APKDock Logo
Sampul Novel BRIDE OF THE MAFIA

BRIDE OF THE MAFIA

8.1 / 10.0
Vicenzo, bos mafia kejam yang menguasai Milan, mendadak lenyap setelah misinya gagal. Bertahun-tahun berlalu, ia kembali untuk mencari Jill, seniman tunanetra yang kehilangan penglihatan akibat peluru nyasarnya. Pertemuan tak terduga di kota kecil membawa mereka masuk dalam pusaran cinta sekaligus dendam. Sembari melindungi Jill dari incaran musuh lama, Vicenzo harus menghadapi masa lalunya demi penebusan, sementara Jill berjuang memaafkan pria tersebut.

BRIDE OF THE MAFIA Bab 1

Matahari terbenam di cakrawala, mewarnai langit dengan semburat jingga dan merah saat Jill melangkah keluar dari kantornya. Hari itu telah panjang dan melelahkan, tetapi pikirannya masih penuh dengan sketsa dan desain yang akan dia ciptakan esok hari. Dengan langkah yang tergesa-gesa, dia membuka pintu mobilnya dan meluncur ke dalam, siap untuk pulang ke kedamaian rumahnya. Namun, kedamaian itu segera terkoyak saat dia menyadari kehadiran yang tidak diundang di kursi penumpang. Seorang pria dengan pakaian yang berlumuran darah duduk dengan tenang, senjata di tangannya menunjuk tegas ke pelipis Jill. Detak jantungnya berpacu, adrenalin mengalir deras, namun dengan keberanian yang dipaksakan, Jill menyalakan mesin dan membiarkan instingnya mengambil alih. Mobil itu melaju perlahan, membawa mereka berdua ke dalam malam yang tak pasti, di mana rahasia dan bahaya bersembunyi di setiap belokan.

"Jangan takut, aku tidak akan membunuhmu. Asalkan kau, patuh." Katanya pria itu, menatap tajam wajah Jill.

Jill hanya mengangguk, tanpa menoleh. Ia fokus ke depan, mengendarai mobilnya.

Malam itu, jalanan tampak sepi dan hanya terang benderang oleh lampu-lampu kota yang berkelap-kelip di kejauhan. Pria di samping Jill, dengan nafas yang teratur menandakan ketenangan yang terlatih, memperhatikan melalui kaca spion bahwa ada bayangan yang mengikuti mereka — sebuah motor dengan lampu yang redup. Ketika motor itu mendekat, pria berjaket kulit hitam yang mengendarainya mengeluarkan pistol dan menodongkannya tepat ke arah kaca jendela mobil Jill. Dalam sekejap, pria di samping Jill bertindak dengan refleks yang tajam, menarik pistolnya dan melepaskan tembakan. Namun, dalam pertarungan yang berlangsung cepat, peluru yang dilepaskan meleset, berdesingan dekat wajah Jill, meninggalkan jejak panas yang membakar kulitnya dan menyisir kedua bola matanya. Teriakan Jill memecah kesunyian malam, dan dalam kepanikan, mobil yang mereka tumpangi mulai oleng tak terkendali. Mereka berdua berjuang untuk menguasai setir, tapi nasib telah menentukan jalannya. Dengan suara gemuruh yang menggelegar, mobil itu akhirnya menabrak sebuah pohon besar di pinggir jalan, meninggalkan mereka dalam keheningan yang tiba-tiba, dikelilingi oleh debu dan daun-daun yang berterbangan.

"Ayo, cepat bantu!!" Teriak salah satu pejalan kaki yang kebetulan melintas, dan melihat kejadian itu.

"Di dalam mobil, hanya ada satu orang!"  serunya pejalan kaki lain, yang memeriksa ke dalam mobil.

Dalam keheningan malam yang tiba-tiba terpecah oleh suara sirine yang mendesing, Jill terbaring tak berdaya, merasakan setiap denyut nyeri yang melanda tubuhnya. Kepalanya berputar, dan dunia di sekelilingnya terasa seperti bergerak dalam gerakan lambat. Dengan setiap tarikan napas yang berat, ia mencoba mempertahankan benang tipis kesadaran yang masih tersisa. Samar-samar, ia merasakan kehadiran orang-orang di sekitarnya, mendengar suara bisikan dan langkah kaki yang terburu-buru, merasakan sentuhan tangan yang berusaha menolongnya. Namun, seiring dengan suara sirine yang semakin keras, kesadarannya mulai terkikis, dan Jill menyerah pada gelapnya ketidaksadaran, terhanyut ke dalam keabadian yang sunyi, di mana rasa sakit dan ketakutan perlahan-lahan memudar.

*****

Koridor rumah sakit yang biasanya ramai kini terasa hening, hanya sesekali terdengar suara langkah kaki perawat yang lewat. Di depan ruang operasi, tiga sosok berdiri dalam diam yang berat. Laras, mertua Jill, tampak tenggelam dalam dunia digitalnya, matanya tidak pernah lepas dari layar ponsel yang terus berkedip dengan notifikasi. Sementara itu, Dila, adik ipar Jill, terlihat sibuk berbicara di ponselnya, mungkin mencari pengalihan dari ketegangan yang menggantung di udara. Di antara mereka, Reno, suami Jill, berjalan mondar-mandir dengan raut wajah yang gelisah. Setiap gerakannya mencerminkan kekhawatiran yang mendalam, matanya sesekali menatap pintu operasi, seolah mencoba menembusnya untuk melihat kondisi Jill. Waktu seakan berhenti bagi mereka, setiap detik terasa seperti jam, menunggu kabar yang akan menentukan nasib Jill, wanita yang mereka cintai.

Selang beberapa jam, seorang dokter keluar dari ruang operasi. Dokter tersebut di hampiri oleh Reno dan bertanya bagaimana keadaan istrinya. Dokter mengatakan, kalau saat ini yang di butuhkan Jill adalah kornea mata. Tentu saja itu mengejutkan Reno, Laras dan Dila. Pasalnya, tidak mudah mendapatkan kornea mata, apalagi harganya terbilang fantastis.

“Dokter, bagaimana keadaan Jill? Apakah dia baik-baik saja?”

Dokter menghela napas panjang, menatap raut wajah Reno yang khawatir. “Untuk saat ini, Jill membutuhkan transplantasi kornea mata. Kondisinya stabil, tapi ini adalah langkah yang perlu segera diambil untuk memulihkan penglihatannya.”

“Transplantasi kornea? Itu… itu mengejutkan.” Katanya, Reno.

"Tapi dokter, mendapatkan kornea mata bukanlah hal yang mudah, dan biayanya…” ucapan Laras menggantung.

Dokter itu menganggu, lalu berbalik dan menghilang di balik pintu ruang operasi, meninggalkan Reno dalam genggaman kecemasan yang semakin menguat. Ia merasa seolah-olah setiap detik yang berlalu adalah seberkas harapan yang menguap. Sementara itu, Laras tampak tenang, hampir tidak terpengaruh oleh berita yang baru saja mereka terima, matanya masih terpaku pada layar ponsel yang terus menerus menyala. Dila, dengan sikap yang serupa, tampak lebih asyik dengan percakapan di ponselnya daripada situasi tegang yang sedang berlangsung. Mereka berdua, dalam gelembung mereka sendiri, tampaknya terpisah dari realitas yang menyakitkan bahwa Jill, anggota keluarga mereka, sedang berjuang antara hidup dan mati hanya beberapa meter dari tempat mereka berdiri.

Reno berbalik merebut ponsel milik ibunya. "Ma, ini masalah serius!"

Laras matanya mendelik, merebut kembali ponsel di tangan putranya. "Mama capek. Jill, memang menantu tidak berguna."

"Ma, bukan saatnya kita bahas seperti ini. Aku juga capek, setiap hari mendengar hasutanmu, ma... " keluh Reno frustasi.

'Kamu pikir, mama sedang menghasutmu?" tanya Laras terlihat emosi. "Kau, sudah di butakan cinta!"

"Ma!" pekik Reno, menatap tajam Laras. Sementara Dila, acuh tak acuh dengab pertengkaran mereka. Bagi Dila, itu sudah menjadi kebiasaan di rumah.

Reno balik badan menatap Dila yang masih asik mengobrol. Ia langsung menghampirinya dan merebut ponsel. Di bantingnya ponsel ke lantai hingga berantakan. Dila menatap marah pada Reno, ia tidak mengerti kenapa Reno semarah itu.

"Kamu juga sama saja, bukannya membantuku berfikir!"

Dila tersenyuk sinis. "Dia istrimu, tanggung jawabmu. Aku? aku hanya adikmu, dan dia bukan tanggung jawabku!"

Reno berteriak frustasi karena kesal oleh mama dan adiknya. Ia bergegas pergi meninggalkan Laras dan Dila yang masih terpaku di tempatnya.

