APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kejutan Untuk Pengkhianat Cinta

Kejutan Untuk Pengkhianat Cinta

Rencana pernikahan yang seharusnya menjadi momen bahagia justru berubah menjadi panggung pembalasan. Adele mengambil keputusan ekstrem untuk tetap melaksanakan upacara pernikahan dalam waktu setengah bulan, namun dengan mengganti sosok pengantin pria. Tanpa melibatkan Darren yang dianggapnya terlalu sibuk, Adele mengurus semua perubahan dokumen secara sepihak. Langkah berani ini dipersiapkan sebagai sebuah kejutan tak terlupakan sekaligus hadiah terakhir dari Adele untuk membalas pengkhianatan cinta Darren tepat di hari pernikahan mereka.
Bab
Bagikan

Bab 2

Setelah menutup telepon, Adele tidak langsung pergi ke rumah keluarga, melainkan kembali ke rumahnya terlebih dahulu.

Setelah bertahun-tahun dihias dengan cermat olehnya dan Darren, unit apartemen seluas lebih dari 300 meter persegi itu tidak terasa kosong sama sekali, malah terasa sangat hangat dan nyaman.

Dulu, dia mengira tempat ini akan menjadi rumah mereka berdua untuk selamanya.

Namun, sejak semalam dia mengetahui Darren telah mengkhianatinya, tempat ini sudah tidak lagi memiliki arti yang sama.

Cincin kawin yang seharusnya mereka tukarkan di hari pernikahan, telah Darren berikan padanya lebih awal. Dua cincin itu adalah desain khusus yang dibuat Darren sendiri, Adele bahkan menyaksikan sendiri prosesnya, bagaimana Darren menggambar sketsa demi sketsa hingga desainnya jadi.

Saat itu, Darren memeluk Adele erat dan menjelaskan dengan penuh harapan di wajahnya, "Ada celah tersembunyi yang aku rancang di cincin ini. Kalau dua cincin ini disatukan, akan membentuk pola hati. Itu artinya kita nggak akan pernah terpisah."

Adele menarik diri dari kenangan itu. Tanpa sedikit pun rasa berat hati, dia mengeluarkan cincin itu dan menghubungi layanan pengiriman instan di dalam kota.

"Halo, aku ingin melakukan pemesanan kirim barang ...."

Berhubung mempelai wanita untuk hari pernikahan nanti telah digantikan oleh Susanti, maka dua cincin yang penuh makna ini, tentu seharusnya juga diberikan kepadanya.

Setelah memesan agar cincin itu dikirim tepat pukul sembilan pagi di hari pernikahan dan melihat kurir mengambil paket tersebut, Adele akhirnya bisa menghela napas lega.

Di rumah seluas 300 meter lebih itu, ada terlalu banyak kenangan akan cinta antara dirinya dan Darren. Sebelum pergi, dia akan memastikan semuanya kembali seperti sedia kala seolah dirinya tidak pernah ada di sana.

....

Saat Adele tiba di rumah keluarga, matanya masih tampak merah dan sembap.

Ibu Darren yang bernama Kelly, melihatnya masuk dengan mata memerah, langsung melirik ke arah belakangnya dua kali. Namun karena tidak melihat bayangan Darren, wajahnya pun tampak bingung.

"Kenapa sampai nangis begitu? Apa Darren menyakitimu?"

Adele tidak tahu harus kepada siapa dia mencurahkan rasa kecewa dan perih di hatinya. Sekalipun Kelly sangat menyayanginya, kasih ibu kandung terhadap anaknya tetap tak tergantikan. Adele berusaha mengendalikan emosinya dan memaksakan diri untuk tersenyum.

"Nggak, tadi anginnya kencang di luar, jadi mataku kelilipan," kata Adele sambil mengangkat tangan mengusap matanya, sekalian menyeka air mata yang sempat mengalir. Wajahnya pun kembali seperti biasa.

Kelly pun menghela napas lega, lalu tersenyum sambil berkata, "Kalau Darren berani macam-macam sama kamu, kamu harus bilang ke Ibu. Biar Ibuyang urus dia."

Tak lama setelah Adele tiba di rumah keluarga, mobil Darren pun masuk ke garasi bawah tanah. Berhubung dia tidak kunjung naik ke atas, Kelly pun menyuruh Adele untuk memanggilnya.

Begitu tiba di garasi, Adele langsung melihat mobil yang lampunya masih menyala.

Darren duduk di dalam mobil sambil merokok, wajahnya penuh konsentrasi menatap layar ponselnya. Dia sama sekali tidak menyadari kehadiran Adele yang berjalan mendekat.

"Kamu pakai baju begini untuk godain aku, nggak mau turun dari ranjang lagi ya?"

Dari dalam ponsel, terdengar suara manja Susanti, "Ini bonus spesial buat kamu. Kesempatan langka, jangan sampai kelewatan. Malam ini jangan lupa datang ya ...."

Darren mengumpat pelan dan membalas dengan kejam, "Lihat saja mau gimana kuhabisi kamu nanti malam."

