APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kembalinya Arsitek Hebat Bernama Diah

Kembalinya Arsitek Hebat Bernama Diah

Di hari jadi pernikahan kelima, Diah memergoki Bara berselingkuh dengan sepupunya sendiri, Fathia. Bara bahkan menghina Diah sebagai istri yang menjemukan, tanpa menyadari istrinya itu tengah mengandung anaknya. Kecewa berat atas pengkhianatan ini, Diah memilih merahasiakan kehamilannya. Ia pun bersandiwara menjadi istri penurut selama tiga hari terakhir sebelum akhirnya pergi selamanya demi memulai lembaran hidup baru tanpa Bara.
Bab
Bagikan

Bab 1

Di ulang tahun pernikahan kami yang kelima, aku berdiri gemetar memegang test pack positif, siap memberikan kejutan terindah untuk suamiku.

Namun, kejutan itu berbalik menamparku saat aku melihat Bara justru sedang memeluk mesra sepupuku sendiri, Fathia, di ruang kerjanya.

"Diah itu membosankan, sayang. Dia cuma pajangan rumah yang patuh, tidak ada gairah," kata Bara dengan nada meremehkan yang belum pernah kudengar sebelumnya.

Saat Fathia khawatir aku akan hamil, Bara tertawa dan berkata, "Tenang saja, dia tidak hamil. Lagipula, dia terlalu sibuk dengan hal tidak penting."

Darahku mendidih, tapi aku menahan diri untuk tidak melabrak mereka saat itu juga.

Aku menyimpan kembali alat tes kehamilan itu ke dalam kotak beludru. Bara tidak pantas tahu bahwa dia akan menjadi ayah.

Aku menghapus air mataku dan memasang topeng senyum terbaikku.

Aku akan bersandiwara menjadi istri sempurna selama tiga hari terakhir ini, lalu menghilang selamanya dari hidup mereka dengan membawa serta anakku.

Bab 1

Diah (POV):

Di ulang tahun pernikahan kelima kami, aku memegang tes kehamilan positif di tangan, sebuah kejutan yang seharusnya mengubah segalanya. Tapi yang kutemukan adalah suamiku, Bara, di pelukan sepupuku sendiri, Fathia. Mereka tidak tahu aku mendengar setiap kata menjijikkan yang keluar dari mulut mereka.

Bau kopi segar memenuhi dapur, seperti pagi-pagi kami sebelumnya yang penuh kehangatan yang semu. Aku berdiri di depan cermin, mengelus perutku yang masih rata. Ada kehidupan baru di sana, rahasia kecil kami yang akan kuberikan sebagai hadiah ulang tahun pernikahan. Aku sudah membayangkan wajah Bara, matanya yang biasanya dingin akan meleleh menjadi kelembutan.

Tes kehamilan itu, dua garis merah yang begitu jelas, tersembunyi rapi dalam kotak beludru di laci meja rias. Aku ingin momen ini sempurna. Hadiah termanis untuk pria yang kucintai, yang telah kuberikan segalanya. Termasuk karier arsitek interior gemilangku.

Ponsel Bara berdering lagi di ruang kerja. Suaranya terdengar terlalu pelan, terlalu hati-hati. Aku tahu nada itu. Nada yang selalu dia pakai, bukan untukku. Itu adalah nada yang sama saat ia berbicara dengan rekan bisnisnya, dengan nada yang penuh taktik dan manipulasi halus. Tapi ini bukan rekan bisnis. Aku mendengar samar-samar suara tawa seorang wanita, cempreng dan manja. Fathia.

Aku berjalan mendekat, langkahku tanpa suara di atas karpet tebal. Pintu ruang kerjanya sedikit terbuka. Aku melihat Bara. Dia bersandar di meja, ponsel di telinganya. Ada senyum di bibirnya yang tidak pernah ia tunjukkan kepadaku lagi. Senyum itu, dulu milikku.

"Apa yang kau inginkan sekarang, sayang?" tanyanya, suaranya licin seperti minyak. "Kau tahu, Diah terlalu membosankan. Dia seperti pajangan rumah yang patuh. Tidak ada gairah."

Jantungku seperti ditusuk jarum es, dingin dan sakit. Kata-kata itu, diulang-ulang di kepalaku. Pajangan rumah yang patuh. Membosankan. Aku bukan Diah yang sama lagi, Diah yang dulu penuh mimpi dan ambisi. Aku adalah Diah yang ia bentuk, istri yang sempurna di matanya. Tapi itu tidak cukup.

Aku mundur selangkah, menahan napas. Suara Fathia terdengar lagi, merengek manja. "Aku ingin Bara. Aku ingin Bara menemaniku ke pesta itu. Diah pasti akan memamerkan kehamilannya."

Bara tertawa, tawa yang membuat perutku mual. "Oh, Fathia. Kau ini lucu sekali. Diah tidak hamil. Kami sepakat untuk menunda. Lagipula, dia terlalu sibuk dengan kegiatan sosialnya yang tidak penting itu."

