APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ketika Dendam Berbicara

Ketika Dendam Berbicara

Demi menyembuhkan migrain bawaan istrinya setelah tiga tahun menikah, seorang suami berhasil menciptakan obat khusus. Namun, saat mengantarkan obat dan bekal ke kantor sang istri, Nadya, ia justru dituduh sebagai sopir penggoda oleh sekretaris istrinya. Di depan umum, sekretaris itu menumpahkan makanan ke kepalanya, merobek pakaiannya, dan menginjak obat berharga tersebut hingga hancur. Tanpa rasa bersalah, sekretaris itu justru dengan bangga melapor kepada Nadya bahwa dia telah berhasil mengusir sopir yang mencoba menggodanya.
Bab
Bagikan

Bab 4

Mendengar hal itu, Jerry mengerutkan alisnya sedikit lalu berkata dengan nada prihatin.

"Bu Nadya, matahari hari ini terik sekali, bagaimana kalau nanti kamu kepanasan? Aku akan suruh Ririn mengantar langsung padamu saja."

"Nggak apa-apa, kebetulan aku akan lewat kantor."

"Baik, Bu Nadya. Aku akan minta Ririn mengantarkan ke parkiran basemen."

"Hmm."

Aku hampir putus asa.

Orang-orang masih memuji Jerry, menyebutnya sangat perhatian dan tidak akan pernah membiarkan Bu Nadya kesulitan sedikit pun.

Dengan wajah seolah-olah dialah suami Nadya, Jerry berkata, "Tentu saja, cinta sejati adalah penerimaan yang menyeluruh."

Tiba-tiba dia memandang ke arahku dan membentak keras, "Tapi, siapa pun yang berani mengincar wanitaku, akan aku hancurkan tanpa ampun!"

Pipiku bengkak, tubuhku telanjang dengan sebagian besar kulitku terpapar di udara.

Melihat obat yang dipegang Jerry, dalam hati aku tahu bahwa aku tidak akan selamat dari bahaya hari ini.

Namun, selama obat itu masih ada, aku masih bisa tenang.

Aku menatap mereka dengan penuh kebencian, bersumpah untuk mengingat wajah mereka semua, demi membalas dendam.

Terutama Jerry. Aku pasti akan membuatnya membayar ini semua dengan nyawanya.

"Apa maksud tatapan matamu itu?"

Jerry menamparku lagi. "Kamu memang keras kepala."

Wajahnya menjadi muram. "Otot dada sebesar ini, palsu ya? Mau aku kurangi sedikit?"

Dia melangkah mendekat sambil membawa pisau kecil.

Wajahnya menyeramkan, seperti kesetanan.

"Aaaah!"

Diiringi dengan jeritanku, pisau itu menancap dalam-dalam di dadaku, darah pun mengalir deras keluar.

Aku hampir pingsan karena kesakitan, tubuhku lemas tak bertenaga.

Saat itu.

Suara Nadya terdengar dari luar pintu.

"Jerry, mana dokumenku?"

Jerry terkejut, pisaunya terjatuh ke lantai.

Dia memberi isyarat pada sekretaris lain, lalu merapikan pakaiannya dan keluar.

"Bu Nadya, cepat sekali kamu sampai."

"Dokumennya."

"Ada di sini, akan segera aku ambilkan."

Suasana hening sejenak.

Aku ingin berteriak minta tolong, membuka mulut sekuat tenaga, tetapi tidak ada suara yang keluar.

Di sekelilingku, beberapa sekretaris memandangku dengan tatapan mengancam.

Pintu tertutup kembali, tidak mungkin Nadya bisa melihatku.

Tidak, aku harus melakukan sesuatu untuk menarik perhatiannya.

Di ruang rapat hanya ada meja dan bangku.

Ketika mereka lengah, aku berusaha keras meraih bangku dan menjatuhkannya.

Namun, tubuhku sangat lemah saat ini. Meski sudah menggunakan seluruh tenaga, yang terdengar hanya suara benturan kursi dengan meja.

Seorang sekretaris menoleh ke luar pintu, lalu menghela napas panjang dan merasa lega.

Detik berikutnya, pisau dicabut dari dadaku.

Dia menutup mulutku dengan satu tangan, tangan lainnya menusuk punggung tanganku dengan kuat dan cepat.

Tanganku ditancapkan ke lantai.

Teriakanku dibungkam oleh tangannya, tidak ada sedikit pun suara yang terdengar keluar.

Saat itu, aku merasa sangat benci.

Benci pada Nadya yang berada tepat di luar pintu, tetapi tidak menyadari penderitaanku.

Benci pada sekretaris yang dipekerjakannya, tetapi malah menyiksaku.

"Bu Nadya, ini dokumen yang kamu butuhkan."

"Hmm."

"Perlu aku temani?"

