APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel KUTANG GANTUNG

KUTANG GANTUNG

Dara, gadis 18 tahun, hancur setelah kehormatannya direnggut paksa oleh Herman, ayah kandungnya, serta Ardi, kakak lakilakinya. Kejadian keji ini tidak hanya merusak masa depan Dara, tetapi juga merenggut nyawa sang ibu. Terpuruk dalam trauma dan pengkhianatan orang terdekat, Dara kini berada di titik terendah hidupnya. Mampukah ia bangkit menyembuhkan luka batin yang begitu dalam, sekaligus menuntut balas atas semua penderitaan yang telah mereka timpakan kepadanya?
Bab
Bagikan

Bab 1

“Den … lo tahu nggak kenapa kutang itu digantung? Nggak dilipat?”

“Sebab kalau dilipat bukan kutang namanya, dan masangnya juga digantung di badan.”

“Lo salah. Kalau dilipat bukan kutang namanya. Makanya nggak ada orang yang bilang LIPAT KUTANG, pasti mereka bilang GANTUNG KUTANG.”

Deno yang sejak tadi meladeni pelesetan kosong yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan percakapan mereka sekarang ini.

“Lo masih waras kan, Ra? Kok, lo ngomongnya ngelantur gini sih? Bukanya sekarang lo mau curhat ama gua? Lo udah janji loh di sekolah tadi. Makanya gua izinin lo nginap di Kos gua.”

“Itulah yang akan gua omongin, Den. Hidup gua kayak kutang itu … GANTUNG. Semua terlihat tak pasti, nggak jelas. Dibilang anak baik-baik … bukan. Disebut pelacur … juga bukan. Pagi sepulang sekolah gua harus melayani kakak gua. Malamnya gua harus melayani ayah tiri gua. Miris kan? Itulah kenapa gua bilang hidup gua persis seperti kutang gantung itu.”

“Serius lo, Ra? Terus lo diam aja gitu? Kenapa lo nggak cerita ke nyokap lo?” Deno menatap heran dan kejut ke arah Dara yang duduk di sampingnya.

“Gua diancam, Den. Baik kak Ardi maupun ayah gua, mereka ngancem gua bakalan bunuh ibu gua kalau gua buka mulut.”

“Astaga, Dara! Mereka ngancem lo kalau buka mulut. Lah mereka sendiri, enak-enakkan buka mulut bawah lo, gila! Terus hubungannya dengan kutang yang digantung apa? Lo nggak bisa disamain dengan kutang, Ra. Lo itu ibarat kata, tanaman anggrek yang cantik, berharga.”

“Lo lupa ya?  Pernah lihat bentuk kutang nggak sih lo? Dua gelembung yang menonjol itu begitu menggoda. Dan gua yakin sejuta persen, setiap mata yang melihat dua gelembung itu langsung menerbitkan pikiran kotor alias mesum. Terlepas dari, tuh kutang terbuat dari sutera kek, sifon kek, atau apalah. Yang jelas bukan bahannya yang menggiurkan tetapi tonjolan yang dua itu yang menggiurkan. Nah … gua ibarat kata seperti itu. Gua ini dua tonjolan yang menggiurkan buat kakak dan ayah tiri gua. Terlepas gua ini anak atau saudara mereka.”

“Jadi … lo mau curhat ke gua soal lo sama dengan kutang itu yang nasibnya digantung ama ayah dan kakak tiri lo itu, Ra? Okay … gua kasih lo solusi. Dan hanya ini yang tercetus di dalam otak jenius gua.”

“Apa?”

“Turun, jangan mau digantung lagi. Lo harus dipakai sampai kiamat. Artinya, mereka harus mempertanggung jawabkan perbuatan mereka. Dan kuncinya adalah di diri lo, ngerti?!” unggah Deno dengan nada suara yang sumbang.

Malam ini Dara memaksa menginap di kos-kosan milik Deno. Lelaki ganteng dan humoris. Bersama Deno, Dara merasa bahagia menjalani hari-hari sekolahnya meski di tengah impitan ekonomi keluarga. Lelaki itu kerap memberinya semangat dan tidak tanggung-tanggung memberinya bantuan. Deno termasuk pelindung bagi Dara. Siapapun yang mengganggu Dara, Deno akan memasang badan melindungi gadis itu. Tapi satu kelemahan lelaki itu … dia tulalit alias Oon.

Dara memutuskan untuk menginap di Kos-kosan Deno setelah melakukan banyak pertimbangan. Dia lelah, lelah digilir terus oleh kakak dan ayahnya. Teringat bagaimana Dara pertama kali ditiduri oleh Ardi, membuat gadis itu tak elak sering menitikkan air mata.

“Awas kalau lo berani mengadu sama ibu, gua akan bunuh ibu lo atau gua akan fitnah lo kalau lo yang pertama kali menggoda gua. Lo belum tahu, ya? Bokap gua sangat percaya dan sayang sama gua. Lo mau bokap gua nyakitin ibu lo,” ancaman Ardi setelah selesai meniduri Dara pada pagi menjelang siang itu.

Saat itu, tidak ada satu orang pun yang berada di rumah. Kecuali Dara dan Ardi. Mirna, ibu kandung Dara sedang bekerja di kantor. Herman, ayah tiri Dara bekerja di  perusahaan milik Mirna pasca menikahi perempuan itu.

Suasana sepi itu akhirnya dimanfaatkan oleh Ardi untuk menggauli Dara. Pasalnya sejak ibu kandung Dara memperkenalkan mereka waktu itu, saat itulah Ardi memiliki ketertarikan yang lain terhadap Dara. Dan sejak saat itu, Ardi mencari-cari kesempatan agar bisa menyetubuhi gadis itu.

“Kak Ardi! Lepas! Lepaskan Dara, Kak!”

“Ngengkang! Ngengkang gua bilang!” Ardi terus berusaha membukan dua kaki milik Dara yang sudah bergelatah. Kecepatan tangan Ardi beradu cepat dengan gerakan pemberontakan tubuh Dara.

Pakaian Dara sudah tidak serapi beberapa saat lalu. Sedang Ardi yang sudah mengapit tubuh Dara bergerak cepat melepaskan pakaian miliknya.

“Agh, dasar cewek bandel!” geramnya kembali pada Dara. Tidak ingin kehilangan mangsa, Ardi tak mengubris sisa baju yang sudah setengah berantakan di tubuh Dara.

Serangan fokusnya tertuju pada benda yang sudah menampakkan diri di balik rok Dara. Tidak mengulur waktu, Ardi mendaratkan serangannya. Suara erangan yang tertahan pun mulai melengking dari Dara.

“Awas kalau lo teriak!” ancamnya lagi.

Ardi cepat-cepat menyelesaikan kegiatannya pada Dara. Jam sudah menunjukkan pukul satu siang. Sebentar lagi Mirna akan pulang dari pasar. Dara meringkuk sambil memeluki tubuh polosnya itu. Senyum sinis menyumbang dari bibir Ardi karena lelaki itu sudah merasa puas mendapatkan tubuh Dara.

Warna bercak merak itu menempel begitu saja di atas seperai. Ardi mengusap puncak kepala Dara dan mengecupnya.

“Besok lagi, Dara sayang. Mmmuahh!” seperti tidak melakukan sebuah kesalahan, Ardi meninggalkan kamar Dara begitu saja dengan tawa senangnya.

Dara segera berlari ke dalam kamar mandi. Ia menenggelamkan diri dan merendam diri di bawah guyuran air shower. Ia berharap air-air itu bisa membersihkan jejak-jejak yang ditinggalkan oleh Ardi pada permukaan kulitnya. Jijik, kotor, hina, malu, dan sedih bercampur menyelimuti perasaan Dara.

“Ihh! Ih! Ih!” jerit Dara mengusap kasar tubuhnya. Tak lama tangisnya menumpah lagi dalam guyuran air shower.

Dara masih tenggelam dalam ratapan hatinya. Bahkan tidak menyadari kepulangan sang ibu. Hingga suara wanita itu sudah menderu di balik pintu kamar mandi.

“Dara dara! Kamu di dalam, Nak?!” pekik Mirna mengetuk pintu kamar mandi. Dara terkesiap. Buru-buru ia membersihkan diri sembari menyahuti panggilan sang ibu.

“Eh, iya bu! Bentar! Bentar lagi Dara selesai!”  sahut Dara.

“Ya sudah. buruan mandi. Ibu belikan soto lamongan buat kamu.”

Soto lamongan, makanan kesukaan Dara dan selalu dibawakan Mirna apabila wanita itu pulang dari pasar. Tetapi sekarang, makanan itu tidak menggiurkan hati Dara. Hanya tangisan dan isakan bercampur dengan nada kebencian.

Mirna membersihkan diri di dalam kamarnya. seperti yang biasa ia lakoni. Setelah itu ia harus berjibaku di dapur untuk menyiapkan menu makan malam bagi sang suami barunya, Herman yang tak lain ayah kandung Ardi.

“Kamu kenapa lesu gitu, Ra?” suara Mirna menyapa sang putri yang berjalan ke arah meja makan untuk menyantap soto lamongan yang sudah dibelikannya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Istri Bukan Babu Gratisanmu Mas!
9.2
Anisa Rahmawati awalnya sangat mencintai suaminya, seorang duda bernama Arman Hermansyah. Namun, impian indahnya hancur seketika pada hari keempat pernikahan mereka. Anisa memergoki Arman berselingkuh dengan kekasih gelapnya, hubungan yang rupanya telah terjalin lama sebelum mereka resmi menikah. Kini, Anisa harus menerima kenyataan pahit bahwa dirinya hanya dimanfaatkan. Arman menikahinya bukan karena rasa cinta, melainkan hanya untuk dijadikan pelayan gratis di rumah.
Sampul Novel Dewa perang jadi Pengawal Pribadi CEO
9.8
Xion, seorang petarung tangguh yang baru saja kembali, memilih jalan hidup tak terduga dengan menjadi sosok pelindung di balik bayang-bayang seorang CEO wanita yang sangat menawan. Di tengah kembalinya sang jagoan, ia membawa misi ganda yang membara dalam dirinya. Xion bertekad untuk menuntut balas atas setiap dendam masa lalu yang belum terselesaikan, sekaligus membalas semua kebaikan yang pernah ia terima. Kisah aksi romantis modern ini penuh dengan perjuangan dan kesetiaan yang mendalam.
Sampul Novel Dipaksa Melayani CEO-Cinta Satu Malam
9.1
Sefia, seorang Wedding Organizer sukses, harus menelan pil pahit saat memergoki Wisnu berselingkuh dengan asistennya tepat di malam sebelum pernikahan mereka. Terpukul oleh penghinaan itu, Sefia yang kalap nekat menawarkan diri kepada seorang pria asing di lift. Siapa sangka, pria bertubuh jangkung itu menanggapi serius dan membawanya ke ranjang. Kini, konsekuensi dari satu malam tersebut mengancam masa depannya tepat di hari yang seharusnya menjadi hari bahagianya.
Sampul Novel Fastidious
9.6
Almira, mahasiswi semester lima, terancam batal lulus cumlaude karena mendapat nilai E. Saat mencoba memperbaikinya, ia justru salah lamar oleh keluarga dosennya, Aufa. Terjebak dalam pernikahan dengan perbedaan usia lima belas tahun, Almira harus menghadapi sikap dingin Aufa yang selalu menjaga jarak dan membandingkannya dengan Citra. Tak gentar, Almira pun membalas penolakan suaminya tersebut dengan ketegasan yang sama.
Sampul Novel Genderang Perang Manusia Elektrokinesis
8.2
Gian selalu dirundung oleh keluarga dan teman-temannya. Hanya Alicia yang setia menemani, walau itu membuat Gian makin diintimidasi. Nasibnya berubah usai menolong seekor kucing, di mana ia mendapat kekuatan elektrokinesis dari sosok misterius lewat mimpi. Dipandu mentor berwujud tikus putih, Gian pun memulai misi balas dendam. Namun, saat dirinya dicap sebagai monster dan Alicia mulai menjauh, mampukah Gian memenangkan pertempuran ini?
Sampul Novel Harga Sebuah Keperawanan
9.6
Demi keluar dari jerat kemiskinan, Dinda mengambil langkah nekat menjual kesuciannya pada preman seharga lima ratus ribu rupiah. Namun, operasi razia polisi menggagalkan transaksi itu dan mempertemukannya dengan Sergio, seorang polisi tampan yang menyelamatkannya. Walau Sergio telah beristri, Dinda tetap mengejar cintanya hingga mereka menjalin hubungan gelap rahasia. Akankah perselingkuhan ini terbongkar? Bagaimana reaksi sang istri saat tahu suaminya berkhianat?