APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kali Ini, Aku Pilih Pergi

Kali Ini, Aku Pilih Pergi

Unggahan viral mengungkap pengkhianatan Bondan yang merayakan ulang tahun cinta sejatinya bersama putra mereka di hari jadi pernikahannya dengan Sofia Jayadi. Saat membereskan dekorasi yang sia-sia, Sofia menerima telepon suaminya yang mencoba mencari alasan. Namun, mendengar tawa sang anak yang ingin menginap di rumah wanita itu membuat Sofia tersadar. Tanpa kemarahan, Sofia memilih merelakan segalanya. Kali ini, dia memutuskan pergi dan meninggalkan suami serta anaknya.
Bab
Bagikan

Bab 1

Pada hari libur semester, unggahan di status WhatsApp yang paling viral adalah tentang diriku.

Judulnya adalah, "Pak Bondan membawa putranya untuk merayakan ulang tahun cinta sejatinya. Apakah dia akhirnya berencana bercerai dengan Sofia Jayadi?"

Aku diam-diam menyukai postingan itu.

Saat ponselku berdering, aku sedang membongkar balon-balon yang telah disiapkan untuk hari jadi pernikahan.

"Sayang," ujar suamiku dengan terburu-buru, ingin memberikan penjelasan. "Anak kita tiba-tiba merengek ingin pergi ke taman bermain, jadi aku ...."

Di latar belakang, terdengar suara tawa anak kami. "Ayah, Bibi bilang kalau malam ini aku bisa tidur dengannya!"

Aku menatap rumah yang berantakan ini.

Balon-balon tampak terkulai lemas, sementara krim di atas kue sudah mengeras.

"Kamu nggak perlu menjelaskan." Aku mendengar diriku berkata, "Aku memahami semuanya."

Hanya saja, kali ini semuanya akan berbeda.

Aku tidak menginginkan ayah dan anak ini lagi.

Saat Bondan membawa anak kami pulang, aku sedang meringkuk di sofa sambil menonton TV.

Dulu aku selalu langsung bergegas untuk mengambilkan sandal Bondan, lalu mencium pipi kecil anak kami.

Hari ini, aku tidak bergeming.

"Ibu, kenapa hari ini kamu nggak menciumku?" tanya Toby.

"Sofia, kenapa kamu juga tidak mengambilkan sandal untukku?" tanya Bondan.

Aku mengeraskan volume TV sambil menjawab, "Aku nggak ada waktu."

Bondan mengganti sepatunya dengan santai, lalu membawa anak kami masuk ke dalam rumah.

Pria itu berkata, "Sofia, jangan bilang kalau kamu masih marah karena hal sepele itu?"

"Hari ini adalah hari libur semester. Anak kita tiba-tiba ingin pergi ke taman bermain, apa aku nggak boleh mengabulkan keinginannya? Tapi aku nggak bisa sendirian mengurus anak ini, jadi aku meminta Olivia untuk menemani. Berapa kali lagi aku harus menjelaskannya?"

Anak kami yang berada di samping juga berujar dengan nada kesal, "Ibu, kamu marah lagi! Bibi Olivia nggak pernah seperti ini. Dia nggak pernah cemberut!"

Bondan mengelus kepala putranya, lalu menatapku sambil berujar.

"Apa kamu mendengarnya? Bahkan anak kita pun nggak tahan melihatnya."

"Sofia, kenapa kamu jadi nggak pengertian? Aku membujukmu itu sama saja dengan menghormatimu. Kalau kamu ingin marah sekali pun, bisakah kamu membatasi diri?"

Suaraku terdengar tenang, "Aku nggak marah. Aku memahami semuanya."

Benar-benar memahami semuanya.

Aku sangat amat memahaminya.

Ini sama seperti tahun lalu saat aku mengalami kecelakaan hingga kehilangan banyak darah.

Bondan berkata dengan tidak sabaran di telepon, "Aku ada urusan mendesak. Aku akan ke sana nanti. Kamu bisa memanggil ambulans sendiri dulu!"

Sementara anak mereka berteriak di sebelahnya, "Ayah, cepat kemarilah. Kucing kecil Bibi Olivia sudah ketemu. Cepat kemari untuk menghibur Bibi supaya dia nggak menangis lagi."

Aku terbaring dalam genangan darah, lalu menelepon ambulans sendiri.

Di surat persetujuan operasi ada kolom tanda tangan keluarga.

Aku menulis "tidak memiliki keluarga" dengan tangan gemetaran.

Pandangan Bondan menyapu wajahku sebentar, lalu akhirnya dia menghela napas lelah.

"Sofia, apa kamu benar-benar harus melakukan ini?"

Aku menatap matanya dengan tenang. "Ada apa denganku?"

Keheningan menyelimuti di udara.

Tiba-tiba, Bondan mengeluarkan kotak beludru dari tas kerjanya, lalu melemparnya ke atas meja kopi dengan asal.

"Ini untukmu. Selamat hari jadi pernikahan," ujar pria itu.

Aku melirik kalung yang tergeletak dalam kotak. Ada dua huruf yang tercetak di liontinnya, OW. Ini adalah singkatan nama Olivia Wijaya.

Aku tidak bisa menahan senyuman getirku.

Bahkan hadiah saat hari jadi pernikahan pun aku dapatkan dari sisa-sisa orang lain.

Padahal di hari ulang tahun Olivia, Bondan membawa anak kami ke toko roti, lalu membuat kue seharian penuh dengan tangannya sendiri.

"Terima kasih." Suaraku terdengar sangat tenang.

Bondan tiba-tiba bangkit berdiri, lalu berkata, "Aku dan anak kita sudah memilihkan hadiah ini dengan cermat, tapi kamu bahkan nggak tersenyum. Apa kamu nggak suka?"

"Aku suka. Terima kasih." Aku mengusap kalung dengan ukiran OW yang menyakitkan mata itu.

Ekspresi Bondan seperti baru saja disambar petir.

Lagi pula, tidak peduli hadiah apa pun yang pria itu berikan padaku sebelumnya, meskipun itu adalah suvenir dari acara kantor ….

Aku akan selalu menyimpannya seperti harta karun, lalu berkata dengan manis, "Sayang, cium aku."

Selama bertahun-tahun ini, tidak pernah terlewat sekali pun.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bangkitnya Istri yang Terbuang
8.2
Dian sangat terpukul saat Radit mengusirnya dengan kejam dan melempar koper bajunya. Sikap sang suami berubah drastis dan menyakitkan, terlebih dengan kehadiran wanita lain yang memandangnya penuh kebencian. Di tengah kondisi hamil delapan bulan, Dian harus menerima kenyataan pahit dicampakkan. Ia sempat memohon belas kasih demi bayi di kandungannya, tetapi Radit tetap tega mengusir sang istri tanpa peduli nasib calon anaknya.
Sampul Novel Istri Rahasia CEO Arogan
9.3
Evely gemetar saat menolak dinikahi oleh Megantara, seorang CEO sombong yang selalu mendapatkan kemauannya. Penolakan dari gadis miskin itu membuat Megantara murka karena merasa direndahkan. Ia pun mencengkeram dagu Evely dan mengancamnya demi menunjukkan kekuasaan yang dimilikinya. Walau Evely berusaha berontak dan memohon kebebasan, Megantara terus mengintimidasi dengan senyuman sinis, menjebak gadis itu dalam situasi yang sangat menegangkan.
Sampul Novel Ketika Cinta Telah Mati dan Harapan Pupus
8.7
Saat hipotermia dan penyakit jantungnya kambuh di puncak gunung, Chloe Winata diabaikan oleh dua teman masa kecilnya yang lebih memilih menyelamatkan Lucia. Setelah berhasil bertahan hidup dari maut tanpa kepedulian mereka yang malah asyik berpesta, Chloe menyadari persahabatan belasan tahun mereka telah sia-sia. Kecewa dan kehilangan harapan, Chloe akhirnya memutuskan untuk menyerah pada hubungan masa lalu tersebut. Ia pun menghubungi ayahnya dan menyatakan kesediaannya untuk menerima perjodohan dengan putra dari Keluarga Januar.
Sampul Novel Look At Me
8.7
Kehidupan SMA Maya Rehana hancur seketika setelah ia mengetahui dirinya tengah berbadan dua. Bukannya bertanggung jawab, Jordan yang merupakan pacarnya malah menuduh Maya tidak setia dan langsung mencampakkannya. Saat Maya didera ketakutan akan kemarahan orang tuanya namun tetap ingin mempertahankan kandungannya, Raka Pratama hadir. Sahabat sekaligus adik kelasnya ini bersedia menjadi sosok ayah bagi sang bayi. Maya pun kini bimbang antara memilih ketulusan Raka atau berharap Jordan kembali.
Sampul Novel Neraka dalam Pernikahanku
9.0
Pernikahan impian Diane berubah menjadi mimpi buruk yang menyiksa. Alexavier Caspian, sang suami, memperlakukannya dengan sangat kejam dan hanya memanfaatkannya demi pemuasan hasrat seksual semata. Saat berhubungan intim, Alex justru membayangkan perempuan lain dan menolak memiliki anak. Di tengah tangisan dan tekanan batin yang mendalam, Diane dipaksa melayani nafsu suaminya. Apa sebenarnya alasan di balik kekejaman Alex yang sengaja menghancurkan hidup istrinya?
Sampul Novel PANGERAN MALAYSIA MENIKAHI JANDA BIG SIZE ANAK 14
8.4
Zunara berjuang keras membesarkan 14 buah hatinya sendirian. Takdirnya berubah setelah Tengku Salman, seorang pangeran dari Malaysia, menyelamatkan putranya yang bernama Zafran dari bahaya maut. Walau fokus utama Zunara hanyalah kebahagiaan anak-anaknya, ia mulai terpikat oleh pesona sang pangeran. Salman yang kaku pun luluh oleh ketangguhan janda tersebut. Kini, sang bangsawan dihadapkan pada kebimbangan untuk mengejar cintanya melampaui perbedaan status sosial mereka.