APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ketua Geng Itu Suamiku

Ketua Geng Itu Suamiku

Ayu, siswi pintar penerima beasiswa di SMA Garuda, terpaksa menikah muda dengan Bin, ketua geng motor Garuda Steel yang penuh masalah. Kehidupan tenang Ayu seketika runtuh usai melihat langsung pertarungan mematikan suaminya. Sembari berusaha keras untuk lulus sekolah, Ayu didera kebimbangan karena kepedulian yang ditunjukkan Iky, sahabat suaminya sendiri. Kini, mereka harus bersatu melawan musuh bersama sekaligus menyelesaikan cinta segitiga yang rumit.
Bab
Bagikan

Bab 2

Gue masih shock banget. Sebelum sempet gue buka mulut buat jelasin apa yang sebenernya terjadi, gue dan Bin udah digiring ke ruang kepala sekolah. Security nggak ngasih kita kesempatan buat ngomong, dan gue yakin ini semua udah berantakan banget.

Di sepanjang jalan menuju ruang kepala sekolah, gue cuma bisa nunduk. Muka gue panas, nggak tau karena malu atau karena marah. Di sebelah gue, Bin masih diem, nggak ngasih reaksi apa-apa. Gue nggak ngerti gimana dia bisa setenang itu, padahal jelas-jelas kita dalam masalah besar.

Begitu masuk ke ruang kepala sekolah, gue langsung duduk di kursi yang ada di depan meja besar itu. Kepala sekolah, Pak Hadi, udah duduk di kursinya dengan ekspresi serius. Dia ngelihatin gue dan Bin bergantian, matanya penuh kecurigaan.

"Jelaskan," suaranya terdengar tegas, tapi gue keburu panik. Gue nggak tau harus mulai dari mana, dan sebelum gue sempet buka mulut, Pak Hadi udah nerusin, "Tadi security sekolah memergoki kalian berdua di gudang dengan keadaan yang mencurigakan. Ini jelas pelanggaran berat."

"Pak, ini salah paham. Saya nggak ngelakuin apa-apa!" Gue buru-buru jawab, berharap bisa jelasin semuanya.

Tapi Bin malah diem aja. Lo tau kan gimana rasanya, lo lagi panik dan orang di sebelah lo malah nggak ngasih pembelaan apa pun? Rasanya pengen gue jambak tuh anak.

Sebelum gue sempet ngeluarin pembelaan lebih jauh, telepon di meja Pak Hadi berdering. Dia ngangkat teleponnya, ngobrol bentar, dan kemudian ngelirik ke arah kita. "Orang tua kalian udah dihubungi. Mereka akan segera datang."

Damn. Gue nelen ludah. Sekarang masalah ini makin serius. Bukan cuma masalah sekolah doang, tapi nyokap gue bakal tau semuanya. Gue bisa bayangin gimana emosi nyokap bakal meledak pas denger gue dituduh mesum di sekolah.

Nggak lama kemudian, pintu ruang kepala sekolah kebuka lagi. Orang tua Bin masuk duluan. Gue nggak sempet ngelihat mereka jelas, tapi gue tau dari cara Bin berdiri dan mukanya yang sedikit tegang, orang tuanya punya pengaruh besar.

Lalu, nyokap gue dateng. Mukanya merah, marah, dan gue cuma bisa nunduk. Gue tau ini bakal jadi percakapan yang panjang dan berat.

"Anak saya nggak mungkin ngelakuin hal kayak gini!" Nyokap gue langsung ngomel, matanya melotot ke arah Pak Hadi.

Tapi Pak Hadi tetap tenang. "Ini bukan soal benar atau salah. Faktanya, mereka dipergoki di tempat yang tidak semestinya, dan ini jelas mencoreng nama baik sekolah."

Suasana ruangan jadi makin tegang. Gue pengen ngomong, pengen jelasin kalo gue cuma korban salah paham, tapi entah kenapa lidah gue kelu.

Setelah diskusi panjang yang rasanya kayak nggak berujung, orang tua gue dan orang tua Bin akhirnya setuju buat... jalan yang paling nggak gue sangka-sangka.

"Kami memutuskan," Pak Hadi ngelihatin kami berdua, "bahwa demi menjaga nama baik keluarga dan sekolah, Ayu dan Bin harus dinikahkan. Dengan begitu, aib ini nggak akan tersebar lebih jauh."

Gue ngerasa dunia gue berhenti. Apa?! Nikah?!

Gue masih nggak percaya dengan apa yang baru aja diucapin Pak Hadi. Nikah? Gue? Sama Bin? Itu nggak mungkin banget!

"Apa? Enggak! Saya nggak ngelakuin apa-apa, Pak!" Gue langsung berdiri dari kursi, berusaha protes sekuat tenaga. "Saya ini murid teladan, Pak! Saya udah beberapa kali dapet predikat murid terbaik. Saya nggak mungkin ngelakuin hal kayak gitu!"

Nyokap gue langsung ikut ngebela. "Bener, Pak. Ayu ini anak baik. Dia selalu pulang tepat waktu, belajar keras, dan nggak pernah berbuat onar. Ini pasti cuma salah paham."

Tapi kayaknya semua itu nggak ada artinya di depan Pak Hadi dan orang-orang dewasa yang ada di ruangan itu. Mereka lebih peduli sama reputasi sekolah dan keluarga daripada kebenaran yang gue coba sampaikan.