Begitu panggilan itu berakhir, Darren masih tampak terbakar oleh hasrat. Dia menyulut sebatang demi sebatang rokok untuk mencoba meredam gejolak dalam dirinya.

Adele memandangi Darren, sosok yang hari ini terasa sangat asing baginya. Seluruh bayangan tentang Darren di hatinya, hancur tak bersisa.

Laki-laki yang dulu begitu dia yakini mencintainya sepenuh hati, ternyata bisa bersikap lembut pada dua wanita sekaligus dan bahkan tergila-gila seperti itu pada orang lain.

Sudut bibir Adele terangkat membentuk senyum getir, tapi perutnya terasa mual dan melilit.

Suara mobil yang dimatikan terdengar. Darren mematikan rokok dan bersiap membuka pintu.

Namun, tepat sedetik sebelum Darren keluar dari mobil, Adele telah berbalik dan meninggalkan garasi. Mereka kembali ke lantai atas hampir bersamaan. Saat itu, para asisten rumah tangga sedang menata hidangan di meja makan.

Melihat mereka datang, Kelly melirik Darren dengan kesal. "Kamu ngapain saja selama itu? Harus Adele dulu yang turun manggil, baru kamu mau naik!"

Ekspresi Darren langsung membeku. Dia panik seketika dan menoleh cepat ke arah Adele.

"Kamu tadi sempat ke bawah nyari aku?"

Adele menatap Darren dengan ekspresi tenang, lalu mengangguk ringan. "Iya, tapi begitu lihat kamu lagi telepon, aku langsung balik lagi. Kenapa?"

Darren memandangi Adele cukup lama. Ekspresinya masih tegang saat bertanya, "Kamu dengar aku lagi telepon sama siapa?"

Dalam hati Adele merasa ini semua sangat ironis, tapi wajahnya tetap tidak menunjukkan tanda-tanda aneh. "Nggak. Bukannya kamu lagi ngomong sama klien? Siapa lagi coba?"

Adele menatap Darren dengan tenang. Dia jelas melihat bagaimana Darren langsung menghela napas lega dan ekspresinya perlahan kembali ke wajah lembut yang selama ini dia kenal. Tangan Darren terangkat, mengusap kepala Adele dengan gerakan pelan dan lembut.

"Bukan klien. Itu dari panitia gala amal minggu depan. Aku pesankan perhiasan baru untuk kamu, tadi mereka telepon soal itu. Mau sampai kapan pun, kamu selalu harus jadi wanita paling bersinar di sisiku."

Setelah Adele berhasil diselamatkan dulu, Grup Halsinky rutin menyelenggarakan gala amal setiap beberapa waktu. Seluruh dana yang dikumpulkan dari acara itu akan didonasikan penuh lewat yayasan amal yang diberi nama sesuai nama Adele.

Semua itu dilakukan Darren demi mendoakan keselamatan dan kesehatan Adele, agar hidupnya ke depan tidak lagi dirundung bencana. Sebagai seseorang yang tidak percaya Tuhan maupun dewa, Darren bersedia melakukan itu semua demi Adele. Saat itu, Adele benar-benar terharu sampai tidak bisa berkata-kata.

Namun kini, perasaannya tidak lagi tersentuh. Dia hanya menjawab datar, "Kamu atur saja, aku ikut."

Setelah makan malam, Kelly mengambil sebuah kotak kayu merah dan membuka isinya. Di dalamnya ada sebuah gelang giok yang dia keluarkan dan langsung dipakaikan ke pergelangan tangan Adele.

"Ini adalah pusaka keluarga yang diwariskan untuk menantu perempuan Keluarga Halsinky. Akhirnya setelah sekian lama, benda ini akan sampai juga ke tanganmu."

Kelly tersenyum hangat dan penuh kasih, pandangannya bergantian tertuju pada Adele dan Darren. Adele menunduk menatap gelang giok di pergelangan tangannya. Batu gioknya bening dan bercahaya, menonjolkan kelembutan serta putihnya kulit tangannya.

Namun, dia tidak berniat untuk mengaguminya.

Adele hanya tersenyum tipis, lalu perlahan melepas gelang itu dan meletakkannya kembali ke dalam kotak. "Aku mengerti maksud Tante. Tapi karena ini benda yang begitu bermakna, lebih baik diberikan saat hari pernikahan nanti saja."

Karena Adele bersikap tegas, Kelly pun hanya bisa berkata bahwa gelang itu akan dia pakaikan sendiri di hari pernikahan nanti. Menyadari Darren beberapa kali melirik jam dengan gelisah, Adele pun langsung mencari alasan untuk pamit pulang.

Di perjalanan pulang, perutnya mendadak terasa nyeri. Saat itulah Adele baru sadar bahwa siklus bulanannya datang lebih cepat dari perkiraan.

Setelah sampai di rumah, Darren merebus air hangat dan membantu Adele melepas sepatu dan kaus kakinya, lalu menyiapkan air rendaman untuk kakinya.

Adele menunduk memandangi pusaran rambut di kepala Darren. Dadanya terasa seperti terkoyak. Dia sudah jelas-jelas tidak setia lagi, tapi kenapa masih bisa bersikap begitu lembut seperti dulu?

Ternyata, sikap penuh perhatian dan cinta seperti ini juga bisa dibuat-buat.

Setelah berbaring di tempat tidur, tangan besar Darren perlahan memijat lembut perut Adele.

Rasa kantuk mulai menyergapnya. Namun, Adele tahu jelas tujuan Darren memanjakannya seperti ini adalah untuk membuatnya cepat tidur. Justru karena tahu itulah, dia sama sekali tidak bisa benar-benar tertidur.

Tak lama kemudian, ponsel Darren bergetar pelan dua kali.

Adele merasakan Darren mengambil ponsel dan seiring dengan napasnya yang tiba-tiba menjadi lebih berat, gerakan tangannya juga menjadi sedikit lebih kuat.

Seolah sesuai harapannya, Darren mengira Adele sudah tertidur karena napasnya perlahan menjadi stabil. Darren pun perlahan turun dari ranjang dan berganti pakaian dengan hati-hati, lalu buru-buru keluar rumah.

Adele berdiri di dekat jendela, memandangi mobil yang melaju cepat dan menghilang dalam kegelapan. Jemarinya mengepal erat, hingga kuku-kukunya menancap ke telapak tangan. Namun, dia tidak merasa sakit sama sekali.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel AYO, Kawin Kontrak!
8.2
Chilla sukses dalam karier namun skeptis terhadap cinta akibat trauma kegagalan pernikahan kakaknya. Meski pesimis, ia sangat mendambakan anak. Demi mewujudkan impian tersebut, ia pun mencari pria berkualitas untuk menjalani pernikahan kontrak. Namun, rencana yang awalnya murni demi keturunan ini menjadi rumit saat hasrat dan perasaan cinta mulai tumbuh di antara mereka, menyeret Chilla ke dalam pusaran emosi tak terduga yang menguji hidupnya.
Sampul Novel December to January
7.9
Kepergian seseorang di bulan Desember menyisakan luka mendalam yang tak kunjung sembuh. Begitu lembaran kalender berganti ke Januari, memori masa lalu tersebut tetap membayangi dan menjungkirbalikkan seluruh kehidupan yang dijalani. Cerita ini mengikuti perjalanan emosional yang penuh dilema, memperlihatkan bagaimana kepedihan di akhir tahun terus mengikuti langkah demi langkah di lembaran baru, hingga sangat sulit untuk dilepaskan.
Sampul Novel Dinikahi Sang Penguasa : Suami Kontrakku Memberi Segalanya
9.0
Dikhianati oleh tunangannya membuat Lily melampiaskan sakit hati dengan mabuk. Saat terbangun, ia mendapati dirinya bersama pria asing bernama Arsen. Tersinggung karena dianggap wanita sewaan, Lily langsung menamparnya. Dua hari kemudian, mereka bertemu lagi di sebuah pesta, dan terungkap bahwa Arsen dekat dengan sang mantan tunangan. Secara tak terduga, Arsen justru menawarkan pernikahan kontrak padanya, menantang Lily dengan alasan dialah pria pertama yang telah menidurinya.
Sampul Novel Nafsu Sesaat Dibayar Penyesalan
9.1
Ashley mengorbankan keselamatan dirinya demi menyelamatkan Noah tepat sebelum pernikahan mereka, yang mengakibatkan tubuhnya mengalami patah tulang parah dan wajahnya rusak akibat kecelakaan tragis. Noah tetap menikahi Ashley dan memperlakukannya dengan sangat penuh kasih sayang, membuat semua orang percaya cinta mereka tidak memandang fisik. Namun, keyakinan Ashley hancur seketika saat ia memergoki suaminya berselingkuh dengan pembantu rumah tangga mereka sendiri sejak setengah bulan yang lalu.
Sampul Novel Takdir Memaksa Mereka Bersatu
9.2
Akibat kesalahpahaman, Raiden Valen terpaksa menikahi Elara Maylen demi menjaga nama baik keluarga serta rumah sakitnya. Raiden yang berkarakter dingin dan kaku sebenarnya pernah merasakan cinta di masa muda, sebelum akhirnya dikhianati oleh sahabat dekatnya sendiri. Namun, sosok Elara yang liar dan sulit diatur kini hadir mengacaukan keteraturan hidup Raiden. Di tengah pernikahan yang tak terduga ini, ia terjebak dalam pusaran konflik yang menguji nalar serta perasaannya.
Sampul Novel UNPERFECT MARRIED
9.2
Keberhasilan Kaira sebagai istri membuat Sunny merasa terasing dan tertekan. Demi melepaskan beban tersebut, ia berselingkuh dengan Diva, murid menulisnya sendiri. Saat Kaira mengetahui perselingkuhan ini, tidak ada amarah yang meledak-ledak. Alih-alih melabrak suaminya, ia memilih menuangkan segalanya ke dalam karya tulis terbaru. Lewat untaian kalimat yang ia susun secara perlahan, Kaira tengah merancang sebuah pembalasan yang sangat menyiksa bagi Sunny.