APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Luka Yang Sisa Kenangan

Luka Yang Sisa Kenangan

Memasuki tahun keempat pernikahan, Luna Gozali bersiap menyambut kehamilan pertamanya. Namun, kebahagiaan itu hancur saat pihak rumah sakit mengungkap bahwa dokumen pernikahannya dengan Rocky Riyandi palsu. Penyelidikan Luna ke kantor catatan sipil justru mengungkap kenyataan pahit: Rocky secara sah tercatat sebagai suami dari Paula Gozali, kakak tirinya sekaligus cinta pertama Rocky yang dahulu kabur ke luar negeri saat hari pernikahan mereka.
Bab
Bagikan

Bab 4

Semua orang pun menoleh ke arah Luna.

Luna terdiam di tempat, belum sempat menyadari apa yang terjadi, tiba-tiba terdengar suara teriakan kaget ibu tirinya.

“Paula!”

Paula pingsan karena ketakutan mendengar kutukan itu.

Seketika, raut wajah Rocky pun berubah. Dia langsung membungkuk dan menggendong Paula, lalu bergegas menuju ruang medis.

Otak Luna kosong, sampai sebuah tamparan keras mendarat di wajahnya, barulah dia tersadar.

“Bagaimana bisa aku melahirkan anak sekeji kamu?!” marah ayahnya, urat di pelipisnya sampai menonjol.

“Kakakmu sudah sakit parah, tapi kamu masih tega mengutuknya?!”

Luna terhuyung-huyung mundur setengah langkah, hingga tak sengaja menabrak menara sampanye di sampingnya. Airnya berceceran ke lantai.

Dia pun terjatuh di atas pecahan kaca, menahan rasa sakit sambil menjelaskan, “Bukan aku!”

“Diam!” bentak ayahnya.

“Dari awal aku sudah tahu, kamu iri karena kami memperlakukan kakakmu dengan baik. Tapi dia itu sudah sekarat, kamu sama sekali nggak punya rasa kasihan sedikit pun padanya?”

“Cepat, kurung anak durhaka ini!”

….

Luna dilempar ke sebuah ruangan gelap yang sempit.

Sejak kecil dia takut gelap, ditambah lagi dirinya menderita klaustrofobia.

Begitu pintu tertutup, napasnya langsung terengah-engah. Kegelapan seperti ombak besar yang menyerbu dari segala arah.

Dia memukul-mukul pintu dengan sekuat tenaga, darah di telapak tangannya meninggalkan bekas merah menyala di papan kayu, “Buka pintunya! Kumohon lepaskan aku!”

Namun, hanya ada kesunyian di luar sana.

Tenaganya pun habis, dirinya merosot duduk di lantai. Napasnya semakin tersengal dan pandangannya berangsur gelap.

Entah sudah berapa lama berlalu.

Saat kesadarannya hampir hilang, akhirnya pintu terbuka. Dia pun buru-buru merangkak keluar.

Namun, detik berikutnya….

“Husssh!”

Satu ember penuh darah kental yang busuk disiramkan tepat ke tubuhnya!

Disusul ember kedua dan ketiga….

Luna tersedak dan hampir tak bisa bernapas.

Dalam pandangan yang kabur, samar-samar dia melihat sosok yang sangat dikenalnya berdiri di ambang pintu.

Itu Rocky.

Pria itu berdiri di antara cahaya dan kegelapan, tatapan matanya dingin menatap bawahannya yang terus menyiramkan ember-ember darah ke arahnya, tanpa sekalipun menghentikan mereka.

Hingga ember terakhir disiramkan.

Barulah Rocky melangkah perlahan ke depan Luna, membungkuk, lalu mengusap wajahnya dengan sapu tangan sutra. Tapi, nada bicaranya sangat dingin.

“Paula sudah bangun. Dia nggak menyalahkanmu karena mengutuknya, malah memohon agar kamu dimaafkan. Katanya kamu hanya kerasukan, bukan benar-benar sekejam itu.”

“Aku yang menyuruh orang menyiapkan darah anjing hitam ini, untuk mengusir roh jahat.”

Rocky terhenti sejenak, lalu melanjutkan lagi, “Tapi kalau mau ada hasilnya, kamu harus berendam di sini tiga hari tiga malam.”

Mata Luna pun dipenuhi rasa takut. Dia meronta dan mencengkeram tangan Rocky, menjelaskan, “Benar-benar bukan aku yang mengutuknya, percayalah padaku….”

“Luna.”

Rocky melepaskan jarinya satu per satu, gerakannya pelan, tapi kejam. Dia melanjutkan, “Melakukan kesalahan itu harus menerima hukuman. Anak umur tiga tahun bahkan tahu itu.”

Merasa kehangatan di jari-jarinya semakin menghilang, Luna membuka mulutnya dan perjuangan terakhirnya pun berubah menjadi sebuah permohonan yang begitu tak berdaya.

“Kumohon jangan tinggalkan aku di sini, aku takut gelap….”

“Lalu bagaimana dengan Paula?” Tatapan Rocky dingin, melanjutkan, “Saat mengutuknya, kamu pernah berpikir dia juga takut?”

Luna terdiam.

Dia teringat pada malam hujan badai dulu, saat listrik di rumah padam, dirinya hanya bisa meringkuk di sudut ruangan dengan tubuh gemetar.

Saat itu, Rocky menyalakan lilin-lilin hingga seluruh ruangan bercahaya, lalu memeluknya erat sambil mengusap lembut punggungnya dengan telapak tangan yang hangat, “Jangan takut, Luna. Ada aku di sini.”

Namun kini, pria yang sama justru hendak mendorongnya masuk ke dalam kegelapan yang tak berujung.

Tiba-tiba, rasa sakit seperti terkoyak meledak dari perutnya.

Luna reflek memegang perutnya, merasakan cairan hangat mengalir dari bawah tubuhnya.

Saat menyadari kemungkinan dirinya keguguran, tangannya yang gemetar mencengkeram ujung celana Rocky, nada suaranya bahkan sudah berubah.

“Rocky, perutku sakit sekali. Sepertinya aku keguguran… kumohon, tolong antar aku ke rumah sakit….”

Rocky tampak menegang sesaat, lalu mengernyit dan menjawab, “Kamu nggak hamil, bagaimana mungkin keguguran?”

Luna kesakitan hingga pandangannya menggelap, “Benaran… aku mengandung anakmu….”

“Cukup!” Rocky jelas tidak percaya dan hanya meninggalkan kalimat dingin, “Aku akan menjemputmu tiga hari lagi.”

Kemudian, dia pun berbalik badan dan pergi.

Luna hanya bisa mengeluarkan erangan lirih seperti anak binatang yang terluka, ujung jarinya mencengkeram lantai sekuat tenaga. Tapi, tetap tak mampu menahan sosok pria yang semakin menjauh.

Jari-jari yang kejang mencoba menggapai udara, akhirnya hanya bisa terjatuh lemas.

Luna terkapar lemas di genangan darah.

Sebelum kesadarannya hilang, senyuman miris muncul di bibirnya.

Rocky….

Kali ini, aku benar-benar kenal siapa dirimu sebenarnya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cewek lugu perlahan jadi liar
9.7
Kisah asmara Laura dan Ardhy diwarnai dinamika yang tidak biasa. Di balik hubungan mereka, ada fantasi seksual menyimpang yang kuat. Ardhy terus menekan Laura, memaksanya berhubungan intim dengan orang lain demi memuaskan hasrat ekstremnya sendiri. Laura yang semula lugu kini terjebak dalam kenyataan pahit, di mana ia harus tunduk pada ambisi liar sang kekasih.
Sampul Novel Ketika Cinta Berubah Menjadi Abu
8.9
Savi hancur setelah dikhianati Jaka, bintang rock idolanya sejak muda. Di sebuah bar di Senopati, ia mendengar rencana kejam Jaka yang ingin menyingkirkannya lewat sandiwara pertunangan palsu. Tak hanya dihina sebagai pengganggu, Savi bahkan dibiarkan terluka demi perempuan lain. Muak dengan segala kekejaman dan rasa malu di depan umum, Savi memilih bangkit. Ia memutus semua kontak dan pergi ke Florence untuk memulai lembaran hidup baru tanpa bayang-bayang masa lalunya.
Sampul Novel My [Secret]ary
8.6
Penolakan Raya atas posisi pemimpin anak perusahaan Chinar Group membawanya bertemu kembali dengan Jevano. Mantan kakak tingkat kuliahnya tersebut kini justru bekerja sebagai sekretaris pribadinya. Walau Jevano selalu bersikap dingin dan cuek, Raya tidak bisa menahan perasaannya. Namun, di balik sikap profesional tersebut, sang sekretaris menyimpan misteri besar. Jevano bukanlah pegawai biasa, melainkan sosok penuh rahasia yang menyembunyikan identitas aslinya.
Sampul Novel Pondok Mertua Indah
8.5
Tuduhan pembunuhan terhadap Juragan Dirja membuat Parmin dipenjara. Demi membebaskan ayahnya, Nengsih terpaksa menikahi putra mendiang juragan tersebut. Namun, pernikahan ini menjadi awal dari misi rahasianya. Tinggal di rumah mertua, Nengsih diam-diam menyelidiki konspirasi dan misteri di balik kematian sang juragan. Mampukah ia menemukan bukti kunci di pondok tersebut untuk mengungkap kebenaran dan membersihkan nama baik ayahnya?
Sampul Novel Suamiku Sayang Suamiku Malang
9.7
Keadaan memaksa Tamara, wanita berwatak keras, merelakan kebebasannya untuk membina rumah tangga bersama Alif. Ia menjalani pernikahan dingin ini tanpa rasa cinta dan penuh kepasrahan. Meski diabaikan, Alif pantang menyerah dan terus berjuang keras meluluhkan hati istrinya agar mau menerimanya dengan tulus. Akankah pernikahan tanpa rasa ini runtuh di tengah jalan, atau justru kegigihan Alif yang mampu mengubah kebencian Tamara menjadi cinta sejati?
Sampul Novel Titip Benih
9.6
Airin sangat mendambakan jalan keluar dari lembah hitam dunia malam tempatnya bekerja. Saat peluang untuk menata ulang masa depannya muncul, takdir justru menyeretnya ke dalam sebuah pernikahan tak terduga. Alih-alih menemukan ketenangan yang ia impikan, Airin malah terperangkap dalam jalinan rumah tangga yang rumit dan menyiksa. Kini, ia harus bertahan di tengah kenyataan pahit demi menghadapi penderitaan batin yang tiada henti.