Yang lebih parah lagi, saksi mata dari kejadian di belakang sekolah tadi juga udah mulai nyebar. Anak-anak yang piket di beberapa kelas lihat gue sama Bin. Gue yakin mereka pasti udah ngegosipin gue sekarang. Gue bisa ngerasain tatapan-tatapan tajam dari mereka ketika kami tadi digiring ke ruang kepala sekolah.

"Pak, saya beneran nggak salah." Suara gue mulai bergetar, campuran dari takut, marah, dan frustrasi. "Kalau aja Bapak tahu apa yang sebenernya terjadi, bapak nggak akan ngelakuin ini ke saya! Perlu bapak tahu, kalau tadi tuh Bin_"

Gue bener-bener pengen jelasin semuanya, pengen ngasih tau mereka soal Bin yang lagi ngerebut sesuatu dari geng sekolahan lain di belakang sekolah. Gue yakin serbuk putih yang gue lihat tadi itu obat terlarang. Tapi sebelum gue sempet buka mulut lebih jauh, Bin tiba-tiba bersuara.

"Saya setuju buat nikah!"

Kata-katanya keluar pelan, tapi cukup buat bikin gue dan semua orang di ruangan itu terkejut. Gue melotot ke arahnya, nggak percaya apa yang baru aja dia bilang.

"Lo apaan sih?! Lo gila?!" Gue nyaris teriak. "Gue nggak mau nikah sama lo! Ini semua salah paham, gue bisa jelasin semuanya-" Gue sampe tunjuk-tunjuk si Bin.

Tapi sebelum gue bisa ngebongkar soal obat terlarang itu, Bin berdiri, ngelewatin gue, dan ngelirik ke Pak Hadi.

"Nikah aja, Pak. Saya juga nggak masalah," katanya dengan nada santai, seolah-olah ini semua cuma masalah kecil. Tapi tatapan matanya ngasih gue pesan lain. Ada sesuatu yang dia sembunyikan, dan gue nggak ngerti apa.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Anak Durhaka Tidak Berguna
8.5
Usai berjuang menghidupi putranya lewat restoran kecil, seorang janda memenangkan lotre 160 miliar rupiah tepat sebelum pernikahan sang anak. Berniat pensiun, ia justru menghadapi penolakan kasar dari calon menantunya. Setelah mengirim uang satu miliar akibat laporan kecelakaan palsu sang putra, ia menerjang badai menuju kota tujuan. Di sana, ia mendapati putranya sedang melangsungkan pernikahan mewah, bersujud pada cinta pertama mendiang suaminya, dan bersanding dengan suaminya yang dikira telah tewas sepuluh tahun lalu.
Sampul Novel Antara Penyesalan Dan Pembebasan
8.6
Setelah sepuluh tahun menanggung kebencian Irfan pasca-pernikahan paksa mereka, sang protagonis akhirnya kehilangan pria itu dalam misi penyelamatan yang tragis. Diiringi penyesalan keluarga dan tuduhan sebagai pembawa sial, ia memilih mengakhiri hidupnya dengan racun. Namun, sebuah keajaiban membawanya terbangun kembali di malam sebelum hari pernikahan mereka. Sadar akan penderitaan masa lalu, kali ini ia bertekad untuk merelakan hubungan mereka dan memilih jalan hidup yang berbeda.
Sampul Novel CODE: FAUST
7.9
Sejak virus misterius mengubah makhluk hidup menjadi mutan pada 2028, Bumi hancur. Memasuki tahun 2036, faksi Government dan Black Beast saling bertikai memperebutkan kekuasaan di atas puing peradaban. Di tengah kekacauan ini, Dr. Plague, profesor bermasa lalu kelam, bertekad menebus dosa dengan mengembalikan kedamaian. Ia harus bertahan dari radiasi dan perang saudara sembari membongkar konspirasi besar di balik wabah mematikan tersebut.
Sampul Novel KEPINCUT PREMAN SALEH
8.9
Reyhan, preman urakan berjuluk Reynold, terpikat pada Farhana, putri Pak Haji yang baru kembali dari pesantren. Perjuangannya berat karena ia harus bersaing dengan Ustaz Usman yang saleh dan disukai banyak orang. Demi memenangkan hati Farhana, Reyhan bertekad memperbaiki diri. Namun, ia juga harus babak belur menghadapi Razaq dan Raziq, kakak kembar Farhana yang sangat protektif. Bisakah preman ini mengalahkan sang ustaz dan meluluhkan keluarga Farhana?
Sampul Novel My Sweetheart is Nerd?
9.6
Shenia Ereshva, anak konglomerat yang aktif di geng motor penentang shadow economy, jatuh cinta pada Rafka, pemuda genius korban perundungan. Di balik kepolosannya, Rafka ternyata juga anggota geng motor. Mereka dipertemukan dalam misi besar meruntuhkan organisasi kuat bernama R Black. Di tengah tumpukan rahasia yang perlahan terungkap, mampukah cinta mereka bertahan tanpa mengacaukan misi berbahaya ini?
Sampul Novel Pembuktian Cinta
7.9
Bram bertekad membuktikan rasa cintanya pada teman masa kecil yang menyelamatkannya saat tragedi pembantaian keluarganya terjadi. Bertahun-tahun terpisah demi bertahan hidup, takdir mempertemukan mereka kembali. Demi melindungi sang kekasih dari tuduhan keji, Bram bahkan rela dipenjara. Sayang, pengorbanan itu berbalas kepedihan karena sang wanita tak pernah datang menjenguknya. Usai bebas, akankah Bram menemukan kebahagiaan atau justru melihatnya bersama pria lain?