APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kecemerlangan Tak Terbelenggu: Menangkap Mata Sang CEO

Kecemerlangan Tak Terbelenggu: Menangkap Mata Sang CEO

Pernikahan karena utang membuat Leanna dikhianati suami dan mertuanya hingga terpaksa bercerai. Namun, perpisahan ini menjadi titik balik. Berbekal harta gono-gini dan kebebasan baru, ia bangkit menunjukkan jati diri aslinya yang luar biasa: peretas genius, pembalap, profesor medis, dan desainer perhiasan top. Gangguan dari simpanan mantan suaminya tak mampu menggoyahkannya. Di tengah pembuktian diri ini, Matthew datang menawarkan diri menjadi pendamping baru baginya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Tyrant? Aaron White, yang duduk di kursi pengemudi, tersentak kaget. Mungkinkah pengemudi Koenigsegg itu benar-benar Tyrant, sosok legendaris yang telah mendominasi dunia balap bawah tanah sebagai juara pertama selama bertahun-tahun?

Bukankah Tyrant menghilang tanpa jejak tiga tahun lalu? Mengapa dia bisa tiba-tiba muncul di Kota Cenwood?

Terlebih lagi, sepertinya pengemudi Koenigsegg yang mewah itu adalah seorang wanita.

Namun, dengan keyakinan yang bergema dalam suara pria yang ada di kursi belakang, Aaron menahan diri untuk tidak mengajukan pertanyaan apa pun. Dia memusatkan perhatian pada kendaraan yang melaju di depan, bertekad untuk tidak kehilangan jejaknya sedetik pun.

Saat menyalip Bugatti, Leanna mencuri pandang ke kaca spion sebelah kiri dan mengerutkan alisnya. Dia mengetukkan earphone Bluetooth-nya, lalu berkata dengan tenang dan tegas, "Sloane, sambungkan ke satelit. Ada Bugatti di belakangku, arah jam delapan. Coba cek siapa pemiliknya."

Meskipun terkejut, Sloane bertindak cepat. Begitu memperoleh informasi tentang mobil itu, dia terkesiap dan berkata, "Mobil itu milik Keluarga Ford. Dia adalah ... Matthew Ford!"

Pupil mata Leanna langsung mengecil.

Suara Sloane mengandung nada panik yang tidak biasa saat dia melanjutkan, "Hei, kapan kamu terlibat dengan pria itu? Kudengar dia baru saja kembali dari Woll Street bulan lalu dan langsung mengubah dinamika kekuasaan di antara keluarga-keluarga lama di Kota Cenwood."

Sloane merasa ragu sejenak sebelum bertanya dengan curiga, "Kamu tidak terlibat dengan urusan Grup Ford, bukan?"

"Berhenti!" Leanna mengetukkan earphone Bluetooth-nya dan berkata dengan pasrah, "Aku tidak seserakah itu. Lagi pula, aku menghabiskan sebagian besar waktuku selama tiga tahun ini di Kota Cenwood. Setiap kali bepergian ke luar negeri, aku harus menciptakan identitas baru untuk menutupi jejakku, dan hal ini benar-benar merepotkan. Apa menurutmu aku begitu menganggur sehingga mencari masalah dengan Grup Ford?"

Menyadari kesalahannya, Sloane segera berkata, "Benar! Ini semua gara-gara Joshua. Jika bukan karena dia, kamu ...."

"Cukup. Bisakah kamu meretas sistem Bugatti itu dari jarak jauh? Jika kita tidak membereskan masalah ini, Matthew akan melihatku menangkap basah Joshua," ucap Leanna sambil melirik ke kaca spion lagi dan mendapati Bugatti itu semakin dekat.

Sloane menjawab dengan cemas, "Aku tidak bisa melakukannya! Mobil itu dijalankan secara manual dan otomatis. Sekadar memutus sistem tidak akan menyelesaikan masalah!"

Ekspresi Leanna menjadi lebih intens. Dia hendak membalas ketika suara Sloane tiba-tiba meninggi saat menambahkan, "Leanna, pelan-pelan! Dua kilometer menuju persimpangan, ada konvoi yang menghadangmu!"

Ketika pemandangan di hadapannya yang sebelumnya tertutup kabut debu berangsur-angsur semakin jelas, Leanna mendecakkan lidahnya dengan jengkel dan berkomentar, "Benar-benar tontonan yang mengagumkan."

Koenigsegg yang melaju kencang itu terpaksa berhenti karena barikade yang membentang dari depan ke belakang.

Leanna mendapati dirinya terpojok karena diapit oleh enam mobil sport berbaris di depannya dan sebuah Bugatti di belakangnya. Bersandar di kursinya, dia mengangkat alisnya dengan penuh minat.

Pengemudi Ferrari terdepan, yang jelas-jelas merupakan pemimpin rombongan, memberi isyarat pada Leanna untuk keluar dari mobil dan berbicara dengannya.

Namun, tatapan Leanna terpaku pada Bugatti yang terpantul di kaca spionnya. Karena jaraknya yang jauh, dia hanya dapat melihat wajah pengemudi mobil itu. Duduk di belakang, sebagian tubuh Matthew tertutup bayangan gelap, tapi jas hitam yang membalut tubuhnya tidak mampu melembutkan auranya yang menakutkan.

Melihat mobil Koenigsegg itu tidak bergerak untuk waktu yang lama, Aaron mengintip ke kursi belakang dan bertanya, "Pak, haruskah kita meminta Jasper untuk memaksanya keluar dari mobil?"

Duduk dengan kaki yang disilangkan, Matthew tanpa sadar memutar-mutar cincin turmalin di jari tengahnya saat menjawab, "Tunggu."

Di balik jendela mobil yang gelap, Matthew seolah bertatapan dengan Leanna yang berada di dalam mobil di depan. Dia tertawa pelan dan berkata, "Bukan Tyrant namanya jika dia langsung tunduk."

Kesabarannya sudah habis, Leanna mengamati situasi di depannya. Tim lawan tampak ragu-ragu dan hanya memberi isyarat satu sama lain, bukannya maju untuk memintanya keluar dari mobil.

"Sloane, apa ada jalan alternatif menuju Teater Sanctity? Aku perlu jalan pintas," ucap Leanna.

Jari-jari Sloane segera bergerak dengan lincah di atas keyboard sebelum menjawab dengan nada khawatir, "Ada satu, tapi kamu masih harus melewati persimpangan ini. Dengan situasi seperti ini, bagaimana mungkin kamu bisa melewatinya?"

"Navigasi rute baru sudah dibuat untukmu, menghemat waktu lima menit ...." Setelah menyalakan sistem navigasi, Leanna duduk tegak, tetap mengaktifkan rem tangan, dan menginjak pedal gas. Deru mesin yang menggelegar membuat ekspresi para pengemudi mobil di depannya berubah.

Seolah menerima sinyal dari Bugatti yang membuntuti di belakang, sang pemimpin rombongan menghentikan upayanya untuk berkomunikasi dan menyuruh para anak buahnya untuk menghampiri Leanna. Karena Leanna tidak bisa diajak berbicara baik-baik, mereka hendak menggunakan kekerasan.

Senyum sinis tersungging di bibir Leanna. Tepat saat orang-orang itu sudah dalam jangkauan lengannya dan hampir menyerempet pintu mobilnya, dia menarik kemudi mobil dan menginjak pedal gas dalam-dalam.

Dia bermanuver di antara deretan mobil itu dengan sudut tajam, meninggalkan celah di belakangnya saat dia melaju kencang di bawah tatapan heran orang-orang yang berada di sekitar sana. "Tidak ada jalan yang tidak bisa kutaklukkan!"

Di ujung lain koneksi Bluetooth, Sloane berteriak kegirangan, tapi kegembiraannya segera berubah menjadi kekhawatiran. "Apa Matthew akan menaruh dendam pada kita karena telah menerobos barikadenya?"

Leanna mencibir, "Dia dulu yang mengepung dan mengejarku. Lagi pula, musuhku sudah cukup banyak, bertambah satu tidak ada bedanya."

Deru mobil sport Leanna masih terngiang di udara cukup lama setelah dia melarikan diri dari sana. Sekembalinya di kantor, Jasper Todd masih terguncang saat menghadapi Matthew. "Pak, maafkan saya. Saya gagal menghentikan Tyrant. Saya pantas menerima hukuman."

Berdiri di samping jendela kaca besar setinggi langit-langit, Matthew mengamati Kota Cenwood dari titik tertinggi dan matanya terpaku pada sebuah bangunan. "Apa Koenigsegg itu ada hubungannya dengan Grup Griffiths?"

Aaron segera menavigasi tabletnya dan menjawab tanpa ragu, "Menurut informasi kendaraan, mobil itu dibeli tiga tahun lalu dan paling sering digunakan oleh Joshua dan ayahnya."

Aaron berhenti sejenak sebelum melanjutkan, "Sepertinya yang mengendarai mobil itu hari ini adalah istri Joshua, Leanna. Tapi mustahil jika dia adalah Tyrant."

Sebelum Aaron bisa menjelaskan lebih lanjut, Jasper memotong, "Mustahil! Bukankah kamu juga berada di tempat kejadian pada saat itu? Lihat bagaimana mobil itu bisa melesat keluar dari barikade kita? Jika dia bukan Tyrant, katakan padaku, siapa lagi yang bisa melakukan hal seperti itu? Dia pasti Tyrant!"

Aaron menelusuri data lagi sebelum melanjutkan dengan raut wajah tegang, "Menurut catatan ini, Leanna hanyalah putri seorang pemilik perusahaan produksi film sederhana. Setelah ibunya mati muda dan ayahnya menikah lagi, dia terpaksa putus sekolah dan pindah ke kota lain untuk mengikuti keluarga barunya, bersama kedua adik tirinya. Bagaimana mungkin dia bisa mengikuti balapan di Gunung Nolis, apa lagi menjuarai balapan tersebut?"

Tidak bisa membantah Aaron, Jasper tanpa sadar mengalihkan pandangannya ke arah Matthew.

Matthew, yang bertubuh tinggi besar dan berwibawa, menguasai ruangan hanya dengan kehadirannya.

Memainkan jam tangan Patek Philippe yang melingkar di pergelangan tangannya, Matthew tertawa pelan, membuat Jasper dan Aaron merinding sampai ke tulang. Sambil tersenyum licik, dia mengusulkan, "Kirimkan undangan tambahan pada Keluarga Griffith untuk acara amal minggu depan."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Calamity Of Love
9.4
Camilio Danielle Osvaldo, pemuda ber-IQ 150 berprestasi militer tinggi, terpuruk akibat patah hati mendalam. Di tengah keputusasaan, Mike menawarinya bergabung dengan sindikat mafia global, Black Nostra. Walau sempat menolak demi hati nurani, keteguhan Camilio runtuh saat menyaksikan solidaritas luar biasa di kelompok tersebut. Di balik dunia kriminal yang keras, ia justru menemukan kehangatan sebuah keluarga yang tak pernah ia duga sebelumnya.
Sampul Novel Cinta yang Luruh Bersama Cahaya Terakhir
8.0
Saat menjalani pengambilan sel telur ketiga untuk bayi tabung, sang istri harus berjuang sendiri karena suaminya, Johannes, beralasan lembur. Tengah malam, ia terbangun dengan tubuh membengkak parah dan kesulitan bernapas. Dalam kondisi kritis, ia menghubungi Johannes. Namun, teleponnya justru diangkat wanita asing bersuara mesra. Keadaan kian mencekam saat terdengar suara cambukan dan erangan sebelum panggilan terputus, mengungkap misteri kelam di balik pernikahan mereka.
Sampul Novel Dia Bukan Suamiku
9.2
Lewat perjodohan, Shafa mendambakan pernikahan penuh kasih dan kesetiaan dari Alby. Alby awalnya terlihat begitu mencintai Shafa, namun di balik kemanisannya, ia menyembunyikan pengkhianatan menyakitkan. Kepercayaan Shafa pun hancur lebur. Meski telah berupaya memaafkan demi rasa cintanya, Shafa justru kian tenggelam dalam kepedihan mendalam. Di tengah kehancuran rumah tangga mereka, mampukah Alby kembali merebut hati Shafa dan meraih akhir yang bahagia?
Sampul Novel Kontrak Cinta Dengan Iblis
9.6
Niat baik Aluna menyelamatkan seorang pria yang ingin mengakhiri hidupnya berujung pada takdir tak terduga. Sosok yang ia tolong ternyata adalah Denias, iblis yang menyamar jadi manusia demi menguasai Negeri Barat. Aluna yang tidak curiga pun menyetujui kontrak rahasia yang ditawarkan Denias. Namun, keputusan itu justru membawa mereka pada petualangan yang menyingkap misteri besar masa lalu Aluna. Rahasia kelam apa yang sebenarnya tersembunyi di balik kesepakatan ini?
Sampul Novel Ku hancurkan rumah tanggaku
8.6
Demi mempertahankan pernikahan hasil perjodohan, aku selalu berusaha sabar dan memaafkan segala kesalahan suamiku. Namun, perselingkuhan yang dia lakukan menjadi batas akhir pertahananku. Pengkhianatan ini tidak akan pernah kumaafkan. Kini, rasa setiaku telah sirna, berganti menjadi ambisi kuat untuk membalas dendam. Aku bertekad membuatnya merasakan penyesalan terdalam karena telah menghancurkan kepercayaan dan menodai janji suci pernikahan kami.
Sampul Novel Nilakandi
9.6
Enam tahun lamanya, Diwana tersiksa oleh mimpi berulang tentang gadis bergaun biru beraroma harum dan berlonceng, yang tak boleh ia sentuh atau ajak bicara karena aturan gaib. Batas antara khayalan dan kenyataan runtuh saat ia bertemu Nilakandi, sosok nyata yang sangat mirip dengan perempuan dalam tidurnya. Pertemuan ini perlahan menyingkap rahasia besar serta takdir misterius yang selama ini menyelubungi kehidupan Diwana.