APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kamu Milikku (Hasrat Gila bersamamu)

Kamu Milikku (Hasrat Gila bersamamu)

Ulang tahun Thania yang harusnya bahagia berujung tragis ketika ia diculik dan dipaksa melihat orang tuanya dibunuh. Kini, dirinya disekap sebagai pemuas hasrat oleh seorang pemimpin mafia yang amat kejam. Demi bertahan hidup, Thania harus memikirkan cara untuk memikat hati sang penyiksa. Bisakah ia menaklukkan sang bos mafia agar bersedia membantunya membongkar konspirasi besar di balik kematian keluarganya, atau ia justru akan terperangkap selamanya?
Bab
Bagikan

Bab 1

"Tidak! Aku tidak mau!" jerit Thania saat dirinya diseret paksa ke hadapan seorang laki-laki dewasa penuh aura kepemimpinan yang kini berada di dalam sebuah ruangan serupa kamar.

"Kamu tidak punya hak untuk menolak, Nona!" tegur salah seorang lelaki berpakaian serba hitam yang membawanya ke sana.

"Aku berhak! Karena aku-"

"Karena kamu adalah anak dari seseorang yang berkuasa," potong si lelaki yang sedari tadi mendengarkan perdebatan antara Thania dengan anak buahnya, membuat wanita itu menoleh padanya dengan cepat.

Sementara si pengawal segera membungkuk hormat, lalu meninggalkan tempat itu dengan cepat, menyisakan keduanya.

Lelaki bernetra hitam legam dengan rambut pendek sebahu model hair bun itu segera mengalihkan tatapannya ke atas meja, lalu meraih sebuah katana yang tergeletak di sana dengan sedikit bercak merah menghiasi bagian yang tajam.

Dipegangnya erat sembari mengacungkan ke depan bersama raut datar cenderung dingin nan angkuh kala menatap ujung lancip yang tampak berkilau terkena cahaya lampu, lalu kembali menatap lurus ke arah gadis berpenampilan kusut di depannya, hanya untuk melihat Thania berdiri dengan kedua tangan terbelenggu tali pengikat, sambil balas menatapnya dengan penuh emosi, marah, takut, dendam, dan gelisah, serta tubuhnya yang bergetar.

Rambut merah sepinggangnya yang semula rapi kini sudah berantakan. Gaunnya juga tampak penuh dengan koyakan dan wajahnya sembab dengan hidung yang memerah.

***

Beberapa jam sebelum kejadian

"Thania ... Putriku!" seru Samuel, menyambut kedatangan putrinya yang tampak terpana saat turun dari atas tangga.

"Daddy!" pekik Thania dengan senang hati, seolah melupakan sejenak rasa terkejutnya. Dengan langkah yang diiringi keanggunan dan semangat, ia berjalan menuruni tangga.

Di benak Thania, ia tak bisa menyembunyikan rasa bahagia dan haru atas kejutan ulang tahun yang diselenggarakan kedua orang tuanya. Setiap detail dalam pesta ulang tahunnya terasa begitu sempurna, seakan menjadikannya seorang putri sejati.

"Terima kasih, Daddy, Mommy. Kalian benar-benar telah menyempurnakan hari istimewa ini," gumam Thania dalam hati, sambil bersyukur dan berjanji akan menjadi anak yang lebih baik lagi.

Samuel segera menyambut sang putri, Thania, dengan kedua tangan terentang lebar. Thania meringsek masuk ke pelukan ayahnya dengan senyum lebar menghiasi wajah.

Ia merasa begitu bahagia. Bahkan suaranya terdengar gembira, "Bagaimana kejutan ulang tahun dari Daddy? Apa kamu senang, Sweetheart?" Ia melepaskan pelukan, kemudian menghela Thania agar segera bergabung ke dalam acara.

"Aku senang, Daddy," ungkap Thania sembari melangkah beriringan bersama sang ayah menuju ke arah Thalia. 

Samuel bahkan sempat menggumam, "Akhirnya, aku bisa membuat Thania bahagia. Setelah sekian lama berjuang, aku merasa lega melihat senyum bahagianya di hari ulang tahunnya."

"Happy birthday, Sweetie!" ucap Thalia senang sembari merentangkan kedua tangannya, meminta sang putri tunggal memeluknya erat.

Samuel menatap mereka dengan mata berkaca-kaca juga batin berkecamuk senang, "Ini adalah momen yang indah, sebuah keluarga yang utuh dan penuh cinta. Semoga kebahagiaan ini bisa terus berlanjut dan kami bisa menjadi keluarga yang lebih baik."

"Terima kasih, Mommy!" sahut Thania senang sembari memeluk ibunya dengan erat. Aroma lavender yang menyegarkan tercium dari tubuh sang ibu membuat Thania tersenyum tulus, "Mommy wangi banget sih!"

Thalia tersenyum dan mengelus kepala Thania. "Seperti yang kamu tahu, Sayang. Ini aroma kesukaan Daddymu. Jadi sebagai istri yang baik, Mommy hanya bisa meluluskan keinginannya."

"Ya ... kalian memang pasangan spektakuler versiku!" puji Thania, balas menatap sayang pada ibunya.

"Itulah sebabnya aku berharap bisa menemukan pangeranku yang persis seperti Daddy, karena aku akan bersikap seanggun Mommy."

"No ... no ... no! Kamu lebih anggun daripada Mommy, Sweetheart. Jadi, kamu pasti akan mendapatkan calon suami yang lebih dari Daddymu," kikik Thalia, seraya menggoyangkan jari telunjuknya. senyum manis turut menghiasi wajah yang terlihat masih segar di usianya yang telah menginjak 45 tahun. 

"I hope soo, Mom."

Thania menoleh ke arah kanan saat mendengar seseorang memanggilnya. "Aku ke sana dulu," tukasnya, lalu segera berlalu setelah keduanya mengangguk kecil. 

"Hai, Pretty Boy! What's wrong?!" 

"Demi apapun, Thania! Jangan panggil aku Pretty Boy lagi! Aku tidak merasa secantik itu, sehingga pantas dipanggil laki-laki cantik!" gerutu Gerald dengan rasa jengkel sembari mengikuti langkah Thania dari belakang. Keduanya berjalan memutari ruangan, kembali ke area tengah. 

Para tamu undangan reflek memberikan ruang. 

"Of course! Bahkan Elizabeth tidak secantik dirimu!" puji Thania dengan tulus, mengabaikan protes Gerald.

"Elizabeth, siapa itu?" tanya Gerald, kebingungan yang meliputi wajahnya menciptakan kerutan di dahi. Dia mulai merasa bahwa apa yang diperbincangkan oleh Thania sudah keluar jalur dari tujuan utama mereka saat ini.

"Ketua photography," ungkap Thania tanpa menoleh, seolah mencoba untuk menyembunyikan rasa gugupnya saat melihat kue raksasa di hadapannya terlihat menjulang tinggi. 

Thania menerima pisau panjang dari tangan salah seorang pelayan yang membawakannya, menyiapkan diri untuk memotong kue tersebut bersama Gerald.

"What?! A nerd girl! Seriously?!" pekik Gerald tidak terima, karena setahunya Elizabeth itu berkacamata bulat layaknya kutu buku, memakai behel di giginya, juga selalu menggunakan pakaian jadul hingga membuat ilfeel semua orang yang melihatnya.

"Dia cantik, kalau kamu ingin tahu. Aku pernah melihatnya tanpa kacamata, juga tanpa kuncir kuda yang ... argh!" Thania tiba-tiba berhenti berbicara dan memekik keras, seperti yang dialami semua orang di sana.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Hanya Istri Kedua
9.3
Demi menyelamatkan sang ayah dari ancaman kebangkrutan, Anyelir rela mengorbankan impian masa depannya. Ia bersedia menjadi istri kedua dari Serkan Alvaro, seorang pengusaha muda sukses yang dikenal sangat dingin. Namun, alasan sebenarnya di balik keputusan Serkan menikahi Anyelir dengan imbalan bantuan keuangan masih menjadi misteri. Anyelir pun harus menjalani kehidupan pernikahan yang penuh teka-teki. Sanggupkah ia menemukan kebahagiaan sejati dalam rumah tangga ini?
Sampul Novel Hello Again, Husband!
9.5
Kehancuran Natta akibat dikhianati Hasbi membawanya kembali ke masa SMA berkat sebuah jam misterius. Bertekad membalas dendam, ia justru menemukan trauma masa lalu suaminya yang tersembunyi. Kehadiran Hasbi muda yang memikat kini membuat Natta bimbang antara menuntaskan amarah atau kembali jatuh cinta. Di tengah misteri dan kesalahpahaman yang mulai terungkap, ia harus memilih jalan hidupnya.
Sampul Novel Love Over Everything
9.2
Demi menjauh dari rahasia kelam sang suami, Zanara memilih kabur hingga bertemu Jayme yang mencintainya dengan tulus. Di tengah trauma masa lalu yang membuatnya enggan membuka hati, ia terjerat asmara pelik saat bayang-bayang masa lalunya kembali datang mengancam. Kini, nyawa Marion, putri tunggalnya, berada dalam bahaya besar. Zanara pun terjebak dilema rumit: tetap menutup diri namun kehilangan putrinya, atau bersedia menikah demi bisa melindungi sang buah hati.
Sampul Novel Malam Gairah: Cinta Adalah Game Pemberani
7.9
Pernikahan impian Camila hancur seketika saat sang calon suami tidak datang, menjadikannya bahan tertawaan para tamu. Dalam balutan amarah dan rasa kecewa, ia nekat melewati malam bersama seorang lelaki asing. Camila mengira kisah itu selesai begitu saja, tetapi pria misterius tersebut justru menolak pergi dari hidupnya. Kini, Camila dihadapkan pada pilihan sulit: mengabaikan godaan pria itu atau kembali membuka hatinya untuk asmara yang baru.
Sampul Novel Memikat Hati Pangeran Kelas
9.2
Vindreya Sanjaya, gadis ceria berusia 17 tahun yang sedikit urakan, bertekad memikat dua pangeran kelasnya. Mereka adalah Kenzo yang dingin dan antisosial, serta Elvano yang populer dan berbakat seni. Perjuangan cinta Vindreya diwarnai aksi jenaka hingga situasi berbahaya yang mengancam nyawa. Saat takdir mendekatkan mereka, Kenzo dan Elvano justru jatuh hati padanya. Terjebak cinta segitiga rumit, mereka harus memilih antara pengorbanan atau kebahagiaan.
Sampul Novel Terpaksa Menikahi Duda Lumpuh
8.5
Senja terpaksa menikah dengan Aksa Wijaya, duda beranak satu yang lumpuh akibat kecelakaan tragis. Setelah koma sebulan, Aksa ditinggalkan oleh istrinya, Riyanti, yang menolak merawatnya. Meski kondisi Aksa terpuruk, Senja tetap yakin suaminya bisa sembuh. Kini, ia bertekad merawat Aksa dengan sabar sekaligus berjuang melunakkan hatinya demi kesembuhan sang suami.