APKDock Logo
Sampul Novel Jejak Cinta di Atas Abu

Jejak Cinta di Atas Abu

9.7 / 10.0
Tiga hari setelah kematianku, Sandi Subowo menerima panggilan telepon untuk mengidentifikasi jasadku. Alih-alih peduli, dia justru asyik memeluk wanita lain dan dengan dingin meminta petugas mengkremasi tubuhku terlebih dahulu sebelum menghubunginya lagi. Setelah ragaku hangus terbakar menjadi abu di dalam tungku, pihak rumah abu kembali menghubungi Sandi. Dengan helaan napas tidak sabar dan enggan, pria itu akhirnya bersedia datang untuk menjemput sisa jasadku yang telah tiada.

Jejak Cinta di Atas Abu Bab 1

Pada hari ketiga setelah kematianku, Sandi Subowo menerima telepon untuk mengidentifikasi jenazah.

Dia dengan santai merangkul wanita dalam pelukannya dan berkata, "Mati ya sudah mati, kremasi dulu baru hubungi aku."

Tubuhku dimasukkan ke dalam tungku kremasi, dan setelah berubah menjadi abu, staf kembali menelepon Sandi.

Dia mendecak tidak sabar.

"Baiklah, aku segera ke sana."

Pada hari ketiga setelah kematianku, Sandi Subowo menerima telepon untuk mengidentifikasi jenazah.

Dia dengan santai merangkul wanita dalam pelukannya dan berkata, "Mati ya sudah mati, kremasi dulu baru hubungi aku."

Tubuhku dimasukkan ke dalam tungku kremasi, dan setelah berubah menjadi abu, staf kembali menelepon Sandi.

Dia mendecak tidak sabar.

"Baiklah, aku segera ke sana."

....

Ketika Sandi tiba, sudah dua jam berlalu.

Pakaiannya agak berantakan, dan ada bekas lipstik mencolok di kerahnya.

Tidak sulit untuk melihat bahwa dia baru saja turun dari "medan perang."

Setelah menemui staf, dia mencibir, "Mana abu jenazah Yulia Setiadi? Bukannya aku disuruh datang untuk mengambilnya?"

Staf memastikan identitasnya, lalu menyerahkan kotak berisi abu jenazahku kepadanya.

Sandi menerimanya dengan santai, dengan tatapan penuh ejekan.

"Ini benar-benar abu jenazah Yulia? Jangan-jangan kalian isi kotak ini dengan abu kucing atau anjing untuk menipuku?"

Staf itu sangat terkejut. "Pak Sandi, ini benar-benar abu jenazah Nona Yulia. Ada catatannya. Apa kamu ingin melihatnya?"

Sandi tersenyum tipis. "Nggak perlu, aku percaya kalian."

Aku merasa lega. Entah kenapa, meskipun aku sudah mati, jiwaku masih ada di sini.

Kupikir mungkin karena aku belum dikuburkan dengan layak.

Sekarang Sandi sudah percaya aku mati. Meskipun dia membenciku, demi kenangan masa lalu, dia seharusnya setidaknya akan menguburku, 'kan?

Namun, aku belum sempat merasa senang ketika tiba-tiba Sandi berteriak.

Kotak abu jenazahku jatuh dari tangannya, dan abuku berhamburan ke lantai.

Dia tersenyum kejam. "Maaf, tanganku licin."

Sambil berkata begitu, dia menginjak abuku dengan sol sepatunya.

Aku tertegun, menatap matanya yang penuh ejekan. Aku membuka mulutku, tetapi tidak bisa mengeluarkan suara.

Akhirnya, abuku sepenuhnya hilang di celah lantai, bercampur dengan debu.

Baru saat itu Sandi menarik kembali kakinya dengan puas.

Di tengah keterkejutan staf, dia berkata sambil tertawa, "Ingat, sampaikan pada Yulia, triknya kali ini memang baru, tapi tetap saja gagal."

"Beberapa hari lagi peringatan kematian ibuku. Sebaiknya dia pergi ke makam ibuku untuk menebus dosa. Kalau nggak, meskipun dia benar-benar mati, aku nggak akan segan-segan menggali jenazahnya dan mencambuknya."

Beberapa kata terakhir itu penuh dengan kebencian yang dingin, membuat siapa pun yang mendengarnya merasa ngeri.

Namun, aku tahu, dia benar-benar bisa melakukannya.

Tiba-tiba aku merasa lega karena tubuhku sudah dikremasi.

Kalau tidak, pemandangan itu pasti akan sangat mengerikan.

Sebelum staf itu sempat menjawab, Sandi sudah menerima telepon dan pergi.

Anehnya, jiwaku ikut dengannya.

Aku terpaksa duduk di kursi penumpang depan, mendengarkan dia berbicara dengan seorang wanita di telepon.

Aku mengenali suara itu. Itu suara Irene Subowo, anak angkat Keluarga Subowo.

Saat aku dan Sandi masih saling mencintai, Irene pernah mencariku, memintaku meninggalkan Sandi.

Aku menolak, dan dia mulai menargetkanku, menyebarkan rumor di perusahaanku dan mengerahkan orang-orang untuk menggangguku.

Ketika Sandi tahu, dia menghukum Irene dengan keras dan mengancam akan mengusirnya jika dia berani menyentuhku lagi.

Baru setelah itu, Irene akhirnya diam.

Ketika Irene menyebut namaku, ekspresi Sandi menjadi dingin.

"Kenapa menyebut dia? Menjengkelkan, dia juga nggak benar-benar mati."

"Kalau dia benar-benar mati, apa yang akan kamu lakukan?" Irene bertanya dengan nada suara penuh harap.

Aku menegang, secara refleks menoleh ke arah Sandi.

Jika itu Sandi yang dulu, jangankan kematian, melihat tanganku terluka sedikit saja sudah membuatnya sangat khawatir.

Dia pernah berkata bahwa aku adalah harta berharganya, dan dia akan menjagaku seumur hidup.

Namun sekarang, Sandi hanya tertawa dingin. "Kalau dia benar-benar mati, aku akan adakan pesta selama tiga hari tiga malam, lalu menyalakan kembang api di seluruh kota untuk merayakannya."

Lanjut Membaca

Daftar Isi Jejak Cinta di Atas Abu

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Mencintai Anak Kakakku
8.0
Sejak kecil, Ara Qubilah Iskander, gadis keturunan Turki, sangat mengagumi pamannya sendiri, Chandra Syauqi Abimana. Bagi Ara, adik ibunya itu adalah pahlawan impian. Namun, Chandra justru merasa sangat terganggu dengan keberadaan Ara. Hubungan mereka kian memburuk saat sebuah kesalahpahaman fatal di suatu malam memicu kebencian mendalam di hati Chandra. Akankah Ara tetap bertahan dengan kekagumannya, ataukah hubungan paman dan keponakan ini akan hancur selamanya?
Sampul Novel Menikahi Gadis Polos
9.5
Hancur lebur hati Jovan saat memergoki tunangannya berselingkuh tepat semalam sebelum hari pernikahan mereka. Tanpa ragu, ia langsung membatalkan pernikahan itu. Di tengah kepedihan, takdir mempertemukannya dengan seorang gadis asing yang sedang butuh bantuan dan rela melakukan apa saja demi ditolong. Jovan pun memanfaatkan kesempatan ini dengan memintanya menjadi pengantin pengganti guna membalas rasa sakit hati atas pengkhianatan sang mantan.
Sampul Novel Misi Cinta dan Kenikmatan
9.3
Di usia 28 tahun, Alex Syarizal sukses mengelola warisan berupa bisnis pertanian dan SPBU. Namun, pemuda Sumatra ini masih sendiri karena fokus pada karier dan duka kehilangan keluarga. Hidupnya berubah saat ia terlibat dalam momen intim yang penuh gairah bersama Mirna. Ketika Mirna mulai tersadar dan merespons sentuhannya dengan kehangatan yang luar biasa, Alex menyapanya dengan sangat lembut di tengah gejolak asmara yang membara di antara mereka.
Sampul Novel Ranjang Panas Istri Kedua
8.2
Di dalam kamar yang sunyi dan terasa sesak, Bella terbuai dalam pusaran gairah hangat bersama Bram. Dekapan erat sang suami membuatnya meremas sprei dengan kuat, seiring napas mereka yang saling memburu. Bella tidak mampu lagi menahan rintihan nikmat yang dipicu oleh setiap sentuhan intim dari suaminya. Bram pun terus memacu hasrat sang istri, menikmati setiap getaran tubuh Bella. Malam itu, derit ranjang menjadi saksi bisu bagi keintiman membara yang mereka lalui.
Sampul Novel Salsa Untuk Darren.
9.6
Trauma masa lalu membuat Darren, pria 32 tahun, menutup rapat hatinya dari wanita. Namun hidupnya berubah setelah bertemu Salsa, pembuat kue berusia 20 tahun yang hidupnya kacau akibat perbuatan Darren. Saat benih cinta mulai tumbuh di antara mereka, mantan kekasih Darren tiba-tiba kembali dan memicu konflik baru. Kini, Darren dihadapkan pada pilihan sulit: bertahan demi Salsa dan putra mereka, atau justru kembali ke pelukan masa lalu yang pernah menghancurkannya.
Sampul Novel Wanita 50Ribu untuk Sultan Dubai
8.9
Pasca dikhianati dan ditinggalkan oleh istrinya, seorang miliarder asal Dubai terpuruk dalam kepedihan. Namun, takdir mempertemukannya dengan gadis bayaran bertarif lima puluh ribu saja. Perbedaan kasta tidak menghalangi ketulusan sang gadis untuk perlahan menyembuhkan luka hati sang Sultan. Kisah cinta modern penuh emosi ini menyoroti perjuangan harga diri dan bagaimana asmara sejati dapat tumbuh dari pertemuan yang paling tidak disangka.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan