APKDock Logo
Sampul Novel Little Brother

Little Brother

8.6 / 10.0
Irena tidak pernah menduga akan menghadapi situasi seberat ini. Hubungan persaudaraan yang semula ia kira tulus dan murni ternyata menyimpan rahasia kelam. Sang adik laki-laki diam-diam telah lama memendam perasaan cinta terlarang yang melampaui batas wajar seorang saudara. Mengetahui bahwa adiknya memiliki obsesi romantis yang begitu mendalam terhadap dirinya, Irena kini didera dilema batin yang luar biasa dalam menentukan sikap.

Little Brother Bab 1

Irena merasakan tubuhnya diguncang pelan, dan membuatnya memaksakan membuka mata dengan berat. Segera dapat dia lihat bayangan yang buram itu mulai menjelas. Seorang pemuda sudah duduk dipinggir ranjangnya. Menatap ke arahnya yang masih berbaring malas di kasur. Pemuda itu mengulas senyum. Senyuman yang nampak lembut. Sinar matahari dari tirai jendela membuat rambut cokelat itu berkilauan. "Kau tak mau terlambat ke kantor kan?" kata pemuda itu.

"Aku merasa malas pagi ini. Kau tahu kan semalam aku lembur," keluh Irena dengan wajah bantalnya. Kemudian dia beringsut duduk. Ketika itu suara denging khas berbunyi dan pemuda ini berkata. "Sarapan untuk kita sebentar lagi akan siap. Aku tunggu di meja makan." Dia bangun. Berjalan ke luar kamar Irena. Sedangkan wanita itu merenggangkan badannya. Tidak boleh bermalas-malasan! Irena mengingatkan diri. Bekerja dan mendapatkan uang adalah tanggung jawabnya di rumah ini. Maka, meski dengan berat dia menyingkap selimut untuk membersihkan diri di kamar mandi.

***

Irena sudah siap dengan setelan formalnya. Dia berdiri di depan standing mirror. Memperhatikan sekali lagi penampilannya. Stiletto hitam sudah mempercantik kaki jenjangnya, rok hitam selutut, kemeja biru yang dirangkap blazer putih melengkapi penampilan Irena sebagai pegawai kantoran pagi ini. Rambut cokelat lurus dia ikat jadi satu agar tampak rapi dan tidak mudah acak-acakan. Riasan di wajah juga tidak terlalu tebal. Irena sudah mantap dengan stylenya, lantas dia menyambar tas dari meja lalu membuka pintu kamar.

"Woaah!" pukau Irena saat mendekati meja makan. "Semuanya terlihat enak," lanjutnya mendudukan diri di kursi sembari menaruh tas tangannya ke kursi samping. Pandangan Irena tak lepas dari makanan di meja. Ada waffle, bacon, hingga aneka sayuran capcay. Pemuda itu membuatkan makanan kesukaan Irena.

"Kau mau latte atau susu?" tanya pemuda itu. Irena melempar senyum. "Latte saja," jawabnya. Yohan nama pemuda itu. Lima tahun lebih muda dari Irena. Dia sudah menganggapnya sebagai adik laki-laki sejak anak itu datang ke rumahnya sepuluh tahun lalu. Bukan masa lalu yang menyenangkan bagi Yohan. Irena tak pernah membahasnya lagi setelah tahu ceritanya dari sang ayah.

Yohan kembali lagi dari dapur, membawa dua gelas di tangannya. Satu latte diletakkan untuk Irena, sementara dirinya duduk di seberang dengan segelas susu. "Kapan kau akan lulus?" tanya Irena sebelum memasukkan sepotong sayuran ke dalam mulutnya. "Aku pastikan tahun ini aku akan menyelesaikan tugas akhirku," jawab Yohan.

"Berapa biaya kelulusanmu, coba kulihat rincian biayanya," pinta Irena. Yohan bangkit, berjalan menuju meja di ruang tengah. Lalu kembali dengan membawa ponselnya. Dia membuka file dan mencari berkas sebelum ditunjukan pada Irena.

Dengan cermat Irena membaca jurnal keuangan di layar ponsel Yohan. Yohan berada di semester akhir perkuliahan tahun ini. Sudah pasti akan mengeluarkan lebih banyak dana. Irena harus mengatur keuangan untuk melunasi semua itu. "Kau tak perlu khawatir. Pastikan kau harus lulus tahun ini," tandas Irena sambil menaruh ponsel di samping gelas pemuda itu.

Bukan ingin Yohan berkuliah sebenarnya. Alasannya sederhana. Yohan tidak mau membebani orang tua Irena. Namun, Irena dan orang tuanya tetap kekeh memasukan dia ke universitas. Yohan tak punya pilihan selain menerima. "Setelah aku lulus, kau tak perlu bekerja lagi," kata Yohan tiba-tiba. Perkataannya terdengar mengejutkan di telinga Irena. Sehingga dia mendongak dari tatapannya pada makanan. "Huh? Kenapa aku tak boleh bejerja?" heran Irena.

"Aku tahu kau lelah seharian bekerja. Aku hanya tak mau kau kelelahan. Biar aku saja yang menghidupi kita berdua. Kau hanya perlu bersantai di rumah dan menungguku pulang," jawab Yohan lugas. Tidak ada candaan di wajah rupawan Yohan. Irena berkedip dua kali. Hampir sulit dipercaya baginya. "Wah! Yohan... Kau rupanya sudah dewasa, ya? Aku jadi terharu!" Irena berkedip-kedip dengan wajah seakan menangis.

"A-aku serius!" gagap Yohan. Pipi putihnya merona. Dia malu seketika.

"Padahal dulu kau sangat judes dan pelit. Tapi kini kau ingin membagi gajimu padaku? Wah! Sepertinya banyak hal yang telah kulewati dari dirimu." Irena mengatakan fakta. Yohan kecilnya sekarang sudah tumbuh dewasa. Ada rasa bangga di benak Irena sebagai seorang kakak, walaupun bukan kakak kandung. Tapi mereka telah hidup dalam satu atap yang sama.

"Aku mau membuatkan bekal dulu." Yohan malu melihat reaksi berlebihan Irena. Sehingga dia memilih beralih dari hadapan wanita itu, dan mulai membuat satu bekal makan siang. Bukan untuk dirinya. Melainkan untuk Irena.

***

Suasana ruang divisi administrasi agak sepi ketika Irena datang. Meja-meja dibalik kubikel masih tampak kosong tanpa penghuni. Irena menarik kursi berodanya dan duduk dengan nyaman di depan komputer. Sambil menunggu layarnya menyala, seorang datang di meja sebelahnya dan duduk di sana. "Hai, Irena!" sapa wanita itu riang.

Irena menoleh. Tampak seorang wanita dengan kemeja kuning sudah hadir di mejanya. "Kayla!" balas Irena senang. "Kupikir hari ini kau tidak hadir," kata Irena mengingatkan sehari sebelumnya Kayla absen cuti.

"Hehehe, aku tidak boleh cuti terlalu lama walau cuma dua hari, sih..." ujar Kayla, pemilik rambut ikal cokelat sepundak itu. Tipe wajah ceria dan menyenangkan membuat Kayla mudah disukai banyak orang. Kebalikan dari Irena yang kelihatan judes mukanya ketika sedang diam -padahal sudah dari bawaan- yang seringkali dikeluhkan Irena sendiri, lantaran membuat orang lain jadi menjauhinya. Mereka bersahabat tapi saling bertolak belakang. Itulah yang membuat jalinan persahabatan keduanya awet sejak jaman ngampus dulu. Sekarang sudah tujuh tahun terlewati bersama.

"Setelah liburan ke pantai, pulang membawa pacar nih?" goda Irena saat memainkan mousenya. Dia sempat melihat swafoto Kayla di beranda Instagram kemarin dengan background pantai.

Kayla tersenyum kecut. "Pacar dari mana?" Kemudian dia memiringkan tubuhnya mendekat ke samping Irena. "Baru aku dekati, ternyata dia sudah beristri!" bisik Kayla. Lalu menegakkan posisi duduknya lagi. Jika dia bicara keras-keras, akan mudah terdengar siapa pun yang lewat. Dan hal itu tidak menutup kemungkinan jadi topik gosip karyawan di sekitar dengan melebih-lebihkan cerita.

Sementara Irena meringis mendengar itu. "Sabar, ya. Ada banyak pria lain di dunia ini," ujar Irena menghiburnya.

"Huh! Bisa-bisanya aku bercerita pada yang sudah punya pacar," sahut Kayla mengerucutkan bibir.

***

Irena mengeluarkan kotak makan siangnya ke meja. Jam istirahat ini dia ingin makan di meja kerja saja. Ketika itu sebuah pesan masuk muncul di layar ponselnya.

'Selamat makan siang!' Disertai emotikon ceria. Dari pengirim Yohan.