Darahku serasa membeku. Dua garis merah di laci meja riasku, bukti nyata masa depan yang baru saja Bara hancurkan. Dia bahkan tidak tahu. Atau lebih tepatnya, dia tidak peduli.

Aku merasakan kepalaku berdenyut. Suara mereka terus mengalir, seperti racun yang meresap ke setiap pori-pori kulitku. Bara terus meremehkanku, merendahkanku di hadapan Fathia, sepupu yang kubiayai kuliahnya. Fathia, yang dulu memohon bantuan sambil menangis di depanku, kini tertawa mengejekku di belakang punggungku.

Aku tidak berhak marah. Aku yang memilih jalur ini. Aku yang menimbun ambisiku demi menjadi "istri penurut". Tapi kebencian itu, pahit dan tebal, memenuhi tenggorokanku. Aku harus menelan semuanya. Aku adalah Diah Darwis, wanita yang tidak mudah meledak.

Aku merasakan tangan kananku gemetar. Sebuah kekuatan aneh, seperti naluri, muncul dalam diriku. Aku harus memastikan ini. Aku harus melihat dengan mataku sendiri, mendengar dengan telingaku sendiri. Aku menarik napas dalam, menstabilkan diri.

Ini bukan kemarahan yang membakar. Ini adalah ketenangan yang menakutkan. Aku akan tahu. Dan aku akan pergi.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Become True
9.2
Suara berat yang sangat dirindukan itu tiba-tiba terdengar, membuat sang gadis berlesung pipi terpaku. Air matanya kembali mengalir deras, namun kali ini dipenuhi rasa bahagia yang luar biasa. Sosok yang selalu ia sebut dalam doa dan harapannya kini nyata berdiri di depannya. Pertemuan tak disangka ini seketika membangkitkan memori lama yang sempat sirna. Dia telah kembali untuk mewujudkan semua mimpi yang selama ini tersimpan rapat.
Sampul Novel Beetwen love and hate
9.2
Hati Hendra hancur setelah dicampakkan Luna yang memilih mengejar karier model dan lelaki lain. Di masa terpuruknya, sebuah kecelakaan mempertemukan Hendra dengan Nita, sosok tulus yang menyelamatkannya. Perlahan, kebaikan Nita berhasil menyembuhkan luka di hati Hendra yang sempat menutup diri. Namun, saat hubungan mereka mulai erat, Luna kembali hadir dan meminta Hendra kembali. Kini, Hendra bimbang memilih masa lalu kelamnya atau masa depan hangat bersama Nita.
Sampul Novel Cintaku Bersemi Di Sekolah
9.7
Dodo, pemuda asal pinggiran Garut, merasa dirinya jauh lebih menawan dibanding aktor terkenal meski namanya serupa. Sebagai remaja, ia mendambakan kisah cinta sekolah yang indah layaknya lirik lagu legendaris. Fokus utamanya adalah memenangkan hati Mitha. Meski sadar wajahnya tak setampan Donnie dan tergolong biasa saja, Dodo tetap membulatkan tekad. Ia siap menempuh segala cara demi menjalin kenangan romantis bersama gadis pujaannya tersebut.
Sampul Novel Derita Istri Penurut
9.7
Arini selalu patuh pada Bagas, suaminya, walau kerap mendapat perlakuan kasar. Demi melindungi orang tua, ia memendam penderitaan itu rapat-rapat. Namun, batas kesabaran Arini akhirnya habis, mendorongnya melayangkan gugatan cerai ke pengadilan agama. Di tengah kemarahan Bagas yang meluap, mampukah ia meluluhkan hati sang istri? Ataukah kepedihan batin yang terlanjur mengendap lama membuat tekad Arini untuk berpisah tidak bisa digoyahkan lagi?
Sampul Novel Ditinggalkan Karena Burik
9.6
Andra menceraikan Aisyah begitu saja karena kondisi fisiknya yang dinilai kurang menarik. Tak disangka, Aisyah bangkit dan berubah menjadi wanita yang sangat menawan, memicu penyesalan besar di hati mantan suaminya. Konflik kian rumit saat mereka berdua terpaksa bersandiwara sebagai pasangan harmonis demi menjaga perasaan orang tua. Di balik kepura-puraan itu, luka masa lalu dan kenyataan pahit terus membayangi hubungan mereka.
Sampul Novel Kakak Ipar Rasa Pacar
7.9
Niat Nadia memberikan kejutan ulang tahun untuk Raka berujung pahit saat memergoki sang tunangan berselingkuh dengan kakak kandungnya, Tania. Pernikahan yang diimpikan pun hancur seketika. Setelah diusir dari rumah, Nadia menemui kakak iparnya, Darren, untuk membeberkan perselingkuhan tersebut. Sama-sama dikhianati, mereka sepakat bersatu demi membalas dendam. Namun, saat rencana mulai dijalankan, kedekatan mereka justru menumbuhkan benih cinta yang tak terduga.