APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kehidupan Malam Mendatangkan Cinta

Kehidupan Malam Mendatangkan Cinta

Demi melunasi utang dan biaya medis ibunya, Maudy terpaksa mengambil pekerjaan misterius berbayar tinggi. Keputusan ini menyeretnya ke dunia malam kota Alka, tempat ia harus bertahan hidup di sebuah lokalisasi. Tak disangka, Maudy justru jatuh cinta pada seorang pria kaya yang ternyata pemilik tempat tersebut. Hubungan asmara mereka pun harus menghadapi berbagai rintangan berat yang tak terduga.
Bab
Bagikan

Bab 1

Plak!

"Dasar tidak becus. Seharusnya saya sudah memecat mu sejak dulu. Sudah berapa banyak piring yang pecah karena kecerobohan mu sial*n" omel seorang pria pemilik restoran.

Maudy Adista atau sering di sapa Audy, sudah setahun bekerja di Restoran. Ia bertugas mencuci piring dan membersihkan pantry.

Akhir-akhir ini, Audy tidak fokus untuk bekerja sehingga banyak piring yang pecah karena kecerobohannya saat mencuci.

Maudy terduduk di lantai sembari memegang pipi mulusnya yang memerah. "Maafkan saya! Saya tidak sengaja, berikan saya kesempatan sekali lagi" mohon Maudy bersujud di depan pria itu.

Pria itu berkacak pinggang sembari menatap sinis ke arah Maudy. "Tidak! Kau pikir siapa yang mau mempekerjakan orang tidak becus seperti mu hah? Kau bikin restoran ku rugi saja, lebih baik kau jadi pelac*r saja kalau tidak bisa bekerja"

Trak!

Cuih

Pria pemilik restoran itu meludahi Maudy dan menendangnya menjauh. "PERGI DARI RESTORAN KU SEKARANG JUGA!" teriaknya.

Maudy hanya bisa menangis meratapi nasibnya. Dia membutuhkan uang, namun apapun yang dia kerjakan tidak akan bisa lama karena dirinya yang tidak fokus ketika mendengar kabar kondisi Ibunya tidak baik-baik saja.

Maudy menuju ke loker pelayan, dia mengganti bajunya dan mencuci mukanya. Maudy mengambil seluruh barang-barangnya dari dalam loker.

Saat Maudy keluar dari pintu belakang, dia tersentak kaget karena seorang pria berdiri di sana.

"Maaf, saya mau lewat" ucap Maudy.

Pria itu menatapnya dari ujung kepala hingga ujung kaki, dengan tatapan yang sangat tidak enak. Pria itu terlihat bernafsu melihatnya, dan Maudy merasa tidak nyaman akan hal itu.

"Maaf, bisa minggir sebentar? Saya buru-buru, harus pergi sekarang" Maudy menundukkan kepalanya, sembari melangkah berusaha untuk melewati pria itu.

"Ah, wangi sekali" lirih pria itu saat Maudy melewatinya.

Maudy menghentikan langkahnya, dia hanya menggelengkan kepalanya dan kembali melanjutkan langkahnya.

"Hey, tunggu! Kenapa buru-buru sekali?" Pria itu menahan Maudy.

Maudy menghentakkan tangan lelaki itu. "Jangan sentuh saya! Kita sebelumnya tidak pernah saling mengenal, jadi saya minta anda tetap bersikap dengan sopan"

"Ha ha ha" pria itu justru tertawa. "Kau itu cantik, Lebih baik kau menjual tubuhmu daripada kau bersusah payah bekerja tapi gajimu tidak bisa menghidupi mu"

Maudy mengepalkan tangannya kuat. "Jaga ucapan Anda!"

"Come on! Saya bisa membantumu!"

"Tapi saya tidak butuh bantuan Anda!"

"Oke, mungkin sekarang kau belum membutuhkanmu. Ini kartu nama ku, temui aku jika kau membutuhkan uang!" Pria itu langsung memasukkan kartu namanya ke dalam tas Maudy, karena Maudy sama sekali tidak mau menerimanya.

Pria itu tersenyum penuh arti dan langsung pergi begitu saja. Maudy bingung karena pria itu tidak pernah bertemu dengannya sama sekali, dan kenapa dia terlihat begitu tahu tentang Maudy?

Maudy pulang ke rumah dengan berjalan kaki selama dua jam lamanya. Ia tidak menggunakan angkutan umum karena dia mengirit uang yang tersisa sedikit di dalam rekeningnya.

"Mama..." Panggil Maudy saat dia baru saja memasuki rumah.

Rumah terlihat begitu sepi, seperti tidak ada aktivitas di dalamnya. Maudy langsung membuka kamar mamanya, namun dia tidak menemukan wanita itu di dalam sana.

"Mama... Mama dimana? Maudy sudah pulang, Ma..." Teriak Maudy sambil mencari sampai ke belakang rumah.

Di belakang rumah, tepat di belakang sumur Maudy melihat kaki seseorang. Maudy mengerutkan dahinya dan mendekat karena penasaran.

"Ma... Mama....." Teriak Maudy histeris.

Mamanya sudah terbaring lemah dengan darah yang mulai mengering di bagian hidungnya.

Maudy langsung memanggil para tetangga untuk membantunya, dan mereka pun membawa Mama Latifa ke puskesmas terdekat.

"Pasien harus segera di rujuk ke rumah sakit, kami tidak memiliki alat yang lengkap untuk menanganinya" ucap sang dokter.

"Lakukan apapun agar Mama saya selamat dokter"

"Kami akan membuatkan surat rujukannya, Ibu Latifa akan di bawa menggunakan Ambulance. Silahkan ke bagian administrasi untuk menandatangani berkasnya"

Maudy mengangguk, dia akan melakukan apapun agar mamanya bisa kembali pulih. Karena Mama Latifa tidak memiliki asuransi. Sehingga Maudy harus membayar biaya pengobatan lumayan besar.

Setibanya di rumah sakit, Mama Latifa di tangani oleh dokter. Maudy sendiri duduk sendirian di depan ruang UGD dengan jantung yang berdetak begitu kencang.

"Ya Allah, selamatkan Mama ku!" Maudy trus berdoa dalam hatinya.

Setelah menunggu selama 3 jam, dok koter pun keluar. "Bagaimana kondisi Mama saya dokter?"

Dokter mendesah pelan. "Ibu Latifa harus segera di operasi pemasangan cincin pada ginjalnya. Ibu Latifa sebelumnya sering mengonsumsi obat-obatan tanpa resep dokter?"

Maudy hanya bisa mengangguk.

"Itulah sebabnya. Efek obat itu justru merusak ginjalnya, kita tidak punya banyak waktu lagi. Minimal minggu depan Ibu Latifa harus melakukan operasi"

"Kira-kira berapa biaya yang dibutuhkan untuk operasi dokter?"

"Mari ikut saya ke bagian administrasi, saya akan memberikan rinciannya di sana"

Maudy mengikuti dokter ke bagian administrasi sambil ia terus memainkan jari jemarinya. Maudy takut tabungannya tidak akan cukup untuk membantu proses operasi Ibunya.

"Ini biayanya, ini hanya biaya operasi saja belum masuk biaya pemulihan. Setelah operasi, Ibu Latifa harus dirawat dulu beberapa minggu di rumah sakit, jika kondisinya sudah membaik baru diizinkan untuk pulang ke rumah" jelas sang dokter.

Mata Maudy membelalak, dia tidak berekspektasi jika biaya operasi yang harus dia keluarkan sangat lah tinggi.

Tabungannya hanya tersisa dua puluh juta saja, dan dia membutuhkan uang sekitar dua ratus juta rupiah sampai Ibunya bisa di keluarkan dari rumah sakit.

Dimana dia harus mendapatkan uang sebanyak itu dalam waktu seminggu?

"Bagaimana, Mba Maudy? Anda setuju?" Tanya dokter memastikan.

Maudy mengangguk lemah. "Kapan saya mulai membayarnya?"

"Sebelum operasi berlangsung Anda sudah bisa membayarnya dan menandatangi berkas operasinya"

"Untuk beberapa hari ke depan apa Ibu saya harus menginap disini?"

"Tentu saja Mba Maudy"

"Berapa biaya sampai operasi?"

Dokter memberikan kode pada bagian administrasi untuk mentotalkannya. "Sepuluh juta rupiah" jawab dokter.

"Saya akan membayarnya sekarang" Maudy mengeluarkan ATM-nya dan membayar biaya rumah sakit untuk seminggu ke depan.

"Sudah selesai Mba Maudy, sebentar lagi Ibu Latifa akan di pindahkan ke ruang perawatan. Karena Ibu Latifa perlu istirahat banyak, jadi saya meletakkannya di kamar VIP"

"Tidak masalah dokter" jawab Maudy.

Maudy duduk di taman rumah sakit, dia memandang lurus ke depan dengan pandangan kosong.

Sekarang di kepalanya adalah cara untuk mendapatkan uang yang banyak dalam waktu yang singkat.

Maudy membuka tasnya, dia hendak mengambil ponselnya. Saat ponselnya keluar dari tas, sesuatu terjatuh.

Maudy mengambilnya, dia melihat kartu nama yang diberikan pria itu tadi padanya. "Apa aku harus menghubungi dia? Tapi, dia orang asing"

Maudy berpikir keras. Namun sebelumnya dia menghubungi teman-temannya untuk meminjam uang, menelpon keluarganya juga, namun tidak ada seorangpun yang mau meminjamkan uang padanya.

Maudy benar-benar dibuat frustasi. Dia menatap kartu nama itu, karena tidak punya jalan lain Maudy langsung menghubungi nomor yang tertera di dalam kartu nama itu.

"Saya Maudy, wanita yang tadi di restoran. Bisa kita bertemu?"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bagaikan Debu Bertemu Mercusuar
8.2
Pernikahan Velia dan Chris Dirja yang baru berjalan dua tahun diuji oleh sikap kejam sang suami. Chris sengaja membawa perempuan lain ke rumah mereka demi menyiksa perasaan Velia. Dia bahkan menantang istrinya untuk mencoba menjalin hubungan dengan pemuda lain yang lebih berenergi. Namun, permainan mental ini menjadi bumerang ketika Velia benar-benar membuka hatinya untuk pria lain. Saat Chris menyadari luka cakaran baru di pinggang pemuda selingkuhan Velia, kemarahan dan kecemburuannya pun meledak.
Sampul Novel Bukan Pelayan Biasa
8.8
Hari kelulusan Amanda Felicia berubah menjadi duka mendalam saat kedua orang tuanya tewas dalam kecelakaan tragis. Keadaan kian berat ketika Fanny, sahabat karibnya, harus pindah ke luar negeri. Demi bertahan hidup di tengah keterpurukan, Amanda memutuskan bekerja menjadi pelayan di rumah seorang miliarder bernama Alexander Mattew. Sayangnya, Alex yang berhati dingin terus mempersulit pekerjaannya agar ia tidak betah. Sanggupkah Amanda bertahan menghadapi segala tekanan dari majikannya?
Sampul Novel Cinta Untuk Farisa
8.1
Farisa memutuskan pergi ke kota demi memenuhi pesan terakhir sang ibu untuk melacak keberadaan ayahnya. Dalam perjalanannya, ia diselamatkan oleh seorang lelaki yang tulus membantunya. Namun, saat sang ayah berhasil ditemukan, Farisa mendapati kenyataan pahit bahwa posisinya telah diambil alih oleh sosok lain yang mengaku sebagai anak kandung. Di tengah situasi rumit ini, Farisa dihadapkan pada pilihan sulit: merelakan semuanya atau berjuang merebut kembali hak serta pengakuan yang menjadi miliknya.
Sampul Novel Hati Beku yang Tak Dapat Dicairkan Lagi
9.2
Di kamar utama vila Keluarga Andara, Natasha bersiap mengakhiri pernikahan kontraknya yang tersisa satu bulan lagi. Ia bahkan telah merencanakan kematian palsu untuk pergi. Meski ibu mertuanya memohon agar kesepakatan dibatalkan karena sangat menghargai jasa Natasha merawat Varo selama sepuluh tahun dan melahirkan keturunan mereka, Natasha dengan tegas menolak. Keputusannya sudah bulat untuk tetap menyelesaikan hubungan pernikahan tersebut sesuai dengan kontrak awal.
Sampul Novel Mencari Cinta Sejati
8.7
Anggita Anggraini selalu mendambakan kasih sayang tulus yang menerima dirinya tanpa syarat. Sayangnya, kepedihan dari kegagalan hubungan masa lalu memaksa Gita membangun benteng pertahanan demi melindungi hatinya agar tidak terluka lagi. Kini, ia terjebak dalam trauma mendalam dan skeptisisme yang kuat. Mampukah Gita mengatasi keraguan batinnya, meruntuhkan tembok ego tersebut, dan membuka diri untuk cinta sejati? Simak perjuangan emosional Gita yang penuh liku.
Sampul Novel Menikahi Pria Angkuh
8.3
Akibat pengaruh obat di sebuah pesta, CEO dingin Steve Willson melewati malam intim dengan wanita misterius yang gagal ia kenali. Di tengah pencariannya yang obsesif, sang ibu mendesak Steve untuk lekas membina rumah tangga. Guna menghindari tekanan keluarga, ia pun menawarkan pernikahan kontrak kepada Zira, gadis miskin yang sedang dikejar utang. Akankah kedok Zira sebagai wanita di malam itu terungkap, atau Steve akan terus memburu bayangan masa lalu?