APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kalau Cinta, Pasti Sayang

Kalau Cinta, Pasti Sayang

Lima tahun pernikahan tanpa cinta membuat sang istri terbiasa diabaikan. Namun, saat dia benar-benar mengembuskan napas terakhir, suaminya justru langsung menemui cinta pertamanya. Menganggap hilangnya sang istri hanya taktik mencari perhatian, pria itu mencemoohnya. Ketika sebuah panggilan telepon datang untuk memastikan kematian istrinya, dia berniat membongkar apa yang dia anggap sebagai kebohongan belaka. Dia sama sekali tidak menyadari bahwa wanita yang pernah mengabdi padanya itu telah tewas beberapa hari lalu.
Bab
Bagikan

Bab 2

Setiap menjelang jam makan siang, aku selalu melihat ke arah jam. Selama lima tahun, aku selalu mengantarkan bekal makan siang ke kantor Erino, tetapi hari ini aku tidak datang. Sekretarisnya pasti sudah menebak terjadi sesuatu, jadi dia segera memesankan makan siang untuk Erino.

30 menit kemudian, makanan yang dipesan pun datang.

"Pak Erino, silakan makan."

Brigitta menaruh makanan dan pergi.

Erino masih sibuk dengan pekerjaannya. Tidak terasa 10 menit sudah berlalu.

Erino membuka makanannya. Begitu makan satu suap, dia mengernyit.

Mungkin karena rasa makanan kali ini berbeda dari biasanya.

Dia makan beberapa suap lagi, lalu berhenti makan.

Ponsel di meja tiba-tiba berbunyi. Aku melihat sekilas, ternyata aku tahu siapa yang menelepon. Erino hanya mengangkat telepon, tetapi pandangan matanya masih ke arah dokumen.

"Erino, kamu sudah selesai kerja?"

Erino melirik ke layar ponsel, lalu menjawab dengan tersenyum, "Ya, sebentar lagi."

"Kita makan bersama malam ini, ya."

Sambil membaca dokumen di meja, Erino menjawab lembut, "Baiklah."

Erino mempercepat kerjanya. Setelah pekerjaannya selesai, dia meninggalkan kantor.

Di Hotel Royal.

Terlihat mobil Erino datang dari jauh. Salsa merapikan roknya dan tersenyum sambil menunggu Erino turun dari mobil.

"Erino."

Erino menyerahkan kunci kepada petugas hotel. Setelah itu, dia menghampiri Salsa.

"Kamu sudah menunggu lama?"

Salsa merangkul lengan Erino. Wanita itu menjawab, "Nggak, aku barusan datang."

Erino terlihat tegang, tetapi itu hanya berlangsung sebentar.

Mereka berdua pergi ke Restoran Lumier yang berada di lantai tiga Hotel Royal.

Erino menarik kursi untuk Salsa, dia juga memesankan beberapa makanan yang disukai wanita itu.

Menggelikan sekali. Erino tidak pernah melakukannya untukku.

Setiap kali aku memasak untuknya, aku selalu menatapnya dengan penuh harap agar dia juga melakukan sesuatu untukku. Namun, Erino hanya berkata dengan nada dingin, "Mirna, apa kamu nggak punya harga diri? Jangan buang-buang waktu."

Salsa kelihatan bahagia, senyuman merekah di wajahnya.

Makanan sudah disajikan di meja. Salsa terlihat duduk anggun, bahkan dia juga mengambilkan makanan untuk Erino.

Erino menatap wanita itu, kemudian bertanya dengan penuh perhatian, "Apa kamu sudah sehat?"

Pria itu perhatian sekali, sayangnya dia tidak pernah menunjukkan perhatiannya kepadaku.

Salsa mengambil potongan daging sapi. Setelah itu, dia menjawab dengan lembut, "Sudah jauh lebih baik. Hanya sakit lambung, ini penyakit lama. Lambungku nggak akan sakit kalau aku makan tepat waktu."

"Seingatku, dulu waktu sekolah, kamu nggak punya penyakit lambung."

Mendengar itu, Salsa berhenti memotong daging. Wanita itu menatap Erino sambil menahan tawa. "Dulu kamu menjagaku dengan baik, jadi penyakitku nggak kambuh."

Erino bertanya sambil menatap, "Pria itu nggak menjagamu?"

Salsa menaruh pisau. Dia berkata dengan mengernyit, "Kamu menikah dengan Mirna selama lima tahun, aku juga terpaksa menikah dengan pria lain."

"Pada akhirnya, kita sadar bahwa cinta nggak bisa dipaksakan. Kita berdua saling mencintai. Andai Mirna nggak merebutmu, kita sudah menikah selama lima tahun ini."

Benar. Ini semua salahku. Namun, sekarang aku memilih menyerah dan merestui hubungan kalian.

Erino seperti sedang mengingat kembali penderitaannya selama lima tahun ini, ekspresinya langsung muram. "Aku bersalah padamu."

Salsa berdiri dan mendekat ke samping Erino. Salsa membungkuk dan melingkarkan kedua tangannya ke leher Erino. "Nggak, bukan salahmu. Ini semua karena Mirna dan ayahnya yang memaksamu. Dulu kita bukan siapa-siapa, jadi nggak bisa menolaknya."

Salsa menatap alis Erino, kemudian pandangannya jatuh ke bibir pria itu. Saat itu juga, Salsa mendekat ke bibirnya.

Namun, Erino segera memalingkan kepalanya untuk menghindar dari ciuman Salsa.

Aku jadi penasaran, apa yang sedang Erino pikirkan? Kenapa dia menolak ciuman itu?

Mungkinkah dia masih teringat pesan yang pernah kusampaikan dulu?

"Erino, setelah kita menikah, kamu nggak boleh macam-macam, seperti memeluk dan mencium. Selain denganku, kamu nggak boleh melakukannya dengan wanita lain. Apa kamu mengerti?"

Aku menggelengkan kepala untuk menepis pikiran itu. Mana mungkin Erino peduli dengan kata-kataku.

Salsa terkejut. Sambil menggigit bibir, dia berdiri dengan perasaan kecewa, "Maafkan aku, aku

lupa kalau kamu sudah menikah."

"Kami sudah bercerai."

Erino mengatakannya sambil menyentuh jari manis tanpa dia sadari. Cincin kawin yang dia pakai selama lima tahun sudah dilepas, tetapi masih ada bekas di jarinya.

Salsa terkejut. "Benarkah? Kalian sudah bercerai!"

Aku memperhatikan Salsa berusaha untuk tidak tersenyum.

Erino berdiri, lalu mendudukkan Salsa kembali ke kursi semula dan menjawab, "Ya, kami sudah bercerai."

Salsa menggenggam tangan Erino dengan kedua tangannya. Wanita itu berkata dengan tersenyum lebar, "Baguslah! Erino, akhirnya kamu bisa lepas dari Mirna."

Salsa menarik tangan Erino. "Ini berita bagus. Ayo, kita rayakan bersama."

Erino menjawab dengan cuek, "Bukan berita penting, nggak perlu dirayakan."

"Tentu harus dirayakan!" ucap Salsa sambil tersenyum. "Aku sudah menanti hari ini selama lima tahun. Erino, anggap saja demi aku, mari kita rayakan ...."

Melihat Salsa sangat bahagia, Erino pun ikut pergi dengan Salsa karena tidak mau mengecewakan wanita itu.

Ada sebuah klub malam di lantai delapan Hotel Royal.

Banyak pemuda konglomerat di Kota Amerta suka foya-foya di klub malam itu. Selesai makan bersama, Salsa mengajak Erino naik ke lantai delapan.

Aku mengikuti mereka ke sana. Aku tidak bisa mengendalikan arwahku, padahal aku tidak ingin melihat kemesraan mereka.

Sesampainya di lantai delapan, mereka kebetulan bertemu dengan teman-teman Erino yang sedang minum anggur. Salsa segera mengajak Erino masuk ke ruang privat teman-temannya.

Dari ruang privat, terdengar suara musik yang memekakkan telinga. Salsa sengaja menempelkan dirinya ke tubuh Erino sambil merangkul lengan Erino dengan erat. Sikap Salsa seperti ingin mengumumkan hubungan mereka di depan umum.

Mereka minum bersama teman-temannya tanpa henti, akhirnya Erino mabuk sampai tidak bisa berdiri dengan stabil.

Dalam kondisi mabuk, Erino menyipitkan mata dan melihat ke arah jam tangan sambil bergumam, "Sudah pukul 12 malam, aku harus pulang sekarang."

"Mirna melarangku pulang malam."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta yang Telah Kandas
9.4
Pernikahan lima tahun hancur saat Nathan memaksa istrinya menggugurkan kandungan demi melindungi anak dari wanita simpanannya, Lucia. Tak cukup sampai di situ, Nathan bersekongkol dengan dewan direksi untuk mencopot sang istri dari jabatan wakil direktur agar bisa digantikan oleh Lucia. Namun, sang istri tidak tinggal diam menerima penindasan ini. Dengan penuh keberanian, dia melakukan perlawanan fisik dan konfrontasi langsung untuk membongkar kebenaran di balik pengkhianatan mereka.
Sampul Novel Cinta yang Terkhianati
8.1
Rumah tangga Aulia dan Arman tak lagi hangat, hanya menyisakan kepedihan akibat tabiat buruk Arman yang dingin dan gemar bermabuk-mabukan. Badai besar datang ketika Rika membeberkan bahwa Arman berselingkuh dengan Maya. Kecewa berat, Aulia enggan melanjutkan kepura-puraan ini. Ia langsung melabrak suaminya untuk menuntut kejelasan. Meski Arman tak berkutik, hati Aulia telah telanjur hancur. Kini, ia dihadapkan pada pilihan sulit: bertahan atau melangkah pergi demi harga diri.
Sampul Novel DANGEROUS MAN
9.8
Athur Paker, CEO ternama sekaligus mahasiswa, menyembunyikan sisi gelap yang haus darah. Kehidupan dinginnya berubah total saat ia terobsesi pada Shena, gadis ceria yang berani menolak ajakannya. Tak menerima penolakan, Athur memakai paksaan untuk mengklaim Shena. Kini, hidup damai Shena hancur dalam jeratan sang psikopat tanpa jalan keluar. Di tengah penderitaan itu, rahasia masa kecil mereka mulai terkuak. Akankah identitas asli Athur membawa petaka baru bagi masa depan Shena?
Sampul Novel Ditinggal Pacar karena Dikira Miskin
8.2
Karena mengaku keluarganya memelihara sapi, Lucy dicampakkan sang kekasih yang memilih mengejar direktur perusahaan mereka, Jillian. Masalah meruncing saat Jillian kehilangan gelang berharga dan langsung menuduh Lucy. Mantan kekasihnya bahkan ikut menghina Lucy sebagai gadis kampungan yang kotor. Mereka sama sekali tidak menyadari bahwa sapi yang dimaksud Lucy berjumlah puluhan ribu ekor, dan keluarganya adalah konglomerat pemilik aset bernilai ratusan miliar rupiah.
Sampul Novel Selimut Malam Tuan Muda
9.2
Impian Raina Paradisa kuliah sirna di usia tujuh belas tahun. Sang paman menjadikannya jaminan utang satu miliar kepada Alex Modero. Alex merupakan pebisnis sukses berumur tiga puluh lima tahun yang sangat angkuh dan menolak pernikahan. Demi melunasi utang keluarganya tersebut, kini Raina tidak memiliki pilihan lain selain menuruti semua kemauan Alex dan hidup melayani hasrat pria itu.
Sampul Novel Wrong Marriage
9.3
Hidup Angel Matthew berubah total setelah menyerahkan kesuciannya kepada Erick Cullen, mahasiswa baru yang ternyata seorang vampir. Situasi kian pelik dengan kemunculan Jack Wild, sesosok werewolf yang juga mulai memburunya. Angel kini menyadari dirinya adalah Gadis Suci yang diperebutkan oleh kedua kubu. Terjebak di tengah perseteruan abadi antara klan vampir dan werewolf, ia tidak lagi memiliki jalan untuk melarikan diri dari takdir mistis ini.