APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kurawat Dengan Cinta, Dibalas Dengan Pengkhianatan

Kurawat Dengan Cinta, Dibalas Dengan Pengkhianatan

Selama tiga tahun, Claire Nolan merawat suaminya, Julian Westwood, yang lumpuh. Bukannya dihargai, Julian malah membencinya hingga tega mengunci Claire di luar rumah selama 99 hari. Saat bisa berjalan lagi, Julian justru langsung menjemput cinta pertamanya di bandara. Sadar kasih sayangnya tak dihargai, Claire memutuskan mengakhiri kontrak dan meminta cerai. Kepergian Claire akhirnya meninggalkan penyesalan mendalam bagi Julian yang terlambat menyadari segalanya.
Bab
Bagikan

Bab 5

Cuaca sangat panas dan luka di lengan Claire semakin parah karena tidak segera ditangani. Infeksi mulai menyebar dan dokter menyarankan agar dia dirawat inap. Claire pun menyetujuinya.

Selama tiga tahun terakhir, dia telah merawat Julian terus-menerus. Bahkan saat dirinya sendiri merasa sakit, dia tidak pernah meninggalkan Julian walau hanya selangkah. Namun sekarang, Claire hanya ingin hidup untuk dirinya sendiri.

Dia mematikan ponselnya dan tinggal di kamar rumah sakit, fokus memulihkan diri sambil membaca buku. Melihat para dokter yang sibuk berlalu lalang di rumah sakit itu, hatinya dipenuhi harapan.

Dulu, mimpinya adalah menjadi dokter yang bisa menyelamatkan banyak orang. Namun karena kontrak dengan Lorraine, dia terpaksa meninggalkan cita-cita itu.

Kini, saat akhirnya mendapatkan kesempatan untuk kembali ke kampus dan melanjutkan pendidikan, yang dia harapkan hanyalah bisa belajar sebanyak mungkin agar bisa segera kembali ke garis depan dunia medis dan menyelesaikan impiannya yang tertunda.

Sebelum keluar dari rumah sakit, Claire tidak sengaja bertemu Patricia yang datang menemani temannya berobat. Begitu melihat Claire, Patricia langsung berjalan mendekat dengan wajah marah.

"Dasar kampungan! Kamu lagi ngapain, hah? Sengaja menghilang, ya? Kamu tahu nggak, rumah sudah kayak kapal pecah! Kakakku nyariin kamu ke mana-mana!"

"Nyari aku? Buat apa?" Claire benar-benar tidak mengerti.

Bukankah selama dia dirawat di rumah sakit, itu justru memberi Julian dan Amber kesempatan untuk hidup berdua?

Patricia mengacak rambutnya dengan kesal. "Aku malas jelasin. Sebaiknya kamu pulang sendiri dan lihat saja!"

Tanpa memedulikan luka Claire, Patricia menariknya paksa keluar dari rumah sakit dan membawanya pulang. Begitu memasuki vila, Claire langsung menyadari ada yang berbeda.

Taman yang seminggu lalu masih rimbun dan indah, kini telah layu dan kering. Di dalam rumah, kondisinya bahkan lebih kacau dan berantakan seperti habis diterjang badai.

Saat mendengar suara dari arah pintu, mata Julian yang awalnya redup tiba-tiba tampak berbinar.

Julian melangkah cepat ke pintu dan langsung mencengkeram lengan Claire yang terluka. "Kamu ke mana saja?"

"Claire, kamu sekarang benar-benar makin keras kepala ya! Cuma gara-gara aku telat sedikit antar kamu ke rumah sakit, kamu malah kabur dari rumah? Lihat nih, rumah jadi berantakan begini!"

Lengan Claire mengeluarkan darah. Rasa sakitnya merambat dari permukaan kulit hingga ke tulang. Tadinya dia masih bertanya-tanya kenapa Julian mencarinya. Ternyata jawabannya adalah karena rumah kekurangan seorang pembantu.

Julian tidak peduli dengan lukanya, juga tidak peduli ke mana Claire selama ini. Yang dia tahu hanyalah Claire tidak lagi bersikap seperti pelayan yang setia seperti dulu.

Sambil menggertakkan gigi, Claire menarik paksa lengannya dari genggaman Julian. "Julian, kamu menyakitiku!"

Baru saat itu Julian menyadari ada bercak darah di bajunya. Dia teringat kembali tentang luka Claire di kantin tempo hari, nada bicaranya mulai sedikit melunak. "Aku nggak sangka lukamu separah ini. Oke, ini salahku. Tapi kamu juga salah karena nekat kabur dari rumah. Anggap saja impas, ya?"

"Sini, aku mau kasih lihat sesuatu." Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Julian menggenggam tangan Claire dan membawanya naik ke lantai atas.

Dia meletakkan sebuah kotak di hadapan Claire. Di dalamnya, tergeletak sebuah kalung berlian mewah dan berkilau. "Ini untukmu. Anggap saja kompensasi atas lukamu. Lagi pula, Amber juga akan segera pindah keluar. Jadi, jangan marah lagi, ya?"

Claire membuka mulut, tetapi tidak tahu harus berkata apa.

Dulu, dia selalu berharap Julian akan memberinya hadiah apa pun, asalkan itu tulus dari hatinya. Namun kini, ketika hadiah itu benar-benar ada di depan matanya, dia tidak bisa memastikan apakah kalung ini benar-benar ditujukan untuknya atau sebenarnya tetap demi Amber.

Claire menerima kotak itu dan meletakkannya di meja dengan tanpa ekspresi. Kemudian, dia berbalik menuju kamar mandi untuk mandi.

Saat keluar, dia melihat Amber sedang berdiri di depan cermin dan mencoba kalung berlian itu di lehernya. Melalui pantulan cermin, Amber menoleh ke arah Claire dan tersenyum penuh tantangan padanya.

"Maaf ya, Claire, jadi kelihatan nggak enak begini. Padahal kemarin aku baru bilang suka sekali sama kalung ini, eh, hari ini Julian langsung beliin. Dia ini memang ...."

Belum sempat Amber menyelesaikan kalimatnya, Julian sudah keluar dari dapur. Saat melihat kalung berlian itu melingkar di leher Amber, Julian sempat tertegun sejenak.

Amber segera menggandeng lengannya dan menatapnya dengan manja. "Julian, kamu memang yang terbaik. Aku suka sekali hadiahnya."

Julian menatap Claire dengan ekspresi rumit, lalu memalingkan pandangannya ke Amber. Setelah beberapa detik, akhirnya dia membuka mulut. "Baguslah kalau kamu suka."

"Benar, yang penting Amber suka." Claire ikut mengangguk ringan, suaranya datar tanpa emosi.

Setelah itu, dia berjalan melewati mereka berdua tanpa banyak bicara dan langsung menuju taman.

Aroma bunga yang familier menyapu ujung hidungnya saat dia melangkah. Julian hanya bisa menatap punggung Claire yang perlahan menjauh, entah mengapa perasaannya menjadi tidak tenang.

'Kenapa dia sama sekali nggak marah? Apa dia cuma berpura-pura?

Namun kemudian, dia segera menepis pikiran itu. 'Ah, cuma kalung doang. Lain kali aku belikan yang lebih mahal, pasti dia senang lagi.'

Dengan mudahnya, Julian kembali meyakinkan dirinya sendiri.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Gila Putra Konglomerat (Zero)
8.9
Pamela harus menelan kepahitan saat cintanya ditolak dan dihina oleh Zero, sahabatnya yang posesif. Setelah berhasil bangkit dan menemukan kebahagiaan baru bersama Tirta, masa lalunya kembali mengusik. Menjelang pernikahan mereka, Zero tiba-tiba hadir untuk merusak segalanya. Meski bayang-bayang mantan kekasih Tirta ikut mengintai, ancaman terbesar tetaplah Zero. Dengan kekuasaan dan obsesi gilanya, putra konglomerat itu bertekad merebut kembali Pamela.
Sampul Novel DESTINY
9.5
Zeline Zakeisha kerap dikhianati akibat genophobia yang dideritanya. Sang sahabat yang ingin ia sembuh akhirnya mendaftarkan Zeline ke situs kencan global. Lewat platform itu, ia terhubung dengan Ricardo Fello Daniello, triliuner asal New York yang jenuh dengan wanita materialistis. Walau terpisah jarak Indonesia-New York, keunikan Zeline sukses memikat Ricardo. Kini, keduanya harus menghadapi trauma masa lalu dan bentangan jarak demi membuktikan kekuatan takdir cinta mereka.
Sampul Novel Hari-hari Dimanjakan Paman
8.7
Demi menghindari kencan buta yang buruk, Pamela nekat mencium pria asing tampan yang lebih tua bernama Agam. Tindakan ini membuat Agam menuntut pertanggungjawaban penuh. Pamela mencoba mengelabui Agam agar memejamkan mata lalu melarikan diri, tetapi rencananya gagal. Agam justru menangkap dan memanjakannya siang malam. Ketika Pamela kembali mencoba kabur, sang paman terus mengejarnya dan memastikan bahwa gadis itu tidak akan pernah bisa lolos dari genggamannya.
Sampul Novel Ketika Suami Mulai Bosan
8.7
Dalam pernikahan, cinta tidak selalu berjalan mulus. Kejenuhan kerap hadir dan mengikis kehangatan hubungan hingga menyisakan kehampaan. Saat dihadapkan pada pilihan sulit antara bertahan atau berpisah, perjuangan mengembalikan rasa yang hilang menjadi ujian yang sangat berat. Melalui doa dan usaha tanpa henti untuk merajut kembali kasih sayang yang pudar, mereka berharap mukjizat Tuhan dapat menyatukan kembali hati mereka sebelum semuanya terlambat.
Sampul Novel Mengejar Dosen Duren
9.4
Jelita terbangun dengan tragis setelah tubuhnya dipinjam oleh Elizabeth, hantu istri dosennya, Daniel Danuarja. Elizabeth ternyata memanfaatkan raga Jelita untuk bercinta dengan Daniel hingga merenggut kesuciannya. Saat sadar, Jelita mendapati arwah Elizabeth mulai memudar dan hampir musnah. Di tengah amarah besar akibat dikhianati, kini Jelita harus terjebak dalam pusaran skandal yang rumit bersama dosennya tersebut.
Sampul Novel Suami Rahasia Sang Bintang
9.2
Karier menyanyi Anastasia Noire hancur akibat fitnah keji. Saat terpuruk, ia menyelamatkan nyawa seorang pria dan mengklaimnya sebagai suami demi keselamatan. Publik pun mencelanya. Namun, mereka tidak tahu bahwa lelaki misterius itu adalah Maximilian Kingsley, seorang miliarder rahasia. Di tengah kepungan pengkhianatan, Anastasia kini harus mencari tahu apakah Maximilian adalah penyelamat sejati atau justru ancaman baru bagi hidupnya.