APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Jatuh Dalam Pesonamu (Enigma: Teka-teki)

Jatuh Dalam Pesonamu (Enigma: Teka-teki)

Demi menyembunyikan rahasia besar keluarga, Numa dan Afkar terjebak dalam perjodohan penuh teka-teki. Tanpa kesepakatan tertulis, keduanya dipaksa bekerja sama menghadapi hubungan yang rumit dan ambigu. Afkar menegaskan bahwa aliansi nyata ini sangat penting demi melindungi ketenangan hidup mereka dari gangguan luar. Di tengah sikap Numa yang mendambakan perhatian, mereka harus memecahkan misteri mendalam yang mengikat takdir mereka dalam romansa modern yang penuh ketegangan ini.
Bab
Bagikan

Bab 1

Awas! Jebakan konten-konten dewasa.

Suasana di penthouse The Magnífico View sangat mengintimidasi setelah pintu utama kembali tertutup dan semua orang meninggalkan Elle seorang diri bersama Ardan.

“Kemarilah, kita lihat dulu bekas suntikanmu,” ucap Ardan tenang sambil mengulurkan tangan ke arah Elle. Tanpa sempat Elle tolak, Ardan mengarahkannya untuk duduk di pangkuan pria adonis yang menggenggam tangannya dan sesekali memberikan remasan pengantar gelenyar asing pada tubuh Elle.

Elle terkesiap saat tangan besar dan hangat milik Ardan menelusuri bekas suntikan yang sudah tak membengkak, tapi masih terdapat memar samar di siku dalamnya. Ia diam saja bukan karena menurut, tapi karena ia berusaha mencerna apa saja yang sudah terjadi selama satu bulan ini. Semuanya, tanpa terkecuali. Termasuk cara pria ini menemukannya di London sebulan lalu dan bagaimana bisa Ardan berada di tempat ini sekarang.

Beberapa menit berlalu. Ardan terus mengunci pandangannya ke arah Elle sambil mempelajari bahasa tubuh gadisnya. Membuat Elle semakin salah tingkah dan merasa tegang hanya karena tatapan yang tak bisa ia prediksi apa artinya. Ardan sedikit mencondongkan tubuhnya, “Kenapa bisa memar? Mereka bilang ini juga sempat membengkak. Apa yang coba kau lakukan, hm?” lirih Ardan tepat di telinga Elle.

“A-aku tak melakukan apa pun. Bisa aku duduk sendiri sekarang?” Sial! Rasa terintimidasi ini tak kunjung hilang dari dirinya. Sebenarnya sejak tadi ia tak nyaman berada sedekat ini dengan Ardan, tapi ia tahu pria ini tak bisa ditolak karena dia sudah tertangkap basah menipunya mentah-mentah satu bulan yang lalu.

“Nanti dulu, Nona Lieben. Bukankah ada satu suntikan lagi? Kita juga harus memastikan tak ada bengkak atau memar, ‘kan? Tunjukkan di mana bekas suntikan yang satu lagi,” ucap Ardan dengan intonasi tak ingin dibantah.

Elle terkesiap, ia memandang ke arah Ardan dengan wajah pias. Bagaimana bisa ia menunjukkan bekas suntikannya yang kedua? Dia tak ingin sembarangan pria melihat bagian tubuhnya yang seharusnya tertutup dan tak boleh mudah dijamah orang lain. Terutama pria, terlebih lagi jika dia adalah pria asing. Ardan masih tak mengalihkan pandangan menuntutnya, membuat darah Elle surut dari wajahnya seketika.

“Bukannya aku tak mau bekerja sama, tapi aku yakin bekas suntikannya pasti tak akan berbekas seperti yang ada di tanganku,” elak Elle mencoba mencari alasan. Yang jelas ia tak akan mau dimanfaatkan siapa pun lagi mulai sekarang.

“Bagaimana kau bisa yakin? Apa kau mencoba membodohiku lagi?” tukas Ardan kembali menyudutkan Elle.

“Bukan, aku tak bisa menunjukkannya karena memang itu ada di bagian yang tak seharusnya dilihat sembarang orang. Lagi pula aku ingin bertanya satu hal padamu. Perjanjian kita sepenuhnya tentang NDA, ‘kan? Bukan tentang nikah kontrak seperti yang kau bilang sebelumnya, lalu untuk apa tuan Aloui dan dokter Wilson mengajukan banyak pertanyaan membingungkan padaku? Oke, aku bisa paham jika dia mengambil darahku untuk memastikan kesehatanku karena aku sekarang sudah resmi menjadi tawananmu, tapi suntikan aneh dan pertanyaan panjang tentang latar belakangku dan keyakinan yang kuanut itu ....” Keberanian Elle untuk bicara lagi-lagi padam saat ia menyadari tatapan tak suka dari Ardan, “Satu bulan lalu kau sudah bilang tak akan marah, dan menyuruhku mengatakan apa pun yang ingin kutanyakan. Kenapa sekarang kau menatapku seperti ini?” cicit Elle takut-takut.

Ardan memejamkan kedua matanya sambil mendengus kasar, “Dengar, satu bulan lalu aku sudah bilang padamu untuk membaca dokumennya dengan benar dari halaman pertama sampai akhir, tapi sepertinya kau tak peduli dan langsung menandatangani dokumen tebal itu. Aku selalu memberimu kesempatan, ‘kan? Lagi pula, saat kau menjawab pertanyaan dokter Wilson atau tuan Aloui apakah ada paksaan dan harus sesuai dengan keinginanku? Aku hanya memintamu mengganti gaunmu sebagai isyarat jika kau setuju dengan semuanya, dan tentu saja tidak akan ada pernikahan kontrak di antara kita karena itu bukan gayaku selain memang dilarang dalam keyakinanku. Well, sekarang itu juga sudah menjadi keyakinanmu. Kau punya banyak kesempatan untuk menolak bahkan lari dariku selama satu bulan ini, tapi kau memilih tetap mengikuti semua prosedurnya dan tinggal sampai detik ini. Malahan kau sampai menghampiriku ke sini, apa kau serindu itu padaku? Satu hal lagi, harus berapa kali aku bilang kalau kau bukan tawananku. Jadi, jangan membuatku marah, Elle!” bentak Ardan di akhir kalimat, membuat napas Elle menjadi pendek-pendek seketika. Sepertinya semua kalimat Ardan terdengar sangat ambigu. Pasti ada saja bagian yang tak ia pahami.

Sudah cukup! Habis sudah kesabaran Ardan. Saat ini dia seperti menghadapi Marseille Levanchois dan Mirele Lieben secara bersamaan, “Kau sudah tahu untuk apa fungsi suntikan yang diberikan dokter Wilson waktu itu, ‘kan?” Ardan memastikan sesuatu sebelum memutuskan nasib Elle malam ini.

Elle terkesiap, ragu. Satu bulan lalu otaknya dipaksa bekerja keras mencari jalan keluar sebelum masalah ini bertambah besar dan rumit sampai dia lupa bertanya untuk apa saja obat dan suntikan yang diberikan padanya. Dia tahu soal multivitamin yang selama satu bulan ini ia minum setelah sempat mendapat perawatan karena ditemukan dalam keadaan pingsan, tapi untuk suntikan yang terakhir itu? Ia benar-benar melewatkan kesempatan untuk bertanya pada dokter Altheda Wilson. Ia berdehem pelan, “Aku tak sempat bertanya, karena kau juga tahu aku baru saja siuman saat itu. Aku hanya paham tentang perjanjian tutup mulut yang kutanda tangani denganmu, dan tentu saja aku tak punya pikiran untuk lari karena lebih fokus mencari keberadaan adikku yagn masih menghilang sampai saat ini. Jadi, menurutku selama harus tinggal denganmu itu sama saja seperti menjadi tawananmu, ‘kan?” jawab Elle lagi.

Ardan mengeluarkan seringaian berbahaya dengan tatapan gelapnya, suaranya menjadi lebih berat, “Sadarkah kau karena kau selalu berhasil memancingku, Nona Lieben? Kau tetap bersikeras menggunakan istilah tawanan denganku, itu artinya aku berhak melakukan apa pun padamu sebagai TUANMU. Itu maksudmu, ‘kan?” ulang Ardan mengantisipasi jawaban Elle dengan aura mengintimidasi yang terlampau kuat.

Tentu saja Elle bergeming, ia jadi tak yakin dengan kesimpulannya sendiri saat ini. Sebenarnya apa yang sedang coba dikatakan Ardan? Dia menatap dalam pada iris cokelat milik Ardan yang semakin menggelap, benarkah? Kenapa bisa berubah warna sampai seperti ini?

“Kalau begitu akan kucari sendiri bekas suntikan keduamu, karena sekarang aku adalah TUANMU!” gertak Ardan, lalu beranjak setelah menyelusupkan kedua tangannya pada tubuh Elle.

Petir tiba-tiba menggelegar di kegelapan langit Britania, membuat Elle terperanjat karena dua hal, ancaman Ardan sekaligus efek suara gelegar yang kembali memekakan telinganya. Tanpa banyak kata Ardan membopongnya ke dalam kamar dengan langkah lebar.

“Tu-tunggu! Kita belum selesai bicara, please jangan menakutiku seperti ini, kumohon,” pinta Elle mulai menyadari jika dirinya berada dalam bahaya.

Sia-sia, Ardan malah menutup pintu kamar menggunakan kakinya hingga suara bantingan pintu kembali membuat Elle tersengal. Terlalu mencekam, terlalu berbahaya. Dia harus membuat Ardan mengurungkan apa pun niatnya saat ini sebelum semuanya terlambat!

Ketika dua orang yang sama-sama dipermainkan nasib akhirnya harus bertemu di persimpangan takdir bernama,

Enigma: Teka-teki

——DanElle——

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bias: Dari Uncle, Jadi Daddy
9.0
Demi pekerjaan baru, Alexandria Serenata Atmadya pindah ke kota megapolitan. Sifatnya yang sungkanan justru dimanfaatkan Ragnala Firaz Himawan untuk menjebaknya dalam pernikahan kontrak yang manipulatif. Di tengah adu siasat antara keduanya, sebuah rahasia besar terungkap mengenai keberadaan anak berumur empat tahun. Alexandria kini harus bertahan menghadapi rayuan manis Ragnala, sembari berjuang demi cinta di tengah bayang-bayang masa lalu yang kelam.
Sampul Novel Cinta Yang Tak Pernah Padam
8.3
Dua tahun Nayara terjebak pernikahan tanpa cinta karena paksaan ibu Ravian. Bagi Ravian Aditya Maheswara, bos dingin itu, pernikahan ini cuma kewajiban. Namun, saat Nayara menyerah dan meminta cerai, sikap Ravian justru berubah drastis. Alih-alih melepaskannya, ia malah mempermainkan perasaan sang istri. Ravian menjebaknya dalam teka-teki hati yang membingungkan, tepat di saat Nayara ingin pergi menjauh dari kehidupannya.
Sampul Novel ISTRI KONTRAK SANG CEO
8.0
Masa pernikahan kontrak Rehan dan Merry segera berakhir, tetapi sang CEO mulai jatuh cinta pada istrinya. Walau Rehan menutupi perasaannya, Merry tetap bertekad menyudahi perjodohan keluarga mereka. Saat kabar perceraian berembus, kehadiran model menawan yang merayu Rehan kian memperkeruh situasi. Merry mencoba merelakan perpisahan ini, sedangkan Rehan kini bimbang antara menyatakan cinta atau kehilangan Merry selamanya.
Sampul Novel Salah Pilih Pengantin
8.7
Fauzan sangat mencintai Rani, tetapi kesalahpahaman fatal memaksanya menikahi Zahra, kakak kandung wanita yang ia puja tersebut. Pernikahan tak terduga ini menempatkan hubungan Fauzan dan Rani di tengah dilema yang rumit. Kini, masa depan mereka berada di persimpangan jalan. Akankah ada celah bagi mereka untuk bersatu kembali, ataukah takdir justru akan memisahkan jalan hidup mereka selamanya?
Sampul Novel Skandal di Tengah Pre-Wedding
7.9
Rencana foto pre-wedding Nayra Lestienne di Praha hancur setelah memergoki tunangannya berselingkuh. Dilanda amarah, Nayra nekat mencium Elias Marek, seorang peneliti sejarah. Aksi impulsif itu viral dan memicu skandal besar. Demi meredam kekacauan, mereka terpaksa menjalani pernikahan kontrak selama enam bulan. Meski awalnya dingin tanpa perasaan, kebersamaan di bawah satu atap perlahan menumbuhkan benih cinta di antara keduanya.
Sampul Novel Tipu Muslihat Suami Jahat
9.2
Mengarungi pernikahan bagaikan mengemudikan kapal di laut lepas. Peran suami sangat penting sebagai nakhoda demi menjaga rumah tangga tetap kokoh. Namun, ancaman terbesar justru muncul dari dalam hubungan itu sendiri. Nendra, sosok yang semestinya menjadi pelindung utama, ternyata menyimpan rencana rahasia yang buruk. Alih-alih menyelamatkan ikatan suci mereka, ia malah secara sadar berusaha menghancurkan dan menenggelamkan bahtera rumah tangga tersebut.