APKDock Logo
Sampul Novel Madu Ku Sahabat Ku

Madu Ku Sahabat Ku

9.1 / 10.0
Niat baik Juli menampung Vira berujung petaka bagi rumah tangganya. Meski sempat ditentang Hardi, sang suami, Juli tetap bersikeras demi persahabatan. Namun, kesibukannya justru membuat Hardi dan Vira makin dekat hingga saling jatuh cinta. Hati Juli hancur lebur saat mendapati sahabat yang sudah dianggap saudara sendiri itu hamil anak Hardi. Kini, ia dihadapkan pada pilihan sulit: mempertahankan pernikahan atau merelakan suaminya menikahi madu yang merupakan sahabatnya.

Madu Ku Sahabat Ku Bab 1

Mas, boleh ya, dia tinggal di sini bersama kita?" Juli mulai bertanya bahkan merayu suaminya.

"Tidak, dia tidak bisa tinggal disini, aku harus mengatakan ini berapa kali padamu, Juli."

"Tapi, Mas."

Juli kini yang tengah berdebat dengan suaminya, Juli kini membujuk dan terkesan memaksakan kehendaknya pada Hardi.

Setelah jam makan malam, mereka kedatangan tamu, Juli terus saja membujuk suaminya, agar mau mengizinkan Vira untuk tinggal di rumah mereka. Juli merasa kasihan pada wanita itu.

"Kenapa si Mas, rumah kita ini kan besar dua lantai, ada banyak kamar kosong di sini, apa salahnya jika kita membantunya."

"Tidak Juli, aku tidak suka ada orang lain di rumah kita, pokoknya aku tidak setuju dan tidak suka jika Vira tinggal disini," ujar Hardi.

Lelaki itu tetap kekeh, dia memang tidak suka akan niat baik istrinya yang mau membantu Vira.

"Aku, butuh privasi Juli, aku merasa tidak bebas jika ada orang asing di rumah kita," tukas Hardi begitu tegas pada istrinya.

Hardi terlihat sangat kesal dengan istrinya ini, dia terlalu baik, hinga ingin menampung orang lain di dalam rumah mereka.

"Kita ini baru saja menikah Juli, masa sudah ada orang lain di rumah kita. Tidak pokoknya aku tidak setuju." Hardi melirik sebal ke arah Istrinya, Juli masih saja memaksa Hardi.

"Mas, kasian Vira, dia di usir sama suaminya, bukan hanya itu, suaminya juga KDRT padanya, apa mas gak kasian sama dia, coba mas liat pipi dia biru lebam begitu." Juli masih saja membujuk Hardi suaminya, jujur saja dia merasa Kasian pada wanita itu.

"Ya kasian, tapi bukan begini cara membantunya, kalau kamu mau bantu dia, ayok kita pergi ke polisi. Kita laporkan suaminya, setelah ini Vira bisa pulang ke kampungnya," tukas Hardi memberitahu istrinya.

Hardian akhirnya memberi solusi untuk masalah Vira, emang seharunya kasus KDRT seperti ini harus di laporkan ke pihak yang berwajib.

Juli merasa tak enak hati karena itu urusan rumah tangga mereka.

"Tapi, Mas! Itukan rumah tangga mereka, aku merasa tak nyaman, kesannya terlalu ikut campur."

"Hemmm ...." Hardi menghela napas panjang di depan istrinya, dia melihat ke arah Juli yang kini tengah memohon padanya.

"Ya sudahlah, terserah kamu saja. Tapi dia jangan lama-lama di sini, paling lama hanya satu bulan saja dia tinggal di sini," ucap Hardian pada istrinya, lelaki itu pasrah karena tak ingin berdebat lagi dengan Juli.

Karena percuma saja berdebat dengan istrinya, Juli tetap ingin membantu Vira, untuk wanita itu tinggal bersama mereka.

Juli langsung tersenyum dan mengangguk-anggukkan kepalanya, merasa senang.

"Iya," ucap Juli langsung saja mengiyakan perkataan Hardi, dia mengiyakan saja dulu ucapan suaminya, yang terpenting saat ini Vira bisa mendapat tempat tinggal dan merasa aman.

Hardi dan Juli lalu berjalan keluar dari dapur menuju ke arah ruang tamu, di ruang tamu sudah ada Vira yang tengah duduk di sana menanti keduanya, dia juga merasa sungkan dan tak enak hati sebenarnya.