"Salah siapa, memilih perempuan tidak berguna itu." Celetuk Dila, dan di benarkan oleh Laras.

"Kau benar, Kirana lebih cocok dengan Reno. Cantik, kaya, berpendidikan, dan tentu saja bisa memberikan keturunan."

Dila mengangguk, menyetujui pernyataan mamanya. 'Sudahlah ma, aku capek. Kita pulang saja."

Laras mengangguk, ke duanya beranjak pergi meninggalkan rumah sakit. Mereka berdua tidak perduli dengan ke-adaan Jill. Bagi mereka, Jill adalah benalu dalam keluarga besar Sanjaya.

Lanjut Membaca

Daftar Isi BRIDE OF THE MAFIA

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Dosa Di Lautan
9.2
Karena bosan di rumah, seorang istri memutuskan ikut suaminya melaut. Namun, kecelakaan kapal di hari berikutnya memaksa wanita ini bersembunyi di ruang aman. Di tengah situasi mencekam tersebut, tangan seorang pelaut tiba-tiba menyelinap masuk ke dalam pakaiannya, membelai mesra dari pinggang ke bawah. Sentuhan asing yang belum pernah ia rasakan sebelumnya ini memicu sensasi luar biasa yang membuat kakinya gemetar, melahirkan keinginan rahasia agar tindakan berani itu tidak lekas berhenti.
Sampul Novel Jebakan Bidadari Rumah Sakit
8.5
Dalam keheningan ruang perawatan yang diselimuti atmosfer ambigu, ketegangan tak kasat mata mulai terbangun. Tatapan intens dari seorang pasien terasa begitu nyata, memicu getaran yang tak tertahankan bagi sang protagonis. Terbawa oleh situasi, ia akhirnya melepaskan kancing seragamnya dan menyerah pada permainan kotor yang berbahaya. Hubungan terlarang ini mencapai puncaknya saat robekan stoking menandai awal dari keintiman mendalam yang tak lagi bisa mereka hindari.
Sampul Novel Kejahatan Termanis
7.9
Demi ambisi jabatan, Nevilla mendekati Adero dan meninggalkan Aron. Namun, langkah keliru ini justru membangkitkan masa lalu kelam dari enam tahun lalu yang menghantuinya kembali. Ketika hubungan mereka semakin intim, Nevilla menyadari dirinya telah terperangkap tanpa jalan keluar. Kini, ia harus menghadapi ancaman dari seorang pria berbahaya yang siap menghancurkan hidupnya dan menyeretnya ke dalam pusaran konflik masa lalu yang mematikan.
Sampul Novel RelationShit!
8.3
Zanata Aprilia Rose dan Sultan Shaka Gilang Reyzidan menjalani hubungan yang terikat oleh kontrak formal. Sejak awal, Shaka menetapkan aturan tegas agar mereka tidak melibatkan perasaan. Namun, kebencian mendalam Shaka justru menyiksa Aprilia, bahkan ia berharap Aprilia lenyap demi orang lain. Di tengah kepedihan dan luka batin yang terus mendera, Aprilia hanya bisa meratapi nasib buruknya. Akankah pernikahan kontrak ini berujung pada kehancuran bagi mereka?
Sampul Novel Sekali Gadis itu Memberontak, Paman Menjadi Patuh
9.4
Perceraian Siska Leman menjadi viral karena rumor disfungsi seksual mantan suaminya. Namun, sang mantan suami yang dingin tidak tinggal diam dan menuntut pembuktian langsung dari Siska. Setelah resmi berpisah, Siska bangkit menjadi desainer internasional sukses yang dikelilingi banyak pria tampan. Hal ini memicu kecemburuan mantan suaminya yang arogan. Pria itu mulai menurunkan harga dirinya, merayu Siska dengan lembut, dan memohon agar sang mantan istri bersedia kembali ke pelukannya.
Sampul Novel Terapi Khusus Untuk Kelainan Terlarang
7.9
Sebagai wanita karier dengan posisi tinggi, kehidupan profesional wanita ini tampak sempurna sebelum sebuah gangguan fisik memalukan mulai mengacaukan harinya. Hasrat tubuh yang tak tertahankan memaksanya sering bersembunyi di toilet kantor. Khawatir dengan kondisi sang istri, suaminya merekomendasikan seorang dokter ternama dengan metode penyembuhan unik. Namun, sesi terapi khusus tersebut justru berujung pada kontak fisik intim yang tak terduga, menyentuh titik paling sensitif di tubuhnya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan