APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kehidupan Malam Mendatangkan Cinta

Kehidupan Malam Mendatangkan Cinta

Demi melunasi utang dan biaya medis ibunya, Maudy terpaksa mengambil pekerjaan misterius berbayar tinggi. Keputusan ini menyeretnya ke dunia malam kota Alka, tempat ia harus bertahan hidup di sebuah lokalisasi. Tak disangka, Maudy justru jatuh cinta pada seorang pria kaya yang ternyata pemilik tempat tersebut. Hubungan asmara mereka pun harus menghadapi berbagai rintangan berat yang tak terduga.
Bab
Bagikan

Bab 2

Fredy Agam.

Nama yang tertera di kartu nama itu. Nama yang asing bagi Maudy, tidak pernah sekali pun dia mendengarkan nama itu.

Maudy langsung memasukkan nomer telepon Fredy di ponselnya dan langsung melakukan panggilan suara.

"Halo"

"Halo, saya Maudy. Wanita yang tadi di restoran. Bisa kita bertemu sekarang?"

"Tentu saja. Dimana kau ingin bertemu?"

"Cafe dekat rumah sakit Baretta" jawab Maudy

"Oke, saya kesana sekarang!"

Tut.

Sambungan selesai. Maudy menarik napas dalam dan menghembuskannya berat. "Semoga ini bisa membantu" ucapnya penuh harap.

Maudy duduk di pojok ruangan cafe. Dia belum memesan minuman apapun, meskipun di liat sinis oleh pelayan disana dia pun tidak peduli.

Menunggu dua puluh menit, Fredy pun tiba. "Sorry saya lama, di jalan macet banget!"

Maudy hanya meresponnya dengan anggukan.

"Tidak pesan minum?"

Maudy menggeleng.

"Atau mau makan?"

Maudy menggeleng lagi.

"Aduh, jangan sungkan sama saya" ucap Fredy terlihat semangat.

Fredy memanggil pelayan. "Keluarkan makanan dan minuman yang rekomendasi disini. Jangan lama"

"Baik, Pak"

Fredy beralih menatap Maudy yang sejak tadi membuang pandangannya keluar cafe. "Ada perlu apa ingin bertemu?"

"Saya membutuhkan uang!" Jawab Maudy to the point sambil menundukkan kepalanya.

"Berapa banyak yang kau butuhkan?"

"200 juta" jawab Maudy.

"Kapan?"

"Minggu depan!"

Fredy mengangguk mengerti, dia mendongakkan kepala Maudy mengunakan jemarinya.

"Jangan menunduk terus. Setidaknya hargai lawan bicaramu"

"Maaf! Saya hanya tidak terlalu nyaman berbicara dengan orang asing"

"Anggap saja aku ini teman mu!" Fredy mengulurkan tangannya, dan Maudy menerimanya.

"Saya bisa memberimu hari ini juga!"

Mata Maudy melotot. "Benarkah? Kenapa kamu bisa baik sekali, sedangkan kita belum pernah bertemu sebelumnya"

Fredy tersenyum. "Saya memang selalu membantu wanita-wanita yang kesusahan, termasuk kamu!"

Maudy terdiam.

"Ada syaratnya jika kamu ingin mendapatkan uang 200 juta dalam waktu satu minggu"

"Apa itu? Saya akan lakukan apapun, asalkan Anda benar-benar memberikan uang itu pada saya!"

"Baiklah, saya akan menjelaskannya nanti. Sekarang nikmati makanan dan minuman lezat ini, saya tahu kamu belum makan seharian ini"

Maudy mengangguk malu. Karena masalah yang dia buat di restoran, sehingga dia tidak diberi makan siang. Bahkan uang pesangon pun tidak, karena dia harus mengganti piring yang dia pecahkan di hari ini.

"Apa syaratnya?" Tanya Maudy di sela-sela makan.

"Kau bersemangat sekali Maudy"

"Aku hanya mau memastikan!"

"Syaratnya sangat mudah, aku yakin kamu akan suka"

"Kamu membuatku penasaran" ungkap Maudy tidak tenang.

"Maaf aku bertanya, apakah kau pernah bercinta sebelumnya?" Tanya Fredy.

Raut wajah Maudy seketika berubah.

"Maaf, ini memang sedikit privasi. Tapi, saya harus tau sebelum saya memberikan uangnya padamu"

"Memangnya apa hubungannya uang dengan aku pernah bercinta atau belum?"

Fredy tersenyum sarkas. "Jadi, kau benar-benar tidak mengerti?"

Maudy menggelengkan kepalanya.

"Astaga, kau ternyata sangat polos. Kau bisa sangat mahal nantinya, bahkan dua ratus juta sangat lah sedikit untuk wanita polos seperti mu"

"Apa maksudmu?"

"Kau akan tau nanti. Nanti malam temui aku di tempat ku, disana aku akan menjelaskan syaratnya"

"Kenapa tidak sekarang saja?"

"Belum waktunya Maudy, bersabarlah. Aku akan mengirimkan gaun ke rumah mu, gunakan itu nanti malam"

"Gaun? Kenapa harus gaun?"

Fredy hanya tersenyum dan berdiri. "Lanjutkan makan mu, saya sudah bayar semuanya. Bungkus juga jika kau mau. Saya tunggu nanti malam, supir ku akan menjemput di rumah mu!"

"Fredy tunggu!" Seru Maudy.

Fredy hanya mengangkat tangannya ke atas dan tetap berjalan keluar meninggalkan kafe. Dengan cepat mobil Fredy meninggalkan parkiran cafe itu.

Maudy kembali terduduk, dia benar-benar tidak mengerti apa maksud dari Fredy. Dia adalah wanita yang sangat polos.

***

Maudy kembali ke rumah sakit, mamanya sudah berada di ruang perawatan. Dengan raut wajah bahagia, Maudy memasuki ruang perawatan dengan paper bag ditangan kanannya. Maudy banyak membungkus makanan dari cafe, Untung saja Fredy sudah membayar semuanya.

"Mama...."

Ibu Latifa menoleh ke arah putrinya sambil tersenyum. Wajahnya terlihat begitu pucat, namun dia berusaha untuk terlihat baik-baik saja di depan Maudy.

"Bagaimana kondisi mama?"

"Mama baik-baik saja sayang, kamu bawa apa?"

"Maudy bawa makanan. Tadi teman Maudy mentraktir banyak sekali"

"Alhamdulillah, itu rejeki kamu sayang"

"Maudy siapkan makanannya, terus kita makan sama-sama ya, Ma?"

"Iya sayang" jawab Ibu Latifa.

Maudy dan Ibu Latifa makan dengan lahap. Meskipun Maudy sering membelikan Mamanya makanan yang enak, namun entah kenapa makan kali ini terasa lebih menyenangkan. Kedekatan di antara keduanya semakin erat.

Tepat di sore hari, Maudy berpamitan untuk pulang ke rumah. Sehingga Ibu Latifa untuk sementara di jaga oleh ponakannya, yaitu sepupu Maudy yang baru saja pulang dari sekolah.

Setibanya Maudy di rumah. Sebuah kotak merah tergelatak di lantai depan pintu. Maudy mengambilnya dan mengintip sedikit isi dalamnya. Sebuah gaun yang benar-benar di kirimkan oleh Fredy. Maudy memasukkannya ke dalam rumah.

Dia langsung membuka kotak itu, gaun berwarna hitam yang terlihat glamor, dan mewah. Terdapat hiasan manik yang begitu elegan. "Seksi sekali" lirih Maudy saat melihat gaun itu tidak memiliki lengan, bahkan bagian dadanya pun terbuka.

"Apa aku harus menggunakan gaun ini nanti malam?"

Maudy di buat pusing kembali. Tak lama ponselnya berdering dan itu adalah panggilan dari Fredy.

"Iya, Fred?"

"Sudah terima gaunnya kan?"

"Sudah, tapi gaunnya terlalu seksi"

"Itu normal Maudy"

"Aku tidak nyaman menggunakan pakaian seseksi itu"

"Nanti juga kamu akan nyaman. Jangan membantah kalau kamu mau dapat uang 200 juta itu"

"Apa kau serius akan memberiku uangnya?"

"Kau ragu?"

"Tentu saja aku ragu!"

"Baiklah, berikan aku rekeningmu, aku akan transfer setengah sekarang!"

"Oke!" Maudy langsung mengirimkan nomer rekeningnya, dia hanya ingin memastikan jika Fredy tidak akan menipunya.

Dalam waktu kurang dari 5 menit, uang 100 juta rupiah masuk ke rekeningnya, membuat Maudy tidak percaya.

"Sudah masuk kan? Sekarang tidak ada alasan lagi untuk kamu menolak apapun yang aku perintahkan!"

"Ba- baiklah, aku akan menuruti apapun yang kamu inginkan!"

"Sampai jumpa nanti malam, dandan yang cantik!"

"Yaa"

Maudy mendudukkan dirinya di atas tempat tidur. Menatap gaun itu sekali lagi dan langsung menghempaskan nya begitu saja ke atas tempat tidur. Maudy menuju ke meja riasnya, dia memeriksa alat make up miliknya yang sudah lama tidak tersentuh, terakhir ia menggunakan make up saat dia bekerja di salah satu bar, namun dia tidak bertahan lama karena selalu ada lelaki hidung belang yang menggodanya.

"Sudah expired semua, bagaimana ini" Maudy membuang seluruh make up miliknya yang sudah tidak bisa di pakai lagi.

Tok.

Tok.

Tok.

Pintu depan terketuk. Maudy menghentikan aktivitasnya dan membuka pintu.

"Ya? Anda cari siapa?"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bagaikan Debu Bertemu Mercusuar
8.2
Pernikahan Velia dan Chris Dirja yang baru berjalan dua tahun diuji oleh sikap kejam sang suami. Chris sengaja membawa perempuan lain ke rumah mereka demi menyiksa perasaan Velia. Dia bahkan menantang istrinya untuk mencoba menjalin hubungan dengan pemuda lain yang lebih berenergi. Namun, permainan mental ini menjadi bumerang ketika Velia benar-benar membuka hatinya untuk pria lain. Saat Chris menyadari luka cakaran baru di pinggang pemuda selingkuhan Velia, kemarahan dan kecemburuannya pun meledak.
Sampul Novel Bukan Pelayan Biasa
8.8
Hari kelulusan Amanda Felicia berubah menjadi duka mendalam saat kedua orang tuanya tewas dalam kecelakaan tragis. Keadaan kian berat ketika Fanny, sahabat karibnya, harus pindah ke luar negeri. Demi bertahan hidup di tengah keterpurukan, Amanda memutuskan bekerja menjadi pelayan di rumah seorang miliarder bernama Alexander Mattew. Sayangnya, Alex yang berhati dingin terus mempersulit pekerjaannya agar ia tidak betah. Sanggupkah Amanda bertahan menghadapi segala tekanan dari majikannya?
Sampul Novel Cinta Untuk Farisa
8.1
Farisa memutuskan pergi ke kota demi memenuhi pesan terakhir sang ibu untuk melacak keberadaan ayahnya. Dalam perjalanannya, ia diselamatkan oleh seorang lelaki yang tulus membantunya. Namun, saat sang ayah berhasil ditemukan, Farisa mendapati kenyataan pahit bahwa posisinya telah diambil alih oleh sosok lain yang mengaku sebagai anak kandung. Di tengah situasi rumit ini, Farisa dihadapkan pada pilihan sulit: merelakan semuanya atau berjuang merebut kembali hak serta pengakuan yang menjadi miliknya.
Sampul Novel Hati Beku yang Tak Dapat Dicairkan Lagi
9.2
Di kamar utama vila Keluarga Andara, Natasha bersiap mengakhiri pernikahan kontraknya yang tersisa satu bulan lagi. Ia bahkan telah merencanakan kematian palsu untuk pergi. Meski ibu mertuanya memohon agar kesepakatan dibatalkan karena sangat menghargai jasa Natasha merawat Varo selama sepuluh tahun dan melahirkan keturunan mereka, Natasha dengan tegas menolak. Keputusannya sudah bulat untuk tetap menyelesaikan hubungan pernikahan tersebut sesuai dengan kontrak awal.
Sampul Novel Mencari Cinta Sejati
8.7
Anggita Anggraini selalu mendambakan kasih sayang tulus yang menerima dirinya tanpa syarat. Sayangnya, kepedihan dari kegagalan hubungan masa lalu memaksa Gita membangun benteng pertahanan demi melindungi hatinya agar tidak terluka lagi. Kini, ia terjebak dalam trauma mendalam dan skeptisisme yang kuat. Mampukah Gita mengatasi keraguan batinnya, meruntuhkan tembok ego tersebut, dan membuka diri untuk cinta sejati? Simak perjuangan emosional Gita yang penuh liku.
Sampul Novel Menikahi Pria Angkuh
8.3
Akibat pengaruh obat di sebuah pesta, CEO dingin Steve Willson melewati malam intim dengan wanita misterius yang gagal ia kenali. Di tengah pencariannya yang obsesif, sang ibu mendesak Steve untuk lekas membina rumah tangga. Guna menghindari tekanan keluarga, ia pun menawarkan pernikahan kontrak kepada Zira, gadis miskin yang sedang dikejar utang. Akankah kedok Zira sebagai wanita di malam itu terungkap, atau Steve akan terus memburu bayangan masa lalu?