APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel JOSEPH HUNTER (Fight for Trust)

JOSEPH HUNTER (Fight for Trust)

Tragedi malam pertama merenggut Camila, istri Joseph Hunter, yang hanyut ke laut demi menghindari restu maut ayahnya. Nyaris tewas, Joseph terikat kontrak gelap untuk memburu kartel The Demon. Di tengah misi berbahaya ini, ia bertemu Vanessa, kekasih musuhnya yang berwajah persis mendiang istrinya. Rahasia masa lalu yang terbongkar menyeret Joseph ke pusaran dendam membara, memaksanya bertarung demi sebuah kepercayaan di dunia mafia yang kejam.
Bab
Bagikan

Bab 1

"I do," jawab wanita cantik dengan gaun sederhana berwarna putih sambil menatap lekat pada pria yang sangat dicintainya.

Janji suci telah terucap. Sepasang mempelai telah selesai melangsungkan ritual sakral mereka. Gurat kebahagiaan tak mampu lagi mereka tutupi. Hingga pendeta mempersilakan kedua mempelai untuk menutup ritual itu dengan ciuman penuh cinta mereka.

"You may kiss the bride," ucap si Pendeta sambil tersenyum bahagia menyaksikan betapa dua insan itu dimabuk cinta.

"I love you with all my heart and soul, Baby," ucap si pria sebelum menyatukan bibirnya dengan bibir si wanita yang sangat dicintainya itu.

"And I love you like you are my life, Baby," balas si wanita setelah mereka melepaskan ciumannya.

Tidak ada tepuk tangan riuh tamu undangan. Tidak ada ritual melempar bunga. Keduanya resmi menjadi pasangan suami istri di hadapan Tuhan, dengan disaksikan oleh sepasang suami istri penjaga rumah yang mereka sewa.

"Kami akan pergi ke kota untuk beberapa hari, Sir. Silakan menikmati bulan madu kalian," ucap pria penjaga rumah itu.

Tinggal satu atap dengan sepasang pengantin baru, bukanlah ide yang bagus. Sepasang suami istri penjaga rumah itu sengaja meninggalkan pasangan pengantin baru tersebut. Mereka ingin memberikan privasi bagi pasangan itu untuk menghabiskan waktu berdua.

"Hanya ada kita berdua sekarang," bisik manja si wanita.

Wanita itu berdiri nyaris tanpa jarak dengan si pria sambil menggigit bibir. Tangan lembutnya menari-nari di atas permukaan kulit suaminya, membentuk pola acak dengan gerakan menggoda, mulai dari rahang, leher hingga dadanya. Perlahan jari-jari lentik itu mengurai kancing kemeja yang masih melekat di tubuh suaminya.

Tak butuh waktu lama, tubuh bagian depan pria itu telah terbuka, menampilkan bulu-bulu halus di sekitar dadanya yang memanggil-manggil untuk disentuh.

Sebenarnya, pria itu telah mati-matian menahan diri. Sesuatu di bawah sana sudah menggeliat ingin dibebaskan. Hanya saja, dia ingin memberi kesempatan pada istrinya untuk memulai.

Pria itu menggeram sambil memejamkan mata saat tangan istrinya mulai bergerak nakal di bawah sana.

"I'm all yours, Baby," bisik wanita itu parau sebelum akhirnya berjinjit dan mencium bibir suaminya.

Seperti tidak mau membuang waktu lagi. Wanita itu mulai memimpin permainan. Dalam waktu singkat, tubuh mereka telah terbakar gairah. Si pria segera mengambil alih dengan mengangkat tubuh istrinya dan membawa wanita yang sangat dia cintai itu ke ranjang, tanpa melepaskan pagutan mereka.

Pria itu menjatuhkan istrinya di atas ranjang seraya menjauhkan wajah. Dia menatap lekat wajah cantik sang istri sambil membelai pipinya. Begitu pula wanita itu. Untuk sesaat, mereka menikmati momen dengan menyelami tatapan memuja satu sama lain, sebelum akhirnya mereka menyerahkan diri pada hasrat manusiawi yang sudah menggelora.

"I love you, Camila," bisik pria itu di sela luapan gairah yang semakin membakar jiwa dan raganya.

"Please... Joseph ...," mohon Camila dengan mata sayu yang berkabut, menahan sesuatu di dalam dirinya yang sangat mengharapkan sentuhan lebih dalam dari sang suami.

Pria itu mengakhiri pergulatan panas mereka dengan mendekap erat sambil menciumi kening Camila. Dia membiarkan wanita yang sangat dicintainya itu meringkuk, mencari kehangatan dan kenyamanan dalam dekapannya.

Tubuh yang lelah, membuat Camila begitu cepat terhanyut dalam alam bawah sadar. Dengan lembut Joseph menyibak rambut yang menutupi wajah wanita itu. Joseph tersenyum, melihat wajah damai Camila. Jemarinya bergerak perlahan, menelusuri wajah cantik Camila, seolah sedang menghafal setiap lekuk wajah istrinya.

"Aku akan melakukan apapun untukmu, Camila," bisiknya lembut di atas kepala wanita itu sebelum dia menyerahkan kesadaran pada alam mimpi.

Ucapan itu bukan semata ungkapan perasaan, namun itu adalah janji Joseph untuk Camila. Janji yang akan selalu dia pegang selama dia masih bernapas dan selama jantungnya masih berdetak.

Kedua mata Joseph yang tadinya terkatup rapat, tiba-tiba terbuka. Meski samar, dia bisa mendengar derap langkah seseorang di sekitar rumahnya.

Dengan meminimalisir suara, Joseph memungut celana yang tergeletak di lantai lantas mengenakannya. Dia membuka sedikit tirai kamar untuk melihat situasi di luar. Tidak ada apapun yang mencurigakan, tapi dia tahu ada seseorang yang sedang berusaha untuk masuk ke rumahnya.

Joseph berbalik, meninggalkan jendela kamarnya. Dia menyambar kemeja yang ada di ujung ranjang lalu memakainya. Setelah itu, dia membangunkan Camila.

"Camila, bangun," bisik Joseph sambil menggoyang pelan bahu istrinya.

Wanita itu menggeliat pelan lalu membuka kelopak matanya perlahan. Dia tersenyum melihat wajah Joseph yang begitu dekat dengannya.

"Kau mau sekali lagi?" tanyanya dengan suara serak dan senyum lemah.

Joseph tersenyum lantas berkata, "Aku selalu ingin melakukannya, tapi sekarang kau harus segera memakai pakaianmu."

Camila segera membuka matanya lebar-lebar saat mendengar jawaban Joseph. Dia mengerutkan wajah kebingungan.

"Ada seseorang di sini. Pakailah pakaianmu, Sayang," tutur Joseph.

Raut wajah Camila langsung berubah pias. Dia beringsut duduk sambil menarik selimut hingga batas dadanya.

"Apa yang harus kita lakukan?" tanya Camila panik. Wanita itu melarikan pandangannya dengan liar karena ketakutan.

"Hei... hei... tenang! Ada aku di sini," bisik Joseph sambil menangkup sisi wajah Camila, menatap lekat kedua matanya untuk memberikan ketenangan.

"Berpakaianlah, kita harus pergi dari sini," ucap Joseph lagi.

Wanita itu mengangguk lantas mulai mengenakan pakaian yang tadi dia kenakan. Begitu selesai, Joseph menggenggam erat tangan Camila dan membimbingnya mengendap-endap untuk keluar dari rumah itu.

Mereka berhasil keluar dari kamar, namun sesaat kemudian tendangan keras mendarat di tubuh Joseph hingga membuat genggaman tangannya pada Camila terlepas.

Camila menjerit histeris, sementara Joseph berusaha bangkit dan melawan orang itu. Adu pukul pun tak bisa dihindari lagi. Joseph berusaha sekuat tenaga melawan pria penyusup tersebut. Begitu lawannya tumbang, Joseph tidak melewatkan kesempatan itu untuk membawa Camila keluar dari rumah.

Mereka berhasil berlari sampai ke halaman. Namun tak berselang lama, langkah kaki mereka dihujani oleh tembakan senjata api. Tidak ada tempat untuk berlindung, tidak ada waktu untuk berhenti berlari. Joseph membawa Camila masuk ke dalam hutan. Di tengah pekatnya malam, Joseph dan Camila terus berlari menerabas semak dan tumbuhan liar yang ada di hadapan mereka.

"Teruslah berlari, aku akan menahan mereka," ucap Joseph saat dia merasa pelariannya akan sia-sia jika tidak ada yang menahan orang-orang itu.

Camila menggeleng. "Tidak, aku tidak akan meninggalkanmu di sini," tukasnya.

Joseph menangkup wajah Camila. "Dengarkan aku, Camila! Aku akan segera menyusulmu. Kau ingat jalan setapak menuju tebing? Tunggu aku di sana, okay?"

Wajah cantik Camila telah basah dengan air mata. Bukan hanya takut dengan kegelapan malam dan hewan buas di dalam hutan, tapi dia juga takut akan terjadi sesuatu pada suaminya.

"Jangan takut, Sayang. Kau lihat bintang itu?" Joseph menunjuk rasi bintang orion di langit barat. "Ikuti arah bintang itu, maka kau tidak akan tersesat. Aku akan segera datang menjemputmu," kata Joseph.

Tangis Camila semakin menjadi. Tapi dia tidak punya waktu lagi untuk sekadar merasa takut. Yang bisa dia lakukan sekarang hanyalah percaya pada Joseph. Dia memeluk erat tubuh pria itu lalu menciumnya sebelum berlari mengikuti arah rasi bintang yang ditunjuk suaminya tadi.

"Run, Baby! Run! Don't look back!" perintah Joseph saat Camila berkali-kali berpaling padanya.

Sementara Joseph, pria itu bersembunyi di balik pohon menunggu orang-orang yang mengejarnya. Salah satu dari mereka datang, dengan cepat Joseph menendang tubuh orang itu lalu menghujaninya dengan pukulan tanpa ampun hingga orang itu tidak berdaya.

Satu orang lagi datang menyerang Joseph dari belakang. Joseph tersungkur, namun dia bisa bangkit dengan cepat dan memberikan serangan balasan hingga orang itu tumbang.

Joseph tetap waspada melihat situasi. Ketika di rasa aman, dia kembali berlari menyusul Camila. Namun ketika sampai di tengah jalan, sebuah timah panas melesat dan menyerempet lengannya. Joseph berbalik dan mendapati beberapa orang mengepung.

Meski dengan tangan kosong, Joseph tidak gentar menghadapi kepungan orang-orang itu. Satu persatu dari mereka berhasil Joseph tumbangkan meski dia harus mendapat luka di beberapa bagian tubuh yang menghambat pergerakannya.

Tertatih-tatih Joseph kembali menyusul Camila. Dia hanya terus berlari tanpa menghiraukan rasa sakit yang mencoba menguasai dirinya. Hingga akhirnya, dia sampai di tempat yang dia janjikan pada Camila. Namun, lagi-lagi hal tidak terduga terjadi. Di depan sana, Camila tampak sedang berjuang untuk melepaskan tangannya dari cekalan dua orang pria yang masing-masing dari mereka menahan satu tangan Camila.

"Camila!" seru Joseph sambil berlari mendekat.

"Joseph, tolong aku!" jerit Camila yang masih meronta mencoba melepaskan diri.

Satu pria itu melepaskan tangan Camila dan berlari menerjang Joseph. Di saat Joseph sedang disibukkan dengan lawannya, di depan sana, Camila berhasil mengehempas cekalan di tangannya hingga terlepas. Namun nahas, saking kerasnya dia menarik tangan dari pria itu, tubuhnya terhuyung ke belakang lalu kakinya tergelincir hingga membuatnya terjatuh dari atas tebing.

Jerit ketakutan Camila berhasil menarik perhatian Joseph yang sedang berduel. Sekuat tenaga Joseph berlari ke tepi tebing, namun sudah terlambat. Dia hanya mampu menyaksikan tubuh Camila yang tertelan besarnya gelombang air laut.

"CAMILA ...!!!" Sekuat apa pun Joseph memanggil, tubuh Camila tidak pernah muncul kembali.

Joseph merasakan tubuhnya ditarik paksa oleh seseorang. Bukan untuk membantunya bangkit, melainkan untuk di hajar habis-habisan. Berapa pun banyaknya pukulan dan tendangan yang mendarat di tubuhnya, semua itu tidak mampu membuat Joseph mengerang kesakitan. Bahkan beberapa timah panas yang menembus kulitnya tak mampu membuat pria itu mengeluh. Raga dan jiwanya telah mati rasa bersama kepergian Camila. Sampai dia merasakan gelap menjemput.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cold-hearted girl
9.4
Nyawa seorang ilmuwan jenius terancam bahaya besar setelah ia berhasil menciptakan sebuah penemuan krusial. Demi keselamatannya, seorang pembunuh bayaran wanita yang tangguh ditugaskan dalam misi khusus untuk melindunginya. Namun, di tengah situasi menegangkan yang mengintai mereka, benih asmara justru tumbuh. Pertemuan intens ini memicu konflik batin dalam diri sang gadis, saat dedikasi profesionalnya perlahan berubah menjadi cinta mendalam.
Sampul Novel Dia Bukan Milikku
9.3
Tugas negara adalah prioritas Letnan Imam, tetapi pengkhianatan Serda Resti merusak janji suci mereka. Walau Resti kini milik pria lain, bayangnya belum hilang. Usai kecelakaan, Imam menemukan cinta baru dalam diri Dokter Utami. Namun, misi di Lampung mempertemukannya dengan Lita, siswi yang sangat mirip dengan Resti. Saat kesetiaan Imam diuji, Utami memilih mundur, sementara Lita sendiri sudah punya kekasih. Siapa yang akan mengisi kekosongan hati sang Letnan?
Sampul Novel Gadis Nakal Sang Bidadari Surga
7.9
Ayana, ketua geng motor pemberontak The Wild Ants, dipaksa masuk pesantren oleh ayahnya agar jera. Namun, di sana ia justru dihadapkan pada kenyataan bahwa dirinya telah dijodohkan dengan Gus Farhan, anak pemilik pesantren tersebut. Wasiat terakhir mendiang ibunya membuat Ayana tak mampu menolak rencana pernikahan ini. Kini, sang ratu jalanan harus beradaptasi dengan dunia religi yang asing serta takdir pernikahan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Sampul Novel PANTHER & DEA
9.0
Sejak kecil menjadi pembunuh bayaran yang menghabisi orang tuanya sendiri, Panther jenuh dan ingin pensiun. Namun, hartanya dikuras habis oleh mafia Edward Elmund. Demi bertahan, ia menculik Natalia, putri Edward, tapi sang ayah enggan membayar tebusan. Di tengah pelarian, Sophie yang dicintainya malah berkhianat demi harta. Saat terpojok, Dea, informan lamanya, datang membantu meraih kebebasan. Layakkah Panther hidup normal setelah masa lalunya?
Sampul Novel Pedang Kebenaran Sejati Seri 3
9.5
Setelah bertemu orang tuanya, Permana Brata fokus menyembuhkan Ki Sasmaya. Pemegang Pedang Kebenaran Sejati ini ingin membalas kebaikan gurunya. Namun, ia harus menghadapi kelompok Musto Ireng yang meneror lewat perampokan dan penculikan. Demi menyelamatkan dunia persilatan dari kehancuran akibat ulah para pemberontak kejam tersebut, Permana segera bertindak untuk menghentikan kekacauan yang terjadi.
Sampul Novel Pembalasan Janda Talak Tiga
7.8
Tepat setelah ijab kabul selesai, seorang mempelai wanita langsung diceraikan dengan talak tiga oleh suaminya. Di hadapan para tamu undangan yang tertegun, momen bahagia itu seketika sirna, meninggalkan luka batin yang teramat dalam. Namun, kesedihan tersebut segera berubah menjadi amarah dan tekad bulat. Menolak untuk hancur dan menyerah pada keadaan, sang janda kini bangkit demi menuntut balas atas penghinaan kejam yang telah merusak hidupnya.