APKDock Logo
Sampul Novel Akibat Percaya Pekerja Magang

Akibat Percaya Pekerja Magang

9.7 / 10.0
Ulah ekstrem seorang pekerja magang baru yang sok berhemat mulai mengacaukan kantor, mulai dari menukar hantaran klien bernilai puluhan juta dengan barang murah, hingga mematikan listrik saat lembur. Puncaknya, ia mengusulkan kerja tanpa dibayar di hari libur nasional. Saat saya memimpin penolakan demi membela rekan kerja, anak magang itu justru menuduh saya korupsi dan mendesak pemecatan saya. Anehnya, bos langsung menyetujuinya. Kini, saya menanti kehancuran perusahaan ini tanpa kehadiran saya.

Akibat Percaya Pekerja Magang Bab 1

Pekerja magang baru itu selalu memikirkan perusahaan.

Demi menghemat biaya, dia secara diam-diam menukar lapis legit seharga 20 juta yang akan kukirimkan pada klien dengan lapis legit abal-abal seharga 19.800 dengan gratis ongkir yang dibelinya di Shopee.

Demi menghemat listrik, pekerja magang itu mematikan sakelar listrik saat kami sedang bekerja lembur untuk mengejar target.

Dia juga mengusulkan pada bos agar kami tidak libur pada hari kemerdekaan.

Pekerja magang itu berkata dengan nada tegas, "Perusahaan nggak membayar orang-orang pemalas. Kurasa hari kemerdekaan adalah saat yang terbaik untuk meningkatkan kinerja. Aku mengusulkan agar semua orang kerja lembur secara cuma-cuma, sebagai bentuk pengabdian tanpa pamrih pada perusahaan."

Para karyawan yang jabatannya rendah langsung menggerutu. Aku angkat bicara mewakili semua orang untuk menolak usulannya.

Akan tetapi, dia secara terang-terangan menuduhku memperkaya diri sendiri dan menyarankan pada bos agar memecatku.

Anehnya, bos justru menyetujuinya.

Oke, aku ingin lihat bagaimana perusahaan ini berjalan tanpa diriku.

"Bu Amel, kalau perusahaanmu nggak mampu ngasih hadiah, sebaiknya nggak usah ngasih! Bikin aku malu! Kerja sama kita ke depannya dibatalkan saja!"

Aku agak terkejut mendengar suara marah-marah di ujung telepon.

Lantaran tidak yakin dengan apa yang terjadi, aku pun tetap menjaga agar suaraku tetap terdengar ramah dan menyunggingkan senyuman di wajahku.

"Jangan, Pak Bagas. Apa ada yang salah dengan hadiahnya? Aku benar-benar minta maaf. Pasti karyawan bagian bawah melakukan kesalahan. Anda yang berstatus tinggi, pasti akan memaafkan kami yang berstatus rendah ini. Aku akan menyiapkan hadiah baru yang sama untuk Anda dalam jumlah dua kali lipat. Bagaimanapun, kita sudah bekerja sama selama bertahun-tahun ...."

Orang yang ada di ujung telepon masih marah dan langsung menaikkan volume suaranya untuk memotong kata-kataku.

"Bu Amel, jelas-jelas kamu bilang padaku kalau itu lapis legit dari The Harvest yang asli. Aku memberikannya pada investor, tapi mereka langsung menunjukkan kalau itu abal-abal. Investasi langsung batal. Izinkan aku bertanya padamu, menurutmu di mana aku harus meletakkan mukaku sekarang? Siapa yang akan mengganti kerugianku?"

Aku tidak punya pilihan selain meminta maaf sebesar-besarnya dan berjanji memberikan dua poin keuntungan ke depannya. Dengan begini, barulah aku bisa mempertahankan klien tersebut.

"Bu Amel, klien mengembalikan hadiahnya. Katanya, mereka nggak mau lagi bekerja sama dengan perusahaan kita ke depannya …."

Mona memegang kotak hadiah itu dan hampir menangis.

Aku hampir marah setengah mati ketika membuka kotak itu dan melihat isinya.

Dengan marah, aku pergi ke ruang administrasi dan langsung melemparkan kotak hadiah tersebut dengan keras ke meja sekretaris yang bernama Nadya Winata itu. Kemudian, dengan suara keras, aku bertanya kepada Nadya mengenai apa yang terjadi dengan hadiah tersebut.

Tanpa diduga, Nadya malah terlebih dahulu menyalahkanku. Nadya berteriak keras kepadaku sambil berkacak pinggang.

"Bu Amel, aku nggak bermaksud menuduhmu, tapi kamu menganggap uang perusahaan nggak ada artinya, 'kan? Lapis legit hancur-hancuran saja harganya lebih dari 20 juta, memangnya kue itu terbuat dari emas? Bagaimana mungkin kamu mau memberikan kue yang sama kepada banyak klien? Kue itu kubeli di internet. harganya 19.800 dan sudah gratis ongkir. Kulihat bahannya sama persis seperti yang kamu bilang. Klien juga pasti nggak akan tahu bedanya. Aku sudah membantu perusahaan menghemat ratusan juta. Ratusan juta! Aku benar-benar nggak paham bagaimana kalian membuang-buang dana perusahaan sebelumnya!"

Nadya mengangkat kepalanya dengan bangga. Wajahnya tampak sangat ingin dipuji.

Ketika seseorang merasa tidak mampu berkata-kata, mereka memang benar-benar merasa tidak bisa berkata-kata.

"Mereka semua itu klien penting perusahaan kita. Mereka bisa langsung tahu apakah itu asli atau palsu. Hal paling penting dalam berbisnis itu integritas. Kalau kamu ngasih mereka barang palsu, mana mungkin mereka mau kerja sama dengan kita dan ngasih proyek untuk perusahaan kita ke depannya?"

Aku sangat marah pada Nadya hingga tidak bisa lagi menahan diri dan membentaknya.

Nadya tertegun mendengar kata-kataku. Kemudian, dia mengerjap-ngerjapkan matanya dengan polosnya. Butuh waktu yang lama bagi dirinya sebelum akhirnya berkata ….

"Kalau begitu, aku juga melakukannya demi perusahaan. Bukankah itu semua cuma lapis legit? Menurutku semuanya terlihat sama saja …."

Setelah berkata seperti itu, Nadya mulai mengerucutkan bibirnya dan menangis. Nadya terlihat sedih, seakan-akan aku sudah benar-benar menggertaknya dan memperlakukannya secara tidak adil.

"Sudahlah Amel, nggak usah dibahas lagi. Nadya juga nggak sengaja melakukannya. Niatnya baik, caranya saja yang salah."

Entah sejak kapan Pak Faris sudah berdiri di belakangku. Dia menepuk bahuku dengan lembut, tetapi tatapan matanya tertuju pada Nadya. Tanpa diduga, aku melihat sedikit rasa kasihan di mata Faris.

"Pak Faris, percayalah padaku. Aku benar-benar nggak bermaksud seperti itu. Aku cuma mau menghemat biaya untuk perusahaan …."

Mata Nadya yang sebelumnya berkaca-kaca mengerjap dengan lembut dan setetes air mata jatuh dengan sempurna di depan CEO itu.

Nada bicara Faris tanpa sadar menjadi lembut. "Oke, Nadya. Aku tahu, kamu melakukannya demi kebaikan perusahaan."

Nadya yang sebelumnya menangis itu langsung tersenyum dan mengganti topik pembicaraan.

"Tapi, menurutku nggak perlu ngasih hadiah semahal itu. Semua orang mendatangi kita karena kekuatan dan reputasi perusahaan kita. Bu Amel bisa menegosiasikan proyek-proyek itu juga karena dapat dukungan dari perusahaan. Justru karena perusahaan kita ngasih platform yang bagus, makanya klien memilih kita. Jadi, semua itu nggak ada hubungannya dengan apakah kita ngasih hadiah atau nggak ...."

Faris mendengarkan kata-kata Nadya dengan serius. Jelas jika Faris merasa bahwa apa yang dikatakan Nadya itu masuk akal.

Perusahaan punya kekuatan dan reputasi?

Kenapa aku tidak mengetahuinya?

Yang kutahu hanyalah akulah yang mengunjungi semua klien itu satu per satu dan semua proyek itu kunegosiasikan melalui koneksi yang kumiliki.

Faris mengerucutkan bibirnya dan menatapku tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Matanya tampak menyelidik dalam-dalam.

Hatiku terasa dingin melihat sikap pria di depanku itu.

Aku lupa mengatakan jika Faris adalah pacarku selama lima tahun ini.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Akibat Percaya Pekerja Magang

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Benang yang Tak akan Pernah Putus
9.2
Kaiyo Wrasasana bertekad kuat menghapus keberadaan sang ibu dari hidupnya. Demi memutus ikatan batin tersebut, Yoyo bahkan rela menempuh jalan paling menyakitkan. Namun, sekeras apa pun ia berusaha, benang takdir yang menghubungkan mereka berdua terlalu kokoh untuk dipatahkan. Tanpa disadari, upaya kerasnya untuk menjauh justru melukai ibunya secara mendalam, sekaligus menggoreskan luka yang jauh lebih perih di dalam hatinya sendiri.
Sampul Novel Cintamu Bohong, Ya?
8.7
Kirana hancur saat mengetahui rahasia kelam suaminya, Raka, di balik keguguran yang dialaminya lima kali berturut-turut. Di depan ruang dokter, ia mendengar Raka mengaku sengaja memberinya obat aborsi agar rahimnya diangkat, sementara selingkuhannya yang bernama Maya sedang hamil sehat. Menyadari pernikahan dan cinta tulusnya selama ini hanyalah kebohongan fatal yang dirancang untuk menghancurkannya, Kirana harus menghadapi kenyataan bahwa fisiknya kini melemah tanpa harapan bisa mengandung lagi.
Sampul Novel Jerat Hasrat Tetangga Tampan
9.4
Pernikahan Andini yang terasa dingin dan tanpa gairah seketika terguncang sejak kedatangan Andreas. Tetangga baru yang rupawan dan berusia lebih muda itu berhasil memantik kembali hasrat membara yang telah lama mati di dalam diri Andini. Walau sadar dirinya telah terikat komitmen pernikahan, bayang-bayang keintiman dengan Andreas terus mengusik benaknya. Kini, ia berada di persimpangan jalan, bimbang antara menjaga kesetiaan atau menyerah pada godaan memikat sang brondong.
Sampul Novel Skandal Ranjang Ternoda
8.9
Kemewahan rumah tangga sepasang suami istri ini hanyalah kepalsuan untuk menutupi pernikahan yang telah hancur. Terjebak dalam kehampaan, keduanya memilih berselingkuh demi mencari pelarian. Sang suami memadu kasih dengan daun muda yang tak terduga, sedangkan sang istri berpaling pada pria paruh baya demi kebahagiaan sejati. Di balik pengkhianatan ini, ranjang mereka kini ternoda oleh dendam dan nafsu, memicu skandal pernikahan yang sangat getir.
Sampul Novel Terapis Pembawa Petaka
8.7
Di pusat pemulihan pasca-persalinan, seorang istri menghadapi terapis yang tiba-tiba bersikap agresif saat suaminya yang merupakan manajer umum kaya datang menemani. Terapis itu terus menyindir fisik sang istri, menuduhnya operasi plastik hingga melarangnya menyusui. Ketika pasangan ini mengabaikannya dan mulai mendiskusikan nama bayi pertama mereka, sang terapis justru memotong pembicaraan dengan klaim mengejutkan bahwa sang istri sebenarnya sudah pernah melahirkan anak sebelumnya.
Sampul Novel Tukang Pijat Tampan
8.3
Kehidupan Aditya sebagai pemijat biasa berubah drastis setelah mewarisi sebuah cincin misterius. Pusaka itu memberinya kekuatan fisik luar biasa dan sentuhan pemikat wanita. Dalam sekejap, ia menjelma menjadi pengusaha kaya raya yang dikelilingi para pemuja. Namun, di balik kehidupan barunya yang dipenuhi hubungan ambigu dan intrik harem, bahaya besar mulai mengintai seiring dengan perlahan terkuaknya rahasia kuno di balik cincin tersebut.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan