APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kukira Dia Cinta, Ternyata Pemberi Luka

Kukira Dia Cinta, Ternyata Pemberi Luka

Saat Riko Fosa dan keluarganya bersiap menghalangi Nisa di rumah sakit demi kelahiran anak Erni, Nisa justru memilih tidak hadir. Riko yang mengira istrinya hanya egois karena tidak mau menerima anak tersebut, berniat memaafkannya jika Nisa bersedia meminta maaf. Namun, Riko tidak menyadari bahwa Nisa telah mengambil keputusan besar. Dia mendaftarkan diri ke PBB untuk menjadi dokter lintas batas dan bersiap mencabut kewarganegaraannya, meninggalkan Riko selamanya tanpa ada kesempatan untuk bertemu lagi.
Bab
Bagikan

Bab 3

Awalnya, aku pikir setelah mendengar perkataanku tadi, Erni akan sedikit menahan diri.

Namun, ternyata tidak. Dia justru bersikap seolah-olah dialah nyonya rumah yang sah, bahkan dengan angkuhnya mengundangku masuk ke dalam "rumahku sendiri".

Saat kami berpapasan di ambang pintu, dia berbisik dengan suara pelan yang hanya bisa didengar oleh kami berdua.

"Kudengar kamu sudah menikah dengan Riko selama tiga tahun? Bagaimanapun juga, pengganti tetaplah pengganti. Nggak akan pernah bisa menandingi aku yang asli!"

"Sekarang aku sudah kembali, kamu pun harus tahu diri dan menyerahkan tempatmu padaku," timpalnya lagi.

Amarah yang kutahan selama ini langsung memuncak. Aku tidak lagi bisa mengendalikannya.

Tanpa pikir panjang, aku mengangkat tangan dan menampar wajahnya sekuat tenaga. Seluruh kerinduan selama sepuluh bulan berpisah dengan Riko seolah-olah meledak menjadi kemarahan yang membara.

Tetangga yang mendengar keributan pun segera melapor ke polisi. Kami berdua dibawa ke kantor polisi, tetapi karena ini dianggap urusan rumah tangga, pihak berwenang tidak bisa ikut campur dan akhirnya hanya meminta kami pulang.

Begitu tiba di rumah, ayah dan ibu mertua yang sudah menunggu langsung memarahiku habis-habisan. Mereka menuduhku membuat keributan begitu besar sampai menjadi bahan tertawaan para tetangga.

Mereka juga mencibir bahwa semua pendidikan tinggi yang kutempuh sia-sia saja karena ternyata aku tidak bisa menahan diri hingga harus bertindak kasar. Mereka bahkan memperingatkan, kalau sampai terjadi hal yang lebih buruk, mereka tidak akan segan untuk menuntutku.

Saat ini, aku baru sadar bahwa mereka semua sejak lama sudah mengetahui hubungan Riko dengan Erni. Bahkan, mereka mendukungnya sepenuhnya.

Dalam waktu hanya setahun, Erni telah berubah menjadi menantu idaman di mata mereka. Sementara itu, hanya aku yang terus dibohongi.

Aku seketika menjadi tidak bisa berkata-kata.

Riko melangkah mendekatiku dengan mata yang memerah. Dia mencoba menggenggam tanganku dan berusaha menenangkan.

"Nisa, aku nggak bermaksud mengkhianatimu. Tapi, Erni … dokter bilang hidupnya tinggal enam bulan. Satu-satunya keinginannya hanyalah menjadi seorang ibu, memiliki anak sendiri."

"Dia adalah penyelamat hidupku. Aku nggak tega membiarkannya pergi dengan penyesalan. Sebenarnya aku mau membicarakan ini denganmu, tapi waktu itu kamu sedang di luar negeri. Aku khawatir hal ini akan mengganggu fokus studimu, jadi aku berencana menunggu sampai kamu kembali."

"Kalau kamu bersedia, mari kita besarkan anak ini bersama-sama, ya?" ucap Riko.

Hal sebesar itu diucapkan oleh Riko dengan nada ringan seolah tidak berarti apa-apa. Aku menyimpan pakaian terakhir ke dalam koper. Saat itu, ibu mertua masuk ke kamar tanpa mengetuk.

Melihat koper di kakiku, dia menatapku dengan ekspresi puas, seolah-olah aku akhirnya tahu diri.

"Waktu kamu belum pulang, aku sudah menyuruh Erni tidur di kamarmu. Ruang kerja juga sudah diubah menjadi kamar bayi. Jadi, malam ini kamu tidur di ruang tamu saja. Kalau nggak suka, cari hotel sendiri," pungkas ibu mertua.

Aku sungguh lelah, tidak punya tenaga untuk berdebat atau mencari penginapan lain. Aku hanya mengangguk pelan dan bersiap tidur di sofa malam itu.

Namun, tengah malam, suara tangisan bayi dari kamar terdengar tanpa henti. Aku membalikkan badan, berniat memakai penutup telinga, tetapi kemudian terdengar suara manja Erni.

"Riko, tolong gendong bayi ini sebentar, dia terus menangis," pinta Erni.

Lalu, terdengar suara tawa Riko yang lembut sembari berkata, "Anak nakal, biarkan saja. Menangis sedikit bisa melatih paru-parunya."

Aku menutup kepala dengan selimut, berusaha keras menahan diri agar tidak mendengar suara mereka. Namun, begitu memejamkan mata, yang muncul di benakku justru bayangan Riko saat pertama kali menyatakan cinta padaku.

Senyumnya cerah, tatapannya lembut, seluruh dunia seolah hanya ada aku di dalamnya.

Namun, kini, lelaki itu bukan lagi milikku.

Aku tertidur dalam keadaan linglung, dan begitu fajar tiba, aku sudah membawa koper keluar dari rumah itu. Aku pergi ke kantor administrasi untuk membatalkan status kependudukanku sekaligus mengurus berkas keberangkatan ke luar negeri. Lantaran semua dokumenku lengkap, prosesnya berjalan lancar dan para petugas tidak banyak bertanya.

Saat hendak pergi, salah satu petugas perempuan tiba-tiba memanggilku. Dia memberiku sebutir permen buah warna-warni sambil berseru, "Semoga semua keinginanmu akan terwujud suatu hari nanti."

Aku membalasnya dengan senyuman yang tulus, lalu keluar dari gedung itu. Kemudian, aku mencari hotel terdekat dan menaruh koper di kamar. Ketika hendak keluar mencari makan, aku tanpa sengaja berpapasan dengan Riko dan Erni, bersama kedua mertuaku.

Erni mengenakan gelang Patek Philippe berkilau di pergelangan tangannya sambil menunjukkan ekspresi wajah penuh kepuasan. Dia sama sekali tidak tampak seperti seseorang yang sudah sekarat.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel A Lover (Alec & Alea)
8.6
Pesona Azalea Mahendra memikat hati Alec Cage. Kesempatan emas tiba ketika kakak Alea, Arsen, rela menyerahkan sang adik demi meraih takhta CEO. Terjebak situasi, Alea terpaksa menikah secara formal dengan Alec, walau cintanya hanya untuk Arza, sang kakak angkat. Konflik memuncak saat Alec membongkar rahasia masa lalu mereka. Sebagai sosok pencemburu yang antipati pada pengkhianatan, Alec siap menghukum Alea dengan penderitaan yang lebih kejam daripada maut.
Sampul Novel Aku Tak Lain Hanyalah Tamu
8.7
Tujuh kali menikah dan diceraikan oleh pria yang sama demi wanita lain membuat perasaan wanita ini mati rasa. Dari mencoba mengakhiri hidup hingga belajar pergi tanpa suara, ia telah melewati semua kepedihan. Kini, saat kekasih lama suaminya kembali, ia memilih menyodorkan surat cerai atas inisiatif sendiri. Sang suami mengira ini hanyalah bagian dari siklus pernikahan kembali yang biasa mereka lakukan, tanpa menyadari bahwa kali ini istrinya benar-benar pergi selamanya.
Sampul Novel Apa Kamu Kurang Istri?
8.0
Dua minggu sebelum hari bahagia, Felix Darmaji kembali menunda pernikahan demi membantu pameran lukisan Shifa Adnan. Ini menjadi penundaan ketiga kalinya setelah sebelumnya Felix mengabaikan komitmen demi merawat Shifa di luar negeri dan menemaninya ke gunung terpencil. Muak dengan prioritas Felix yang keliru, sang protagonis memutuskan menghubungi Callen Harlan, teman masa kecil sekaligus putra mahkota konglomerat properti terbesar. Sebuah tawaran pernikahan diajukan. Saat hari yang dijanjikan tiba, Felix hanya bisa terpaku menatap siaran langsung pernikahan megah Callen dengan mata memerah penuh penyesalan.
Sampul Novel Dua Sisi
8.1
Kegagalan asmara yang bertubi-tubi, mulai dari menyukai gurunya sendiri hingga terpikat kekasih orang, membuat CEO ADITAMA Group, Revan Aditama Perkasa, mati rasa terhadap cinta dan pernikahan. Di tengah apatismenya, sang ayah justru menuntutnya menikahi seorang wanita dari Suku Anak Dalam. Revan menentang keras rencana itu. Baginya, menikahi perempuan yang dianggap primitif tersebut sangat tidak masuk akal dan bertolak belakang dengan kehidupan modernnya yang serbaintelektual.
Sampul Novel Hari Aku Keguguran, Suami Pamer Anak Haram
8.5
Saat mengalami pendarahan hebat akibat keguguran, sang istri justru mendapati suaminya, Fandi, memamerkan kelahiran anak dari selingkuhannya, Yessy. Fandi menolak datang ke rumah sakit dan meminta istrinya tidak bersaing dengan bayi yang baru lahir. Di tengah kepedihan mendalam, ia memutuskan untuk bangkit. Ia segera menghubungi Lukas, musuh bebuyutan suaminya, menawarkan pernikahan bermahar seluruh Grup Largi demi satu misi: menghancurkan Fandi sepenuhnya.
Sampul Novel Janji untuk Berpisah
8.1
Niat Vivian menemui Darren di kantor untuk urusan tanda tangan kontrak penting berujung pilu. Meski terbiasa santai, ia sempat bimbang mengetuk pintu ruang kerja kekasihnya itu. Begitu masuk, hatinya hancur seketika saat menyaksikan keintiman Darren dan Khloe. Di bawah kehangatan sinar matahari, Khloe tampak mesra merapikan dasi pria itu. Kehadiran Vivian yang tiba-tiba membuat suasana langsung membeku, meninggalkan dirinya terpaku tanpa mampu berucap sepatah kata pun.