"Nggak perlu."

Terdengar suara langkah kakinya yang tenang perlahan menjauh.

Tiba-tiba, suara seorang wanita datang mendekat, "Oh iya, di mana pria yang kamu bicarakan tadi?"

Jerry tampak sedikit gugup, tetapi dia berhasil menyembunyikannya dengan baik. "Kenapa tiba-tiba menanyakan itu, Bu Nadya? Aku sudah mengurusnya."

"Nggak apa-apa, cuma hari ini rasanya agak cemas, jadi aku tanya saja. Kalau sudah pergi, biarkan saja."

Dia pun berbalik hendak pergi.

Dalam hati aku berteriak, namun hanya makin terpuruk dalam keputusasaan.

Tiba-tiba langkah Nadya terhenti, dia menunjuk kotak bekal di lantai dan bertanya.

"Dari mana datangnya kotak bekal ini?"

Suara Nadya terdengar rendah dan dalam, ada sedikit getaran yang menyiratkan keraguan.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dendam Menantu Miskin
8.5
Rendra Gumilar, seorang buruh pabrik miskin, harus merelakan rumah tangganya hancur setelah dipaksa bercerai oleh Tuan Brata, mertuanya yang sombong. Kehilangan istri tercinta, Viona, dan bayi mereka yang masih sangat kecil tidak membuat Rendra putus asa meski telah diusir dan direndahkan. Ia bertekad untuk bangkit dan meraih kesuksesan demi membawa pulang keluarganya. Mampukah Rendra membuktikan kemampuannya di depan sang mertua, atau ia justru akan kehilangan mereka selamanya?
Sampul Novel Devil Heart Angel
9.7
David Edward, pria kejam berjuluk malaikat berhati iblis, mendadak kehilangan kendali atas hidupnya yang tenang. Semua itu terjadi setelah takdir mempertemukannya dengan seorang wanita bernama Anesia Sabila. Kehadiran Anesia benar-benar menjungkirbalikkan dunia sang protagonis hingga menjadi kacau balau. Mengapa sosok wanita tersebut mampu mengusik kehidupan David? Temukan jawabannya dalam kisah penuh konflik dan romansa yang menguras emosi ini.
Sampul Novel Gadis Nakal Sang Bidadari Surga
7.9
Ayana, ketua geng motor pemberontak The Wild Ants, dipaksa masuk pesantren oleh ayahnya agar jera. Namun, di sana ia justru dihadapkan pada kenyataan bahwa dirinya telah dijodohkan dengan Gus Farhan, anak pemilik pesantren tersebut. Wasiat terakhir mendiang ibunya membuat Ayana tak mampu menolak rencana pernikahan ini. Kini, sang ratu jalanan harus beradaptasi dengan dunia religi yang asing serta takdir pernikahan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Sampul Novel Ibu Tiri yang Buta Hati
9.1
Kiara kehilangan satu mata demi melindungi ayahnya, Ditya Danaraja, dari serangan perampok yang menewaskan ibunya. Sejak itu, sang ayah yang bipolar melindunginya secara ekstrem dari siapa pun yang mengusik Kiara. Setelah menjalani operasi pemulihan mata di luar negeri, Kiara pulang untuk menyambut pernikahan baru ayahnya. Namun, ibu tiri yang diklaim lembut justru menculik Kiara ke pabrik kosong. Menuduhnya ingin merebut suami orang dan mencuri perhiasan mendiang istri pertama, sang ibu tiri kini mengancam akan mengulitinya hidup-hidup.
Sampul Novel Jeratan Cinta Wanita Pendendam
9.3
Sejak umur tujuh tahun, Clarissa menanggung pedih setelah pamannya menghabisi ibu serta adiknya demi menguasai warisan. Ia juga terpaksa melihat sang ayah disiksa tiada akhir. Dipicu amarah mendalam, Clarissa memilih jalan sebagai mafia untuk membalas kehancuran keluarganya. Bersama lelaki idaman hatinya, ia merancang strategi matang demi menumbangkan sang paman. Mampukah Clarissa menyelamatkan ayahnya dan menuntaskan dendam masa lalu ini?
Sampul Novel Membongkar Kedok Tunangan Mafiakuku
8.0
Demi jabatan, tunanganku yang seorang bos mafia tega menyiksaku, mencuri desain kasinoku, dan membiarkan selingkuhannya, Olivia, merebut karyaku. Mereka bahkan sengaja menggugurkan bayiku dan mempermalukanku di depan umum. Rencana pernikahan kami hanyalah siasat untuk membungkamku dengan sumpah keluarga. Kini, cintaku telah mati dan berganti dendam. Usai mengirim bukti kejahatannya sebagai kado pernikahan mereka, aku kabur ke Singapura demi bersekutu dengan musuh terbesarnya.