APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kembar Tiga: Ayah Presdir untuk Ibu

Kembar Tiga: Ayah Presdir untuk Ibu

Akibat konspirasi jahat yang merusak kehormatannya, Claire Adhitama terpaksa meninggalkan rumah. Enam tahun berlalu, ia kembali bersama tiga anak kembarnya yang masih kecil untuk membalas dendam. Tak disangka, anak-anaknya yang cerdik justru menemukan ayah kandung mereka yang kaya raya dan menculiknya pulang demi mendukung sang ibu. Saat berhadapan dengan tiga replika dirinya, sang presdir menyudutkan Claire dengan senyuman hangat, menantangnya untuk memiliki anak keempat, yang langsung ditolak keras oleh Claire.
Bab
Bagikan

Bab 6

Minta maaf? Dia mau Claire meminta maaf kepada Kayla?

Claire mencibir, lalu menatapnya lekat-lekat sambil berkata, "Nggak mungkin."

Javier tidak menyangka wanita ini tidak hanya sombong, tetapi juga sangat keras kepala. Wajahnya menjadi kaku saat berkata, "Kalau kamu nggak mau minta maaf, nama Zora besok akan hilang dari dunia mode perhiasan."

Awalnya, Javier tidak mau mempersulit Claire. Hanya saja, Kayla bisa dianggap "penyelamat" baginya. Enam tahun lalu, jika bukan karena Kayla, dia sudah masuk dalam perangkap.

Meskipun dia tidak punya perasaan apa pun terhadap Kayla, selama beberapa tahun ini Javier tetap memenuhi kebutuhan materi Kayla tanpa syarat.

Bisnis Vienna sedang menghadapi kesulitan dalam beberapa tahun terakhir, jadi dia mengeluarkan biaya 2 triliun untuk merekrut Zora ke dalam negeri.

Javier memang tahu bahwa Kayla yang duluan memukulnya dan bersalah. Dia bisa menyuruh Kayla untuk meminta maaf.

Javier tidak akan peduli bagaimana mereka menyelesaikan masalah ini secara pribadi. Namun, dia tidak akan membiarkan siapa pun yang memukul Kayla di hadapannya.

Tangan Claire yang dicengkeram oleh Javier terasa sakit, seolah-olah terkilir. Meski merasa sedih, Claire tidak akan pernah meneteskan setitik air mata pun di hadapan musuhnya!

"Aku nggak bersalah, aku nggak mau minta maaf!"

Melihat sikapnya yang begitu keras kepala, Javier tertawa kecil ketika berkata, "Dengan kemampuan Keluarga Fernando, kamu bukan hanya akan kehilangan posisi di Negara Makronesia. Bahkan namamu juga akan dicoret dari Negara Sahara. Kamu yakin mau begitu?"

Keluarga Fernando ....

Claire menggertakkan giginya. Pantas saja, tadinya dia masih bertanya-tanya, atas dasar apa pria ini mengancamnya.

Ternyata dia orang Keluarga Fernando!

Claire sendiri tidak takut diboikot, tetapi anak-anaknya masih harus bersekolah di ibu kota ini. Dia juga masih harus merebut kembali Perusahaan Perhiasan Vienna milik ibunya.

Dia tidak boleh mengacaukan rencana besar hanya demi masalah kecil. Claire tidak perlu bertengkar dengan pria ini.

"Kamu lepaskan dulu tanganku."

Javier melepaskan tangan Claire sambil menatapnya. "Sebaiknya kamu pikirkan baik-baik."

"Cuma minta maaf, 'kan?" ujar Claire sambil mengangkat alisnya dan berjalan keluar.

Setibanya di ruangan kantor, dia berjalan ke hadapan Kayla dan berkata, "Maaf."

Kayla tidak menyangka bahwa Claire akan minta maaf padanya. Dia tahu bahwa pasti Javier yang membantunya.

Dalam hatinya merasa bangga, tetapi dia hanya tersenyum dan berkata, "Nggak apa-apa, kalau begitu masalah kontrak ...."

Claire melirik sekilas pria yang berada di luar pintu, kemudian mengambil pena dan menandatangani kontrak itu. Namun, tidak ada yang tahu bahwa dia sedang menyunggingkan senyuman sekarang.

Dia bisa kembali ke Perusahaan Perhiasan Vienna juga karena "dipaksa" oleh mereka. Padahal, Claire sudah jelas-jelas mengatakan bahwa dia tidak sudi untuk kembali.

Kelak, Claire akan memberikan pelajaran kepada mereka tentang "mengundang pencuri ke dalam rumah".

Usai tanda tangan, Claire meletakkan kembali penanya dan pergi begitu saja.

Javier berjalan ke depan meja dan melihat kontrak itu. Kayla berjalan ke sisinya dan berkata, "Javier, terima kasih."

"Jangan bertemu dengannya sendirian," ujar Javier dengan nada datar.

Kemudian, dia meletakkan kembali kontrak itu dan pergi dengan asistennya.

Setelah kepergian Javier, Kayla mengambil kontrak itu dengan bangga. "Claire, pada akhirnya kamu tetap saja mati di tanganku."

Di luar gerbang, terparkir sebuah mobil Mercedes-Maybach. Asistennya yang bernama Roger Johansen membukakan pintu untuknya. Setelah Javier naik ke mobil, barulah asistennya mengikutinya.

"Data yang kusuruh kamu cari, sudah dapat belum?"

Roger mengangguk, lalu berbalik menyerahkan sebuah laptop padanya. "Tuan Javier, semua ada di sini."

Javier mengeklik layar laptop untuk melihat-lihat data tersebut. Namun, perhatiannya malah tertuju pada nama "Claire Adhitama".

Alamat yang tertera juga merupakan alamat Keluarga Adhitama saat ini.

Tatapan Javier menjadi meredup.

Di Grup Angkasa.

Jessie dan Jody sedang berdiri di luar gerbang menatap bangunan megah yang ikonik ini. Tempat ini memang pantas menyandang nama perusahaan nomor satu di ibu kota.

Kedua anak itu melangkah masuk ke lobi perusahaan. Terlihat orang-orang berpakaian rapi yang sedang berlalu-lalang. Ada yang sedang mengambil dokumen, ada juga beberapa resepsionis dengan bahasa pengantar yang berbeda-beda.

Dalam kesibukan ini, sosok kedua anak kecil ini menarik perhatian banyak orang.

Melihat kedua anak kecil yang imut ini, seorang gadis resepsionis menghampiri mereka dan bertanya dengan sopan, "Dik, kalian cari siapa?"

Jessie mengeluarkan berkas data pribadi dari tas bebeknya dan berkata dengan nada manja, "Kakak, kami terpilih menjadi duta produk untuk merek 'Belia'. Paman itu menyuruh kami datang untuk wawancara ...."

Mendengar suaranya yang begitu imut, gadis itu merasa ingin meleleh. "Kalau begitu, apa orang tua kalian nggak datang bersama kalian?"

Jody menjawab, "Nggak perlu merepotkan Ibu, kami bisa sendiri."

"Wah, pintar sekali ya! Baiklah, Kakak akan bawa kalian ke sana ya."

"Makasih, Kakak Cantik!" ujar keduanya sambil membungkukkan badan.

Gadis itu menggandeng tangan kecil mereka menuju studio rekaman. "Belia" adalah merek pakaian mewah anak-anak yang merupakan anak perusahaan Grup Angkasa. Mereka memang sedang mencari duta produk anak-anak yang berpenampilan menarik dan tidak demam panggung.

Gadis resepsionis itu mengantarkan mereka sampai di depan studio. Di dalam studio itu, ada beberapa rak baju dan kamera beserta backdrop layar.

Di dalam sana juga ada banyak anak-anak lain yang datang untuk wawancara.

Terlihat seorang wanita paruh baya berpenampilan rapi yang tampak tidak puas dengan hasil fotonya. Dia berkata dengan tidak sabaran, "Gimana sih fotonya! Aku butuh sentuhan kamera! Harus ada feel-nya! Mengerti nggak?"

"Kak Darlene, dua anak ini ...."

"Duh, jangan menggangguku ...." Ketika baru saja Darlene Juanda ingin mengatakan sesuatu, dia tiba-tiba melihat kedua anak kecil yang berdiri di samping gadis resepsionis itu.

Seketika, dia tertegun melihat keduanya. Kenapa dua anak ini begitu mirip dengan Tuan Javier?!

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel A Lover (Alec & Alea)
8.6
Pesona Azalea Mahendra memikat hati Alec Cage. Kesempatan emas tiba ketika kakak Alea, Arsen, rela menyerahkan sang adik demi meraih takhta CEO. Terjebak situasi, Alea terpaksa menikah secara formal dengan Alec, walau cintanya hanya untuk Arza, sang kakak angkat. Konflik memuncak saat Alec membongkar rahasia masa lalu mereka. Sebagai sosok pencemburu yang antipati pada pengkhianatan, Alec siap menghukum Alea dengan penderitaan yang lebih kejam daripada maut.
Sampul Novel Aku Masih Bocil, Om
9.5
Masa muda seorang gadis seketika runtuh saat ulang tahun ke-18. Ia dipaksa menikah dengan David, pria dewasa yang tak pernah ia kenal sebelumnya. Alih-alih mesra, kehidupan baru mereka justru dipenuhi pertengkaran konyol, mulai dari urusan kartu kredit hingga uang tunai untuk membeli camilan. Di tengah keraguan atas masa depannya, Dinar hadir dan secara terbuka menunggu status jandanya. Akankah pernikahan ini membawa kebahagiaan atau justru berujung nestapa?
Sampul Novel Apa Kamu Kurang Istri?
8.0
Dua minggu sebelum hari bahagia, Felix Darmaji kembali menunda pernikahan demi membantu pameran lukisan Shifa Adnan. Ini menjadi penundaan ketiga kalinya setelah sebelumnya Felix mengabaikan komitmen demi merawat Shifa di luar negeri dan menemaninya ke gunung terpencil. Muak dengan prioritas Felix yang keliru, sang protagonis memutuskan menghubungi Callen Harlan, teman masa kecil sekaligus putra mahkota konglomerat properti terbesar. Sebuah tawaran pernikahan diajukan. Saat hari yang dijanjikan tiba, Felix hanya bisa terpaku menatap siaran langsung pernikahan megah Callen dengan mata memerah penuh penyesalan.
Sampul Novel Cinta Yang Kau Balas Dengan Surat Cerai!
9.1
Saat menyiapkan makan malam, Amara dikejutkan oleh permintaan cerai suaminya, Damien Crowhurst. Meski mencintai Damien sejak awal perjodohan akibat kebangkrutan keluarganya, Amara sepakat berpisah dan menerima kompensasi besar. Sikap tenangnya membuat Damien dan Selene Marquette, wanita baru yang menghinanya, terkejut. Usai empat tahun terjebak dalam pernikahan dingin, Amara memilih pergi ke apartemen kecil demi merasakan kebebasan yang nyata.
Sampul Novel Grafiti Dinding Hati
8.4
Masa magang Citta Buwana berjalan penuh tekanan sebagai sekretaris William Rustenburg, atasan tempramental yang selalu menganggapnya tidak kompeten. Situasi kian rumit ketika rencana perjodohan mereka yang dirancang oleh Johan, ayah William, terungkap. Meski William menolak keras dan kerap mempermalukan Citta, Johan tidak goyah dengan keputusannya. Di tengah kebencian dan pernikahan paksa ini, akankah ketulusan serta pengorbanan Citta mampu melunakkan hati William?
Sampul Novel My Handsome Boy
9.4
Demi melunasi utang yang menjeratnya, Kiara Mauren bersedia bekerja apa saja. Namun, Ken justru menyodorkan sebuah kontrak pernikahan. Meski terpikat oleh kecantikan Kiara, Ken tetap bersikap sinis saat tawarannya sempat ditolak. Kiara pun bimbang karena dirinya telah memiliki calon suami. Sayangnya, Ken tidak memberikan pilihan lain bagi Kiara. Di tengah situasi pelik ini, tatapan tajam Ken tetap tidak bisa teralihkan dari sosok Kiara yang sangat memikat hatinya.