APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Jessica, Luka Yang Terpendam

Jessica, Luka Yang Terpendam

Kehidupan Jessica, agen properti sukses, mendadak terusik saat rekan kerjanya, Moses, membawa calon pembeli bernama Tommy. Sosok tersebut rupanya mantan kekasih Jessica yang kini tengah mencari rumah bersama calon istrinya demi pernikahan yang tinggal enam bulan lagi. Walau sempat bersandiwara tidak saling tahu, Tommy secara mengejutkan mendatangi kediaman Jessica keesokan harinya secara pribadi. Akankah momen ini menyalakan kembali cinta lama mereka, atau malah merusak rencana pernikahan Tommy?
Bab
Bagikan

Bab 3

Dalam perjalanan menuju ke kantornya, Jessica terkenang akan peristiwa tujuh tahun lalu yang sangat menyakitkan hatinya. Waktu itu dia pergi mencari Tommy di rumahnya yang megah. Sudah tiga hari kekasihnya itu tak dapat dihubunginya, yaitu semenjak ayah Jessica divonis bersalah oleh pengadilan karena telah menggelapkan uang perusahaan tempatnya bekerja untuk berjudi. Orang tuanya itu memperoleh hukuman sepuluh tahun penjara.

“Mau apa kamu datang kemari?” tanya Wanda, ibu kandung Tommy, sewot melihat kedatangan Jessica. Perempuan cantik berusia hampir lima puluh tahun namun masih tampak awet  muda itu memandang gadis itu dengan tatapan tidak suka. Sungguh jauh berbeda dengan sikapnya dahulu yang selalu ramah setiap kali Jessica datang ke rumahnya. Maklum, putra tunggalnya telah berpacaran dengan gadis itu selama lima tahun. Hubungan keduanya direstui oleh Wanda karena melihat kepribadian kekasih anaknya itu tidak neko-neko dan berasal dari keluarga baik-baik.

“Halo, Tante Wanda. Tommy ada?”

“Tidak ada.”

“Oh, boleh saya tahu dia pergi ke mana? Sudah tiga hari ini saya tidak bisa menghubunginya, Tante.”

Wanda menatap tamunya dengan sorot mata dingin. Dia lalu berkata dengan tegas, “Sica, Tante sudah mendengar kabar tentang ayahmu yang dinyatakan bersalah oleh pengadilan dan dihukum penjara. Oleh karena itu, Tante mohon Sica mengerti dan bisa melupakan Tommy.”

Jessica terperanjat mendengar pernyataan ibunda kekasihnya tersebut. Dia mengerti nama baik keluarganya telah rusak akibat kesalahan ayah kandungnya. Tetapi apakah masa depannya pun harus hancur gara-gara perbuatan orang tuanya itu?

“Tante…, Sica mohon dengan sangat agar dipertemukan dengan Tommy. Ada hal penting yang harus Sica bicarakan dengannya….”

“Tommy sudah Tante kirim ke luar negeri. Dia tidak akan kembali dalam jangka waktu yang lama. Kamu katakan saja pada Tante apa sebenarnya tujuanmu datang kemari!”

Kalimat-kalimat yang diucapkan Wanda bagaikan belati yang menusuk tajam ulu hati Jessica. Ya Tuhan, benarkah Tommy tega meninggalkanku begitu saja? Padahal dia berjanji akan selalu mendampingiku di saat-saat sulit ini, tangis gadis itu dalam hati.

“Luar negeri mana, Tante?”

“Cuih, percuma juga aku katakan padamu! Memang kamu bisa menyusulnya?! Pakai apa? Pesawat kertas?!” ejek Wanda penuh penghinaan. Air mata Jessica mulai mengalir membasahi pipinya yang tirus. Sejak masalah hukum ayahnya menyebar di  media sosial negeri ini, tidurnya tak pernah nyenyak. Nafsu makannya pun jauh berkurang dan berat badannya turun drastis.  Ia selalu dilanda kecemasan akan nasib keluarganya kelak akibat perbuatan melanggar hukum yang dilakukan ayahnya. Ibunya  menjadi sakit-sakitan dan Jenny, kakak kandungnya, dikucilkan oleh keluarga suaminya.

“Tante Wanda…,” ucap Jessica dengan wajah bersimbah air mata. “Sica hamil….”

