APKDock Logo
Sampul Novel Lelaki Itu Membeliku Bukan Mencintaiku

Lelaki Itu Membeliku Bukan Mencintaiku

8.7 / 10.0
Demi masa depan sang adik dan jeratan utang keluarga, Vania terpaksa bekerja di dunia malam. Langkah ini membawanya bertemu Reza, konglomerat yang dipenuhi trauma masa lalu. Awalnya, Reza hanya memandang Vania sebagai barang transaksi. Namun lambat laun, interaksi dingin mereka berubah menjadi ikatan emosi yang kompleks. Terjebak di antara kebencian, candu, dan status sosial, mampukah benih asmara tumbuh tulus di atas luka serta pengorbanan harga diri mereka?

Lelaki Itu Membeliku Bukan Mencintaiku Bab 1

Malam di Kota Penuh Dosa selalu memiliki dua sisi mata uang. Di satu sisi, ia menawarkan gemerlap yang memabukkan, panggung mewah bagi mereka yang haus akan kesenangan. Di sisi lain, ia adalah jurang gelap yang memaksa sebagian orang menjual diri demi sesuap nasi. Malam itu, untuk Vania, kota ini adalah surga dan neraka sekaligus.

Vania, nama panggungnya, adalah seorang mahasiswi cerdas di salah satu kampus termahal di kota. Di siang hari, ia mengenakan seragam kampusnya yang rapi, membawa buku-buku tebal, dan berdebat tentang teori ekonomi dengan para profesor. Namun, begitu matahari terbenam, ia harus menanggalkan identitasnya itu. Vania mengenakan gaun mini ketat berbahan tipis, yang membalut lekuk tubuhnya dengan sempurna. Belahan dada rendah pada gaunnya menonjolkan payudaranya yang besar dan penuh, menjadi daya tarik utama baginya untuk menarik perhatian para pria hidung belang.

Pilihan itu bukan keinginannya. Ia terpaksa bekerja malam di diskotik, melayani om-om dan siapa pun yang mampu membayar, demi melunasi hutang orang tuanya yang sudah meninggal dan membiayai sekolah adiknya yang masih duduk di bangku SD. Setiap malam, ia harus mengubur rasa malunya dalam-dalam, menelan ludah dari setiap kata hinaan, dan merelakan tubuhnya menjadi komoditas. Ia hanyalah sebuah boneka porselen di antara para predator.

Malam itu, Vania sedang berada di lobi sebuah hotel mewah yang terhubung dengan diskotik, menunggu kliennya. Tiba-tiba, seorang om-om tua dengan perut buncit dan wajah kemerahan mendekatinya. Wajahnya terlihat berkuasa, dengan cerutu yang mengepulkan asap.

"Kau... Vania, kan?" tanya om-om itu, suaranya serak.

Vania tersenyum paksa. "Benar, Tuan. Anda sudah menunggu saya?"

"Tentu saja. Aku sudah melihatmu dari tadi. Kau sangat menggoda," kata om-om itu, matanya jelalatan menatap tubuh Vania. "Aku ingin menyewamu malam ini. Lebih privat. Di kamar."

Vania mengangguk, hatinya berteriak benci. Ia benci setiap sentuhan menjijikkan dari para pria yang hanya melihatnya sebagai objek. Namun, ia tidak punya pilihan. Uang adalah segalanya. Ia akan melakukan apa pun demi adiknya.

"Baik, Tuan. Kita ke kamar Anda?" Vania bertanya, mencoba mengendalikan nada suaranya.

Tepat saat Vania akan berjalan, tiba-tiba seorang lelaki mabuk muncul dari kerumunan. Pria itu muda, tampan, dan terlihat sangat kaya. Rambutnya acak-acakan, kemejanya sudah tidak rapi, dan matanya memancarkan amarah yang terpendam. Reza, nama pria itu, adalah seorang badboy yang sedang membutuhkan pelampiasan atas masalahnya. Matanya langsung tertuju pada Vania, yang terlihat seperti malaikat di tengah kegelapan.

Reza berjalan sempoyongan mendekati Vania dan om-om tua itu. Tanpa basa-basi, ia menyentuh lengan Vania. "Kau, ikut denganku," kata Reza, suaranya parau karena alkohol.

Om-om tua itu mengerutkan dahi, marah. "Hei, Tuan Muda! Kau siapa?! Aku sudah lebih dulu menyewanya!"

Reza menoleh pada om-om itu dengan tatapan tajam. "Aku tidak peduli. Aku akan menyewanya dengan harga yang lebih mahal. Berapa hargamu, Tuan Tua?"

Om-om itu mendengus. "Aku akan bayar 50 juta rupiah untuk semalam!"

Reza menyeringai. "Aku akan membayarnya seratus juta permalam. Bagaimana?" Reza membalikkan wajahnya ke arah Vania. "Kau mau?"

Mata Vania membelalak. Seratus juta? Jumlah itu bisa membayar seluruh hutang orang tuanya. Jumlah itu bisa membiayai sekolah adiknya sampai kuliah. Vania terdiam, hatinya bergejolak. Rasa malu dan harga dirinya bertarung dengan keinginan untuk menyelamatkan adiknya dari kemiskinan. Vania menatap om-om tua itu, lalu menatap Reza yang terlihat muda dan tampan. Pilihan ini terasa lebih ringan.

"Aku... aku mau," bisik Vania, matanya berkaca-kaca. Ia tergiur lalu menerima tawaran itu.

Om-om tua itu marah besar. "Dasar wanita mata duitan!" teriaknya, lalu pergi dengan amarah yang memuncak.

Reza menarik Vania, menggenggam tangannya erat. Tanpa berkata-kata, lelaki itu membawanya ke kamar privat di lantai teratas hotel.

Layanan Penuh Gairah dan Kekerasan

Sesampainya di kamar, Reza tidak lagi peduli dengan uang atau perasaan Vania. Ia hanya ingin melampiaskan kekesalannya. Pintu kamar tertutup dengan bunyi berdebam, dan Reza langsung menjatuhkan tubuh perempuan itu ke kasur lebih liar. Vania menjerit kecil, tubuhnya terhempas ke atas kasur empuk.

Reza naik ke atas ranjang, menaiki tubuh Vania. Vania kewalahan menghadapi pelayan ini. Ia tidak pernah menghadapi pria sebuas ini. Para kliennya, meskipun menuntut, selalu memperlakukannya dengan sedikit kelembutan. Namun Reza... ia terlihat seperti binatang buas yang dilepas dari kandangnya.

Tanpa basa-basi, Reza membuka pakaiannya, memperlihatkan tubuhnya yang kekar dan atletis. Ia kemudian menunduk, lalu mencium bibir Vania kasar. Vania mencoba melawan, namun tenaga Reza terlalu kuat. Reza melumat bibir Vania, mengisapnya, membuat Vania merasa kesakitan.

"Emmmphh... lepaskan..." desah Vania di sela ciuman yang kasar itu.

Reza tidak peduli. Ia terus menciumnya dengan liar, lalu tangannya bergerak ke gaun Vania. Dengan sekali sentakan, ia merobek dress Vania, membuat Vania telanjang. Vania terkejut dan malu, namun ia tidak bisa melakukan apa-apa.

Reza kemudian menatap Vania dengan tatapan penuh nafsu. "Kau milikku malam ini," bisik Reza, suaranya serak. Ia kemudian mengelus payudara Vania. "Payudaramu yang besar ini... sangat menggoda..."

Reza mulai melakukan hubungan seksual dengan Vania. Ia mencium Vania lagi, lebih buas, lebih menuntut. Ia menghisap payudara Vania, membuat Vania mendesah kencang.

"Ahh... Reza... enakkk... ahhh..." desah Vania, kepalanya mendongak. Meskipun ia merasa takut dan terintimidasi, sentuhan Reza yang liar membangkitkan gairah yang terpendam di dalam dirinya.

Reza tidak membuang waktu. Ia menelanjangi dirinya sepenuhnya, lalu ia menaikkan kakinya di kedua sisi pinggang Vania. Dengan cepat, ia memasukkan penisnya yang sudah sangat tegang ke dalam vagina Vania.

"Ahh... sakit... Reza... pelan-pelan..." desah Vania.

Reza mendesah puas. "Sialan... kau sangat nikmat, Vania... ahhhh..."

Reza mulai menggerakkan pinggulnya, pelan pada awalnya, lalu semakin cepat dan kuat. Desahan Reza dan Vania memenuhi kamar.

"Ehhh... uhhh... ahhhh... lebih cepat Reza... lebih cepat..." pinta Vania, suaranya serak. Ia mendesah, tangannya merangkul punggung Reza, melengkungkan tubuhnya ke atas.

"Ssss... ahhhhh... Vania... kau... membuatku gila..." desah Reza.

"Ahhhhh... ahhh...." desah Vania. "Enak sekali... ahhhhh... lagi... lagi..."

Reza menggerakkan pinggulnya semakin cepat dan kuat, membuat Vania menjerit tertahan. Gairah liar Reza seolah tak ada habisnya. Ia terus menggerakkan pinggulnya, membuat Vania melayang dalam kenikmatan yang terlarang.

Setelah beberapa saat yang terasa seperti selamanya, Reza mencapai puncaknya. Ia mendesah panjang, lalu merebahkan tubuhnya yang basah oleh keringat di atas tubuh Vania. Napasnya terengah-engah. Vania juga demikian, tubuhnya lemas, kelelahan.

Reza kemudian membaringkan dirinya di samping Vania, memeluknya erat. "Kau sangat luar biasa, Vania," bisik Reza, suaranya parau.

Vania tidak menjawab. Ia hanya bisa terisak dalam diam, air mata mengalir membasahi wajahnya. Ia telah melewati batasnya. Ia telah menyerahkan tubuhnya pada pria yang bahkan tidak ia kenal. Namun, saat ia melihat wajah Reza yang lelap, ia merasa aneh. Pria ini, meskipun kasar dan liar, tidak membuatnya jijik seperti para pria tua itu. Ada sesuatu yang berbeda, sesuatu yang membuatnya penasaran.

Vania tahu, malam ini ia mendapatkan uang seratus juta. Hutangnya lunas. Adiknya bisa sekolah dengan tenang. Namun, ia juga tahu, ia telah kehilangan sesuatu yang lebih berharga: dirinya sendiri. Apakah ini layak? Vania tidak tahu jawabannya. Ia hanya bisa berharap, malam ini adalah yang terakhir kalinya ia harus melakukan ini.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Lelaki Itu Membeliku Bukan Mencintaiku

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel GAIRAH LIAR PLAYBOY TAJIR
8.0
Leon Indrajaya, pewaris takhta bisnis properti yang kaya, menyembunyikan trauma masa kecil di balik tabiat dingin dan temperamentalnya. Demi menyembuhkan luka batin itu, sang ayah memaksanya menjalani terapi dengan psikiater menawan bernama Evita Caroline. Meski menyadari bahwa Evita telah bertunangan dengan CEO Young Entertainment, Belvin Alexander, Leon justru terobsesi padanya. Akankah ia nekat merebut Evita dan memicu perang besar antarkeluarga konglomerat?
Sampul Novel Jerat Hasrat Istri Kedua
8.9
Demi menyelamatkan ladang gandum sang ayah, Eleanor Caldwell terpaksa menjadi istri kedua bagi Jonathan Abbe Turner. Di bawah bayang-bayang dinasti wiski Montana, ia memikul beban berat untuk melahirkan pewaris. Meski sempat berniat kabur dari pernikahan yang menyiksa ini, Eleanor justru mulai jatuh cinta pada suaminya. Namun, Lizzy sang istri pertama tidak tinggal diam dan siap melakukan apa saja demi melenyapkan Eleanor selamanya.
Sampul Novel Kehancuran Yang Direncanakan
8.9
Nayla kehilangan segalanya dalam semalam ketika memergoki pengkhianatan tunangan dan sepupunya, tepat saat orang tuanya tewas dibunuh secara sadis. Kini nyawanya terancam sebagai saksi kunci yang paling dicari. Dalam pelariannya, ia nyaris ditabrak oleh Reza, seorang pria asing yang kemudian menjadi tempatnya berlindung. Nayla terpaksa memalsukan identitasnya demi keselamatan diri, tanpa menyadari bahwa sosok penyelamatnya itu juga menyembunyikan sebuah rahasia gelap yang mematikan.
Sampul Novel Seatap Dengan Maduku
8.1
Pernikahan jodoh Laila dan Yoga, sang pengusaha kaya, jauh dari bahagia. Harapan gadis desa ini pupus saat tahu suaminya telah menikah siri dengan Tasya. Luka batin Laila kian dalam ketika Yoga memaksa istri keduanya itu tinggal bersama di rumah mereka. Kini, Laila harus bertahan di bawah satu atap, menghadapi konflik batin yang menguras emosi karena dipaksa berbagi tempat tinggal dan cinta suaminya dengan sang madu.
Sampul Novel Sejak Kehadiran Pelakor...
8.2
Saat menghadiri pesta bersama ayahnya, Keenan dipaksa memakan kue berisi ceri tersembunyi yang memicu alergi mematikan masa kecilnya. Penolakannya memicu kemarahan sang bibi dan membuat ayahnya murka. Tanpa memedulikan bahaya cuaca panas ekstrem, sang ayah menghukum Keenan di luar rumah. Di tengah sesak napas dan gatal hebat, ketukan pintu Keenan diabaikan oleh ayahnya yang hanya memandang dingin dari balik kaca. Kisah misteri modern yang mencekam ini penuh dengan ketegangan keluarga.
Sampul Novel Terjerat Pesona Bodyguard
8.9
Karir menyanyi Aura Gracesyella Park terancam hancur setelah malam tak terduga bersama Axel Xavier. Ia memilih melarikan diri demi menjaga nama baiknya sebagai bintang pop. Namun, Axel mendadak muncul lagi sebagai pengawal pribadinya. Demi memantau kemungkinan kehamilan, keduanya terpaksa tinggal bersama secara rahasia. Di bawah intaian publik dan kejaran cinta Lionel, sanggupkah Aura menutupi hubungan gelap ini?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan