APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel KUNCI LATHI

KUNCI LATHI

Azalia terbangun tanpa memori sedikit pun tentang masa lalunya. Satu-satunya petunjuk yang tersisa hanyalah kepingan mimpi buruk yang terasa begitu nyata dan mengerikan. Kehilangan identitas secara misterius memaksa gadis ini hidup dalam ketakutan yang mencekam. Kini, di tengah kegelapan yang terus mengepung, ia harus berjuang keras mencari jawaban. Mampukah ia mengungkap kebenaran di balik jati dirinya yang hilang dan lolos dari jeratan teror yang tiada henti?
Bab
Bagikan

Bab 1

Jantung Aza berdebar kencang. Suara misterius itu membangunkannya lagi, berarti pasti akan ada yang meninggal dan ... dan pasti dia akan mengalami serangan lagi. Dia harus segera bangun dan pergi dari tempat itu, dia tidak ingin mendapat serangan lagi seperti biasanya.

Aza membuka pintu kamarnya perlahan. Kegelapan menyambutnya. Aza memicingkan matanya untuk beradaptasi dengan kegelapan itu dan tiba-tiba angin dingin menyambar wajah Azalia. Aza menjerit dan buru-buru masuk lagi ke dalam kamarnya. Aza merasakan wajahnya kebas setelah diterpa angin dingin tadi.

Oh, terjadi lagi! Kenapa setiap Aza terbangun dari tidurnya karena ada suara aneh itu, pasti akan ada angin yang mengenai wajahnya dan ... dan rasa kantuk itu datang lagi!

"Za? Aza? Bangun, Ndhuk!"

Aza membuka matanya. Dia tersenyum ternyata semua hanya mimpi. Aza berhamdallah pelan.

"Aza!" Aza tersenyum, nada suaranya ibunya sudah tinggi, berarti sebentar lagi ibunya akan memasuki kamarnya dan memarahinya. Aza segera bangun dan ketika ibunya memasuki kamarnya Aza sudah siap.

"Za!"

Aza tersenyum, dia sudah duduk di tepi ranjangnya.

"Ya, bu," jawab Aza sambil tersenyum manis.

"Oh," kata sang ibu dan kemudian tersenyum lega, "bangun, ya, Ndhuk. Sudah siang. Ikut ke pasar, ya?"

Aza mengangguk.

"Mandi dulu, sarapan dan kita berangkat dengan mobilnya Mbah Wondo," kata sang ibu dengan wajah berbinar. Aza membeliak kaget. Naik mobil?

"Naik mobil, Bu?"

"Iya. Makanya ayo, cepat! Jangan sampai ketinggalan, ya?" Aza mengangguk dengan penuh semangat dan segera bergegas ke kamar mandi.

****

Aza tersenyum tiada henti ketika mereka sampai di pasar besar Wanarata. Pasar terbesar yang ada di desa Wanarata, sebuah desa kecil di daerah Karang Legi. Aza riang tak terkira ketika ibunya membawanya ke sebuah toko baju dan meminta Aza memilih baju yang paling disukainya. Aza memilih baju warna kuning dan berenda-renda. Aza tersenyum tiada henti, membayangkan betapa cantik dirinya ketika memakai baju itu nanti.

Setelah itu ibu Aza mengajak Aza berkeliling pasar. Aza mengamati pasar itu dengan seksama. Aza takjub melihat begitu banyak penjual yang ada di pasar itu. Terutama Aza terpesona dengan penjual daging yang didatangi ibunya. Penjual itu memakai baju berwarna serba hitam dan diam memandang ibunya tajam.

"Sikile papat, ya, (Kakinya empat, ya?)" kata sang ibu. Penjual itu mengangguk.

"Endhase loro, (Kepalanya dua,)" kata sang ibu, penjual itu mengangguk lagi. Dia nampak mencatat.

"Sing paling apik, lo, Pak. Ojo lali mripate dicopot, sik, ya? (Yang paling bagus, lo, Pak. Jangan lupa matanya dilepas, dulu, ya?)" Penjual itu mengangguk lagi.

Aneh! Penjual itu tidak berbicara sama sekali atau bertanya ibu Aza membeli daging apa. Aza membayangkan ibunya membeli daging ayam dan itu membuat Aza sedikit kecewa, karena hanya akan ada kaki ayam atau ceker ayam empat buah dan kepala ayam dua buah. Sedikit sekali!

Setelah ibu dan sang penjual daging itu berbincang sebentar, sang penjual pun masuk ke dalam ruangan di dalam kiosnya dan keluar sambil membawa kaki kambing yang besar. Aza membeliak melihat daging sebesar itu dan tersenyum cerah karena sepertinya ibunya membeli empat buah kaki kambing yang besar itu.

Sang penjual meletakkan kaki kambing itu di depan ibu Aza. Ibu Aza tertawa melihat daging sebesar itu. Dia memukul-mukul daging itu dengan penuh semangat.

"Gemuk, ya?" tanya ibu Aza dengan pandangan geli. Wajahnya nampak bersinar. Penjual itu mengangguk sambil menggeram pendek.

"Lima ribu, ya?" tanya ibu Aza. Penjual itu nampak berpikir, tetapi kemudian mengangguk. Mereka saling memukul daging itu bergantian dan kemudian tertawa bersama dan saling mengangguk.

Sang penjual mengambil secuil kertas kecil dan menulis di kertas itu.

"Kaki empat, kepala dua, lima ribu," gumam penjual itu dan memberikan kertas itu pada ibu Aza, kemudian mereka berdua bersalaman dan ibu Aza pergi begitu saja dari kios daging itu.

Aza mengikuti langkah ibunya yang menjadi sangat cepat, seakan sang ibu lupa pada Aza. Aza agak panik mengejar ibunya melewati lorong-lorong pasar besar Wanarata yang sangat membingungkan dan tiba-tiba terlihat gelap dan menyeramkan.

Aza hampir menangis karena ibunya sudah tidak terlihat lagi. Dia kebingungan dan kelelahan mengejar ibunya, sampai akhirnya Aza terjatuh dan menangis tersedu memanggil-manggil ibunya.

"Cup ... cup ... jangan menangis, Ndhuk. Kakimu sakit? Sini sama budhe." Sebuah tangan putih mulus terulur pada Aza. Aza merinding melihat tangan yang nampak begitu pucat itu. Tangisnya terhenti seketika. Dia mendongak dan melihat seorang wanita cantik yang juga berkulit pucat di depannya.

Aza berusaha beradaptasi dengan pasar yang temaram itu. Dia mengerjapkan matanya beberapa kali dan menyadari bahwa di belakang wanita cantik berkulit pucat itu ada kerlip cahaya yang menurut Aza sangat menarik. Aza bangkit dan tanpa memedulikan wanita itu, Aza berjalan mendekati cahaya kerlap kerlip menarik hati.

"Kamu suka dengan lampu itu, Ndhuk?" tanya sang wanita. Aza diam saja. Dia tetap mendekati sumber cahaya itu, tetapi sepertinya ada yang aneh. Dari kejauhan lampu itu nampak lucu dan sangat menarik, tetapi ketika Aza hampir mendekati lampu itu, melihat ....

"Aaaaahhhh!"

****

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel DALAM CENGKERAMAN SANG MAFIA
8.3
Dominic Rodrigues, seorang mafia keji yang dikuasai dendam masa lalu, bertekad menghancurkan keluarga Amanda. Demi melindungi sang suami dari ancaman mutilasi yang mengerikan, Amanda terpaksa tunduk pada hasrat dan keangkuhan Dom. Terjebak dalam jerat utang dan rasa benci, sanggupkah Amanda yang tegar menghadapi dominasi sang mafia? Kisah romansa dewasa penuh misteri ini menyajikan intrik tajam serta gejolak emosi yang tak terduga.
Sampul Novel Membalas Perselingkuhan Suamiku
7.8
Dikhianati Mark karena masalah fisik dan keturunan, Leona hancur. Di tengah keputusasaan, West Taylor datang menawarkan bantuan untuk membalas dendam. Melalui transformasi fisik drastis dan identitas baru sebagai Tatiana Clark, rencana matang untuk menjatuhkan suaminya pun dimulai. Mark sama sekali tidak menyadari bahwa wanita mempesona di hadapannya adalah istri yang ia campakkan demi perempuan lain. Akankah pembalasan dendam ini berjalan tuntas?
Sampul Novel Rahasia
8.8
Leanna, manajer 27 tahun, merasa terganggu oleh Elver, wakil barunya yang berusia lebih muda dan bertingkah ganjil. Hubungan mereka kian tegang setelah Elver membongkar rahasia Leanna sebagai Nona D di situs dewasa. Di balik konflik tersebut, benih asmara justru tumbuh. Elver mulai jatuh hati pada Leanna, tetapi ia didera ketakutan. Elver menyimpan trauma masa lalu yang kelam dan mematikan, serta cemas Leanna akan pergi menjauh jika rahasia gelapnya itu terungkap.
Sampul Novel Rahasia Kelam Suamiku
8.8
Mimpi burukku dimulai di sebuah vila Puncak. Di sana, aku mendapati adik Baskara yang dikira telah tiada rupanya masih hidup. Suami dan orang tuaku bahkan merawat anak hasil hubungan gelap mereka. Lima tahun lamanya aku diperalat demi menutupi skandal keji ini. Kini, Baskara berniat menjebloskanku ke rumah sakit jiwa. Usai membakar vila itu untuk kabur, aku terpaksa bersekutu dengan rival terbesar suamiku demi membalas pengkhianatan mereka.
Sampul Novel THE SECRET BEHIND DEATH
8.3
Albian yang dulunya dikenal sebagai mahasiswa berprestasi, ramah, dan sopan, kini mengalami perubahan drastis dalam hidupnya. Setelah terbangun dari koma akibat sebuah insiden misterius, ia dianggap aneh oleh lingkungan sekitar. Perubahan ini membuatnya terasing dan didera kesepian mendalam. Bahkan, orang-orang terdekat serta sosok yang ia cintai memilih pergi menjauh. Kini, ia harus berjuang menghadapi kenyataan pahit tersebut sendirian.
Sampul Novel Tiga Ranjang Suamiku
9.5
Dua belas tahun membina rumah tangga, hidup Maya sebagai pengacara sukses hancur seketika. Suami yang ia kenal sangat penyayang ternyata melakukan poligami secara rahasia. Maya sangat terkejut saat mengetahui suaminya memiliki dua ranjang lain dengan wanita yang sama sekali tidak pernah ia duga. Kini, ia harus berjuang mengungkap kebenaran pahit tersebut. Apakah Maya akan bertahan demi pernikahannya, atau memilih pergi demi menyelamatkan diri dari pengkhianatan ini?