Mata wanita itu sembab, pipinya terdapat luka lebam berwarna biru keunguan, dia benar-benar di perlakukan tidak baik oleh suaminya.

Saat melihat Hardi dan Juli datang Vira langsung saja berdiri, dan tersenyum sungkan ke arah mereka berdua.

"Maaf, Juli, Hardi. Aku mohon izin aku menumpang di rumah kalian." wanita itu lalu memohon pada Hardi untuk di izinkan menumpang di rumahnya.

Vira sendiri bingung, dia tak tahu harus kemana lagi, dan meminta bantuan ada siapa lagi, selain pada Juli saat ini.

Hardi mendengus kesal, lelaki itu hanya melirik tajam ke arah Vira, terlihat jelas jika dia tak suka padanya.

Juli lalu menyenggol lengan suaminya, memberi kode pada suaminya untuk menjawab pertanyaan Vira dan mengizinkan wanita itu untuk tinggal bersama mereka.

"Iya," ucap Hardi merasa tak rela, Hardi langsung berjalan ke atas menuju ke kamarnya.

Vira melihat itu, dia merasa sungkan dan tak enak hati pada mereka.

"Maafin aku ya, Jul, aku jadi gak enak merepotkan kalian."

"Sudah, kamu tenang saja, mas Hardi gak apa-apa kok, dia emang begitu orangnya, tapi sebenarnya dia baik, cuma ya gitu dia agak sinis," ungkap Juli meyakinkan Vira.

Juli tersenyum ramah ke arah Vira wanita itu lalu mengajak Juli untuk ke kamar.

"Ayok, aku antar kamu ke kamar."

Mereka lantas berjalan ke kamar tamu yang ada di lantai bawah, letaknya tak jauh dari ruang makan.

"Ini kamarnya, ini kamar tamu tapi kamu boleh tinggal dan menempatinya, kamar ini kosong," ucap Juli sambil tersenyum ke arah Vira.

Juli mengajak Vira untuk masuk ke dalam kamar itu, mereka duduk di atas tempat tidur.

"Kamu bisa istirahat sekarang, kamu sudah makan apa belum?” tanya Juli pada Vira.

"Aku sudah makan, aku mau istirahat aja," ucap Vira.

"Aku tinggal dulu ya, kamu istirahat saja di sini, anggap rumah sendiri." Juli tersenyum ramah wanita itu lalu melangkah keluar mendekati pintu.

"Terima kasih Julia," ucap Vira yang menghentikan langkah Julia saat dia akan membuka pintu itu.

Juli lalu menoleh ke arah belakang dia tersenyum ramah pada Vira, Juli lalu membuka pintu itu dan menutupnya kembali.

Di dalam kamar, Hardi merasa begitu kesal dengan sikap istrinya, dia lalu mengambil laptopnya dan berjalan mendekati meja rias, Hardi lalu mengerjakan pekerjaannya di sana.

Tak lama kemudian Juli masuk ke dalam kamar dia melihat suaminya sedang bekerja di depan meja rias.

Hardi hanya melirik saja ke arah Juli dia tak berniat untuk melihat wanita itu hatinya masih merasa kesal pada istrinya.

"Loh, Mas, kamu kok tumben kerja di sini? Biasanya kamu kerja di ruang tamu, atau di ruangan lain," tanya Juli, wanita itu lalu mendekati suaminya.

"Nggak, di dalam aja, ada penghuni lain di dalam rumah ini, nanti terganggu," ucapnya begitu sewot.

Juli tersenyum, mendengar perkataan suaminya, Juli langsung saja, berusaha merayu suaminya dia mencolek-colek Hardi.

"Mas, ucapnya begitu mesra memanggil Hardi."

"Sudah gak usah colek colek begini, geli. Kmu tidur saja sana, aku mau kerja jangan di ganggu."

Mendengar perkataan suaminya yang masih merasa kesel padanya Juli langsung berjalan mendekat ke arah lemari Juli mengambil lingerie seksi berwarna merah miliknya.

Dia tahu bagaimana cara membujuk suaminya, agar tidak marah lagi padanya.

Juli masuk ke kamar mandi, dan melepas semua pakaian yang saat ini dia kenakan, Juli mengganti ya dengan lingerie merah yang sudah dia bawa.

Tak lama kemudian Juli keluar dari dalam kamar mandi. Wanita itu berdiri tepat di tengah pintu kamar mandi, satu tangannya memegang pinggang. Juli lalu memanggil suaminya.

"Mas, mas Hardi." suara Juli begitu lembut dan mesra saat memanggil suaminya.

Hardi menoleh ke arah istrinya, Hardi membulatkan kedua matanya, dia tertegun melihat Juli yang kini tampil menggoda. dia hampir saja kesusahan menelan saliva nya sendiri.

"Sa ... sayang, ka-kamu ...."

Lanjut Membaca

Daftar Isi Madu Ku Sahabat Ku

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Antara Aku dan Cinta Pertamanya
9.2
Saat hamil sembilan bulan, seorang wanita disandera di atap gedung. Di kehidupan lalu, ia memohon suaminya yang merupakan kepala penyelamat untuk datang. Meski selamat, cinta pertama suaminya tewas terbakar, memicu dendam sang suami yang tega menusuknya dan bayi mereka hingga tewas saat melahirkan. Begitu terbangun kembali di hari penyanderaan maut tersebut, ia memilih tidak memohon bantuan lagi. Kali ini, ia membiarkan suaminya pergi menyelamatkan cinta pertamanya tanpa menahan mereka.
Sampul Novel COMPLICATED LOVE
9.2
Kesenjangan sosial akibat perbedaan kasta dan harta membuat hidup terasa tidak adil bagi kaum miskin yang harus berjuang keras. Di tengah takdir yang kejam ini, Sean yang angkuh memaksa Mira bersujud demi mendapatkan maaf. Namun, interaksi tersebut justru menumbuhkan ketergantungan yang rumit di antara mereka. Bagai angin yang memutar kincir, keberadaan Mira kini menjadi sangat krusial dalam menentukan arah masa depan hidup Sean.
Sampul Novel Gadis Simpanan yang Melahirkan Anakku
8.1
Seorang gadis polos terpaksa menjadi simpanan CEO berkuasa di Amerika demi membiayai pengobatan ayahnya yang kritis. Sang miliarder menuntutnya melahirkan ahli waris karena istrinya mandul. Terjebak dalam kemewahan penuh rahasia kelam, ia menghadapi konflik batin yang hebat. Kini, ia harus memilih antara mempertahankan harga diri atau mengikuti benih cinta yang mulai tumbuh di situasi yang salah.
Sampul Novel Godaan Wanita Kedua
8.1
Niat tulus Elisa menampung sahabatnya di rumah justru berujung petaka bagi pernikahan lima tahunnya dengan Aries. Kepercayaan Elisa hancur seketika saat sang sahabat mengaku tengah mengandung anak suaminya. Pengkhianatan menyakitkan ini memaksa Elisa menghadapi dilema besar dalam hidupnya. Haruskah ia mengalah dan berbagi suami demi mempertahankan rumah tangga, atau berani melangkah pergi meninggalkan Aries demi menemukan kebahagiaan baru?
Sampul Novel Pacarku Sagapung
8.1
Pertemuan di pesta topeng kafe membuat Jeff, seorang playboy pemikat, jatuh hati pada Anna. Usai melewati malam penuh gairah, mereka pun sepakat untuk berpacaran. Namun, Anna sama sekali tidak mengetahui niat terselubung kekasihnya. Jeff rupanya telah mempersiapkan daftar aktivitas intim yang menantang untuk mereka berdua. Kini, Anna terjebak dalam pusaran hasrat tak terduga bersama Jeff yang selalu mencari celah untuk membakar gairah cinta mereka.
Sampul Novel Permainan Kejam Suamiku
8.5
Pasca-kecelakaan, anak tiriku mengalami kemunduran mental hingga bertingkah seperti bocah usia tujuh tahun. Demi menjaga kelangsungan garis keturunan, suamiku nekat menjodohkannya dengan seorang gadis yang juga memiliki keterbatasan mental. Karena keduanya terlalu polos dan tidak mengerti cara menjalani kehidupan pernikahan, aku terjebak dalam situasi pelik. Aku terpaksa mengajari menantuku secara intensif, bahkan harus memberikan contoh intim secara langsung kepada anak tiriku sendiri.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan