APKDock Logo
Sampul Novel Kamu Akan Miskin, Mas!

Kamu Akan Miskin, Mas!

8.6 / 10.0
Pascapersalinan, mahligai pernikahanku berubah total. Sikapku mendingin kepada suami akibat goresan luka batin yang teramat perih. Rasa sakit hati yang mendalam ini mustahil sirna begitu saja dalam sekejap mata. Kini, keyakinanku telah bulat untuk menuntut sebuah keadilan. Bersiaplah, Mas, karena aku akan membalas semua perbuatanmu secara setimpal tanpa belas kasihan. Kamu tidak akan pernah bisa melarikan diri dari konsekuensi ini.

Kamu Akan Miskin, Mas! Bab 1

BAB 1

"Aduh, perutku sakit banget, Mas. Kayaknya mau melahirkan."

"Halah, tahan dulu sakitnya. Besok aja kalau mau melahirkan. Hari ini aku sibuk," katanya sambil mengibaskan tangan.

"Tapi, Mas—" Aku kembali meringis, terduduk di lantai. Dia masih saja tidak peduli, dia kira aku ini sedang bersandiwara.

"Kamu itu susah banget dibilangin. Tunda aja acara melahirkan itu."

Aku memegangi perut buncit, menatap miris ke Mas Reno yang pergi dari rumah. Dengan tertatih, aku keluar rumah. Mobil suamiku sudah tidak ada lagi di parkiran.

"Tolong!" teriakku lirih. Menatap sekitar, kembali berteriak.

Beberapa menit aku melakukan itu, tidak ada yang datang. Mas Reno memang benar-benar. Dia tidak mau tahu urusanku. Aku mengusap dahi yang berkeringat. Sepi, tidak ada siapa pun. Tidak mungkin aku berharap lebih, ini sepi sekali.

Dengan susah payah, aku mengambil dompet dan ponsel di dalam. Kemudian mengunci pintu rumah. Payah sekali keadaanku sekarang, tidak tau mau melakukan apa. Bahkan napasku tidak stabil sekali.

Baru berjalan beberapa langkah di jalan besar, aku berpapasan dengan tetangga depan rumah. Tetanggaku tampak kaget, langsung menghampiri dengan wajah panik.

"Loh, Bu Nina kenapa jalan sendirian? Aduh, mukanya kok pucat gitu?" Tetanggaku langsung membantu memegang aku yang berdiri saja sulit. Sakit sekali rasanya.

Alhamdulillah. Ada tetangga yang lewat. Aku memegangi tangannya. Napasku sejak tadi tidak beraturan, keringat terus mengalir dari kening.

"Tolong saya, Bu. Saya mau melahirkan." Aku berkata patah-patah, meminta bantuan padanya.

"Ya ampun, sebentar saya keluarin mobil dulu, Bu."

Kami menuju ke rumah sakit. Tetanggaku memang baik sekali, kebetulan saja dia belum pulang tadi. Untung tidak terlambat. Kalay terlambat, entah apa jadinya bayi yang sedang aku kandung ini. Aku mengusap wajah, menatap keluar kaca mobil.

"Kamu memang tidak punya perasaan, Mas."

***

"Selamat, Bu. Anaknya laki-laki. Tampan."

Aku menggendong bayi laki-laki yang diberikan dokter itu. Tampak tenang, membuatku tersenyum. Dia begitu tampan.

"Saya perlu hubungi Pak Reno, Bu?" tanya tetanggaku tadi. Dia tampak khawatir sekali dengan keadaanku.

"Tidak perlu. Terima kasih udah nganterin ke rumah sakit, sekaligus nemenin, Bu. Sekali lagi terima kasih." Aku benar-benar bersyukur bisa bertemu dengannya. Kalau tidak, tidak tau bagaimana nasib anakku sekarang.

"Saya malah senang, Bu. Ibu bantu saya banyak. Masa saya gak pernah bantu Ibu. Saya permisi dulu, Bu. Masih ada kerjaan di rumah."

"Iya. Jangan kasih tau suami saya kalau saya sudah melahirkan, ya, Bu."

Meskipun tetanggaku tampak kebingungan, tapi dia tetap mengangguk, tersenyum padaku. Kemudian keluar dari ruang rawatku.

"Selamat datang di dunia, Nak." Aku mengecup keningnya. Dia masih terlihat tenang.

"Sayangnya, Papa kamu tidak peduli," lanjutku. Mas Reno benar-benar tidak punya hati.

Aku mengusap pipi bayi yang masih merah itu. Papa yang tadi mengazani bayiku. Sekarang, sedang di kantin, bersama Mama. Aku memang sempat menghubungi kedua orangtuaku untuk bisa menemani lahiran sekaligus membantuku merawat bayi ini.

Ah, anak pertama kami. Ternyata, Mas Reno sama sekali tidak peduli. Bahkan saat aku hamil, mana pernah dia menanyakan aku mau makan apa, lebih ke bodo amat.

Ponselku berdering. Dia baru saja menelepon. Untuk apa dia menelepon? Aku mendengkus pelan, enggan mengangkat telepon tapi akhirnya menggeser tombol berwarna hijau di layar.

"Kamu di mana? Kok gak ada di rumah? Terus berantakan kayak gitu. Kamu itu gak beres jadi istri. Kerjaan cuma di rumah doang." Baru juga diangkat teleponnya, dia sudah marah-marah saja.

Salah satu sudut bibirku terangkat. Memangnya aku peduli?

Apakah aku peduli? Aku tidak akan peduli sama seperti kamu tidak mempedulikanku tadi, Mas!

"Terserah." Aku menjawab singkat.

"Loh, kok jawabannya terserah? Halo, Nina?"

Tanpa mengatakan apa pun lagi, aku mematikan telepon, meletakkan ponsel kembali ke atas meja, menyalakan mode hening. Kemudian mengembuskan napas pelan.

Dari dulu sampai sekarang, Mas Reno memang begitu, tapi aku tidak menyangka dia tidak peduli dengan kehamilanku. Padahal ini adalah anak pertama kami.

Denting pelan terdengar dari ponselku. Ada pesan masuk dari sahabat lama. Dia kutugaskan untuk mencari tau sesuatu tadi.

Mataku mengerjap pelan. Foto Mas Reno, mertua, juga iparku yang sedang jalan-jalan ke rekreasi mahal. Juga restoran mewah.

"Oh, jadi ini yang kamu bilang sibuk?" bisikku sambil tertawa pelan.

Sibuk menghabiskan uang? Wow.

Parahnya lagi, itu semua uangku. Selama kami menikah, mana pernah Mas Reno memberikan nafkah. Kehidupan kami bergantung ke usahaku.

Sayangnya, semua tabungan sudah aku belikan aset dan semuanya atau nama Mas Reno. Entah kenapa aku bisa melakukan hal itu.

Itu hal yang paling tidak masuk akal yang pernah aku lakukan.

"Ini bukan sekali atau dua kali."

Aku mengepalkan tangan. Pandanganku tertuju ke bayi yang masih terlihat tenang di gendonganku.

"Papamu sudah merasa kaya, Nak," kataku dengan senyum miris.

Kejadian tadi, membuatku berpikir ulang tentang cinta Mas Reno padaku. Sudah berapa lama aku terjebak dalam kebodohan ini?

"Aku akan membuatmu miskin kembali, Mas."

***

Lanjut Membaca

Daftar Isi Kamu Akan Miskin, Mas!

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Hasrat terlarang dengan ayah mantan ku
8.8
Pernikahan pria itu hancur di masa lalu akibat jebakan sahabatnya sendiri. Kini, takdir mempertemukannya dengan seorang gadis yang sangat mirip dengan mantan kekasihnya dahulu. Setelah melewati satu malam bersama tanpa sengaja, ia sangat terkejut saat mengetahui bahwa wanita muda tersebut ternyata adalah putri kandung dari masa lalunya. Akankah jalinan asmara yang rumit ini mendapat restu, atau justru memicu konflik baru yang jauh lebih pelik?
Sampul Novel Kelahiranku, Kematian Ibuku, Dan Kebencian Ayahku
8.1
Setelah disiksa hingga tewas oleh penculik demi melindungi ayahnya, seorang gadis malang harus menerima kenyataan pahit bahwa ayahnya justru sibuk merayakan ulang tahun putri adopsinya. Panggilan telepon terakhirnya diabaikan dengan penuh kebencian. Keesokan harinya, jenazahnya ditemukan di depan kantor polisi dalam kondisi mengenaskan. Ironisnya, sang ayah yang bekerja sebagai ahli forensik memimpin langsung proses otopsi jasad putrinya sendiri tanpa menyadari identitas korban yang sangat ia benci.
Sampul Novel Kutukan Selingkuhan
9.5
Demi kembali pada istrinya, Rhino memutuskan hubungan gelapnya dengan Risa. Keputusan ini memicu kemurkaan Risa, yang kemudian menyumpahi Rhino agar mati secara perlahan dan menderita. Tak berselang lama, Rhino didera beragam penyakit aneh, mulai dari masalah lambung akut hingga impotensi fatal. Di tengah situasi genting tersebut, Rena bertekad menyelidiki asal-usul Risa. Penyelidikan itu justru menyingkap identitas asli Risa yang sangat mengerikan dan tak masuk akal.
Sampul Novel OBSESI CINTA MANUSIA VAMPIR
9.4
Kehidupan damai Aleeta seketika sirna sejak Leon, pria asing misterius, menerobos masuk ke kamarnya. Sambil mengintimidasi dan mengancam Aleeta, Leon menuntut tempat persembunyian dari kejaran sekelompok pria berbadan besar yang mengincarnya. Keadaan kian menegangkan saat Leon nekat mencium paksa Aleeta. Kini, Aleeta terjebak dalam bahaya besar, terperangkap di antara ancaman luar dan misteri identitas gelap Leon yang perlahan mulai mengintai keselamatannya.
Sampul Novel Pewaris Yang Disingkirkan
8.5
Jack, pemuda 28 tahun, harus bertahan menghadapi kemiskinan dan cemoohan di sudut kota. Siapa sangka, ia sebenarnya adalah putra mahkota dari dinasti kaya raya yang sengaja dibuang. Demi merebut kembali hak serta warisannya yang telah dirampas, ia harus menempuh jalan berliku penuh perjuangan. Beruntung, pertemuan dengan Laura menjadi momen penting yang mengubah arah hidupnya. Mampukah Jack menegakkan keadilan dan mengklaim takdirnya?
Sampul Novel Random Husband
7.8
Kebohongan besar kini menjerat Fransisca alias Caca setelah rencana pernikahannya dengan pengusaha asing batal total. Akibat telanjur sesumbar, rasa gengsi menghalanginya untuk berterus terang kepada teman-temannya. Di tengah kepungan tanya saat pesta berlangsung, kepanikan luar biasa melanda dirinya. Demi menjaga harga diri, Caca nekat menunjuk laki-laki asing yang tak dikenalnya secara acak, lalu mengklaim pria tersebut sebagai calon suaminya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan