APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Langit dan Evelyn

Langit dan Evelyn

Evelyn sangat menginginkan kebebasan tanpa pasangan, sementara Langit bertekad menghindari pernikahan seumur hidupnya. Walau sama-sama menyimpan trauma dan luka masa lalu yang mendalam, takdir justru menjebak mereka dalam situasi pelik. Dua orang yang sangat anti terhadap komitmen ini terpaksa tinggal bersama di bawah satu atap. Di tengah ketakutan akan sebuah ikatan, mampukah keduanya bertahan serumah tanpa membiarkan benih cinta tumbuh?
Bab
Bagikan

Bab 1

Suara alat-alat rumah sakit menggema ditelinga anak perempuan itu, dia sedang menangisi ibunya yang telah lama tidak mau membuka mata lagi. Di umur yang masih sangat kecil, gadis itu harus mengenal rasa sakit hati, kesepian, sendirian. Ya, gadis kecil itu menunggu Ibunya setiap hari agar terbangun dari tidur panjangnya.

Suara tangisannya semakin keras, disusul dengan suara mendengung dari layar pendeteksi detak jantung yang menunjukkan gelombang dan kini berubah menjadi garis lurus. Para perawat datang ke ruangan itu, tubuh gadis kecil itu digendong oleh salah satu perawat wanita dan membawanya menjauh dari ibunya yang dia ketahui sudah meniggal dunia.

Disaat anak seusianya bermain-main hingga tak ingat waktu, memainkan banyak permainan bersama teman-temannya seperti main bola bekel, congklak, gobak sodor, engklek, ular tangga, boneka kertas, yoyo, petak umpet, atau main petasan dari tumbuhan. Terpikirkan saja tidak oleh Evelyn Restama, anak 6 tahun itu. Hidupnya bak ratu yang terkurung di istana mewah dengan banyak pengawal yang menjaganya, bergelimang harta dan tak pernah kekurangan namun tidak mengenal kata bahagia.

Hari terburuk dimulai sewaktu Evelyn sedang tertidur lelap di malam hari dan tidak sengaja terbangun karena merasa haus. Saat sampai di dapur, Evelyn mendengar suara benda terjatuh dengan keras, membuatnya tersentak. Niat untuk mengambil minum dia urungkan, rasa penasarannya sangat besar dibandingkan rasa hausnya.

Saat itu juga, diruangan tengah, Evelyn melihatnya. Dia melihat ayahnya menampar, menjambak dan membenturkan kepala ibunya ke tembok. Evelyn berteriak, berusaha menghentikan aksi gila ayah terhadap ibunya.

Ayah Evelyn akhirnya berhenti, keduanya terkejut melihat sosok gadis kecil berdiri di dekat tangga dengan air mata yang sudah berlinang. Ayahnya hendak menghampiri Evelyn namun gadis kecil itu lebih dulu berlari menaiki tangga untuk sampai ke atas menuju kamarnya lagi. Dia menutup pintu dan menguncinya. Suara Ayah Evelyn terdengar ada di balik pintu kamarnya, memanggil namanya dengan lembut. Tapi bujuk rayu  apapun tidak akan bisa membuat Evelyn membuka pintunya, bahkan dia lebih baik tertidur dan menahan hausnya hingga besok pagi. Evelyn rela melakukan itu dibandingkan harus membuka pintu dan melihat wajah ayahnya.

Evelyn masih mengingatnya dengan jelas kondisi Ibunya waktu itu, sudut bibir Ibu Evelyn sudah berdarah, matanya bengkak dan merah. Semenjak kejadian itu, Ayah Evelyn telah meninggalkan sebuah luka besar di hati Evelyn kecil. Ayah yang biasanya menjadi cinta pertama anak gadisnya, kali itu dia menjadi patah hati pertama Evelyn Restama.

****

Kehidupan di rumah berubah drastis.

Rumah bagi Evelyn seperti neraka, kalau dulu kepulangan ayahnya selalu membuat Evelyn senang, kini justru anomali. Kepulangan Ayah Evelyn jadi sesuatu yang ditakuti, karena dia akan marah ke Ibu Evelyn atau mencari-cari kesalahan, seperti  gosokan baju tidak terlalu rapi, susunan berantakan di lemari, masakan yang terlalu asin, atau Ibunya lupa menggosok sepatu kerja Ayah Evelyn yang akan dipakai di pagi hari. Kekerasan jadi makanan sehari-hari. Ayah Evelyn jadi ringan tangan dan tidak merasa kalau dia melakukan kesalahan.

Kalau seandainya Ibu Evelyn dipukuli, Evelyn hanya bisa berharap, Panji Manusia Millenium, Gerhana, si Toloy, dan berbagai pahlawan yang sering Evelyn tonton di TV bisa datang membantu.

Bahkan Evelyn sempat berpikir untuk ingin menjadi dewasa, agar bisa membantu Ibunya untuk membalas perbuata ayahnya.

****

Hujan sore itu tidak begitu deras, namun rintikannya terasa menyakitkan bagi Evelyn yang baru saja beberapa jam ditinggal pergi oleh orang yang sangat dirinya cintai, sayangi dan miliki.

Kini yang dia rasakan hanyalah kesepian, dia sendirian disini. Semua orang yang mengantar satu per satu telah pergi untuk kembali ke rumahnya masing-masing. Lambat laun orang yang disayanginya akan dilupakan seiring berjalannya waktu. Di depan pusara Ibunya, tangisan Evelyn akhirnya pecah, air matanya luruh begitu saja menetes bersamaan dengan ar hujan yang menemaninya runtuh. Evelyn kecil menangis di makam ibunya sendirian. Ayahnya menunggu diparkiran terlebih dahulu karena Evelyn tidak ingin ikut bersamannya.

Tangan kecilnya bergerak ke arah patok kayu yang bertuliskan nama ibunya. Evelyn memeluknya dengan erat, masih teringat pelukan hangat yang dulu sempat tercipta diantara keduanya, seakan semua tidak mungkin secepat ini menghilang. Dan yang tersisa hanya kenangan yang Ibu Evelyn tinggalkan, tidak ada lagi waktu untuk mereka bersama.

“Kenapa Mama pergi sendirian? Kenapa nggak ajak aku, Ma?" ucapnya begitu lirih dengan tangisan yang luruh.

Hari itu, Evelyn merasa dirinya paling menderita di dunia. Seakan tadir begitu jahat padanya. Dengan segala luka yang dia sudah rasakan di umur yang terlalu dini, memunculkan sebuah pertanyaan yang tertahan dibenaknya:

Kalau memang Evelyn tidak di sayang, untuk apa Alsava lahir di dunia?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Pernikahan Kontrak Satu Bulan
9.2
Kayana, wanita karier yang antipati terhadap komitmen cinta, terpaksa menyewa pria miskin bernama Dirza untuk menjadi suami bayarannya demi menuruti tuntutan sang ayah. Ia merancang skenario pernikahan kontrak yang hanya berdurasi satu minggu hingga satu bulan. Walau Dirza dirundung rasa bersalah karena memanipulasi kesakralan pernikahan, Kayana tetap bergeming. Mengapa ia justru memilih pria biasa dibanding pria mapan untuk mendampinginya?
Sampul Novel Hasrat Berbahaya Sang Pewaris Duda
8.6
Pasca dikhianati Roy hingga kehilangan rahim dan hak asuh anak, Shanty bertekad membalas dendam pada mantan suami serta mertuanya. Ia pun nekat bersekutu dan menyerahkan diri kepada pewaris Halim Group yang dingin. Namun, kehidupan baru sebagai istri konglomerat menyeretnya ke dalam intrik mematikan. Di tengah misteri gelap sang suami baru, mampukah Shanty merebut kembali kebahagiaannya, atau ia justru akan hancur dalam pusaran kekuasaan?
Sampul Novel Istriku Sibuk, Hatiku Kosong
8.2
Rumah tangga Damien terasa hampa sejak Nadine Larasati naik jabatan. Nadine kini jarang pulang dan kerap menolak suaminya karena lelah bekerja. Sebagai pria berpenghasilan lebih rendah, Damien pun terpaksa mengurus rumah sepenuhnya. Namun, kecurigaan mulai muncul saat istrinya tiba-tiba membawa seorang asisten rumah tangga muda ke rumah mereka. Kehadiran gadis misterius tersebut membawa firasat buruk yang membuat hati Damien kian gelisah dan sesak.
Sampul Novel Pamer Menantu
9.2
Demi meraih kemewahan dan kebahagiaan, seorang ibu sangat berambisi mendapatkan menantu dari kota besar. Baginya, status sosial sang menantu adalah jaminan mutlak bagi kekayaan keluarganya di masa depan. Namun, apakah impian indah itu akan terwujud nyata, atau justru menjadi awal dari petaka yang tak terduga? Temukan realita pahit di balik gengsi dalam drama romansa modern yang penuh dengan konflik ekspektasi ini.
Sampul Novel Penyesalan Setelah Diriku Tiada
7.9
Divonis mengidap lupus eritematosus sistemik stadium akhir dengan sisa hidup tiga hari, seorang wanita justru menghadapi kekejaman dari orang terdekatnya. Setelah ratusan panggilannya diabaikan, sang suami yang bekerja sebagai pengacara menuduhnya memalsukan penyakit demi bersaing dengan Penny. Kakak kandungnya yang berprofesi dokter pun turut mencemooh diagnosis tersebut. Kecewa dan kesakitan, ia memutuskan untuk mendatangi kantor pelayanan akhir hayat demi mendaftarkan proses kremasinya sendiri tanpa melibatkan keluarga yang telah membuangnya.
Sampul Novel Tak Sangka Dokter Itu Begitu
9.4
Kecanduan berat yang dialami seorang mahasiswi mulai merusak urusan akademis, kehidupan pribadi, hingga hubungan asmaranya. Atas saran sang kekasih, ia akhirnya mendatangi klinik kampus untuk menjalani pengobatan. Namun, sesi terapi tersebut berubah menjadi mimpi buruk saat ia ditangani oleh dokter pria berbadan kekar. Metode sang dokter yang mengintimidasi membuatnya ketakutan setengah mati. Terikat di ranjang periksa tanpa daya, tangisan dan permohonannya diabaikan begitu saja ketika sang dokter mulai bertindak kasar.