APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Madu Ku Sahabat Ku

Madu Ku Sahabat Ku

Niat baik Juli menampung Vira berujung petaka bagi rumah tangganya. Meski sempat ditentang Hardi, sang suami, Juli tetap bersikeras demi persahabatan. Namun, kesibukannya justru membuat Hardi dan Vira makin dekat hingga saling jatuh cinta. Hati Juli hancur lebur saat mendapati sahabat yang sudah dianggap saudara sendiri itu hamil anak Hardi. Kini, ia dihadapkan pada pilihan sulit: mempertahankan pernikahan atau merelakan suaminya menikahi madu yang merupakan sahabatnya.
Bab
Bagikan

Bab 1

Mas, boleh ya, dia tinggal di sini bersama kita?" Juli mulai bertanya bahkan merayu suaminya.

"Tidak, dia tidak bisa tinggal disini, aku harus mengatakan ini berapa kali padamu, Juli."

"Tapi, Mas."

Juli kini yang tengah berdebat dengan suaminya, Juli kini membujuk dan terkesan memaksakan kehendaknya pada Hardi.

Setelah jam makan malam, mereka kedatangan tamu, Juli terus saja membujuk suaminya, agar mau mengizinkan Vira untuk tinggal di rumah mereka. Juli merasa kasihan pada wanita itu.

"Kenapa si Mas, rumah kita ini kan besar dua lantai, ada banyak kamar kosong di sini, apa salahnya jika kita membantunya."

"Tidak Juli, aku tidak suka ada orang lain di rumah kita, pokoknya aku tidak setuju dan tidak suka jika Vira tinggal disini," ujar Hardi.

Lelaki itu tetap kekeh, dia memang tidak suka akan niat baik istrinya yang mau membantu Vira.

"Aku, butuh privasi Juli, aku merasa tidak bebas jika ada orang asing di rumah kita," tukas Hardi begitu tegas pada istrinya.

Hardi terlihat sangat kesal dengan istrinya ini, dia terlalu baik, hinga ingin menampung orang lain di dalam rumah mereka.

"Kita ini baru saja menikah Juli, masa sudah ada orang lain di rumah kita. Tidak pokoknya aku tidak setuju." Hardi melirik sebal ke arah Istrinya, Juli masih saja memaksa Hardi.

"Mas, kasian Vira, dia di usir sama suaminya, bukan hanya itu, suaminya juga KDRT padanya, apa mas gak kasian sama dia, coba mas liat pipi dia biru lebam begitu." Juli masih saja membujuk Hardi suaminya, jujur saja dia merasa Kasian pada wanita itu.

"Ya kasian, tapi bukan begini cara membantunya, kalau kamu mau bantu dia, ayok kita pergi ke polisi. Kita laporkan suaminya, setelah ini Vira bisa pulang ke kampungnya," tukas Hardi memberitahu istrinya.

Hardian akhirnya memberi solusi untuk masalah Vira, emang seharunya kasus KDRT seperti ini harus di laporkan ke pihak yang berwajib.

Juli merasa tak enak hati karena itu urusan rumah tangga mereka.

"Tapi, Mas! Itukan rumah tangga mereka, aku merasa tak nyaman, kesannya terlalu ikut campur."

"Hemmm ...." Hardi menghela napas panjang di depan istrinya, dia melihat ke arah Juli yang kini tengah memohon padanya.

"Ya sudahlah, terserah kamu saja. Tapi dia jangan lama-lama di sini, paling lama hanya satu bulan saja dia tinggal di sini," ucap Hardian pada istrinya, lelaki itu pasrah karena tak ingin berdebat lagi dengan Juli.

Karena percuma saja berdebat dengan istrinya, Juli tetap ingin membantu Vira, untuk wanita itu tinggal bersama mereka.

Juli langsung tersenyum dan mengangguk-anggukkan kepalanya, merasa senang.

"Iya," ucap Juli langsung saja mengiyakan perkataan Hardi, dia mengiyakan saja dulu ucapan suaminya, yang terpenting saat ini Vira bisa mendapat tempat tinggal dan merasa aman.

Hardi dan Juli lalu berjalan keluar dari dapur menuju ke arah ruang tamu, di ruang tamu sudah ada Vira yang tengah duduk di sana menanti keduanya, dia juga merasa sungkan dan tak enak hati sebenarnya.

Mata wanita itu sembab, pipinya terdapat luka lebam berwarna biru keunguan, dia benar-benar di perlakukan tidak baik oleh suaminya.

Saat melihat Hardi dan Juli datang Vira langsung saja berdiri, dan tersenyum sungkan ke arah mereka berdua.

"Maaf, Juli, Hardi. Aku mohon izin aku menumpang di rumah kalian." wanita itu lalu memohon pada Hardi untuk di izinkan menumpang di rumahnya.

Vira sendiri bingung, dia tak tahu harus kemana lagi, dan meminta bantuan ada siapa lagi, selain pada Juli saat ini.

Hardi mendengus kesal, lelaki itu hanya melirik tajam ke arah Vira, terlihat jelas jika dia tak suka padanya.

Juli lalu menyenggol lengan suaminya, memberi kode pada suaminya untuk menjawab pertanyaan Vira dan mengizinkan wanita itu untuk tinggal bersama mereka.

"Iya," ucap Hardi merasa tak rela, Hardi langsung berjalan ke atas menuju ke kamarnya.

Vira melihat itu, dia merasa sungkan dan tak enak hati pada mereka.

"Maafin aku ya, Jul, aku jadi gak enak merepotkan kalian."

"Sudah, kamu tenang saja, mas Hardi gak apa-apa kok, dia emang begitu orangnya, tapi sebenarnya dia baik, cuma ya gitu dia agak sinis," ungkap Juli meyakinkan Vira.

Juli tersenyum ramah ke arah Vira wanita itu lalu mengajak Juli untuk ke kamar.

"Ayok, aku antar kamu ke kamar."

Mereka lantas berjalan ke kamar tamu yang ada di lantai bawah, letaknya tak jauh dari ruang makan.

"Ini kamarnya, ini kamar tamu tapi kamu boleh tinggal dan menempatinya, kamar ini kosong," ucap Juli sambil tersenyum ke arah Vira.

Juli mengajak Vira untuk masuk ke dalam kamar itu, mereka duduk di atas tempat tidur.

"Kamu bisa istirahat sekarang, kamu sudah makan apa belum?” tanya Juli pada Vira.

"Aku sudah makan, aku mau istirahat aja," ucap Vira.

"Aku tinggal dulu ya, kamu istirahat saja di sini, anggap rumah sendiri." Juli tersenyum ramah wanita itu lalu melangkah keluar mendekati pintu.

"Terima kasih Julia," ucap Vira yang menghentikan langkah Julia saat dia akan membuka pintu itu.

Juli lalu menoleh ke arah belakang dia tersenyum ramah pada Vira, Juli lalu membuka pintu itu dan menutupnya kembali.

Di dalam kamar, Hardi merasa begitu kesal dengan sikap istrinya, dia lalu mengambil laptopnya dan berjalan mendekati meja rias, Hardi lalu mengerjakan pekerjaannya di sana.

Tak lama kemudian Juli masuk ke dalam kamar dia melihat suaminya sedang bekerja di depan meja rias.

Hardi hanya melirik saja ke arah Juli dia tak berniat untuk melihat wanita itu hatinya masih merasa kesal pada istrinya.

"Loh, Mas, kamu kok tumben kerja di sini? Biasanya kamu kerja di ruang tamu, atau di ruangan lain," tanya Juli, wanita itu lalu mendekati suaminya.

"Nggak, di dalam aja, ada penghuni lain di dalam rumah ini, nanti terganggu," ucapnya begitu sewot.

Juli tersenyum, mendengar perkataan suaminya, Juli langsung saja, berusaha merayu suaminya dia mencolek-colek Hardi.

"Mas, ucapnya begitu mesra memanggil Hardi."

"Sudah gak usah colek colek begini, geli. Kmu tidur saja sana, aku mau kerja jangan di ganggu."

Mendengar perkataan suaminya yang masih merasa kesel padanya Juli langsung berjalan mendekat ke arah lemari Juli mengambil lingerie seksi berwarna merah miliknya.

Dia tahu bagaimana cara membujuk suaminya, agar tidak marah lagi padanya.

Juli masuk ke kamar mandi, dan melepas semua pakaian yang saat ini dia kenakan, Juli mengganti ya dengan lingerie merah yang sudah dia bawa.

Tak lama kemudian Juli keluar dari dalam kamar mandi. Wanita itu berdiri tepat di tengah pintu kamar mandi, satu tangannya memegang pinggang. Juli lalu memanggil suaminya.

"Mas, mas Hardi." suara Juli begitu lembut dan mesra saat memanggil suaminya.

Hardi menoleh ke arah istrinya, Hardi membulatkan kedua matanya, dia tertegun melihat Juli yang kini tampil menggoda. dia hampir saja kesusahan menelan saliva nya sendiri.

"Sa ... sayang, ka-kamu ...."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel A-PD160
8.1
Trauma penculikan merenggut suara Nina, menyisakan Julian sebagai pelindung tunggal yang sangat ia percayai. Namun, janji suci pernikahan ditunda Julian hingga sembilan kali. Luka Nina kian mendalam saat memergoki rencana pernikahan rahasia Julian dengan perempuan lain. Kecewa dikhianati, Nina membalas dendam dengan membumihanguskan perkebunan mereka lalu lenyap tanpa jejak. Kini, Julian yang didera penyesalan mendalam hanya bisa bersujud memohon pengampunan darinya.
Sampul Novel Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun
8.2
Kehidupan Ryn Laverna hancur seketika saat calon suaminya direbut oleh sahabatnya sendiri. Di tengah rasa sakit dan keputusasaan akibat pengkhianatan tersebut, Ryn justru dihadapkan pada situasi tak terduga. Sang bos menawarkan sebuah kesepakatan pernikahan kontrak yang mengikatnya selama dua tahun. Kini, Ryn harus menjalani takdir barunya dan mencari tahu apakah keputusan menerima tawaran sang miliarder adalah kesalahan fatal yang memperburuk hidupnya, atau justru jalan menuju keselamatan.
Sampul Novel Kembar Yang Tak Sengaja Disentuh
9.2
Lamaran romantis Jeremy kepada Dara di restoran mewah di depan sang kembaran, Dira, berujung pada pernikahan. Namun, kebahagiaan itu terancam hancur seketika akibat sebuah kekeliruan fatal di malam pertama mereka. Sebelum istrinya tiba di rumah, Jeremy justru tidak sengaja melakukan kontak fisik yang intim dengan Dira. Rahasia kelam ini kini menjadi bom waktu. Akankah rumah tangga Jeremy dan Dara hancur jika pengkhianatan ini terungkap?
Sampul Novel PESONA CINTA CEO
9.2
Hanum kehilangan pekerjaan setelah dipecat oleh Tibra, sang pemilik hotel. Saat menenangkan diri di lounge, ia justru menyelamatkan Tibra yang sedang berkelahi dengan bantuan Jo. Tibra sempat menawarinya kembali bekerja, tetapi Hanum menolak demi menjaga hubungan kasihnya dengan Jo. Tak disangka, pengkhianatan Jo dan sahabatnya menghancurkan hati Hanum. Di tengah keterpurukan itu, Tibra hadir mendampinginya hingga ke New York, tempat benih cinta sejati mulai tumbuh di antara mereka.
Sampul Novel Seratus Pengampunan
8.6
Menikah lima tahun dengan miliarder penguasa properti Kota Bara, sang istri selalu dihadiahi rumah setiap kali suaminya pergi menemani cinta pertamanya. Setelah mengumpulkan 99 properti tanpa pernah mengeluh lagi, ia meminta tanda tangan untuk dokumen vila terbaik. Sang suami menandatanganinya dengan santai dan berjanji mengajaknya melihat kembang api saat pulang. Namun, ia tidak tahu bahwa berkas yang ditandatanganinya bukanlah pengalihan aset biasa, melainkan surat perceraian mereka.
Sampul Novel Unexpected Feeling
7.8
Hukuman tak biasa dari Fajar, senior playboy di kampusnya, memaksa Indira menjadi kekasih pemuda itu. Meski didera kebingungan dan rasa takut untuk menolak, Indira akhirnya terperangkap dalam hubungan tersebut. Di sisi lain, Fajar menganggap Indira sebagai tumpuan baru demi menyembuhkan trauma masa lalu yang gagal diobati oleh para mantan pacarnya. Hubungan mereka kian mendewasa walau penuh rahasia. Akankah ini cinta tulus, ataukah Indira sekadar obat pelipur lara?