APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Lenyap Bersama Kenangan

Lenyap Bersama Kenangan

Setelah kematian tragis Ridho yang menyelamatkan nyawanya, rahasia besar terungkap melalui buku harian peninggalannya. Ridho ternyata mencintai wanita lain bernama Yolanda saat hilang ingatan, namun dipaksa menikahinya. Di tengah kemarahan mertua yang menyalahkannya atas kematian Ridho, sang istri memilih mengakhiri hidup. Namun, ia justru terbangun kembali di masa lalu saat Ridho baru pulang dari desa nelayan. Kali ini, ia memutuskan untuk merelakan suaminya bersatu dengan cinta sejatinya.
Bab
Bagikan

Bab 1

Aku dan Ridho adalah pasangan perjodohan keluarga sejak kecil.

Setelah menikah, kami pun hidup saling mencintai. Dalam sebuah insiden, dia bahkan memberikan satu-satunya kesempatan untuk selamat padaku.

Setelah Ridho meninggal, kami menemukan sebuah buku harian di antara barang-barang peninggalannya. Di dalamnya, tertulis bahwa selama tiga tahun kehilangan ingatan akibat terjatuh dari tebing, dirinya pernah sangat mencintai seorang perempuan.

Namun, mereka dipisahkan secara paksa oleh orang tuanya dan akhirnya menikah denganku.

Ternyata, dia diam-diam terus melindungi perempuan itu dari kejauhan selama ini.

Saat pemakamannya, ibunya menangis histeris, “Ridho, ini semua salah ibu. Kalau saja ibu mengizinkan kamu menikahi Yolanda, mungkin kamu nggak akan mati!”

Ayahnya menatapku penuh amarah,“Dulu dia jatuh dari tebing demi menyelamatkanmu dan sekarang dia juga mengorbankan nyawanya dalam kecelakaan mobil untukmu. Kenapa kamu selalu membawa luka untuknya? Kenapa bukan kamu saja yang mati?!”

Iya, kenapa bukan aku ….

Aku menatap wajah Ridho yang tersenyum lembut di batu nisannya, lalu membenturkan kepala ke batu nisan itu.

Saat membuka mata lagi, aku kembali ke waktu ketika Ridho baru saja dibawa pulang dari desa nelayan.

Kali ini, aku memilih untuk merelakannya.

Kehidupan lama berlalu, aku pun kembali bertemu dengan Ridho.

“Nona, kamu nggak mau pergi?” tanya kepala pelayan di belakangku dengan suara pelan.

Aku menarik napas dalam-dalam, memaksa diri untuk tersenyum dan melangkah pelan ke arah Ridho.

Setiap langkah terasa menyakitkan seperti menginjak ujung pisau. Kenangan dari kehidupan lalu silih berganti muncul di depanku, saat Ridho mendorongku menjauh dari tabrakan mobil, saat melihat catatan hariannya yang penuh dengan kerinduan pada Yolanda dan nama yang dia gumamkan tanpa sadar dalam tidurnya ….

“Ridho,” panggilku pelan dengan suara lirih.

Dia menoleh, sorot matanya sempat tampak linglung, lalu segera berubah menjadi senyuman sopan yang berjarak. Dia menjawab, “Lama nggak bertemu.”

Aku memperhatikan tangan kanannya yang mengenakan gelang kerang, memantulkan cahaya hangat di bawah sinar matahari.

Itu hadiah dari Yolanda. Dulu, aku tak pernah memperhatikan detail kecil ini, tapi sekarang rasanya begitu menusuk.

“Kamu ….” Aku membuka mulut, tapi tak tahu harus bicara apa.

“Dokter bilang ingatanku belum sepenuhnya pulih,” katanya sambil mengusap pelipis, lalu melanjutkan, “Banyak hal yang masih terasa samar.”

Melihat raut wajahnya yang tampak letih, tiba-tiba aku teringat salah satu tulisan dalam buku hariannya di kehidupan lalu.

“Setiap kali melihat Yolanda memungut kerang di tepi laut, aku merasa dia adalah pemandangan terindah di dunia ini.”

Ternyata sudah ada pemandangan lain yang mengisi hati laki-laki yang begitu mencintaiku dulu.

Keesokan paginya, ibu Ridho mengumpulkan seluruh keluarga untuk membahas persiapan pernikahan.

Aku duduk di samping Ridho, melihat dia membuka-buka proposal pernikahan dengan pikiran melayang, jarinya yang panjang tak sadar menggambar lingkaran di atas kertas.

“Ridho, menurutmu bagaimana tempat ini?” tanya ibu Ridho.

Ridho mengangkat kepala, tatapannya kembali tampak kosong sejenak. Lalu menjawab, “Sepertinya … lumayan bagus.”

Aku memperhatikan pandangannya yang terus-menerus melirik ke arah jendela, ke taman mawar yang sedang mekar di luar sana.

Dulu, aku mengira dia sedang menikmati pemandangan. Sekarang aku sadar, yang dia rindukan adalah lereng bukit di desa nelayan, tempat bunga liar bermerkaran.

“Menurutku taman mawar bagus, kita adakan pernikahan di sana saja,” ujarku pelan.

Tiba-tiba, Ridho menoleh cepat ke arahku, tampak sedikit terkejut.

Aku menatapnya sambil tersenyum lembut, walau di dalam hati terasa begitu sakit.

Aku sudah pesan tiket untuk pergi ke luar negeri di hari pernikahan kami. Di kehidupan lalu, impianku adalah keliling dunia, tapi karena berbagai alasan, itu tak pernah terwujud.

Akhirnya, saat Ridho bisa meluangkan waktu untuk menemaniku pergi, kami malah mengalami kecelakaan dan dia menyelamatkanku dengan nyawanya.

Anggap saja pernikahan ini sebagai hadiah terakhir dariku untuknya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Alice and The Blue Sea
8.6
Nyawa Alice terselamatkan dari gulungan ombak maut berkat aksi heroik Archer. Sosok misterius penolongnya itu ternyata adalah duyung jantan, fakta luar biasa yang baru Alice percayai setelah menyentuh ekor berototnya sendiri. Usai kejadian ajaib tersebut, Archer meminta bantuan kepada Alice. Akankah kehidupan tenang Alice berubah sepenuhnya setelah terikat takdir dengan sang penghuni samudra? Ikuti kisah fantasi romantis modern yang penuh keajaiban ini.
Sampul Novel Alkisah Bunga Teratai
9.8
Tujuh pemuda berkekuatan mistik dahsyat dipersatukan dalam tim khusus yang terinspirasi dari simbol reinkarnasi teratai. Dipimpin Sagara Widyatama, mereka berlatih keras demi menertibkan dunia supranatural yang kian kacau. Namun, misi maut ini bukan sekadar laga fisik biasa. Sosok Sagara perlahan menyingkap tabir misteri tentang ikatan mendalam yang pernah menyatukan mereka semua di kehidupan masa lalu.
Sampul Novel Another Maze
9.6
Uji coba mesin waktu memicu ledakan bola misterius akibat sentuhan Robert Hans. Insiden ini menghancurkan laboratorium dan menyisakan ilmuwan Zora sebagai satu-satunya penyintas. Demi menyelamatkan Hans yang tak sadarkan diri, Zora nekat melintasi ruang waktu tanpa arah jelas. Di dimensi lain, Dewi Penjaga Waktu memberi tahu bahwa mereka hanya bisa pulang jika berhasil mengumpulkan serpihan Air Mata Aldebran di berbagai alam asing sebagai kunci penyelamat.
Sampul Novel Cinta yang Melintasi Waktu
9.5
Sepuluh tahun pernikahan Lestari dipenuhi kebencian Atmaja yang berduka atas kematian cinta pertamanya. Namun, saat kebakaran melanda, Atmaja justru mengorbankan nyawa demi menyelamatkannya. Diiringi penyesalan mendalam dan tuduhan dari mertuanya yang berharap Atmaja menikahi Intan, Lestari memilih mengakhiri hidup dengan melompat dari Menara Bintang. Keajaiban membawanya kembali ke sepuluh tahun lalu. Kini, ia bertekad melepaskan Atmaja dan mengubah takdir mereka selamanya.
Sampul Novel FENGYING LIE
8.7
Dua lelaki misterius tiba-tiba menyergap Fengying tanpa diduga. Akibat hantaman keras salah satu penyerang, ia jatuh terjerembap hingga melukai pergelangan tangannya. Meski didera rasa sakit, Fengying bangkit berdiri dan meluapkan kemarahannya pada kedua pelaku. Namun, situasi justru kian genting saat lawan melayangkan ancaman mati. Mereka mendesak Fengying menyerahkan pedang pusakanya saat itu juga, atau nyawanya akan dihabisi tanpa belas kasihan.
Sampul Novel Kuyang Kalimantan
9.1
Legenda kuno penghisap darah menyebarkan teror mistis di tanah Kalimantan. Makhluk gaib ini mengincar ibu hamil dan perempuan yang sedang melahirkan. Menghadapi ancaman mengerikan tersebut, hukum adat menjadi benteng pertahanan terakhir yang mutlak. Seluruh masyarakat, termasuk warga suku asli, dilarang keras melanggar pantangan suci turun-temurun. Kelalaian kecil dalam mematuhi aturan adat ini dipastikan akan mendatangkan malapetaka yang sangat fatal bagi mereka.