APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kamu Milikku (Hasrat Gila bersamamu)

Kamu Milikku (Hasrat Gila bersamamu)

Ulang tahun Thania yang harusnya bahagia berujung tragis ketika ia diculik dan dipaksa melihat orang tuanya dibunuh. Kini, dirinya disekap sebagai pemuas hasrat oleh seorang pemimpin mafia yang amat kejam. Demi bertahan hidup, Thania harus memikirkan cara untuk memikat hati sang penyiksa. Bisakah ia menaklukkan sang bos mafia agar bersedia membantunya membongkar konspirasi besar di balik kematian keluarganya, atau ia justru akan terperangkap selamanya?
Bab
Bagikan

Bab 2

Suara dentuman keras yang berasal dari depan gerbang utama membuat semuanya terkesima. "Apa yang terjadi?!" tanya Samuel dengan ekspresi kesal, melihat acara sang putri terganggu.

Thalia merasa keheranan yang sama, apa yang bisa membuat situasi tiba-tiba berubah begitu dramatis? Semua terasa begitu damai dan bahagia beberapa menit yang lalu, namun sekarang terasa menakutkan. Belum sempat menjawab pertanyaan Samuel, suara pekikan keras yang saling bersahutan kembali memecah keheningan.

Jantung mereka berdegup kencang bersama mata terbelalak, saat melihat anggota tubuh tamu dan penjaga di halaman depan berjatuhan satu persatu dengan kondisi leher terpotong. Ketakutan mulai menguasai hati saat melihat darah mengotori area penuh kebahagiaan itu.

Tanpa pikir panjang, semua orang pun berlarian kocar-kacir menyelamatkan diri, termasuk Samuel dan keluarganya.

Beberapa pertanyaan mulai menghantui pikiran lelaki itu, siapa yang tega melakukannya? 

Samuel bahkan tidak senang. Ia lantas berjalan cepat ke arah pintu depan. Namun, langkahnya harus terhenti, tatkala pintu tersebut meledak hingga membuatnya dan orang-orang yang berada di sekitar tempat itu terpental.

Pekik kencang terdengar bersahutan. Bahkan Thania dan Thalia segera berlari menyongsong Samuel yang terkapar dengan tubuh sedikit terluka. 

"Daddy baik-baik saja?" Thania terlihat khawatir.

"Sayang baik-baik saja?"

Belum sempat Samuel menjawab pertanyaan yang ia terima dari dua wanita yang paling dicintainya itu, suasana yang sudah tidak kondusif malah semakin memburuk.

Tiba-tiba saja, sekelompok orang berpakaian hitam dengan penutup wajah serta katana yang tersampir di pundak masing-masing, muncul dari pintu ruangan yang terbuka lebar. 

"Siapa mereka?" bisik Samuel dalam hati, mencoba bangkit duduk dengan kedua tangan berpegangan pada istri dan anaknya, meskipun harus tertatih-tatih sambil menebak-nebak apa yang akan terjadi selanjutnya.

"S-siapa mereka, Daddy?" tanya Thania gemetar dengan raut pucat pasi. Ia bahkan merapatkan tubuh pada kedua orang tuanya yang segera melakukan formasi perlindungan, sambil mengabaikan rasa sakit yang mendera.

"Sstttt! Tenang, Sweety. Mommy dan Daddy pasti akan melindungimu," tugas Thalia menghibur, berusaha keras menutupi rasa takutnya. 

Begitupula dengan semua tamu yang tersisa dalam ruangan tersebut, merasa terkejut dan menahan napas seolah takut mengucapkan sepatah kata pun. Semua merasa gemetar dan khawatir akan bahaya yang mengintai mereka. Terlebih saat para tamu tak diundang itu mulai mengacungkan katana masing-masing sambil mengawasi gerak gerik semua orang. 

"Bantu Daddy berdiri," pinta Samuel yang segera dikerjakan keduanya setelah mengangguk paham. 

"Siapa kalian?!" teriak Samuel dengan keras. Namun, tidak dijawab orang-orang tersebut. Tepat saat dirinya hendak bangkit berdiri dengan bantuan keduanya, para tamu tidak diundang itu segera maju ke depan membentuk formasi searah jarum jam dua sisi, menyisakan seseorang yang terlihat seperti pemimpin mereka berada di tengah-tengah.

Samuel terkesiap. Namun, dirinya tetap berdiri tegak dengan bantuan istri dan anaknya.

Samuel bahkan segera melangkah ke depan, berusaha melindungi keduanya, tatkala sekelompok orang tersebut berjalan ke arah mereka dengan posisi mengelilingi. "Siapa kalian?" tanyanya kembali sembari mengedarkan pandangannya ke semua orang bertopeng itu dengan raut waspada.

Akan tetapi, bukannya jawaban yang ia dapatkan, melainkan sesuatu yang tampak seperti bola tengah dilemparkan ke arah mereka. Samuel tanpa sadar menyambutnya dan segera melihat benda apakah gerangan.

Teriakan kencang dan formasi yang kacau balau pun terjadi di antara mereka kala mengetahui benda tersebut ternyata adalah sebuah kepala milik Gerald yang berlumuran cairan merah segar juga mata melotot tajam, tampak tidak rela kehilangan nyawa. 

Bertepatan dengan itu, orang yang Samuel duga sebagai pemimpin mereka, berjalan mendekat dengan cepat.

Belum sempat Samuel menyadari keadaan genting, lengan Thania telah lebih dulu ditarik dengan kuat. Gadis itu bahkan dipanggul layaknya karung beras di pundak kanan, hingga membuatnya berteriak kencang, "Daddy, selamatkan aku!"

"Thania!" Thalia memekik keras. 

"Lepaskan putriku, Orang jahat!" tegur Samuel dengan penuh keberanian. 

Lelaki bertubuh tinggi besar itu bukannya menurut, ia justru bertitah dalam bahasa yang tidak mereka mengerti. "Singkirkan semuanya!" Sambil berbalik badan.

Kemudian berjalan lebih dulu meninggalkan para anak buahnya yang segera melaksanakan perintah.

"Mau apa kalian?!" hardik Samuel yang kini berpelukan dengan Thalia, sambil berjalan mundur dengan kedua tangan terentang, berusaha melindungi sang istri. Meskipun sesekali matanya melihat ke arah Thania yang memberontak minta diturunkan. 

Sayangnya, bukan jawaban yang ia dapatkan, ia justru harus meregang nyawa bersama sang istri. Tatkala sabetan katana mengenai leher hingga terpisah dari badan. Tubuh mereka bahkan ambruk bersamaan dengan kepala yang menggelinding, lalu menggelepar gelepar layaknya ikan yang baru diangkat dari kolam, dan tak menunggu lama gerakan itupun terhenti. 

Thania memekik kuat sembari menangis ketakutan menyaksikan semua kekejaman itu. Ia bahkan semakin kuat memberontak. Namun, sebuah pukulan mengenai tengkuknya. 

Sebelum kegelapan merenggut kesadaran, Thania sempat bergumam, "Daddy, Mommy! Maafkan putrimu ini karena tidak bisa melawan kedzaliman ini! Tapi, aku bersumpah akan menuntut balas pada semua orang yang telah membuat kita menderita hingga mereka lebih memilih kematian sebagai jalan terbaik."

"Bakar semuanya, Yamamoto!" titah sang ketua sambil membenahi posisi Thania dalam gendongannya. 

"Baik, Ketua!" Yamamoto mengangguk patuh, lalu menoleh pada para bawahannya yang segera mengerjakan tugas dengan seksama. 

Tepat ketika sebuah ledakan terdengar dari dalam, Thania hanya tahu jika detik ini juga hidupnya akan berubah menjadi lebih buruk dari sekedar melihat semua orang tiada tepat di depan matanya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Hanya Istri Kedua
9.3
Demi menyelamatkan sang ayah dari ancaman kebangkrutan, Anyelir rela mengorbankan impian masa depannya. Ia bersedia menjadi istri kedua dari Serkan Alvaro, seorang pengusaha muda sukses yang dikenal sangat dingin. Namun, alasan sebenarnya di balik keputusan Serkan menikahi Anyelir dengan imbalan bantuan keuangan masih menjadi misteri. Anyelir pun harus menjalani kehidupan pernikahan yang penuh teka-teki. Sanggupkah ia menemukan kebahagiaan sejati dalam rumah tangga ini?
Sampul Novel Hello Again, Husband!
9.5
Kehancuran Natta akibat dikhianati Hasbi membawanya kembali ke masa SMA berkat sebuah jam misterius. Bertekad membalas dendam, ia justru menemukan trauma masa lalu suaminya yang tersembunyi. Kehadiran Hasbi muda yang memikat kini membuat Natta bimbang antara menuntaskan amarah atau kembali jatuh cinta. Di tengah misteri dan kesalahpahaman yang mulai terungkap, ia harus memilih jalan hidupnya.
Sampul Novel Love Over Everything
9.2
Demi menjauh dari rahasia kelam sang suami, Zanara memilih kabur hingga bertemu Jayme yang mencintainya dengan tulus. Di tengah trauma masa lalu yang membuatnya enggan membuka hati, ia terjerat asmara pelik saat bayang-bayang masa lalunya kembali datang mengancam. Kini, nyawa Marion, putri tunggalnya, berada dalam bahaya besar. Zanara pun terjebak dilema rumit: tetap menutup diri namun kehilangan putrinya, atau bersedia menikah demi bisa melindungi sang buah hati.
Sampul Novel Malam Gairah: Cinta Adalah Game Pemberani
7.9
Pernikahan impian Camila hancur seketika saat sang calon suami tidak datang, menjadikannya bahan tertawaan para tamu. Dalam balutan amarah dan rasa kecewa, ia nekat melewati malam bersama seorang lelaki asing. Camila mengira kisah itu selesai begitu saja, tetapi pria misterius tersebut justru menolak pergi dari hidupnya. Kini, Camila dihadapkan pada pilihan sulit: mengabaikan godaan pria itu atau kembali membuka hatinya untuk asmara yang baru.
Sampul Novel Memikat Hati Pangeran Kelas
9.2
Vindreya Sanjaya, gadis ceria berusia 17 tahun yang sedikit urakan, bertekad memikat dua pangeran kelasnya. Mereka adalah Kenzo yang dingin dan antisosial, serta Elvano yang populer dan berbakat seni. Perjuangan cinta Vindreya diwarnai aksi jenaka hingga situasi berbahaya yang mengancam nyawa. Saat takdir mendekatkan mereka, Kenzo dan Elvano justru jatuh hati padanya. Terjebak cinta segitiga rumit, mereka harus memilih antara pengorbanan atau kebahagiaan.
Sampul Novel Terpaksa Menikahi Duda Lumpuh
8.5
Senja terpaksa menikah dengan Aksa Wijaya, duda beranak satu yang lumpuh akibat kecelakaan tragis. Setelah koma sebulan, Aksa ditinggalkan oleh istrinya, Riyanti, yang menolak merawatnya. Meski kondisi Aksa terpuruk, Senja tetap yakin suaminya bisa sembuh. Kini, ia bertekad merawat Aksa dengan sabar sekaligus berjuang melunakkan hatinya demi kesembuhan sang suami.