"Apa bekal itu kau sendiri yang menyiapkan?" kata Kayla menengok. Memperhatikan isi bekal makan siang Irena yang tampak sehat dan lengkap.

"Bukan. Yohan selalu membuatkan bekal makan siang untukku," jawab Irena apa adanya.

"Yohan? Adik laki-lakimu? Wah! Dia rajin sekali! Aku punya adik pun tidak pernah seperhatian Yohan. Aku jadi iri padamu!" rengek Kayla. Sedetik kemudian perhatiannya teralih oleh panggilan telepon. Dia membaca nama kontak di layar. "Ibuku menelepon..." Lantas Kayla pamit sambil membawa ponselnya.

***

Lanjut Membaca

Daftar Isi Little Brother

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Beautiful Pain
9.2
Cinta Audrey kepada Xander begitu kuat, meski pria dingin itu terus mengabaikan dan menolaknya dengan kejam. Tanpa lelah, ia selalu berjuang demi perasaannya. Namun, pertahanan Audrey akhirnya hancur saat mengetahui fakta bahwa ada wanita lain yang dicintai Xander. Di tengah rasa sakit hati dan kekecewaan yang teramat sangat, ia kini berada di titik terendah dalam hidupnya. Sanggupkah Audrey bertahan menghadapi hubungan yang penuh kepedihan ini?
Sampul Novel Harga yang Harus Dibayar : Sugar Baby
8.0
Arina adalah gadis pintar nan ambisius yang hidupnya berubah drastis setelah berurusan dengan Alvaro. Pria awal 40-an tersebut merupakan bos mafia yang memimpin jaringan bisnis ilegal raksasa di kota. Terobsesi untuk memiliki Arina sepenuhnya, Alvaro tanpa ragu mengerahkan segala kekayaan dan pengaruh kekuasaannya. Kini, Arina terjebak dalam dunia gelap, diperlakukan layaknya permata berharga oleh sang penguasa yang dominan tersebut.
Sampul Novel Larisa
9.5
Kehilangan orang tua dalam kecelakaan tragis membawa Larisa ke dalam asuhan kerabat lama yang hangat. Namun, putra mereka justru bersikap dingin dan selalu menjaga jarak darinya. Takdir kemudian membawa mereka ke dalam ikatan pernikahan yang tak terduga. Di tengah dinginnya sikap sang suami, Larisa harus berjuang menjalani kehidupan rumah tangga barunya. Sanggupkah ia bertahan dan menemukan kebahagiaan sejati dalam pernikahan yang penuh keterpaksaan ini?
Sampul Novel Mengejar Cinta Calon Janda
8.2
Satu malam penuh gairah akibat pengaruh alkohol membuat Rajendra Christian Darius jatuh hati pada Arawinda Divya Jovanka. Namun, Darius harus menelan pil pahit saat mengetahui Divya ternyata sudah bersuami. Enggan menyerah, ia terus mengamati kehidupan Divya dari jauh hingga menemukan bahwa rumah tangga wanita itu sedang berada di ambang kehancuran. Darius pun memilih bertahan dalam bayang-bayang, setia menanti waktu yang tepat untuk menjadi sandaran baru saat Divya resmi menjanda.
Sampul Novel Pengantin Pengganti Mafia Berdarah Dingin
8.7
Demi harta, Dominic Toretto tega menjanjikan pernikahan kepada keluarga De Luca yang kejam. Demi melindungi adiknya, Alessia Toretto mengambil keputusan nekat untuk maju sebagai pengantin pengganti bagi bos mafia pembunuh berdarah dingin itu. Langkah berani ini justru menyeret Alessia ke dalam pusaran konflik hidup dan mati yang berbahaya. Kini, ia harus berjuang mengumpulkan keberanian untuk melawan takdir kelam yang dipaksakan padanya.
Sampul Novel Rahasia Memalukannya, Perselingkuhan Publiknya
9.0
Malam pertama sang istri hancur saat Bima, suaminya, mengigaukan nama Karin, sahabatnya sendiri. Pengkhianatan mereka makin nyata lewat tato inisial K di dada Bima. Konflik memuncak ketika Karin sengaja menyajikan makanan pemicu alergi parah pada sang istri. Bukannya menyelamatkan istrinya yang sekarat dan sesak napas, Bima justru membela Karin. Dalam kondisi hamil, sang istri kini harus berjuang bertahan hidup demi melawan kekejaman mereka.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan