APKDock Logo
Sampul Novel Kakak Iparku Ratu Iblis

Kakak Iparku Ratu Iblis

9.1 / 10.0
Demi menyelamatkan keponakannya yang mengidap leukimia akut, seorang wanita yang tengah hamil enam bulan rela pulang ke tanah air untuk menjalani tes kecocokan transplantasi. Nahas, niat baiknya berujung petaka saat sang kakak ipar salah paham dan menuduhnya sebagai selingkuhan suaminya sendiri. Di tengah amarah buta, kakak iparnya tega menyekap dan menyiksa fisiknya tanpa peduli pada janin di kandungannya. Kebenaran tragis baru terungkap saat hasil tes kecocokan yang sukses akhirnya tiba.

Kakak Iparku Ratu Iblis Bab 1

Putra tunggal kakakku menderita leukimia akut dan bayi dalam kandunganku menjadi satu-satunya harapan.

Setelah mendengar berita itu, aku langsung kembali ke negara asal dengan kandunganku yang berusia enam bulan untuk menjalani tes kecocokan transplantasi organ.

Kakak mengantarku ke rumah sakit untuk mengambil hasil tes kecocokan transplantasi organ. Akan tetapi, kakak iparku malah mengira diriku sebagai simpanan kakakku.

Dia memanfaatkan ketidakhadiran kakakku untuk mengunciku di kamar mandi, merobek pakaianku, dan menginjak perutku dengan kakinya sambil mencaci-maki diriku.

"Kamu merayu suamiku! Berani-beraninya kamu mengandung anaknya?"

"Putraku sedang sakit. Kamu buru-buru datang ke sini untuk pamer, 'kan?"

"Nggak ada seorang pun yang boleh merebut suamiku! Hari ini, aku akan menunjukkan kepadamu apa yang akan terjadi pada anak seorang simpanan!"

Sampai akhirnya kakak datang sambil membawa laporan hasil tes kecocokan transplantasi organ yang ternyata cocok, kakak iparku pun akhirnya menjadi hancur ….

Setelah mengetahui jika Dodo, putra kakakku yang berusia lima tahun menderita leukimia, aku pun buru-buru kembali ke negara asal dengan kandunganku yang sudah berusia enam bulan untuk menjalani tes kecocokan transplantasi organ.

Pagi ini, kakak menjemputku dengan mobil untuk mengantarku ke rumah sakit guna mengambil hasil tes kecocokan transplantasi organ. Jika tes kecocokan transplantasi organ ini hasilnya cocok, aku akan langsung dirawat di rumah sakit sampai bayiku lahir dan mendonorkan darah tali pusarnya untuk Dodo.

"Rossa, sejak Dodo sakit, aku dan kakak iparmu nggak bisa tidur nyenyak. Dodo itu segalanya bagi kakak iparmu. Kalau kakak iparmu kehilangan Dodo, dia nggak akan sanggup lagi untuk bertahan hidup."

"Kami benar-benar nggak punya pilihan lagi. Bayi dalam perutmu itu sekarang menjadi satu-satunya harapan untuk Dodo."

Melihat wajah lelah kakakku, aku merasakan kepedihan yang mendalam dan buru-buru memeluknya untuk menghiburnya.

"Jangan khawatir. Aku ini bibi kandung Dodo. Tes kecocokan transplantasi organ ini pasti hasilnya cocok."

Kakak menatapku dengan penuh rasa terima kasih. Setelah menemukan tempat yang nyaman untukku, kakak seorang diri pergi mengambil hasil tes kecocokan transplantasi organ itu. Aku duduk di lobi untuk beristirahat. Kemudian, suamiku meneleponku untuk menanyakan kabarku. Kami pun mengobrol santai.

"Hmm, aku dan bayinya baik-baik saja."

"Sayang, aku merindukanmu."

"Kamu harus menemaniku saat bayinya lahir …."

Sebelum aku bisa menyelesaikan kata-kataku, seorang wanita dengan diikuti dua sampai tiga orang wanita langsung mendatangiku dan menjambak rambutku. Rasa sakit seperti tercabik langsung terasa di kulit kepalaku. Agar bayiku tidak terluka, aku hanya bisa mengikuti arah tarikan wanita itu dan melindungi perutku dengan panik.

Wanita itu melemparku ke dalam bilik kamar mandi. Punggungku langsung terbentur dinding. Udara yang dingin dan lembab membuat sekujur tubuhku mati rasa dan perasaan takut mulai menyelimuti hatiku.

Wanita itu terlihat garang. Matanya seperti menyemburkan api saat menatapku.

"Dasar wanita murahan, putraku masih terbaring di ranjang rumah sakit. Kamu pikir kamu itu siapa? Berani-beraninya meminta suamiku menemanimu melahirkan?"

"Dasar wanita jalang, berani-beraninya merayu suamiku. Aku akan memberimu pelajaran."

Merayu apaan? Pria yang mana?

Berhubung sedang hamil, aku tidak menyesuaikan diri setelah kembali ke negara asalku ini. Aku terus berada di hotel dan tidak pernah keluar, kecuali saat melakukan tes kecocokan transplantasi organ ini. Selain itu, aku juga tidak pernah berhubungan dengan pria mana pun.

"Kamu pasti salah orang. Aku nggak mengenalmu."

"Salah orang? Aku melihat suamiku mengantarmu ke rumah sakit dengan mata kepalaku sendiri. Kalian bahkan berani berpelukan di depanku. Kamu sengaja datang ke rumah sakit ini cuma buat pamer, 'kan?" Wanita itu mencibir. "Aku kasih tahu, ya. Aku ini Hera Lingga, istrinya Yogi."

"Nggak ada yang bisa menghancurkan keluargaku!"

Aku terkejut. Yogi itu kakakku. Jika seperti itu, berarti wanita yang bernama Hera di depanku ini adalah kakak iparku.

Tadi, waktu kakakku mengantarku ke sini, kami memang benar-benar terlihat sedikit lebih akrab. Hera pasti tidak sengaja melihatnya. Jadi, ketika kemudian aku menelepon dan didengar oleh Hera, Hera mengira jika aku ini adalah simpanan kakakku dan yang kuajak bicara di telepon itu adalah kakakku. Dengan begitu, terjadilah kesalahpahaman.

Orang-orang di belakang Hera mulai membuat keributan. "Kak Hera, jangan lepaskan wanita murahan ini. Semua simpanan itu pantas mati!"

"Aku bukan simpanan. Aku Rossa Zubir. Aku ini … uhh." Aku mencoba membela diri.

Akan tetapi, sebelum aku bisa menyelesaikan kata-kataku, bagian belakang lututku sudah ditendang dengan keras. Kedua lututku menghantam lantai dengan begitu kerasnya. Kemudian, seseorang menjambak rambutku dan mendorong masuk kepalaku ke dalam toilet.

Aku tersedak sampai mataku memerah. Otakku berdengung. Perasaan takut tercekik datang menghampiriku. Namun, aku tidak berani berontak kuat-kuat.

Semua itu karena aku takut membahayakan bayiku. Darah tali pusar bayi dalam perutku ini adalah satu-satunya harapan Dodo keponakanku.

Akhirnya, mereka menjambak rambutku dan mengangkatku keluar dari air. Air toilet yang dingin dan bercampur dengan bau busuk membuatku merasa darah di tubuhku hampir membeku.

Aku menarik napas panjang-panjang dengan mulutku.

Namun, sebelum akal sehatku pulih, sebuah tamparan mendarat dengan keras di wajahku. Aku ditampar dengan begitu kerasnya hingga telingaku berdengung dan bibirku pecah, hingga aku merasakan darah di mulutku.

Sejak hamil, aku menjadi begitu berhati-hati. Aku takut akan membahayakan bayi yang kudapatkan dengan susah payah ini. Aku gemetar dan memeluk perutku. Namun, detik berikutnya, Hera menarik tanganku, menaruhnya di toilet dan memukulinya dengan kejam, dengan menggunakan tongkat.

"Ah!" Rasa sakit yang luar biasa membuatku tidak bisa menahan diri untuk tidak menjerit kesakitan.

Hera menatapku dengan garang. "Sakit, ya? Memang sakit. Itu supaya kamu ingat apa akibatnya menjadi wanita simpanan!"

Entah dari mana, Hera mengeluarkan pisau cutter dan mencengkeram daguku. "Sebentar lagi, akan ada yang lebih menyakitkan."

Aku menatap lekat-lekat pisau tajam itu dengan kedua mataku dan menggelengkan kepalaku dengan putus asa.

Ketika aku menyebutkan namaku tadi, Hera sama sekali tidak bereaksi. Jelas, dia benar-benar tidak mengenal nama Rossa. Apa yang harus kulakukan?

Hera perlahan mendekat dengan pisau cutter itu. "Simpanan dan anak simpanan, semuanya harus mati!"

Pada saat itu, terdengar ketukan di pintu dan aku mendengar suara kakakku.

"Rossa, apa kamu di dalam?"

"Kak!" Aku mencoba berteriak.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Kakak Iparku Ratu Iblis

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel ASI untuk Pak Guru
8.5
Jenara Atmisly, siswi berprestasi, menyimpan rahasia medis yang memalukan. Ia mengidap galaktorea, kondisi hormon yang membuatnya memproduksi ASI tanpa pernah hamil. Saat rasa sakit akibat penumpukan cairan itu tak tertahankan di sekolah, ia terpaksa meminta bantuan gurunya. Insiden tak terduga di ruang guru tersebut mengubah segalanya. Rahasia ini menjadi awal mula hubungan asmara mereka yang rumit, menantang, dan penuh risiko.
Sampul Novel Gadis 100 juta (fatamorgana)
9.6
Demi menebus adiknya yang diculik, Daiva Gayatri Maheswari terpaksa menjual kesuciannya kepada Keyko Khayang Gumelar seharga 100 juta rupiah. Namun, takdir membawanya bertemu Damian, seorang duda tampan, di sebuah supermarket tanpa sengaja. Kini, Daiva berada di persimpangan asmara saat kedua pria itu mulai memperebutkan cintanya. Siapakah yang akan Daiva pilih sebagai pendamping hidupnya di tengah bayang-bayang masa lalu yang kelam?
Sampul Novel Istri Untuk Suamiku
8.6
Divonis kanker rahim stadium lanjut membuat Fatma harus mengubur mimpinya memiliki keturunan. Demi kebahagiaan sang suami, Satria, ia rela memintanya untuk beristri lagi. Namun, di balik keputusannya, terungkap fakta menyakitkan bahwa Satria sebenarnya tidak pernah mencintai Fatma. Walau Satria sempat menolak demi menjaga perasaannya, Fatma tetap memohon sambil menangis agar keinginan terakhirnya dikabulkan sebagai bukti ketulusan cintanya.
Sampul Novel Janda Bertemu Dengan Duda
8.1
Demi menghapus duka setelah kepergian Rizal, Sonia memboyong Alif dan Hana ke sebuah apartemen sederhana. Di hunian baru itu, takdir mempertemukannya dengan Yudha, duda menawan yang juga berjuang mengasuh putrinya, Mira, pasca-tragedi memilukan. Pertemuan tak sengaja di lorong apartemen perlahan memantik getaran rasa di hati mereka yang sama-sama terluka. Kini, keduanya dihadapkan pada pilihan sulit: terus meratapi masa lalu atau berani membuka hati bagi cinta yang baru.
Sampul Novel Menyusui Bayi Mafia
9.7
Pelajar muda bernama Lea dikejutkan oleh tawaran tidak masuk akal dari bos mafia, El Zibrano Elemanus. El bersedia memberikan kekayaan melimpah asalkan Lea mau menyusui putranya. Tentu saja Lea menolak keras demi masa depannya. Sayangnya, El tidak menerima kata tidak dan siap memakai caranya sendiri untuk memaksa Lea. Kini, ia terjebak dalam situasi intim yang mengancam harga diri serta masa depannya akibat obsesi sang mafia.
Sampul Novel Misteri matinya teman-temanku
8.6
Satu per satu orang terdekatku, mulai dari sahabat, kerabat, hingga musuh masa lalu, tewas mengenaskan. Pelaku pembunuhan berantai ini sangat rapi menyembunyikan bukti, membuat sosoknya tak terdeteksi. Di tengah pusaran misteri yang mencekam ini, daftar korban terus bertambah panjang. Kini, bahaya besar mulai mengancam nyawaku sendiri. Aku yang terjebak di pusaran teror ini harus menghadapi kenyataan bahwa maut sedang mengincar dari kegelapan.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan