APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Jejak Cinta di Atas Abu

Jejak Cinta di Atas Abu

Tiga hari setelah kematianku, Sandi Subowo menerima panggilan telepon untuk mengidentifikasi jasadku. Alih-alih peduli, dia justru asyik memeluk wanita lain dan dengan dingin meminta petugas mengkremasi tubuhku terlebih dahulu sebelum menghubunginya lagi. Setelah ragaku hangus terbakar menjadi abu di dalam tungku, pihak rumah abu kembali menghubungi Sandi. Dengan helaan napas tidak sabar dan enggan, pria itu akhirnya bersedia datang untuk menjemput sisa jasadku yang telah tiada.
Bab
Bagikan

Bab 1

Pada hari ketiga setelah kematianku, Sandi Subowo menerima telepon untuk mengidentifikasi jenazah.

Dia dengan santai merangkul wanita dalam pelukannya dan berkata, "Mati ya sudah mati, kremasi dulu baru hubungi aku."

Tubuhku dimasukkan ke dalam tungku kremasi, dan setelah berubah menjadi abu, staf kembali menelepon Sandi.

Dia mendecak tidak sabar.

"Baiklah, aku segera ke sana."

Pada hari ketiga setelah kematianku, Sandi Subowo menerima telepon untuk mengidentifikasi jenazah.

Dia dengan santai merangkul wanita dalam pelukannya dan berkata, "Mati ya sudah mati, kremasi dulu baru hubungi aku."

Tubuhku dimasukkan ke dalam tungku kremasi, dan setelah berubah menjadi abu, staf kembali menelepon Sandi.

Dia mendecak tidak sabar.

"Baiklah, aku segera ke sana."

....

Ketika Sandi tiba, sudah dua jam berlalu.

Pakaiannya agak berantakan, dan ada bekas lipstik mencolok di kerahnya.

Tidak sulit untuk melihat bahwa dia baru saja turun dari "medan perang."

Setelah menemui staf, dia mencibir, "Mana abu jenazah Yulia Setiadi? Bukannya aku disuruh datang untuk mengambilnya?"

Staf memastikan identitasnya, lalu menyerahkan kotak berisi abu jenazahku kepadanya.

Sandi menerimanya dengan santai, dengan tatapan penuh ejekan.

"Ini benar-benar abu jenazah Yulia? Jangan-jangan kalian isi kotak ini dengan abu kucing atau anjing untuk menipuku?"

Staf itu sangat terkejut. "Pak Sandi, ini benar-benar abu jenazah Nona Yulia. Ada catatannya. Apa kamu ingin melihatnya?"

Sandi tersenyum tipis. "Nggak perlu, aku percaya kalian."

Aku merasa lega. Entah kenapa, meskipun aku sudah mati, jiwaku masih ada di sini.

Kupikir mungkin karena aku belum dikuburkan dengan layak.

Sekarang Sandi sudah percaya aku mati. Meskipun dia membenciku, demi kenangan masa lalu, dia seharusnya setidaknya akan menguburku, 'kan?

Namun, aku belum sempat merasa senang ketika tiba-tiba Sandi berteriak.

Kotak abu jenazahku jatuh dari tangannya, dan abuku berhamburan ke lantai.

Dia tersenyum kejam. "Maaf, tanganku licin."

Sambil berkata begitu, dia menginjak abuku dengan sol sepatunya.

Aku tertegun, menatap matanya yang penuh ejekan. Aku membuka mulutku, tetapi tidak bisa mengeluarkan suara.

Akhirnya, abuku sepenuhnya hilang di celah lantai, bercampur dengan debu.

Baru saat itu Sandi menarik kembali kakinya dengan puas.

Di tengah keterkejutan staf, dia berkata sambil tertawa, "Ingat, sampaikan pada Yulia, triknya kali ini memang baru, tapi tetap saja gagal."

"Beberapa hari lagi peringatan kematian ibuku. Sebaiknya dia pergi ke makam ibuku untuk menebus dosa. Kalau nggak, meskipun dia benar-benar mati, aku nggak akan segan-segan menggali jenazahnya dan mencambuknya."

Beberapa kata terakhir itu penuh dengan kebencian yang dingin, membuat siapa pun yang mendengarnya merasa ngeri.

Namun, aku tahu, dia benar-benar bisa melakukannya.

Tiba-tiba aku merasa lega karena tubuhku sudah dikremasi.

Kalau tidak, pemandangan itu pasti akan sangat mengerikan.

Sebelum staf itu sempat menjawab, Sandi sudah menerima telepon dan pergi.

Anehnya, jiwaku ikut dengannya.

Aku terpaksa duduk di kursi penumpang depan, mendengarkan dia berbicara dengan seorang wanita di telepon.

Aku mengenali suara itu. Itu suara Irene Subowo, anak angkat Keluarga Subowo.

Saat aku dan Sandi masih saling mencintai, Irene pernah mencariku, memintaku meninggalkan Sandi.

Aku menolak, dan dia mulai menargetkanku, menyebarkan rumor di perusahaanku dan mengerahkan orang-orang untuk menggangguku.

Ketika Sandi tahu, dia menghukum Irene dengan keras dan mengancam akan mengusirnya jika dia berani menyentuhku lagi.

Baru setelah itu, Irene akhirnya diam.

Ketika Irene menyebut namaku, ekspresi Sandi menjadi dingin.

"Kenapa menyebut dia? Menjengkelkan, dia juga nggak benar-benar mati."

"Kalau dia benar-benar mati, apa yang akan kamu lakukan?" Irene bertanya dengan nada suara penuh harap.

Aku menegang, secara refleks menoleh ke arah Sandi.

Jika itu Sandi yang dulu, jangankan kematian, melihat tanganku terluka sedikit saja sudah membuatnya sangat khawatir.

Dia pernah berkata bahwa aku adalah harta berharganya, dan dia akan menjagaku seumur hidup.

Namun sekarang, Sandi hanya tertawa dingin. "Kalau dia benar-benar mati, aku akan adakan pesta selama tiga hari tiga malam, lalu menyalakan kembang api di seluruh kota untuk merayakannya."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Antara Pekerjaan Rahasiaku Dan Cintanya
8.8
Sulitnya mencari kerja memaksa Meri menjadi pembunuh bayaran demi uang. Rahasia gelap ini hanya diketahui oleh Mike, sahabat yang diam-diam ia cintai. Meri memilih memendam perasaannya demi menjaga persahabatan mereka, terlebih Mike sudah memacari seorang model menawan. Namun, keyakinan hati Meri mulai goyah saat ia tidak sengaja bertemu seorang dokter tampan di rumah sakit. Siapakah sosok yang sebenarnya ditakdirkan menjadi belahan jiwa bagi Meri?
Sampul Novel Di Bawah Langit London
9.7
Karina, manajer hotel asal Indonesia, terbang ke London untuk memimpin proyek renovasi aset keluarganya. Di sana, ia harus bekerja sama dengan Henry, arsitek lokal yang sangat keras kepala. Ketegangan profesional mereka berubah rumit saat identitas Henry terungkap sebagai pria yang dijodohkan dengannya. Walau awalnya dingin, perlahan tumbuh perasaan cinta di antara keduanya. Kini, mereka terjebak dilema antara mengikuti kata hati atau tunduk pada ekspektasi besar keluarga.
Sampul Novel Kehancuran Reputasi Raelynn Harper
8.4
Kyle Blackwood kabur dari pernikahan, menghancurkan reputasi Raelynn Harper. Demi membalas rasa sakit hati, Raelynn nekat mengancam kakak Kyle, Tristan Blackwood, seorang direktur hiburan yang sangat berkuasa. Namun, rencana itu berbalik arah. Tristan yang kaya raya justru memanfaatkan celah ini untuk memaksa Raelynn menikahinya. Kini, Raelynn terjebak dalam pernikahan penuh ambisi dengan Tristan, sosok yang siap menghancurkan harga dirinya.
Sampul Novel Krisis Pernikahan: Apakah Cinta Sebuah Jebakan?
9.5
Cinta tulus Leona sejak kecil pada Elmer hancur ketika Aurora, saudara angkatnya, merampas segalanya. Meski Elmer membencinya, Leona nekat menikah walau harus menerima hinaan kejam. Terluka parah, Leona bersumpah takkan melepas Elmer sebelum ajal tiba, lalu lenyap tanpa jejak. Elmer pun tersiksa penyesalan dalam mimpi. Lima tahun berlalu, Leona kembali membawa rahasia besar bersama seorang anak di sisinya.
Sampul Novel Menjadi Istri Pengganti
8.7
Demi menjaga nama baik keluarga karena pengantin wanita kabur, Satya harus menikahi Arabella Sky, anak sahabat orang tuanya. Bella yang baru lulus kuliah menerima pernikahan ini demi membalas budi. Namun, pernikahan tanpa cinta mereka diuji saat mantan kekasih Satya datang kembali untuk merebut posisinya, sementara mantan kekasih Bella juga terus mengejarnya. Akankah mereka goyah atau justru bertahan demi menjaga janji suci tersebut?
Sampul Novel Suami pura-pura
8.9
Demi membahagiakan Nenek Laila, Alan nekat mengaku sebagai suami Adinda. Kebohongan mendadak ini membuat Adinda panik dan cemas jika rahasia mereka terungkap. Ia pun menolak keras sandiwara tersebut hingga memicu pertengkaran sengit di antara keduanya. Namun, saat Adinda berusaha keras untuk menyangkal pernikahan pura-pura ini, Alan justru melontarkan pertanyaan tak terduga yang membuatnya bungkam: apakah Adinda bersedia menjadi istri aslinya?