APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Karma Terbalut Cinta

Karma Terbalut Cinta

Airin Zafira sukses membangun bisnis perhotelan, tetapi ia menyimpan rahasia kelam dari masa lalunya. Akibat masa lalu itu, putrinya yang cerdas, Sandrina Ayu Dewi, tumbuh kurang kasih sayang di luar negeri bersama sang nenek. Begitu kembali ke Indonesia, Sandrina berpapasan dengan pria dewasa yang membawa malapetaka besar bagi mereka. Hubungan ibu dan anak ini pun diuji saat karma serta luka lama kembali membayangi kehidupan modern mereka.
Bab
Bagikan

Bab 3

Pernikahan berjalan secara sederhana dan hanya dihadiri oleh orang terdekat saja. Ibuku sangat terkejut dengan keputusanku yang mendadak ini. Beliau sempat menolak karena tak percaya aku mau jadi istri kedua laki-laki yang usianya lebih pantas jadi ayahku saja.

Akan tetapi semua penjelasanku tentang sakit kanker yang diderita ibu Sanjaya dan kuliah lanjutan yang ku cita-citakan itu mampu meluluhkan hati ibuku. Hanya Kartika saja dan pak Andy yang menghadiri pernikahanku itu pun aku meminta mereka untuk merahasiakannya sementara waktu paling tidak sampai aku kembali dari luar negeri kelak.

Aku dan ibu diboyong keluarga Sanjaya ke rumahnya yang besar. Semua asisten rumah tangga menaruh hormat yang sama seperti mereka menghormati ibu Sanjaya. Di malam pertama itu aku melihat kasih sayang antara suami istri yang baru saja mengambilku sebagai madunya.

Ibu Sanjaya kelelahan karena ikut mengurus proses pernikahan kami sehingga kesehatannya menurun. Dengan telaten pak Sanjaya mengurus istrinya dengan penuh kasih sayang. Aku membantu membersihkan tubuhnya dan menggantikan bajunya.

“Istirahatlah Mas, aku sudah mendingan. Malam ini kamu tidur dengan Airin yaa.” Ibu Sanjaya tersenyum manis kepada suaminya seakan tak ada beban baginya di poligami ini. Aku terharu dan seketika berlutut di depan ibu Sanjaya, menopang kepalaku di lututnya dan menangis tersedu.

“Eeeh… kamu kenapa Airin? Kenapa jadi nangis begini?” ibu Sanjaya terlihat sedikit cemas, tanpa riasan wajah ibu Sanjaya terlihat lebih tua dan lelah.

“Terima kasih atas kebaikan Ibu kepada saya, jika tidak terjadi pernikahan ini mungkin saya sudah mati.”

Aku kembali tergugu di atas pakaian tidur halus berwarna putih tulang yang dikenakan ibu Sanjaya.

“Lupakanlah perlahan kejadian buruk di masa lalumu Airin. Sekarang kamu adalah nonya muda tuan Sanjaya. Percayalah, bapak itu laki-laki yang baik, lembut, tak pernah dia menyakiti hatiku dan aku yakin bapak juga akan berlaku hal yang sama untukmu. Jadilah istri yang baik untuk bapak yaa Airin.”

Aku mengangguk, tangannya yang lemah memegang kedua bahuku dan memintaku berdiri.

“Bersikaplah lemah lembut kepada bapak, dengarkan keluh kesahnya jadilah sandaran bapak jika nanti aku sudah pergi lebih dahulu. Tetapi di luar sana jadilah wanita yang tangguh, perkasa dan disegani. Lakukan itu untukku yaa Airin?” masih dengan senyumnya yang teduh ibu Sanjaya menatapku dengan penuh harap. Air mataku sekali lagi jatuh, aku melihat nyata sosok malaikat dalam diri ibu Sanjaya.

Tatapanku berkeliling dalam kamar yang dipersiapkan untukku. Benar-benar kamar pengantin dengan dekorasi bunga yang cantik. Aku terduduk di lantai kamar menyaksikan ini semua, kembali merasakan sakit di balik dadaku. Walaupun kamar ini indah seperti dalam dongeng, bukan tapi ini bukan malam pertama yang kudambakan.

“Tenangkan dirimu Airin, Bapak paham dengan situasimu. Ayo, berdirilah.” Pak Sanjaya membimbingku untuk duduk di tempat tidur yang bertabur kelopak bunga.

“Bapak tidak akan melakukan hal itu meski Bapak sudah resmi jadi suami kamu. Bapak tidak akan menambah beban kamu, jadi lupakan hal itu. Bapak melakukan ini demi memenuhi permintaan ibu juga. Bapak ingin melihat ibu tenang menghadapi penyakitnya.” Pak Sanjaya mengelus kepalaku dengan penuh kasih. Sifat pengayomnya begitu terasa dan seketika membuat hatiku tenang.

“Maafkan sikap saya Pak, saya akan berusaha untuk mengendalikan diri saya.” Dengan sekuat tenaga aku menahan perasaan dan traumaku.

“Kau tahu Airin, baru kali ini Bapak tidur terpisah dengan ibu, meski kami bertengkar hebat kami tetap tidur seranjang tapi saling memunggungi he he he …,” pak Sanjaya tertawa kecil. Lalu beliau mengambil satu bantal.

“Kau tidurlah yang nyenyak, biar Bapak tidur di sofa saja.” Pak Sanjaya kemudian berbaring dan menutup matanya. Perlahan aku merebahkan tubuhku dan berharap esok adalah permulaan yang baik untuk hidup baruku.

Kami berkumpul di meja makan untuk sarapan bersama, bahkan mba Tias asisten pribadi ibu Sanjaya juga turut hadir. Tampaknya ada hal yang penting sehingga pagi-pagi mba Tias datang ke rumah ini.

“Tias, tolong bantu Airin berpakaian yaa, pilihkan dia pakaian yang sesuai, aku ingin mengumumkannya menjadi Assistant General Manager siang ini.”

Aku nyaris tersedak makananku, itu adalah posisi yang jauh di atas sana dibanding posisiku sekarang sebagai bawahan Food And Beverage Manager.

“Maaf Bu, apa ini tidak terlalu cepat?” tanyaku hati-hati.

“Tidak Airin, kamu harus mulai belajar dari sekarang karena jika aku sudah tidak ada nanti maka kamu yang akan menjadi General Manager Sanjaya Hotel.”

“Tapi bukankah Bapak…,” aku menjeda kalimatku, aku melirik ke arah pak Sanjaya yang tengah santai membaca Koran.

“Bapak tetap akan membantumu Airin, tapi bisnis kontruksi Bapak sedang menyedot perhatian Bapak ke sana . kamu gak bakal sendiri, ada mba Tias dan Andy yang akan mendampingi kamu.”

Akhirnya aku menurut saja, perkuliahan pun masih ada beberapa bulan lagi untuk menunggu terbuka.

Aku mendorong kursi roda ibu Sanjaya menuju ruang rapat diikuti mba Tias dan pak Andy. Semua mata tertuju padaku yang menghilang selama dua pekan lalu muncul bersama ibu Sanjaya. Aku memilih blazer dan celana panjang berwarna hitam, entah mengapa sejak kejadian itu aku enggan menggunakan rok lagi. Aku lebih percaya diri dengan celana panjang pipa ini. Mba Tias bahkan memanggil juru rias ibu Sanjaya juga untuk merias diriku dan hasilnya banyak yang tidak percaya kalau yang sedang bersama ibu Sanjaya itu aku.

Dadaku bergemuruh melihat sosok laki-laki itu tengah duduk santai menunggu rapat internal dimulai, Ariel … Ariel Rivaldo. Hanya butuh waktu sebentar saja semua Manager mulai dari controller, Plant, executive house keeper, HRD, Recreation Director, Food and Beverage, Front Office hingga Security Director berkumpul. Ariel sebenarnya tidak punya jabatan di sini namun awal dari usaha perhotelan milik ibu Sanjaya melibatkan adik dari pak Sanjaya dan adik pak Sanjaya menyerahkan saham 25% kepada putra tunggal mereka Ariel. Konon kabarnya Ariel sendiri memiliki bisnis yang lain sejumlah restoran, casino dan tempat hiburan malam.

“Saya ingin mengumumkan kepada kalian, jika saya dalam waktu dekat saya akan mengundurkan diri sebagai General Manager. Sebagai gantinya saya akan menunjuk seseorang yang belum saya umumkan sekarang. Jika sebelumnya di hotel kita ini belum ada Assistant General Manager maka mulai hari ini posisi itu ada dan dipegang oleh Airin Zafira.”

Seketika ruangan terdengar bisik-bisik yang riuh. Segala macam keterkejutan dan dugaan merebak dalam ruangan yang dihadiri para Manager dan Director. Aku bergeming dan memasang wajah datar terlebih saat mata Ariel terbelalak melihat ke arahku tak percaya.

“Posisi Ibu Airin sudah disahkan dalam berkas hukum mengenai jabatan di hotel kita. Jadi mulai hari ini dia akan bertanggung jawab menggantikan saya sementara. Kalian bisa bekerja sama dengan Airin dalam segala keputusan hotel dan Airin yang akan bertanggung jawab langsung kepada saya.”

Ibu Sanjaya terbatuk kecil, aku ingin membantunya namun beliau menolak dan memberi kode pada mba Tias untuk memberinya segelas air. Ibu sanjaya mempersilahkan aku berdiri untuk menyampaikan sesuatu. Aku mengepalkan tangan meredam gugup yang membuatku sedikit gemetar.

“Selamat Siang semuanya, perkenalkan saya Airin Zafira. Mohon bantuan dan kerjasamanya untuk hotel kita ini. Terima kasih,” aku kembali duduk dengan tenang. Ibu Sanjaya memberiku senyumannya.

Para Manager dan Director mulai meninggalkkan ruang rapat dan hanya menyisakan aku, ibu Sanjaya, mba Tias dan … Ariel.

“Bibi Andriana, apa gak salah Bibi mengangkat perempuan ini menjadi asisten general menejer?” Ariel mendekat dan duduk tak jauh dari kursi roda bu Sanjaya. Ibu Sanjaya memberi kode agar mba Tias meninggalkan kami.

“Tidak, keputusanku tidak salah. Toh kamu juga tidak terlibat langsung dalam operasional hotel.”

“Tapi aku pemegang saham juga di hotel ini Bi, andai posisi itu tadinya ada maka aku yang berhak bukan perempuan yang tidak jelas latar belakangnya.” Ariel menatapku sinis. Wajahku memanas, dia mulai menghinaku lagi.

“Ariel, kamu tidak berkompeten sama sekali dalam bisnis hotel ini, kembali saja kamu ke Macau untuk rumah judimu itu! Itu lebih cocok untukmu.”

“Bi, casino dan hiburan malam jauh menguntungkan dibanding hotel Bibi saat ini.”

“Ariel, Bibi masih menyimpan bukti atas kejahatanmu kepada Airin,pergilah sejauh mungkin dari tempat ini. Jika kau masih mencoba mengganggu Airin atau salah seorang pegawai hotelku maka aku tidak akan segan-segan memenjarakanmu! Ibu Sanjaya mulai tersulut emosi.

Ariel tertawa seakan baru saja mendengar hal yang lucu.

“Kejahatan apa Bi jika kami melakukannya dengan suka sama suka, iya kan Sayang?” Ariel ingin menyentuh pipiku tapi aku menepisnya dengan kasar. Rasanya aku ingin menusuknya tepat di jantung sekarang ini.

“Jangan memaksaku untuk menyeretmu ke penjara Ariel, mulai dari sekarang jaga sikap dan perbuatanmu, kau tahu jika aku bisa berbuat apa saja.” Ancam ibu Sanjaya dengan geram.

Wajah Ariel memerah dan berbalik mendekatiku,

“Ooh… apa kau sedang merencanakan sesuatu perempuan jala*g? kau sanggup mempengaruhi Bibi Andriana untuk posisimu ini hah?!”

“Jaga sikapmu Ariel, kau sudah sangat kurang ajar!” hardik seorang pria. Kami spontan melihat ke arah pintu. Pria yang biasa kusebut pak Andy terlihat marah dan siap bertarung dengan Ariel

Ariel tidak melanjutkan lagi intimidasinya dia pun meninggalkan kami namun sebelum berlalu dia mengatakan sesuatu kepada pak Andy.

“Kau hanya anak har*m papa jangan sok dan belagu jadi pahlawan di sini! Tapi terima kasih yaa sudah mengirimkan Airin ke kamarku malam itu rupanya dia masih perawan.” Ariel melemparkan seringainya kepadaku dan pak Andy.

Aku tersentak kaget mengetahui jika Ariel dan pak Andy bersaudara dan kalimat Ariel tentang aku. Akan tetapi yang membuatku lebih terkejut lagi tiba-tiba ibu Sanjaya terkulai lemas tak sadarkan diri.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Antara Benci dan Cinta
8.6
Kematian tragis mengungkap kepalsuan dalam novel modern Antara Benci dan Cinta. Demi melindunginya dari kejaran wanita kaya, seorang pria sepakat berpacaran selama tiga tahun dengan sang protagonis. Meski telah mengorbankan harta dan tenaga hingga pria itu sukses, hubungan mereka berakhir pahit demi wanita lain. Rekaman suara kejam membuktikan dirinya hanya dianggap batu loncatan yang tidak menarik. Namun, setelah nyawanya hilang, sang mantan kekasih justru kehilangan akal sehat didekap jasadnya.
Sampul Novel Balas Dendam Dalam Cinta
9.5
Kimbeerly Libason awalnya hanya alat balas dendam bagi Alexander, sebelum pria itu benar-benar jatuh cinta padanya. Demi menyembuhkan luka batinnya, Alexander memilih pergi dan meninggalkan Kimbeerly yang tengah mengandung. Bertahun-tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka kembali. Namun, hati Kimbeerly hancur saat melihat Alexander bersama wanita dan anak lain, sementara buah hati mereka terus menanyakan ayahnya. Apakah mereka akan bersatu atau berpisah selamanya?
Sampul Novel Cinta Ipar Duda
9.6
Keputusan Viona menetap di rumah mertua justru membawanya ke situasi pelik. Di sana, ia terus diusik oleh Dion, sang kakak ipar yang kerap bertindak nekat di luar batas. Di tengah perjuangan menyelamatkan pernikahannya yang retak, Viona malah menemukan berbagai rahasia gelap serta kebenaran mengejutkan tentang sosok asli Dion. Sanggupkah ia bertahan menghadapi intimidasi ini? Misteri besar perlahan terkuak saat Viona mulai menyingkap tabir kebenaran.
Sampul Novel Cinta satu malam terbaik
8.7
Ditinggal sang kekasih membuat Feyleria terpuruk hingga ia terbangun di sebelah pria asing lalu kabur. Namun, Alexander, pria misterius malam itu, justru terobsesi padanya. Melalui tekanan orang tua, Alex menjebak Fey dalam perjodohan rumit. Di kala perasaan cinta Fey untuk Alex mulai bersemi, Sani sang mantan kembali untuk merebut hatinya. Fey pun bimbang memilih bayang masa lalu atau masa depan bersama pria yang tulus memujanya.
Sampul Novel Cute Pumpkin & The Badboy ( Indonesia )
8.9
Aryan Mada Kusumo, pewaris Kusumo Grup yang tampan dan berjiwa bebas, terdesak oleh tuntutan pernikahan melalui perjodohan dari orang tuanya. Sementara itu, Nur Callia Maharani, seorang chef profesional, hanya ingin fokus pada kariernya. Siapa sangka, calon suami pilihan keluarganya adalah musuh bebuyutan masa kecil yang sangat ia benci. Akankah pernikahan antara wanita serius dan pria playboy ini berhasil di tengah bayang-bayang konflik masa lalu mereka?
Sampul Novel Gairah Liar Perselingkuhan
9.6
Pernikahan Kaindra dengan Tanika, seorang sosialita, terasa hambar karena dugaan pengkhianatan. Dibanding melabrak sang istri, Kaindra memilih membalas dendam lewat hubungan gelap yang membara bersama rekan kerjanya, Fiona. Ia pun mendekati Isvara, sahabat karib istrinya yang licik, untuk membongkar rahasia Tanika. Kini, di pusaran dusta dan hasrat, Kaindra harus memilih: terus mencari kebenaran yang merusak atau mundur sebelum semuanya hancur.