APKDock Logo
Sampul Novel Gairah Sahabat Suami

Gairah Sahabat Suami

7.8 / 10.0
Dua tahun menikah, Nay dirundung kesedihan karena belum dikaruniai anak. Kondisi ini diperparah oleh sikap dingin suaminya yang jarang memberikan kehangatan fisik. Guna mengusir sepi, ia pun fokus merintis bisnis kue. Namun, hidupnya berubah total setelah takdir mempertemukannya dengan Alex. Sebuah drama romansa dewasa yang menyoroti perjuangan seorang wanita dalam mencari kebahagiaan sejati di tengah badai pernikahan yang hampa.

Gairah Sahabat Suami Bab 1

“Ahh ahh, yess Lex … disitu, enak banget Lex, aahh ahh!” seorang gadis sedang berada diatas meja kerja dengan kondisi selangkangannya terbuka dengan lebar. Dia sedang menikmati setiap momen jilatan dan hisapan di dalam lembahnya.

Laki—laki itu sedang jongkok dan mengaduk—aduk isi lembah si gadis hingga tubuhnya melenjing penuh dengan desahan kenikmatan.

“Uhgg Siska enak bangett lembah kamu, aku suka yang seperti ini …,” ucap laki-laki tadi. Dia berdiri dan segera membuka sarang burungnya yang sudah tak tahan semenjak tadi ingin dilepaskan. Burung perkututnya sudah berdiri tegak dan mengeras. Besar dan panjang.

“Ayo Lex … masukin aja. Aku udah nggak tahan. Ini hadiah untuk kamu, sayang!” desah si gadis sambil dengan sendirinya meremas dua gunungnya yang sudah terbuka dengan sangat indah. Siska sudah menelan air liurnya saat melihat burung perkutut Alex yang keluar dari sangkar. Dia sudah tak sabar ingin merasakan keperkasaan sang burung saat menggagahi tubuhnya.

“Dasar, Siska genit. Bilang hadiah apaan, aku kan udah sering masuk ke lembahmu,” kekehnya dan blush burung perkutut perkasa itu sudah masuk ke sarangnya dengan dalam. Menggoyangnya maju mundur hingga desahannya memenuhi ruangan.

"Ahhh ummh Lex nikmat banget, goyangan kamu memang nggak ada duanya. You're the best bangett, Lex ahh hmm! Yess fuck me yang dalam, Lex ...." Rancu Siska makin menggila ketika hujaman itu keras mengaduk-ngaduk lembahnya. Ganas dan benar-benar liar. Membuatnya melenjing tak karauan.

Alex Marcus, laki laki bertubuh besar dan berdada bidang bagai roti sobek itu tidak memperdulikan rancu dan desahan Siska yang menggila karena burung perkututnya, dia hanya fokus menghujani benda tumpulnya di lembah Siska. Dia ingin segera mencapai puncak kenikmatan agar bisa segera menuntaskan kegiatan panasnya siang ini.

“Alex umm ahh ... enak banget, Lex. Lebih kencang, Lex. Aku udah nggak tahan lagi mau keluar!" desak Siska.

Dan keduanya melengking. Mendesah. Mengerang. Kedua jemari mereka direkatkan dengan erat. Berhenti sejenak dari gempuran. Merasakan nikmat dari tetesan cairan yang keluar dan kedutan nikmat dari keduanya.

"Nih, Sis, jangan lupa diminum. Sorry tadi aku kebablasan!" Alex melemparkan sekotak obat pencegah kehamilan pada Siska setelah mereka melaksanakan pertempuran panasnya siang ini.

"Hehehehe, iya, nggak apa-apa, Lex, tadi aku juga yang salah, minta buru-buru," Siska berbicara sambil merapikan kembali bajunya. Dia mengambil obat pencegahan kehamilan yang diberikan Alex dan tanpa ragu meminumnya didepan laki-laki itu.

"Jadi, kapan lagi kita akan melakukannya, Lex? Aku selalu nggak sabar menunggu giliran kamu memanggil ke ruanganmu ini," ucap Siska bergelayut manja di lengan kekar bosnya.

"Nantilah aku kabarin lagi. Aku mau ada meeting siang ini," Alex melirik jam tangannya.

Alex tidak menyadari dari balik pintu yang sengaja tidak ditutup rapat, sepasang mata sedang menatap mereka. Beberapa kali dia menelan air liurnya saat burung perkutut tadi bergerak maju mundur dengan ganas di sarang Siska. Sampai dia tidak sadar apa yang sedang dipegangnya jatuh ke lantai.

Brukk! Suara itu mengganggunya dan dia berjalan menghampiri pintu. Alex melihat satu buah kue dengan full cream yang berserakan di lantai. Saat Alex melihat ke sekeliling, tak ada siapapun. Dia tersenyum.

“Rupanya ada kucing nakal yang mengintip. Lihat saja, aku akan beri pelajaran yang tak terlupakan untuk kucing tersebut.” Alex meraih ponselnya dan menelpon seseorang.

"Iya, Lex, ada apa?" Suara seorang pria menyahut dari seberang sana.

"Bini lo jadi nggak sih nganter kue, Ar?" ucapnya.

"Loh, emangnya dia belum sampai, Lex? Tadi, dia bilang sama gue lagi dijalan ke tempat lo. Tumben banget. Apa dia kena macet dijalan ya. Emang acaranya udah mendesak, bro? Coba nanti gue telpon dia sebentar," sahut Arya. Alex tersenyum, sekarang dia yakin akan sesuatu hal.

"Owh, nggak usah lo telpon bro, mungkin dia memang kena macet dan sebentar lagi sampai. Ehm, by the way, gue udah lama nggak mampir ke rumah lo, trus emangnya elo nggak berencana ngasih hadiah sama gue?" desak Alex.

"Ya ampun, bro. Umur lo udah tua kali, masa masih mau minta kado sama gue kayak anak kecil aja lo!" Suara di seberang telpon terdengar bergerutu.

"Cuihh pelit amat sih lo, Ar. Gue ini kan teman seperjuangan dan setali tiga uang sama elo. Masa kado kecil aja lo nggak siapin buat gue sih?” suara Alex terdengar memaksa saat meminta kado pada Arya.

"Ya udah, lo datang aja deh ke rumah nanti malam. Gue yang traktir lo, lo tinggal bawa diri aja ke rumah!" Alex tersenyum saat mendengar permintaannya disetujuin sama Arya.

"Nah, gitu dong. Nggak gitu juga, Ar, nantilah gue juga bawa sesuatu yang spesial kesana. Kita udah lama nggak minum bareng kan?" celetuk Alex.

"Hahahaha, sialan lo. Gue udah lama nggak minum. Gue udah tobat, Lex. Lo janganlah ngajarin gue sesat lagi. Lo tau sendiri kan sejak gue kawin, gue udah tinggalin itu semua. Gue sayang sama bini gue, Lex," ucap Arya setengah terkekeh.

"Heh, pengecualian kali. Setaun sekali juga belum tentu gue minta. Ini hari kan ultah gue, nggak apa-apalah kalo lo minum sedikit. Lagian kalo elo mabok kan di rumah dan udah ada pelampiasannya," Kekeh Alex tetap berusaha membujuk Arya untuk memperbolehkan bawa minuman nanti malam ke rumahnya.

"Ya udah lo bawa aja deh. Jangan bawa banyak-banyak!" Akhirnya Arya menyerah dengan keinginan Alex. Atau memang Arya yang nggak pernah bisa menolak keinginan Alex.

"Beres. Kita mabok sampai pagi ya. Hahahaha, lagian besok weekend bro. Lo lupa?" Alex tetap ngomporin temannya.

"Sialan lo, Lex. Kalo soal begituan lo gercep banget!"

"Udahlah, nggak apa-apa kali. Apa lo sejak kawin jadi suami suami takut bini?" ledek Alex.

"Gila lo ya, nggak-lah. Gini-gini dimata bini gue, gue tuh lakinya yang baik dan alim. Pokoknya lo nggak usah terus ngerayu gue pake alasan ini itu. Lo datang aja, cuma mungkin gue datang agak telat, lo nggak apa-apa kan kalo tunggu gue?" Alex tersenyum puas kembali saat diberitahu Arya i nanti malam akan pulang telat.

"Oke oke. Gue nungguin lo sampe pulang. Jangan malem banget nanti gue malah molor di rumah lo!"

"Ya, nggak apa-apa kali kalo lo molor di rumah gue. Kita juga udah lama nggak ketemu dan ngobrol. Nginep-lah sesekali di rumah gue. Tenang aja, gue masih ada satu kamar kosong!" Tawar Arya.

