tengah menyindir Valeta saat ini.

Valeta yang mendengar hal itu kini menahan tangisnya.

Thomas tersenyum mendengar ucapan Deo.

"Kau sungguh lucu sekali, mana mungkin kau tega melukai wanita, jangan jadikan berita di internet sebagai alasanmu," tolak Thomas yang tidak mau mengakui jika Deo membenci sosok wanita.

"Terserah, aku sudah memperingatimu, jika aku sangat membenci wanita. Mereka hanya membuat susah dan memperumit keadaan," jelasnya pada Thomas sembari memainkan revolvernya.

"Deo," panggil Valeta setelah sekian lama ia diam sejak tadi.

Deo seakan tuli dan buta, ia bahkan tidak menoleh sedikitpun.

"Cepat Thomas, beritahu di mana kau simpan semua marijuanamu yang kau impor minggu lalu, dengan begitu aku akan mengampunimu," ucap Deo yang memberikan kesempatan satu kali pada Thomas.

Thomas tertawa mendengar hal itu.

"Kau pikir aku bodoh? Tentu aku tidak akan memberitahumu," tolak Thomas dengan ledekan membuat Deo hanya tersenyum sembari mengongkang senjatanya.

DOR

"DEO," teriak ketiga sahabatnya kala Deo dengan gamblang dan santainya menembak Valeta, mantan kekasihnya dulu.

Thomas yang sejak tadi memegangi tubuh Valeta, kini kakinya terasa sangat lemas sekali kala melihat darah keluar dari dada depan Valeta.

Brugh

Valeta terjatuh di lantai dan Thomas terlihat masih syok dan tak percaya dengan apa yang ia lihat barusan.

"Sudah kubilang, aku paling benci sosok yang bernama wanita, mereka hanya memperumit keadaan," ujarnya sembari menodongkan revolvernya pada Thomas.

Pisau yang sejak tadi Thomas genggam kini terjatuh di lantai saking syoknya.

"Sekarang katakan, di mana marijuana itu kau simpan?" tanyanya sekali lagi.

Thomas langsung bersimpuh di depan kaki Deo.

"Aku menyimpannya di desa Pinus, Shelby yang mengambil alih semua marijuana itu," beritahunya pada Deo.

Deo kembali mengongkang senjatanya membuat Thomas semakin bersujud.

"Kemungkinan Shelby membangun markas di tengah hutan untuk menyimpan semua marijuana itu," ujarnya dengan jujur namun yang namanya Deo Morte Picasso, tidak bisa tahan jika tidak melihat darah dari seorang pengkhianat seperti Thomas.

DOR

DOR

Dalam hitungan detik Thomas sudah tergeletak di lantai dengan bersimpah darah.

"Wah apa itu sungguh menyenangkan bagimu? Kau menghabisinya setelah ia berkata jujur," ujar Melvin yang heran dengan pemikiran Deo.

"Siapa yang tahu jika ia akan berkhianat," jawabnya dengan santai sembari beranjak dari kursi dan memasukkan revolverlnya ke dalam saku.

"Lalu bagaimana bisa kau dengan tega menembak mantanmu sendiri? Kau tidak ingin balikan?" tanya Savero yang menggoda Deo.

"Mereka hanya membuat masalah dan memperumit keadaan, aku tak akan berurusan dengan sosok yang namanya wanita, kalian camkan hal itu," tegasnya sekali lagi pada ketiga sahabatnya lalu melenggang pergi keluar dari ruang VVIP.

Mereka bertiga menghembuskan napas dan menatap iba kedua orang yang tewas di tangan Deo tersebut.

"Bagaimana jika roh Valeta gentayangan karena CLBK?" tanya Melvin yang sempat- sempatnya memikirkan hal itu.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Black Eagle
9.0
Hidup Fattan yang hampa berubah total setelah mengagumi ambisi Cantika. Gadis pintar itu terancam kehilangan beasiswanya akibat masalah sang kakak. Meski awalnya saling membenci, benih cinta perlahan tumbuh di antara keduanya. Sayang, sebuah konspirasi jahat menghancurkan hubungan mereka dan menyisakan dendam di diri Cantika. Dalang konflik ini pun menyeret paksa sepasang kekasih tersebut ke dalam kejamnya dunia mafia yang penuh bahaya.
Sampul Novel Cintaku Bagai Layangan Putus
8.5
Delapan tahun pernikahan Bella Winata hancur seketika saat ia mengetahui pengkhianatan suaminya, Alvaro Winata. Sang gembong mafia tersebut berselingkuh dengan saudara tirinya sendiri, Cindy Martadina, dan menjadikan Bella sekadar alat politik demi memperkuat kekuasaannya. Alih-alih menangis atau memicu keributan atas dusta yang diterimanya, Bella memilih jalan senyap. Melalui sebuah transaksi rahasia di pasar ilegal, ia bersiap untuk melenyapkan dirinya dari dunia ini dalam waktu dua minggu.
Sampul Novel Gairah Liar sang Mafia
8.0
Arnius Nagendra bertekad membalas kematian sang istri akibat kekejaman Janied Marques, sepupunya yang memimpin sindikat perdagangan manusia. Dalam misi penuh bahaya ini, ia menyamar sebagai guru dan menyeret seorang guru TK cantik ke dalam rencana balas dendamnya. Sambil menyembunyikan identitas aslinya di dunia abu-abu, kerja sama ini justru memicu benih cinta. Akankah hubungan mereka bertahan, atau sang wanita malah ikut tenggelam dalam lingkaran hitam yang mematikan?
Sampul Novel Kematianku Membuat Hatinya Hancur
8.8
Selama lima tahun, Jane Rivers merasa sangat dicintai oleh Nathan Cross, bos mafia penguasa kegelapan yang telah mendambakannya selama satu dekade. Namun, kebahagiaan itu hancur saat Jane hamil. Nathan justru memaksanya menggugurkan kandungan demi wanita lain. Jane pun mendapati fakta keji bahwa suaminyalah yang menghancurkan keluarganya. Merasa hancur, ia memalsukan kematiannya dibantu musuh Nathan untuk melarikan diri. Nathan kini meratap menyesal, tetapi luka Jane sudah telanjur mendalam.
Sampul Novel Mafia and Me
8.9
Aretha Anjanie mengalami kemalangan setelah dikhianati oleh selingkuhan kekasihnya. Demi melunasi utang judi dan membalas dendam, wanita itu dijual kepada Evans Colliettie, seorang mafia kejam. Aretha kemudian disekap di The Black Rose Kingdom. Di tempat tersebut, Evans menyodorkan dua pilihan sulit: menjadi budak selamanya atau bersedia memuaskan hasratnya di ranjang. Kini, Aretha terjebak dalam situasi mengerikan dan harus bertahan hidup di bawah kendali sang mafia.
Sampul Novel Menuntut Balas
8.4
Hidup Xavier hancur seketika saat ia melihat ayahnya dibunuh secara kejam oleh sindikat mafia. Peristiwa tragis itu meninggalkan duka mendalam sekaligus memicu kemarahan besar dalam dirinya. Menolak tinggal diam melihat para pembunuh bebas, Xavier bersumpah untuk membalas dendam. Ia pun mulai melatih kemampuan bela dirinya dengan sangat keras demi bersiap menghadapi organisasi kriminal keji tersebut dan menuntaskan tuntutan balasnya.