APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kau Adalah Obatku

Kau Adalah Obatku

Gathering kantor di pemandian air panas pegunungan berubah rumit saat akses jalan pulang tertutup, memaksa semua orang menginap. Bagi sang protagonis, ini pertama kalinya ia bermalam di luar, memicu kepanikan karena kondisi fisik khususnya yang rahasia tak sengaja diketahui orang lain. Terdesak, ia terpaksa meminta bantuan kepada rekan kerja pria yang paling pendiam. Namun, keputusan tersebut justru menyeretnya masuk ke dalam jebakan tak terduga yang sulit ia hindari bersama pria itu.
Bab
Bagikan

Bab 3

Aku tidak boleh menimbulkan suara terlalu besar. Kalau sampai membangunkan rekan kerja di tenda lain, aku tidak akan bisa menjelaskan apa pun.

Aku menggertakkan gigi, lalu meraih pinggang Dimas untuk menopang diri dan berdiri.

Itu adalah pertama kalinya aku begitu dekat dengan tubuh seorang pria.

Aku sudah tidak bisa peduli dengan payudaraku yang besar, menyentuh dari pinggangnya hingga perutnya.

Aku menempel padanya untuk menopang tubuhku sendiri, otakku nyaris kosong.

Dimas menopangku, membantu berjalan hingga ke bangku batu di tepi pemandian air panas.

Setelah duduk, aku berusaha keras mendorongnya menjauh.

Namun reaksi tubuh yang terus datang membuatku sama sekali tak punya tenaga lagi.

Tiba-tiba, aku mendengar desahan samar dari sebuah tenda tak jauh di belakangku.

Aku memegangi dahiku, dan dalam hati berpikir, 'Gawat.'

Baru saja aku sedikit tenang, tapi justru pada saat seperti ini…

Kakak bagian keuangan dan suaminya mulai ‘olahraga’.

Dimas menatapku sekilas, lalu menarikku bersembunyi di balik semak-semak tak jauh dari situ.

Di bawah cahaya bintang yang berkelap-kelip, aku menatap melalui rimbunan semak. Kakak bagian keuangan sedang menungging bokong di atas batu tempat Dimas dan aku baru saja duduk.

Kakak ipar sedang menusuknya dari belakang, dan Kakak berusaha sekuat tenaga menahan desahannya.

Adegan ini seperti rantai pemikat jiwa yang membelitku erat, mencekikku dengan kuat.

Tubuhku yang baru saja sedikit tenang kembali bereaksi hebat.

Aku dan Dimas bersembunyi di balik semak-semak, tak berani mengeluarkan suara sedikit pun.

Aroma khas dari tubuhnya sudah tertanam dalam-dalam di benakku.

Tidak, ini tak bisa terus berlanjut.

Aku memohon kepada kakak keuangan dan suaminya untuk segera menyelesaikannya.

Namun suaminya sangat bertahan lama.

Aku perlahan merasakan panas yang memancar dari tubuh Dimas.

Aku mencapai klimaksku sekali lagi, tanpa peringatan.

Tak sadar mengeluarkan suara.

Lengan panjang Dimas melingkari belakang kepalaku dan menutupi mulutku.

"Mmm..."

Aku menarik napas dalam-dalam.

Hampir seluruh tubuhku terkurung dalam pelukannya.

Detak jantungnya, otot-otot di dadanya, menciptakan hasrat yang nyata di benakku.

"Ssst..." Dimas memberi isyarat agar aku diam.

Aku mengangguk lemah, dan tak lama kemudian aku mulai gemetar dalam pelukannya.

Di bawah sinar bulan, Dimas melihat mataku yang linglung.

Teringat bagaimana ia tak sengaja melihat celana dalamku yang basah kuyup tadi.

Ia mengerti.

Aku berusaha mati-matian untuk melepaskan diri dari cengkraman Dimas, tetapi aku takut ketahuan oleh kakak keuangan itu.

Tubuhku meronta, mendorongku mencapai klimaks berkali-kali.

Di bawah rangsangan yang begitu kuat ini, aku hampir pingsan.

Tak tahu sudah berapa lama, kakak keuangan dan suaminya akhirnya kembali ke tenda dengan wajah puas.

Dimas akhirnya melepaskan tangannya yang menutup mulutku.

Aku terengah-engah mengatur napas.

Seharusnya aku segera menjauh darinya.

Tapi saat ini, pikiranku dipenuhi olehnya. Aku tidak mau, dan juga tak punya tenaga untuk meninggalkan sisinya.

"Rina, apa kamu mau melakukan itu?"

Terkejut oleh pertanyaan Dimas, aku buru-buru melepaskan diri dari pelukannya.

Namun, aku tak sengaja menyentuh area sensitifnya yang keras.

Tanpa menyentuhnya pun, aku bisa merasakan ukurannya yang luar biasa.

"A... a... a... aku nggak mau." Aku tergagap, buru-buru menyangkalnya.

Dimas mengerutkan kening. Tanpa sepatah kata pun, dia memasukkan tangannya ke dalam rokku.

"Benarkah?" Suaranya yang dalam, dengan sedikit nada tinggi, terus-menerus membangkitkan gairahku.

Jari-jarinya yang kasar menelusuri kulitku inci demi inci.

Setiap inci kulit yang disentuhnya terasa seperti terbakar.

Tanpa sadar aku menekuk kakiku.

Tapi Dimas dengan paksa membukanya.

Jari-jarinya pertama-tama menyentuh lembut celana dalamku.

Aku merasa seperti tersengat listrik.

Semua indraku terangsang. Gatal, di hatiku gatal, bahkan di sana lebih gatal.

Aku mendorongnya menjauh, namun jauh di lubuk hatiku, aku menginginkannya.

Tanpa sadar aku menggenggam erat kemeja Dimas sambil terengah-engah.

"Mmm... Kak Dimas..." Desahan mulai terdengar dari mulutku, yang terdengar begitu asing bagiku.

Hatiku semakin menderita. Aku ingin dia masuk lebih dalam, namun aku bimbang dan ingin menolak.

Malaikat dan iblis berputar-putar dalam pikiranku, hampir saja membuatku gila.

Tiba-tiba, Dimas dengan cepat mengaitkan ujung celana dalamku dan menyelipkan jarinya ke dalam.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Istri Bayaran
9.8
Demi keluar dari situasi pelik yang menjepit hidupnya, seorang wanita nekat menjalin kesepakatan dengan Alister Bagaskara. Pria dewasa tersebut menjadi satu-satunya sosok yang mampu menolongnya. Sebagai ganti atas bantuan itu, ia menawarkan diri untuk dinikahi. Pernikahan tanpa cinta ini pun terpaksa dijalani demi bertahan hidup. Kini, ia harus mengarungi bahtera rumah tangga dan berbagi hari bersama Alister, pria asing yang kini resmi menjadi suaminya.
Sampul Novel Dari Saingan Menjadi Ipar
9.8
Josie Watson kembali menuntut cerai dari Laurence Andrews untuk ke-99 kalinya. Bukannya peduli, Laurence malah mengusir Josie dari mobil demi menerima telepon dari sang mantan, Rosalie Harris. Laurence terus meremehkan Josie dan yakin istrinya tidak akan pernah pergi. Namun, ia tidak sadar bahwa kesabaran Josie telah habis akibat terus diabaikan. Di saat yang sama, saudara laki-laki Rosalie diam-diam terus mendesak Josie agar segera bercerai dan pergi dari negara itu selamanya.
Sampul Novel Gadis Bucin Dan Cowok Dingin
8.3
Logika kerap kali buta karena asmara, menyisakan luka mendalam di dalam dada. Walau diwarnai kepedihan dan obsesi, perasaan ini rupanya menyimpan kekuatan misterius. Siapa sangka, kasih sayang justru hadir sebagai obat paling mujarab untuk memulihkan duka? Kisah ini mengulas bagaimana keajaiban sebuah rasa mampu menyentuh relung jiwa terdalam, sekaligus mengubah penderitaan menjadi kebahagiaan yang nyata bagi mereka yang merasakannya.
Sampul Novel Gairah Sahabat Suami
7.8
Dua tahun menikah, Nay dirundung kesedihan karena belum dikaruniai anak. Kondisi ini diperparah oleh sikap dingin suaminya yang jarang memberikan kehangatan fisik. Guna mengusir sepi, ia pun fokus merintis bisnis kue. Namun, hidupnya berubah total setelah takdir mempertemukannya dengan Alex. Sebuah drama romansa dewasa yang menyoroti perjuangan seorang wanita dalam mencari kebahagiaan sejati di tengah badai pernikahan yang hampa.
Sampul Novel Godaan Bini Orang
8.7
Masa lalu kelam kini mengancam pernikahan bahagia Rhido dan Lisda. Kehamilan sang istri diwarnai teror mistis yang menyakitkan setiap kali mereka bermesraan. Bertekad setia, Rhido menahan diri hingga tuntutan kerja mengirimnya ke pedalaman Jawa dan Kalimantan. Di tengah perjalanan, berbagai godaan hasrat menguji imannya. Mampukah mantan berandalan ini bertahan, ataukah kutukan masa lalu akan menghancurkan keselamatan istri dan calon bayinya?
Sampul Novel Ketagihan Menjadi Penguntit
8.7
Berawal dari tatapan misterius di dalam kendaraan umum, hidup seorang wanita berubah ketika ia menyadari dirinya sedang diawasi oleh seorang pria asing. Tanpa disadari, setiap keputusan yang diambil justru menuntunnya lebih dalam ke dalam skenario yang telah dipersiapkan dengan matang. Setiap langkah yang ia tempuh membawanya masuk ke dalam perangkap yang tak kasat mata. Kisah romansa modern penuh misteri ini mengupas batas tipis antara obsesi, rasa penasaran, dan bahaya yang mengintai.