"Oke, kalo gitu gue nginep deh di rumah lo!" Bak gayung bersambut, Alex memang menginginkan hal itu.

"Sip. Datang aja langsung ke rumah gue, alamatnya nanti gue kirim."

Setelah berkata seperti tadi, telpon mereka terputus. Dan tak lama Setelah Arya mengirimkan alamat rumahnya.

“Hehehe, kucing nakal. Kita akan segera bertemu. Aku sudah nggak sabar buat ngeliat wajah kucing nakal dan usil yang suka mengintip kayak kamu. Kamu, harus bisa jadi hadiah untukku, apapun itu, aku pasti akan mendapatkannya.”

Lanjut Membaca

Daftar Isi Gairah Sahabat Suami

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Dilema Cinta Penuh Nikmat
9.8
Endah nekat mengabaikan statusnya sebagai tunangan orang lain demi semalam bersama Aslan, lelaki yang sangat dicintainya. Didorong hasrat mendalam, ia menyerahkan diri sepenuhnya pada pelukan hangat Aslan di dalam kamar. Walau masih sangat minim pengalaman, gairah Endah tetap berkobar saat membalas sentuhan mesra Aslan. Meski harus merasakan perih di tengah desah napas yang memburu, ia tetap memilih pasrah menikmati momen intim tersebut demi memuaskan dahaga cintanya.
Sampul Novel Gadis Kesayangan Tuan Muda
9.2
Demi melunasi utang sang ayah, Syaqila Ayu Purnama terpaksa menjadi tunangan Aditya Garrett. Gadis remaja ini kini hidup bergelimang kemewahan dan bersekolah di tempat elit, meski ia membenci takdirnya. Di balik itu semua, Aditya yang berusia 23 tahun sengaja memanfaatkan situasi ini karena sudah lama memendam rasa pada Syaqila. Ia terus memanjakannya, namun usahanya diuji oleh kehadiran para pria muda lain yang lebih tampan. Akankah Aditya berhasil memikat hati Syaqila?
Sampul Novel I Choose The Villain Crown Prince
8.6
Seorang pembunuh bayaran terlahir kembali sebagai Athea Dominic, putri bangsawan klan Api yang dibenci. Usai tewas tragis akibat mencintai Pangeran Alexander di masa lalu, ia bangkit menjadi prajurit elite demi membalas dendam atas pembantaian keluarganya. Athea lalu bersekutu dengan Azrael, sosok misterius yang merupakan Putra Mahkota Klan Api. Bersama-sama, mereka berjuang merebut takhta dari pangeran kejam itu demi menuntut keadilan bagi klan mereka.
Sampul Novel Istri Kedua Om Tampan
9.2
Kehidupan Annabelle sebagai biduan orgen tunggal dan penari striptis memicu rasa penasaran Samuel. Demi kestabilan finansial, Annabelle sempat ditawari pekerjaan tetap di sebuah karaoke mewah. Namun, ia menolaknya karena tidak menyukai jadwal yang mengikat dan lebih memilih kebebasan bekerja sesekali. Ketertarikan Samuel kian mendalam hingga ia menanyakan tarif layanan Annabelle, lalu mengajukan penawaran khusus untuk menyewanya selama dua belas jam penuh.
Sampul Novel PROMISE (Janji Cinta di SMA)
8.0
Sejak SMA, Chelia memendam cinta pada Varo. Kisah mereka tertunda akibat penolakan sebuah kado jam tangan. Varo berjanji akan menerima hadiah itu jika mereka bersua kembali empat tahun lagi. Namun, takdir justru mempertemukan mereka sebagai kakak dan adik ipar. Di tengah perasaan yang masih membara, Chelia dipaksa mengubur rapat cintanya demi keutuhan keluarga. Sanggupkah ia merelakan sosok pria yang telah sekian lama ia nantikan kehadirannya?
Sampul Novel Wanita Penggoda
8.2
Demi mengangkat derajat keluarganya dari jerat kemiskinan, Wulandari nekat merantau ke Jakarta. Ia tak tahan lagi melihat orang tuanya terus dihina dan dicaci maki oleh warga desa. Dengan tekad baja, gadis desa ini siap bekerja keras mengubah nasib ekonomi mereka di ibu kota. Namun, perjuangan tidaklah mudah. Sanggupkah ia bertahan menghadapi kerasnya kehidupan kota metropolitan demi membungkam kesombongan orang-orang yang selalu meremehkan keluarganya?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan