APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kakak Beradik 

Kakak Beradik 

Kematian tragis sang protagonis terjadi tepat di hari ulang tahunnya bersama saudara kembarannya. Di tengah duka yang palsu, sang kembaran justru menangis dalam pelukan kekasih protagonis. Sementara itu, kemarahan keluarga memuncak; sang ibu terus menelepon tanpa henti, sang ayah mencaci maki dirinya sebagai anak tidak tahu berterima kasih, dan kembarannya mengirim pesan kejam yang menuduhnya egois. Namun, di balik semua tuduhan dan kebencian tersebut, rasa sakit di dada sang protagonis akhirnya benar-benar lenyap untuk selamanya.
Bab
Bagikan

Bab 5

Setelah panggilan diakhiri, Vando langsung mengumpat dengan marah.

Suara itu membuatku terjerat dalam ketakutan yang tiada akhir ....

Sebelum hari ulang tahunku, aku berusaha untuk menyelesaikan semua pekerjaanku.

Ibuku meneleponku dan menyuruhku untuk pulang lebih awal, karena ada acara yang akan diselenggarakan di rumah.

Namun, aku lebih ingin pergi ke makam Nenek pada hari ulang tahunku.

Patung dewa yang dia berikan untukku masih tertinggal di rumah lama.

Baru saja turun ke lantai bawah, aku pun bertemu dengan Sofia dan Witson.

"Ellen, besok adalah ulang tahun kita. Apa kamu mau ikut merayakannya?"

"Kemudian, aku dan Witson juga akan bertunangan pada hari itu. Kamu harus datang ya."

Sofia bersandar di pelukan Witson sambil tersenyum ceria.

Mendengar kata-kata itu, barulah aku tahu bahwa itu adalah acara yang diselenggarakan untuk Sofia. Sebab itu, aku tidak menghiraukannya dan terus berjalan ke depan.

"Ellen, apa kamu tidak senang melihatku bahagia?" tanya Sofia sambil menarik tanganku dengan kuat.

Dia sebenarnya tidak ingin mengundangku, tetapi malah ingin memamerkan kebahagiaannya.

"Ya sudah, aku akan lihat seberapa bahagianya kalian."

Dalam kondisinya yang marah, aku hanya berniat untuk menjijikkannya. Tak sangka, itu malah membawa malapetaka untuk diriku sendiri.

Aku sudah mencari setiap sudut di rumah, tetapi tidak menemukan patung itu. Aku sangat panik hingga menangis.

Hal-hal yang tidak baik pun terus terjadi.

"Ellen, kamu sedang mencari patung dewa ya?" tanya Sofia. Seakan-akan dia sudah mengetahui kelemahanku.

"Patung itu sudah dibuang ke ruang bawah tanah, tidak ada gunanya kalau dipajang di rumah."

Mendengar kata-kata itu, aku langsung bergegas ke ruang bawah tanah.

Ketika pintu terbuka, ruangan itu benar-benar sangat gelap.

Sofia berdiri di belakangku, dia mengangkat tangan dan melemparkan sesuatu ke ruang bawah tanah. Kemudian, dia pun mendorongku masuk ke dalam.

"Mau ikut acara pertunanganku? Mimpi saja!"

"Dalam hidup ini, aku nggak akan merayakan ulang tahun bersamamu.”

"Tinggal saja di ruang bawah tanah ini. Aku ingin melihat seberapa takutnya kamu."

Aku mendengar suara tawanya yang keras serta suara putaran kunci.

Tidak peduli betapa kerasnya aku mengetuk pintu, dia sama sekali tidak membukanya.

Omong-omong, Sofia bilang patung yang diberikan Nenek ada di ruang bawah tanah.

Aku menyalakan ponselku untuk mendapatkan sedikit cahaya, tetapi tidak menemukan apa pun.

Tak lama kemudian, aku tersandung dan ponselku terjatuh ke lantai.

Ketakutan kembali menyerangku, aku terjebak dalam kegelapan yang pekat.

Dalam kondisi setengah sadar, pintu kembali terbuka.

Sosok itu adalah Ibu.

"Ibu, selamatkan aku." Aku ingin berbicara, tetapi tidak bisa mengeluarkan suara apa pun.

Tubuhku tergeletak di lantai dan sama sekali tidak bisa bergerak.

Ibuku berdiri di depan pintu dan melirik ke dalam sejenak. Kemudian, dia meletakkan barang di tangannya dan keluar lagi tanpa ragu.

Aku menahan diri agar tidak pingsan. Setelah sekian lama, akhirnya ada orang yang datang menyelamatkanku.

"Selamatkan aku," ujarku dengan suara lembah. Itu pun membuat orang di depanku terkejut.

"Astaga! Kenapa ada orang di sini?"

"Tapi, dia terlihat cukup cantik. Jangan takut, aku akan menyelamatkanmu sekarang ...."

Aku mencium bau alkohol yang menyengat, kemudian juga mendengar suara pakaian yang sobek.

Setelah roh keluar dari tubuhku, aku melihat pria itu berbaring di atas tubuhku.

Orang di sebelahnya juga mengambil ponselku.

"Mati! Kenapa bisa mati?"

"Benar-benar tidak bisa diajak main, sial sekali!"

Dalam kepanikan, mereka langsung memasukkan mayatku ke dalam karung.

Saking gelapnya sampai tidak bisa melihat wajah mereka, sehingga aku hanya tahu bahwa mereka terdiri dari dua orang.

Namun, suara mereka terus bergema di telingaku.

Karung itu sangat kecil, tetapi aku bisa masuk ke dalam setelah ditendang mereka beberapa kali.

Aku sangat takut hingga melarikan diri dan melintasi kegelapan. Kemudian, terdengar suara anjing yang saling menggonggong dari kejauhan.

Sungguh menakutkan!

Ketika aku berbalik lagi, aku sudah berada di pesta pertunangan Sofia.

Ruangan pesta bersinar terang. Di bawah lampu gantung yang megah, tersaji berbagai makanan dan minuman yang lezat.

Keluargaku berpakaian rapi dan mengucapkan doa yang baik. Namun, mereka akan mengumpat saat memikirkanku.

Terlihat jelas bahwa ruangan ini bertolak belakang kalau dibandingkan dengan ruang gelap tempat aku tinggali sebelum meninggal.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cintaku T'lah Mati
8.7
Pernikahan paksa selama lima tahun antara Karen dan Mark akhirnya menemui titik akhir saat Karen mengajukan perceraian. Tanpa menunda, Mark yang merasa terbebas langsung menyiapkan seluruh berkas. Saat proses administrasi berlangsung, Mark bahkan tega membawa kekasih idamannya demi menghina Karen yang dianggapnya bernasib malang. Di tengah pandangan mata yang mulai buram dan kesadaran yang perlahan memudar, Karen bertekad tidak akan menjalani kehidupan yang menyedihkan lagi di masa depan.
Sampul Novel Gadis Pecandu di Rumah Sakit
9.8
Saat berbaring di ranjang pasien untuk memeriksa gangguan gairah parah yang dideritanya, seorang wanita harus menghadapi tindakan tidak senonoh dari sosok yang ia kira adalah dokter medis. Alih-alih diperiksa secara profesional, ia justru dipermainkan secara fisik hingga tak berdaya. Ketika ia menoleh ke belakang demi menghentikan perbuatan itu, ia terkejut mendapati bahwa pria itu sebenarnya adalah dosennya sendiri, yang kemudian langsung merangsek maju dengan sangat kasar.
Sampul Novel Malam Gairah: Cinta Adalah Game Pemberani
7.9
Pernikahan impian Camila hancur seketika saat sang calon suami tidak datang, menjadikannya bahan tertawaan para tamu. Dalam balutan amarah dan rasa kecewa, ia nekat melewati malam bersama seorang lelaki asing. Camila mengira kisah itu selesai begitu saja, tetapi pria misterius tersebut justru menolak pergi dari hidupnya. Kini, Camila dihadapkan pada pilihan sulit: mengabaikan godaan pria itu atau kembali membuka hatinya untuk asmara yang baru.
Sampul Novel Mengandung Anak Boss
8.3
Siska awalnya hanya ingin bekerja sebagai sekretaris di perusahaan mewah. Namun, Arga, sang atasan yang tampan, malah menyodorkan kontrak kerja yang sangat tidak biasa. Bosnya tersebut rupanya memiliki kondisi medis khusus yang mewajibkannya meminum ASI. Siska pun kini berada di persimpangan jalan yang sulit, harus memilih antara tetap bersikap profesional atau bersedia menjadi penyedia ASI demi memenuhi kebutuhan kesehatan unik sang pimpinan.
Sampul Novel Misteri di Balik Senyummu
9.7
Ardi, pemuda pemalu yang gemar dunia detektif, terlibat misteri sungguhan sejak bertemu Nia. Rasa penasaran membawanya membuntuti Nia ke rumah kuno terbengkalai milik sang nenek. Di tempat itulah masalah finansial keluarga Nia terbongkar. Kini, mereka harus segera menemukan barang berharga di sana sebelum direbut pihak jahat. Misi ini tidak hanya menyelamatkan warisan menjadi museum, tapi juga menumbuhkan benih asmara di antara keduanya.
Sampul Novel Terjerat Pesona Dosen Tampan
9.4
Demi gelar sarjana, aktris top Agnesia Putri Hutama terpaksa hiatus dari dunia hiburan. Di kampus, ia justru berhadapan dengan Kevin, dosen muda tampan yang sangat membenci kaum selebritas. Ketegangan di antara mereka kian memuncak saat sebuah situasi darurat memaksa keduanya untuk tinggal serumah. Di tengah perbedaan dunia mereka yang begitu kontras, mampukah kebencian mendalam itu perlahan terkikis dan berubah menjadi benih asmara?