APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kembalinya Cinta Sang Mantan

Kembalinya Cinta Sang Mantan

Dibuang setelah tujuh tahun pacaran karena status sosialnya, Kalea berhasil bangkit menjadi pemilik butik sukses. Saat hendak menikahi seorang dokter bedah, mantan kekasihnya datang mengacaukan pernikahan dengan fitnah keji. Pria itu membawa seorang anak dan memaksa Kalea kembali demi membesarkan bocah tersebut. Benarkah itu darah daging Kalea? Di mana istri pria itu sebenarnya? Kini, Kalea terjebak di antara bayang-bayang masa lalu dan masa depannya.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Selamat atas kelulusanmu, Sayang," ujar Kalea kepada kekasihnya, sembari memberikan sebatang coklat.

Kekasihnya baru saja diwisuda sebagai sarjana hukum, tentu saja Kalea sangat bangga. Dia juga senang, karena kekasihnya itu sudah berjanji kepadanya untuk menikahinya setelah lulus kuliah.

"Makasih ya," jawab Aiden sembari menerima coklat tersebut.

"Maaf karena tadi aku tidak bisa datang ke acara wisudamu. Kamu tahu sendiri kan kalau aku susah sekali mendapatkan hari libur, untungnya hari ini aku sift pagi, jadi malamnya bisa bertemu denganmu," ujar Kalea, mengingat pekerjaannya yang sangat banyak di toko.

"Tidak masalah." Hanya itu balasan dari Aiden.

Kalea merasa akhir-akhir ini memang sifat Aiden cenderung berubah. Pria itu lebih dingin dan cuek kepadanya. Apakah Aiden bosan? Mengingat mereka sudah menjalin hubungan selama 7 tahun. Sejak mereka masih kelas 1 SMA dulu.

"Oh iya berarti sekarang tinggal melaksanakan rencana baik kita, kan?" tanya Kalea dengan mata berbinar-binar.

"Rencana baik apa?" Aiden mengerutkan sebelah alisnya.

"Itu lo soal pernikahan kita, kamu kan bilang waktu itu, setelah lulus kuliah kamu akan menikahiku." Kalea menagih janji kekasihnya.

Aiden justru hanya bungkam, tidak membalas apapun perkataan Kalea.

"Aiden," panggil Kalea lembut, suaranya terdengar mendayu.

"Kalea, kamu tahu sendiri kan kalau aku baru tadi wisuda. Setelahnya aku akan mengikuti pendidikan advokat, karena cinta-citaku adalah seorang pengacara. Masa depanku masih panjang, Kalea," balas Aiden, seolah memberikan pengertian kepada kekasihnya.

Kalea terdiam, merenungkan perkataan Aiden barusan. Seolah Aiden ingin menunda rencana pernikahan mereka.

"Baiklah, kalau begitu aku siap menunggumu untuk meraih cita-citamu lebih dulu. Aku akan selalu mendukung semua keputusanmu, dan terus berada di sampingmu." Senyum manis Kalea tunjukkan, dia sangat menyayangi Aiden.

Tapi Aiden justru terlihat gelisah dengan jawaban Kalea barusan. Pria itu terlihat tidak nyaman, namun Kalea langsung menepis semua pemikiran buruknya itu.

"Kalea, kamu tahu kan perbedaan status finansial kita. Orang tuaku punya bisnis restoran dan aku pun sebentar lagi akan menjadi seorang pengacara. Sedangkan kamu, hanya gadis penjaga toko baju kecil. Orang tuamu juga hanya bekerja serabutan, kan," ujar Aiden, sembari menatap lekat kekasihnya.

Mendengar itu, mata Kalea membulat sempurna, ada rasa sakit di lubuk hatinya. Tangannya mengepal kuat di bawah meja. Mereka memang tengah makan malam di salah satu restoran milik keluarga Aiden.

"Maksud perkataanmu apa, Aiden?!" Suara Kalea terdengar meninggi.

"Ya maksudku, seharusnya kamu sadar diri. Kita itu tidak sepadan, mana mungkin aku mau menikah denganmu. Apa kata orang-orang nanti, bisa-bisa mereka mikir kamu menikah denganku karena mengincar hartaku," seru Aiden dengan santainya, pria itu bahkan menyempatkan diri untuk menyesap kopinya.

Mata Kalea memanas, buliran bening tumpah begitu saja dari pelupuk matanya. Pria yang dia cintai selama 7 tahun itu dengan teganya bicara menyakitkan kepadanya.

"Iya aku tahu kalau keluargaku memang tidak sekaya keluargamu. Aku pun juga tidak pernah memiliki niat untuk memeras hartamu sepeserpun, Aiden! Aku hanya menagih janjimu untuk menikahiku, hanya itu saja!" Kalea menangis sesenggukan.

Sesungguhnya kini hatinya teramat pedih, layaknya sebilah belati yang menggores perlahan-lahan hatinya. Dia sangat menyayangi Aiden sepenuh hati.

"Ya kan pemikiran setiap orang bisa berubah seiring berjalannya waktu, Kalea. Kamu harus mengerti akan hal itu." Suara Aiden ikut meninggi.

Untungnya restoran malam ini tidak terlalu ramai, sehingga mereka tidak menjadi pusat perhatian semua orang.

"Apa yang harus aku mengerti, Aiden? Soal kamu yang berubah pikiran secara tiba-tiba begitu? Kenapa kamu jadi seperti ini? Sudah tidak adakah cintamu untukku?" tanya Kalea dengan suara serak, buliran bening itu masih saja menetes sampai saat ini.

"Bukannya aku tidak mencintaimu, Kalea. Ini semua aku lakukan juga demi kebaikanmu. Aku hanya tidak ingin setelah pernikahan kita, orang-orang menganggapmu jelek." Aiden berusaha menjelaskan.

"Kebaikan apa, Aiden?! Apakah kamu lupa kita telah bersama selama 7 tahun? Semua kenangan kita, semua mimpi-mimpi indah kita. Apakah kamu sudah melupakan semua itu?" Kalea rasanya sudah tidak sanggup untuk berbicara kembali.

Aiden menghembuskan nafas kasar, dia mengacak rambutnya frustasi. Menatap serius ke arah Kalea yang tengah menangis tersendu-sendu.

"Aku tidak pernah melupakan semua itu, Kalea. Percayalah kepadaku, jika semua ini aku lakukan untuk kebaikan kita bersama." Aiden berusaha meraih tangan Kalea, namun wanita itu menolaknya.

Kalea tidak kuasa menatap wajah Aiden kini, tangisannya seolah tak mau berhenti. Berharap semua ini hanya sekedar mimpi belaka, namun nyatanya semua adalah kenyataan pasti. Aiden telah menolaknya secara terang-terangan.

"Demi kebaikan kita bersama, atau kebaikanmu semata, Aiden? Aku tidak menyangka kamu akan bersikap seperti ini. Rasanya aku menyesal telah bersedia menunggumu sampai lulus kuliah, jika akhirnya kekecewaan yang aku dapatkan," gumam Kalea sesenggukan.

Ini adalah rasa sakit paling mendalam yang pernah Kalea rasakan seumur hidupnya. Bahkan rasa sakit itu diberikan oleh orang yang paling dia sayangi. Kalea tidak bicara apapun, dia berusaha meredam tangisannya itu.

Sampai suara langkah kaki terdengar, semakin lama semakin kencang, mendekati meja mereka. Kalea tak ingin menatap siapa yang datang, dia hanya menundukkan kepalanya ke bawah. Meratapi rasa sakit di hatinya kini.

"Aiden, apakah sudah selesai?" Terdengar suara wanita mendayu-dayu.

Kalea yang mendengarnya langsung mendongak. Matanya kembali melebar tatkala melihat seorang wanita cantik tengah berdiri di sebelah Aiden. Tangan wanita itu berada di pundak Aiden.

"Si–siapa dia?" tanya Kalea terbata-bata.

"Dia —"

"Perkenalkan, aku calon istri Aiden," ujar wanita itu, memotong perkataan Aiden.

Wanita itu mengulurkan tangan kepadanya. Seketika tubuh Kalea bergetar, air matanya semakin tumpah dengan derasnya. Kenyataan pahit apa lagi yang mendera dirinya malam ini?

"Ca–calon istri?" tanya Kalea terbata, bibirnya terasa kelu untuk berbicara.

"Benar, Kalea, dia wanita pilihan orang tuaku. Kebetulan finansial kita juga sepadan," jawab Aiden tanpa rasa bersalah sedikitpun.

BRAKK!

Kalea menggebrak meja hingga menimbulkan suara yang sangat nyaring. Tatapan setajam singa wanita itu layangkan, dibalik derasnya air mata yang dia miliki. Hatinya teramat pedih, seolah puluhan ribu batu menghantamnya begitu saja.

"Jadi ini yang kamu maksud yang terbaik untukku, Aiden?!!" teriak Kalea lantang, tidak peduli dia membuat keributan di restoran ini.

"Jaga sikapmu, Kalea!" Aiden ikut berdiri dan memarahi Kalea.

"Brengsek!" teriak Kalea kencang.

Plak!!

Satu tamparan keras mendarat di pipi Aiden, hingga membuat pipi pria itu memerah. Tentu saja mengejutkan semua orang yang berada di restoran ini.

"Dasar wanita gila!" Seru wanita asing yang berada di sebelah Aiden.

"Bukan aku yang gila, tapi kalian berdua yang gila!" teriak Kalea lantang.

"Menyesal aku pernah jatuh cinta kepadamu, Aiden! Kalau waktu boleh diputar, aku tidak akan pernah ingin menjatuhkan hatiku kepadamu!" Wajah Kalea sudah penuh dengan air mata, bahkan terlihat memerah.

"Maafkan aku, Kalea. Semoga kamu mendapatkan pria yang lebih baik daripadaku," ujar Aiden pelan, tidak membalas tamparan dari Kalea.

Tangan Kalea mengepal kuat, tatapan tajam masih ia layangkan kini. Dua manusia di depannya membuat dia jengah.

"Yah akan aku pastikan, aku mendapatkan pria yang lebih baik daripadamu, Aiden!" ujar Kalea dengan mata penuh keberanian.

"Dan yang perlu kamu ingat, karma pasti berlaku! Kamu pasti akan menyesal suatu saat nanti, Aiden!" Dengan penuh kekecewaan, Kalea meninggalkan restoran itu.

Saat Kalea menginjakkan kakinya di tepi jalan, saat itu pula hujan turun dengan sangat derasnya. Seolah-olah bumi juga merasakan kesedihan hati Kalea.

Namun, hal itu tak membuat Kalea menghentikan langkah kakinya. Kalea tetap berjalan di tengah derasnya hujan, dengan suara guntur yang menyeramkan.

"Kamu jahat, Aiden!" gumam Kalea, tubuhnya semakin bergetar karena rasa dingin yang terasa menusuk sampai ke tulangnya.

Bahkan Aiden tidak terlihat mengejarnya saat ini. Pria itu benar-benar ingin memutuskan hubungan mereka yang sudah terjalin cukup lama.

Kalea terus berjalan, menerjang kabut akibat hujan deras malam ini. Penglihatannya entah mengapa semakin lama semakin memburam. Kepalanya terasa sangat pusing dan berdenyut nyeri. Hingga suara klakson kendaraan terdengar begitu nyaring.

TINN TINNN ....

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel DENDAM SANG CEO
9.6
Bram, CEO angkuh yang belum bisa melupakan Melisa, berniat menghancurkan musuhnya, Adam, dengan memanfaatkan sang adik yang bernama Agni. Bram berpura-pura jatuh cinta pada Agni hingga merenggut segalanya, tetapi rencana jahat tersebut akhirnya terungkap. Meski awalnya didasari dendam, cinta tulus mulai tumbuh di hati Bram. Namun, persaingan bisnis masa lalu membuat Adam menentang keras hubungan mereka. Kini Agni bimbang antara perjodohan dengan Alan atau kembali pada Bram yang egois.
Sampul Novel GAIRAH PEREMPUAN NAGA
8.1
Koh Ho Ming memercayai Diandra, putri piatu dari asisten rumah tangganya, sebagai reinkarnasi Perempuan Naga. Sejak kecil, ia memperlihatkan tanda spiritual kuat selaku titisan Dewi Kesayangan Langit. Diandra pun harus menghadapi rintangan berat serta tragedi hidup demi menggapai keberhasilan. Perjalanan takdirnya yang penuh liku diwarnai oleh kisah cinta yang mendalam serta sisi erotis yang membara.
Sampul Novel Harga Diriku 10 Juta Per Malam
9.4
Demi melunasi utang miliaran dan membiayai kuliahnya, Arabella Alexandro, seorang mahasiswi yatim piatu, terpaksa bekerja ganda sebagai wanita penghibur di diskotek. Tanpa dukungan keluarga, ia harus berjuang bertahan hidup sendirian. Kehidupannya yang keras menemui babak baru saat ia bertemu dengan Arkan Stevanno Orlando, seorang CEO kaya raya yang menyewa jasanya. Akankah takdir ini menjadi jalan penyelamatnya atau justru menyeret Arabella ke dalam pusaran masalah yang jauh lebih rumit?
Sampul Novel HATRED
8.7
Akibat fitnah keji merekayasa video, seorang pemuda diusir dari rumah karena dituduh mencelakai dua saudaranya. Rasa kecewa mendalam ia rasakan lantaran keluarganya sendiri lebih memilih memercayai bukti palsu tersebut dibanding kata-katanya. Di tengah luka batin akibat dikhianati orang terdekat, ia terpaksa memulai lembaran baru di dunia luar. Mampukah ia bertahan dalam pengasingan ini? Akankah penyesalan kelak menghampiri keluarga yang mendepaknya? Ikuti kisah perjuangan sarat dendam ini.
Sampul Novel Not Seen
8.4
Demi balas budi, seorang pria menikahi wanita penolong nyawanya. Pernikahan ini terjadi akibat desakan sang ibu, yang justru membenci anak kandungnya sendiri dan memperlakukannya seperti orang asing berutang. Berharap meraih kebahagiaan di kota, wanita malang ini malah menemui kenyataan pahit. Alih-alih terbebas dari penderitaan masa lalu di desa, ia kini justru terjebak dalam kesepian mendalam dan dinginnya penolakan dari keluarga barunya.
Sampul Novel Pembalasan Atas Kekejaman Suamiku
8.7
Perubahan drastis sikap suami sejak masa kehamilan memasuki usia tujuh bulan menyisakan tanda tanya besar. Saat malam tiba, ia mendadak menjadi sosok yang sangat bergairah dan menuntut keintiman dalam kegelapan total. Meski membingungkan, perubahan tekniknya yang luar biasa justru membangkitkan hasrat sang istri hingga desahan mereka menggema di seluruh penjuru rumah setiap larut malam. Keanehan memuncak di siang hari, ketika sang suami kembali menjadi pria yang sangat sopan dan bahkan tidak berani menyentuhnya sama sekali.