APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel KUTANG GANTUNG

KUTANG GANTUNG

Dara, gadis 18 tahun, hancur setelah kehormatannya direnggut paksa oleh Herman, ayah kandungnya, serta Ardi, kakak lakilakinya. Kejadian keji ini tidak hanya merusak masa depan Dara, tetapi juga merenggut nyawa sang ibu. Terpuruk dalam trauma dan pengkhianatan orang terdekat, Dara kini berada di titik terendah hidupnya. Mampukah ia bangkit menyembuhkan luka batin yang begitu dalam, sekaligus menuntut balas atas semua penderitaan yang telah mereka timpakan kepadanya?
Bab
Bagikan

Bab 2

Sepeninggal Haris, ia meninggalkan sebuah anak perusahaan dan beberapa aset kekayaan lainnya. Beruntung Mirna adalah mantan pembisnis kecil-kecilan. Setidaknya, walau demikian dia memiliki sedikit pengalaman dalam mengurus perusahaan pabrik Tupperware yang ditinggalkan Haris.

Sambil menjadi single parent bagi putrinya, Dara. Mirna mengurus perusahaan suaminya. Pernikahan dengan Farhan, satu bulan yang lalu, masih membekas dalam ingatan Mirna. Pernikahan yang penuh siksa itu, harus diakhiri meski hanya berlangsung satu bulan. Itulah pernikahan terkilat sepanjang hidup Mirna.

Untungnya ada Herman yang selalu menyemangati dan mendampingi Mirna saat menjalani masa-masa sulit melewati perceraian dengan Farhan.

“Terima kasih ya, Mas. Selama ini kamu sudah banyak membantuku dalam mengurus perceraianku dengan si berengsek itu,” kata Mirna suatu ketika.

“Nggak apa-apa. Aku malah cemas sama anak kamu. Takutnya dia trauma,” balas Herman yang menunjukkan sikap simpatinya pada keluarga Miran sehari setelah sidah putusan cerai antara Mirna dan Farhan. Mirna merasa tersentuh dengan kalimat Herman yang sangat mencemaskan putrinya. Sangat jarang seorang lelaki yang begitu peduli dengan anak wanita lain dari hubungan yang lain.

“Dara nggak apa-apa kok, Mas. Dia Alhamdulillah cukup tegar menghadapi masalah ini.” tepat saat kalimat Mirna usai, suara pintu kamar lantai atas terdengar. Ada Dara yang berjalan menuruni anak tangga menghampiri kedua orang dewasa itu. mata Herman tertuju pada Dara berusia delapan belas tahun tersebut.

“Gimana keadaan kamu, Ra? Apa kamu sudah lebih baik?” tanya Herman yang langsung berdiri menyambut kedatangan Dara. Gadis itu hanya diam. Dia hanya mengangguk menjawabi Herman. Dara tak perduli dengan keberadaan Herman, ia langsung menuju ibunya dan merangkul wanita itu.

“Maafkan Ibu, Ra. Ibu sudah memilih lelaki yang salah. Dan membuat kita harus menderita seperti ini.”

“Nggak apa-apa, Bu. Setidaknya hidup kita sudah aman dan tenang sekarang. Ibu dan aku tidak perlu lagi menerima pukulan atau tamparan lagi,” lirih Dara.

Memang pernikahan Farhan dan Mirna penuh dengan kekerasan. Setelah menikah, sifat asli Farhan muncul. Ia kerap pulang dengan wanita lain dan selalu melakukan kekerasan pada Mirna. Hampir semua uang Mirna ia gunakan berpoya-poya. 

Pada suatu ketika, Mirna yang ditemukan Herman dengan luka lebam di sudut bibirnya dan sedang menangis di dalam ruang kerja. Saat itu Herman hendak mengantarkan laporan produksi bulan ini.

“Bu Mirna …! Astagfirullah! Ibu kenapa?” tanya Herman panik.

“Agh, tidak apa-apa pak Herman. Saya hanya kejedok pintu saja tadi pagi,” bohong Mirna menyembunyikan lukanya dengan telapak tangan. Mirna tak berani menatap Herman. Namun terlambat, mata Herman sudah menangkap beberapa luka memar juga di beberapa tubuh Mirna. Sejak saat itu, Herman tersentuh untuk membantu wanita itu. dan sejak itu pula, hubungan antara Mirna dan Herman bukan lagi antara atasan dan bawahan, melainkan sudah menjadi seorang teman curhat.

“Kamu harus menggugat Farhan, Mirna. Saya ada kenalan seorang pengacara. Dia pasti mau membantumu, Mir.” Perbincangan antara Herman dan Mirna suatu ketika.

“Tapi, Mas. Farhan itu nekad. Dia gila. Dia bisa melakukan apa saja demi keinginannya. Apalagi kalau dia sedang marah. Aku nggak mau anakku satu-satunya menjadi korban.”

“Anakmu akan aman-aman saja. Anakku, Ardi. Akan membantunya. Dahlah, kamu tenang aja. Yang penting kamu harus berani. Aku ada di sampingmu, dukung kamu,” ucap Herman yang menggenggam erat tangan Mirna.

Sejak itulah, Dara dan Mirna begitu percaya pada Herman dan putranya Ardi. Sejak kedekatan Herman dan Mirna, kedua anak mereka pun sudah berkenalan. Sejak mengurus perceraian Mirna dan Farhan, Dara dan Ardi kerap bertemu. Namun tentunya sebagai calon saudara sambung.

Lepas dari Farhan, Mirna menerima cinta Herman. Kedekatan mereka berujung pada timbulnya rasa cinta. Namun Mirna tak mau seluruh karyawan membicarakan hubungan mereka. Alih-alih ingin menyerahkan laporan, nyatanya Herman dan Mirna sengaja bertemu untuk berduaan.

“Jangan di sini, Mas. Ini kantor,” lirih Mirna yang sudah berusaha menahan pelukan Herman yang mengganas.

“Agh, aku sudah tidak tahan lagi, Mir. Kamu sudah membuatku ingin terus sejak pertama cium kamu dan kita … malam itu,” goda Herman. Suara keduanya tak begitu terdengar. Hanya nada pelan namun penuh dengan birahi.

Tangan Herman sudah menjelajah sisi tubuh Mirna. Mengacak pakaian wanita itu dan mulai menyusup mencari benda ternikmatnya.

“Mas … ah,”

Mirna mulai mendesah, ketika tangan liar Herman begitu lincahnya menyusup masuk ke dalam rok pakaian kerja Mirna.  Kursi tamu ruang kerja Mirna sudah berubah fungsi menjadi tempat keduanya menyalurkan gairah panas yang sudah memanggil.

“Ah Mas … aku sudah tidak tahan lagi,” desah Mirna semakin menjadi  ketika Herman berhasil membuat area itu basah.

“Kau mulai basah, sayang.” Herman mulai cepat-cepat membuka celana Jeansnya. Benda keras itu sudah mengatur posisi terbaiknya di balik celana dalam Herman. Seakan sudah tak sabar ingin bermanja di dalam sana.  Mata Mirna bisa melihatnya dengan jelas kali ini. Ini pertama kalinya mereka bercinta. Dan Herman berhasil menggoda Mirna agar menyerahkan tubuhnya pada dirinya.

“Besar, Mas,” lirih Mirna menemukan benda tumpul itu.

“Aku yakin, kamu pasti menyukainya, Mirna sayang.”

“Tapi jangan lama-lama ya, aku takut Santi akan masuk kemari.”

“Udah, ini jam istirahat. Pintu juga sudah aku kunci,” ucap Herman yang buru-buru mengatur posisi di antara selangkang kaki Mirna yang sudah membuka apik.

Setelah ciuman yang diberikan Mirna. Kini Herman meminta lebih dari hubungan yang baru satu bulan berjalan itu. sebuah hubungan biologis yang selalu menjadi penghantar pertemuan mereka. anehnya, Mirna sama sekali tak protes. Sepertinya wanita itu pun membutuhkan kehangatan setelah lepas dari siksaan Farhan.

Herman telah memberinya kelembutan sentuhan. Tidak hanya itu, selama ini Hermanlah yang sudah membantunya melewati masa sulit menghadapi biduk rumah tangga penuh kekerasan itu. Herman juga yang membantu Dara bangkit dari traumanya.

Semua kebaikan Herman, sudah menorehkan kesan baik di hati Mirna. Sehingga wanita itu tidak berpikir dua kali ketika Herman mengatakan cinta padanya dan meminta hubungan lebih seperti sekarang ini.

Milik MIrna berdenyut hebat, ketiak benda itu menusuk-nusuk tubuhnya. matanya merem-melek menikmati gesekan cepat yang diberikan Herman. Sudah tiga kali Mirna berhasil orgasme oleh perbuatan Herman.

“Ah, Mas. Enak sekali.”

“Aku juga keenakan, sayang. Bagaimana kalau nanti sepulang kerja kita ke hotel? Di sini aku belum puas, Mirna sayang.”

“Benarkah? Baiklah, aku pun belum puas, Mas.”

Keduanya semakin memburu. Peluh yang sudah mulai membasahi pakaian mereka kini semakin terlihat saja. Pada hentakkan keras yan diberikan Herman, Mirna dan Herman menggeram nikmat. Dan menempelkan dua milik mereka yang sama-sama berdenyut.”

“Aahhh,” lega keduanya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Istri Bukan Babu Gratisanmu Mas!
9.2
Anisa Rahmawati awalnya sangat mencintai suaminya, seorang duda bernama Arman Hermansyah. Namun, impian indahnya hancur seketika pada hari keempat pernikahan mereka. Anisa memergoki Arman berselingkuh dengan kekasih gelapnya, hubungan yang rupanya telah terjalin lama sebelum mereka resmi menikah. Kini, Anisa harus menerima kenyataan pahit bahwa dirinya hanya dimanfaatkan. Arman menikahinya bukan karena rasa cinta, melainkan hanya untuk dijadikan pelayan gratis di rumah.
Sampul Novel Dewa perang jadi Pengawal Pribadi CEO
9.8
Xion, seorang petarung tangguh yang baru saja kembali, memilih jalan hidup tak terduga dengan menjadi sosok pelindung di balik bayang-bayang seorang CEO wanita yang sangat menawan. Di tengah kembalinya sang jagoan, ia membawa misi ganda yang membara dalam dirinya. Xion bertekad untuk menuntut balas atas setiap dendam masa lalu yang belum terselesaikan, sekaligus membalas semua kebaikan yang pernah ia terima. Kisah aksi romantis modern ini penuh dengan perjuangan dan kesetiaan yang mendalam.
Sampul Novel Dipaksa Melayani CEO-Cinta Satu Malam
9.1
Sefia, seorang Wedding Organizer sukses, harus menelan pil pahit saat memergoki Wisnu berselingkuh dengan asistennya tepat di malam sebelum pernikahan mereka. Terpukul oleh penghinaan itu, Sefia yang kalap nekat menawarkan diri kepada seorang pria asing di lift. Siapa sangka, pria bertubuh jangkung itu menanggapi serius dan membawanya ke ranjang. Kini, konsekuensi dari satu malam tersebut mengancam masa depannya tepat di hari yang seharusnya menjadi hari bahagianya.
Sampul Novel Fastidious
9.6
Almira, mahasiswi semester lima, terancam batal lulus cumlaude karena mendapat nilai E. Saat mencoba memperbaikinya, ia justru salah lamar oleh keluarga dosennya, Aufa. Terjebak dalam pernikahan dengan perbedaan usia lima belas tahun, Almira harus menghadapi sikap dingin Aufa yang selalu menjaga jarak dan membandingkannya dengan Citra. Tak gentar, Almira pun membalas penolakan suaminya tersebut dengan ketegasan yang sama.
Sampul Novel Genderang Perang Manusia Elektrokinesis
8.2
Gian selalu dirundung oleh keluarga dan teman-temannya. Hanya Alicia yang setia menemani, walau itu membuat Gian makin diintimidasi. Nasibnya berubah usai menolong seekor kucing, di mana ia mendapat kekuatan elektrokinesis dari sosok misterius lewat mimpi. Dipandu mentor berwujud tikus putih, Gian pun memulai misi balas dendam. Namun, saat dirinya dicap sebagai monster dan Alicia mulai menjauh, mampukah Gian memenangkan pertempuran ini?
Sampul Novel Harga Sebuah Keperawanan
9.6
Demi keluar dari jerat kemiskinan, Dinda mengambil langkah nekat menjual kesuciannya pada preman seharga lima ratus ribu rupiah. Namun, operasi razia polisi menggagalkan transaksi itu dan mempertemukannya dengan Sergio, seorang polisi tampan yang menyelamatkannya. Walau Sergio telah beristri, Dinda tetap mengejar cintanya hingga mereka menjalin hubungan gelap rahasia. Akankah perselingkuhan ini terbongkar? Bagaimana reaksi sang istri saat tahu suaminya berkhianat?