Sang nyonya rumah terbelalak mendengar pengakuan tamu yang tak diundangnya ini. “Kamu…apa maksudmu? Apa hubungan kehamilanmu dengan anakku?” tanyanya berlagak bodoh. Tentu saja dia dapat menduga bahwa putra tunggalnya-lah yang bertanggung jawab atas kehamilan gadis yang berdiri di hadapannya ini.

Jessica menelan ludahnya dan berkata, “Tante kan tahu, Tommy dan Sica sudah berpacaran selama bertahun-tahun. Sekarang Sica mengandung…tentunya Tante dapat menebak siapa yang harus bertanggung jawab….”

“Perempuan murahan! Pergi kau dari sini, pergi!”

“Tante Wanda, Sica mohon…janin yang Sica kandung adalah darah daging Tante sendiri. Tidakkah Tante menaruh belas kasihan terhadapnya? Dia adalah keturunan keluarga Saputra!”

“Omong kosong! Keluarga Saputra tak pernah mempunyai keturunan yang tidak karuan bibit, bebet, dan bobotnya!”

“Tidak karuan? Apa maksud Tante?”

Wanda lalu mengacungkan telunjuknya berkali-kali pada wajah gadis yang dulu disukainya itu, “Kamu! Kamu itu anak seorang narapidana! Orang yang telah menggelapkan uang perusahaan untuk berjudi! Aku tidak mau keturunan keluarga Saputra dialiri darah seorang penjudi dan pencuri. Bikin malu saja!”

“Kalau Tante memang tidak mau mengakui janin yang saya kandung ini sebagai cucu Tante, Sica tidak apa-apa. Tetapi Tommy pasti mau bertanggung jawab. Dia tidak akan tega menelantarkan darah dagingnya sendiri!”

“Oh, jadi anakku belum tahu mengetahuinya?”

“Belum, Tante. Sica sendiri baru tahu tiga hari yang lalu. Waktu pagi-pagi Sica merasa pusing dan mual-mual. Kakak Sica merasa curiga dan membelikan Sica test pack. Ternyata hasilnya positif….”

“Test pack kan belum tentu akurat!”

“Sica sudah mengetesnya dua kali dan hasilnya sama-sama positif, Tante.”

Jantung Wanda berdegup kencang. Benarkah apa yang dikatakan gadis ini? Mana mungkin aku bisa menjadikannya menantuku? Apa kata orang-oang kalau mengetahui keluarga Saputra yang mempunyai reputasi sangat baik bermenantukan anak seorang narapidana?

Setelah menarik napas panjang dan menghembuskannya untuk menenangkan diri, nyonya pemilik rumah itu berkata dengan nada suara lebih lunak, “Sebaiknya kamu pulang dulu, Sica. Tante akan pikirkan bagaimana cara yang terbaik untuk menyelesaikan masalah ini. Dalam satu dua hari nanti Tante akan menghubungimu.”

Jessica mengangguk patuh. Lalu gadis yang masih berusia dua puluh tahun dan sangat naif itu berpamitan. Ia membalikkan badannya lalu meninggalkan rumah mewah tersebut.

Din! Din! Din! Bunyi klakson yang bertubi-tubi menyadarkan Jessica dari lamunannya. Oh, sudah lampu hijau rupanya, katanya dalam hati. Dengan sigap dijalankannya mobilnya menuju ke kantor tempatnya bekerja.

***

“Mereka batal menikah, Cantik,” ujar Moses ketika sedang makan siang bersama Jessica di sebuah rumah makan. Jam sebelas siang tadi laki-laki tampan itu mengirimi gadis pujaannya itu  sebuah pesan WA yang isinya mengajaknya makan siang bersama. Jessica menyanggupinya karena memang kebetulan sedang senggang. Baru jam tiga siang nanti dia ada janji memperlihatkan tiga buah unit apartemen kepada kliennya.

“Kenapa memangnya? Baru kemarin nyari rumah untuk masa depan, kok tiba-tiba masa depannya sendiri dihancurkan begitu saja?” tanya gadis itu acuh tak acuh. Dia asyik menikmati sepiring nasi ayam penyet kesukaannya. Bibirnya mendesis-desis kepedasan. Moses menatapnya penuh cinta. Ingin kulumat rasanya bibir mungilmu itu, Cantik, ucapnya gemas dalam hati. Sayangnya kenapa kamu sepertinya selalu menjaga jarak kalau aku ingin mendekatimu lebih jauh.

Jessica yang menyadari laki-laki di depannya itu memperhatikannya sedemikian rupa malah tidak merasakan apa-apa. Dia justru menatap sahabat baiknya itu dengan ekspresi judes. “Sudah cukup ngeliatnya?” sindirnya ketus. Lawan bicaranya seperti biasa hanya bisa nyengir menanggapi sikap cuek gadis idamannya itu. 

“Aku juga nggak nanya alasannya. Nggak etislah. Lagian kami baru berkenalan kemarin.”

“Oya? Gimana ceritanya?”

“Pak Tommy melihat spandukku di depan rumah yang kupasarkan. Lalu dia meneleponku. Ya sesimpel itulah.”

“Oh, begitu.”

“Memangnya sudah berapa rumah yang kamu tunjukkan?”

“Empat dengan punyamu. Dan dia sama calon istrinya paling sreg sama rumah itu.”

“Oh, masa?”

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CEO My Husband
8.6
Kehidupan damai Tasya seketika sirna sejak kedatangan Revan, bos barunya yang sangat menyebalkan. Sebagai CEO muda yang baru saja memimpin perusahaan milik sang ayah, Revan tidak pernah berhenti mengusik dan mengganggu hari-hari Tasya di tempat kerja. Tasya pun harus bertahan menghadapi tekanan setiap hari dari atasannya yang dominan tersebut. Kisah ini menyoroti dinamika penuh ketegangan antara seorang karyawan yang kewalahan dan bos miliarder yang terus menekannya.
Sampul Novel Gairah Liar Sang CEO
9.7
CEO Rafael Aditya Syahreza yang gemar berganti kekasih menjebak Vanessa setelah sebuah ketidaksengajaan di ranjang. Siapa sangka, Vanessa adalah pacar Adrian, adik kandung Rafael sendiri. Hubungan ini dimanfaatkan Rafael demi memuaskan hasrat sekaligus menuntaskan dendam masa lalu. Akankah ia berhasil merebut Vanessa dari sang adik? Bagaimana nasib Vanessa saat tahu dirinya hanya alat balas dendam, dan mampukah ia menerima kenyataan pahit itu?
Sampul Novel ID-PD76
9.0
Tiga tahun Evelyn tulus merawat Aidan yang amnesia sekaligus menjadi kekasih rahasianya. Namun, semua hancur saat ia tahu Aidan hanya pura-pura hilang ingatan. Lebih kejam lagi, Aidan dan masa lalunya terlibat dalam kematian ayah Evelyn. Tak tinggal diam, Evelyn mengumpulkan bukti demi menjebloskan mereka ke penjara di hari pernikahan mereka. Saat Aidan akhirnya sadar siapa cinta sejatinya, Evelyn telah menutup rapat hatinya dan memilih pergi selamanya.
Sampul Novel Kain Basahan Basah di Kamar Mandi
8.4
Rusly nekat membawa selingkuhannya ke rumah, mengkhianati pernikahan kami tanpa memedulikan perasaanku lagi. Tindakan kurang ajar ini membuatku sadar bahwa cinta dan kehadiranku tak lagi dihargai olehnya. Namun, dia sangat keliru jika mengira keheninganku adalah tanda menyerah. Aku tidak akan membiarkan harga diriku diinjak-injak begitu saja. Sebuah rencana pembalasan yang setimpal telah kusiapkan. Di balik diamku, kehancuran besar kini tengah menanti Rusly dan kekasih gelapnya.
Sampul Novel Majikanku Menjadi Mertuaku
9.4
Demi keluarga dan impian, Aisyah yang menawan pergi merantau dari desanya ke kota. Saat bekerja di rumah Aryo, ia terjebak dalam dilema cinta antara anak majikannya dan seorang sopir. Setelah melewati liku-liku asmara, Angga yang merupakan putra sang majikan akhirnya menikahi Aisyah. Kehidupan barunya pun berlanjut ke dalam bahtera rumah tangga yang penuh rintangan, menguji keteguhan hatinya hingga ia menemukan makna cinta sejati.
Sampul Novel Rahim Satu Miliar Milik CEO Arogan
8.8
Demi melunasi utang besar mendiang ayahnya, Farel Quinshaa, Arsyana Quinshaa mengambil langkah nekat. Gadis berusia 21 tahun ini sepakat menyewakan rahimnya seharga satu miliar rupiah kepada Kelvin Daviandra. Kelvin merupakan seorang CEO berwatak dingin dan sangat arogan. Kini, Arsyana harus mengandung serta melahirkan anak dari pria tersebut. Ini menjadi satu-satunya jalan bagi Arsyana demi mengembalikan kehormatan keluarganya yang hancur.