APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ketika Dendam Berbicara

Ketika Dendam Berbicara

Demi menyembuhkan migrain bawaan istrinya setelah tiga tahun menikah, seorang suami berhasil menciptakan obat khusus. Namun, saat mengantarkan obat dan bekal ke kantor sang istri, Nadya, ia justru dituduh sebagai sopir penggoda oleh sekretaris istrinya. Di depan umum, sekretaris itu menumpahkan makanan ke kepalanya, merobek pakaiannya, dan menginjak obat berharga tersebut hingga hancur. Tanpa rasa bersalah, sekretaris itu justru dengan bangga melapor kepada Nadya bahwa dia telah berhasil mengusir sopir yang mencoba menggodanya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Ruangan menjadi sunyi sejenak.

"Plak!"

Namun, yang menyambutku bukanlah penyelamatan, melainkan tamparan lain dari Jerry.

"Kamu bilang kamu suaminya Bu Nadya, lalu aku ini siapa?"

"Aku sudah bersama Bu Nadya selama lima tahun, sudah mengenalnya sepuluh tahun, dan nggak pernah dengar kabar tentang pernikahannya."

"Dasar penipu, masih berani membohongiku?"

Aku meludahkan darah dari mulutku dan berusaha menjelaskan, "Kami berteman sejak kecil, aku benar-benar suaminya."

Mendengar nama Nadya disebut, beberapa sekretaris tampak khawatir dan hendak menghentikan Jerry.

Namun, Jerry malah mengangkat tangannya dengan acuh tak acuh.

"Tenang saja, aku orang yang paling mengenal Bu Nadya."

Dia memandangku dari atas ke bawah dengan penuh penghinaan.

Pakaianku yang robek tergeletak di lantai, seperti lap kotor.

Tidak ada jam tangan mahal di tubuhku, bahkan pakaian bermerek pun tidak.

Tas tempat aku membawa bekal makan siang pun hanya kantong kain yang biasa.

Jerry mencibir, "Lihat saja orang miskin di depan kita ini. Nggak ada satu pun barang bermerek yang dia pakai. Mana mungkin dia suami Bu Nadya?"

Aku berusaha menarik napas, tetapi melihatnya mengambil obat khusus yang aku bawa.

Perasaan tak enak mulai timbul di hatiku.

"Darah, dia muntah darah!"

Salah satu sekretaris mundur ketakutan.

Jantungku berdetak cepat, aku panik. Walaupun darah terus mengalir dari mulut, mataku tetap tertuju pada obat di tangannya.

"Kembalikan .…"

Aku mengangkat tangan dengan lemah, mencoba meraih apa pun, tetapi hanya merasakan darah yang makin deras keluar dari mulutku.

Jerry melirik ringan, sambil menegur sekretaris itu, "Kenapa panik? Cuma sedikit darah, nggak usah takut!"

Semua orang terdiam, tidak ada yang berani membelaku lagi.

Aku berusaha menopang tubuhku, dan berkata sambil memohon, "Tolong, kembalikan obat itu."

"Itu obatku … obat …."

Tidak ada yang bergerak untuk membantuku. Mereka semua hanya memandang dengan dingin, seakan ada rasa kepuasan tersembunyi dalam tatapan mereka.

Jerry memandangku diam-diam selama sepuluh menit, hingga aku tak sanggup lagi, dan terjatuh lagi ke lantai.

Baru setelah itu, dia mengambil telepon dan menelepon seseorang.

Aku pikir dia akan memanggil ambulans, tetapi yang terdengar malah suara Nadya.

"Ya, ada apa?"

Suaranya terdengar singkat dan datar, tanpa ekspresi.

"Bu Nadya, ada pria yang datang ke kantor untuk mengantarkan makan siang untukmu."

Ketika berhadapan dengan Nadya, sikap Jerry sangat berbeda dengan saat dia memukuliku. Suaranya dalam dan tenang, hampir terdengar seperti merayu.

Nadya terdengar tidak sabar, "Hal kecil seperti ini pun kamu laporkan, untuk apa aku menggajimu?"

"Urus saja sendiri."

Kemudian dia menutup telepon tanpa ragu.

Jerry tersenyum penuh kemenangan sambil melirik semua orang, "Dengar 'kan, Bu Nadya minta aku untuk mengurus ini."

Aku membuka mulut, berusaha meminta tolong, tetapi sudah terlalu lemah hingga tak bisa mengeluarkan suara.

Jerry melangkah mendekatiku dengan sepatu beralas tebalnya.

Tumitnya menginjak wajahku dan menekannya. "Dengan kondisi berdarah seperti ini, fotomu akan dianggap kekerasan berdarah oleh platform."

"Bersyukurlah, kali ini kamu lolos."

"Tapi sekarang, giliran wajahmu."

"Tanpa wajah ini, aku penasaran apa kamu masih bisa merayu Bu Nadya atau nggak."

Sambil berbicara, dia mengeluarkan cutter dari laci dan mendekatkannya ke wajahku.

Di tengah keputusasaanku, telepon Jerry tiba-tiba berdering.

Telepon Itu dari Nadya.

Jerry menjawab telepon.

"Aku butuh dokumen proyek Nandara yang dulu. Segera siapkan sekarang."

"Baik, Bu Nadya."

"Aku akan segera ke kantor ...."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dendam Menantu Miskin
8.5
Rendra Gumilar, seorang buruh pabrik miskin, harus merelakan rumah tangganya hancur setelah dipaksa bercerai oleh Tuan Brata, mertuanya yang sombong. Kehilangan istri tercinta, Viona, dan bayi mereka yang masih sangat kecil tidak membuat Rendra putus asa meski telah diusir dan direndahkan. Ia bertekad untuk bangkit dan meraih kesuksesan demi membawa pulang keluarganya. Mampukah Rendra membuktikan kemampuannya di depan sang mertua, atau ia justru akan kehilangan mereka selamanya?
Sampul Novel Devil Heart Angel
9.7
David Edward, pria kejam berjuluk malaikat berhati iblis, mendadak kehilangan kendali atas hidupnya yang tenang. Semua itu terjadi setelah takdir mempertemukannya dengan seorang wanita bernama Anesia Sabila. Kehadiran Anesia benar-benar menjungkirbalikkan dunia sang protagonis hingga menjadi kacau balau. Mengapa sosok wanita tersebut mampu mengusik kehidupan David? Temukan jawabannya dalam kisah penuh konflik dan romansa yang menguras emosi ini.
Sampul Novel Gadis Nakal Sang Bidadari Surga
7.9
Ayana, ketua geng motor pemberontak The Wild Ants, dipaksa masuk pesantren oleh ayahnya agar jera. Namun, di sana ia justru dihadapkan pada kenyataan bahwa dirinya telah dijodohkan dengan Gus Farhan, anak pemilik pesantren tersebut. Wasiat terakhir mendiang ibunya membuat Ayana tak mampu menolak rencana pernikahan ini. Kini, sang ratu jalanan harus beradaptasi dengan dunia religi yang asing serta takdir pernikahan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Sampul Novel Ibu Tiri yang Buta Hati
9.1
Kiara kehilangan satu mata demi melindungi ayahnya, Ditya Danaraja, dari serangan perampok yang menewaskan ibunya. Sejak itu, sang ayah yang bipolar melindunginya secara ekstrem dari siapa pun yang mengusik Kiara. Setelah menjalani operasi pemulihan mata di luar negeri, Kiara pulang untuk menyambut pernikahan baru ayahnya. Namun, ibu tiri yang diklaim lembut justru menculik Kiara ke pabrik kosong. Menuduhnya ingin merebut suami orang dan mencuri perhiasan mendiang istri pertama, sang ibu tiri kini mengancam akan mengulitinya hidup-hidup.
Sampul Novel Jeratan Cinta Wanita Pendendam
9.3
Sejak umur tujuh tahun, Clarissa menanggung pedih setelah pamannya menghabisi ibu serta adiknya demi menguasai warisan. Ia juga terpaksa melihat sang ayah disiksa tiada akhir. Dipicu amarah mendalam, Clarissa memilih jalan sebagai mafia untuk membalas kehancuran keluarganya. Bersama lelaki idaman hatinya, ia merancang strategi matang demi menumbangkan sang paman. Mampukah Clarissa menyelamatkan ayahnya dan menuntaskan dendam masa lalu ini?
Sampul Novel Membongkar Kedok Tunangan Mafiakuku
8.0
Demi jabatan, tunanganku yang seorang bos mafia tega menyiksaku, mencuri desain kasinoku, dan membiarkan selingkuhannya, Olivia, merebut karyaku. Mereka bahkan sengaja menggugurkan bayiku dan mempermalukanku di depan umum. Rencana pernikahan kami hanyalah siasat untuk membungkamku dengan sumpah keluarga. Kini, cintaku telah mati dan berganti dendam. Usai mengirim bukti kejahatannya sebagai kado pernikahan mereka, aku kabur ke Singapura demi bersekutu dengan musuh terbesarnya.