APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Jangan Tinggalkan Aku

Jangan Tinggalkan Aku

Alvira terpukul oleh kecelakaan tragis yang menewaskan orang tuanya dan membuat sang kakak koma. Terdesak biaya medis yang besar, ia terpaksa menawarkan dirinya di klub malam. Di sana, ia bertemu miliarder dingin bernama Damian Verrell. Damian menawari Avi kesepakatan menjadi wanita simpanannya dengan imbalan fantastis. Demi kesembuhan kakaknya, Avi rela menyerahkan harga dirinya dan masuk ke kehidupan Damian yang berkuasa namun berhati beku.
Bab
Bagikan

Bab 2

Pagi itu, sinar matahari menembus jendela apartemen mewah yang kini menjadi tempat tinggal Avi. Meski cahaya itu indah, hati Avi tidak sepenuhnya tenang. Ia duduk di tepi ranjang, menatap kakaknya yang tertidur lelap, monitor detak jantung berdengung pelan sebagai pengingat bahwa setiap napas adalah sebuah kemenangan kecil.

Ia tahu, dunia yang ia masuki sekarang jauh berbeda dari kehidupannya sebelumnya. Tidak ada lagi pagi yang sederhana, tidak ada lagi pekerjaan kantoran biasa, bahkan tidak ada lagi rasa aman. Dunia Damian Verrell adalah dunia orang kaya yang penuh aturan tak tertulis, kekuasaan, dan ambisi yang bisa mematikan.

Avi menghela napas panjang. Ia tahu bahwa kontrak yang ia tandatangani bukan sekadar janji finansial. Itu adalah jalan yang membawanya ke sebuah kehidupan yang terikat dengan Damian, seorang pria yang penuh misteri, dingin, namun tak bisa diabaikan pesonanya.

Saat ia tengah membersihkan meja, terdengar suara ketukan di pintu. "Avi, ada seseorang ingin bertemu denganmu," suara sopan dari asisten Damian terdengar, menahan nada penasaran.

Avi mengangguk, mencoba menenangkan diri. Ia belum tahu apa yang akan terjadi, tapi ia sudah belajar bahwa hidupnya sekarang selalu dipenuhi kejutan.

Pintu terbuka, dan seorang wanita masuk. Rambutnya hitam legam, terikat rapi, dan wajahnya menunjukkan profesionalisme tinggi. "Selamat pagi, Avi. Nama saya Selina, manajer pribadi Pak Damian," katanya sambil tersenyum tipis.

"Selamat pagi," jawab Avi pelan, menatap wanita itu dengan rasa penasaran.

Selina meletakkan tasnya di meja, membuka dokumen dan folder yang berisi jadwal, instruksi, dan peraturan yang harus diikuti Avi. "Aku akan membimbingmu melalui semua ini. Setiap hari akan ada jadwal yang harus diikuti, mulai dari pertemuan dengan Pak Damian hingga urusan pribadi yang harus kau selesaikan. Aku di sini untuk memastikan semuanya berjalan lancar."

Avi menelan ludah. Semakin hari, ia semakin menyadari betapa kompleks dunia ini. Tidak ada ruang untuk kesalahan, tidak ada toleransi untuk ketidaktahuan. Semua harus sempurna, dan kesalahan sekecil apa pun bisa berakibat fatal.

Seiring berjalannya hari, Avi mulai menyesuaikan diri. Damian, yang biasanya tampak dingin dan menakutkan, menunjukkan sisi lain yang membuat Avi bingung. Ada saat-saat ketika tatapannya lembut, pertanyaannya pribadi tapi tidak mengintimidasi, dan kadang ia tersenyum tipis ketika Avi berhasil melakukan sesuatu dengan benar.

Namun, ada juga sisi Damian yang membuat hati Avi berdebar dan sekaligus takut. Ia bisa tiba-tiba muncul di ruang tamu tanpa memberi tanda, atau menatap Avi dengan intensitas yang membuatnya hampir tak bisa bernapas. Dunia Damian memang memikat, tapi juga berbahaya.

Malam itu, Damian memanggil Avi ke kantornya. Ruangan itu luas, dindingnya dipenuhi rak buku dan lukisan mahal, dengan lampu gantung kristal yang memancarkan cahaya hangat. Damian duduk di kursi kulit hitamnya, menatap Avi dengan serius.

"Kamu sudah mulai menyesuaikan diri?" tanyanya, suara dalam dan tenang.

Avi mengangguk, mencoba menahan rasa gugup. "Ya, Pak. Saya berusaha sebaik mungkin."

Damian tersenyum tipis. "Bagus. Tapi ingat... ini bukan hanya tentang mengikuti perintah. Aku ingin melihat bagaimana kamu berpikir, bagaimana kamu menghadapi situasi sulit, dan bagaimana kamu bisa menjaga dirimu sendiri dalam dunia ini."

Avi menelan ludah. Dunia Damian tidak sekadar tentang kontrak atau uang. Itu adalah ujian mental, ujian karakter, dan ujian keberanian. Setiap keputusan yang ia buat bisa mempengaruhi bukan hanya dirinya, tapi juga kakaknya.

Hari demi hari, Avi belajar. Ia belajar mengenakan pakaian yang rapi, bersikap sopan, bahkan menghadapi tamu-tamu penting Damian yang kadang bersikap merendahkan atau terlalu mendominasi. Ia belajar membaca ekspresi Damian, mencoba memahami maksud di balik setiap tatapan, setiap kata, dan setiap perintah yang diberikan.

Namun, tidak semua berjalan mulus. Suatu malam, saat Avi sedang menyiapkan dokumen untuk pertemuan penting, seorang tamu pria datang ke apartemen mereka. Pria itu tampan, berpenampilan rapi, tapi ada sesuatu yang licik di matanya.

"Selamat malam, Avi. Aku mendengar banyak tentangmu," pria itu mengatakan dengan senyum yang tampak tulus, tapi ada niat tersembunyi di baliknya.

Avi menatapnya waspada. Ia sudah belajar untuk tidak percaya begitu saja, terutama pada orang-orang yang datang ke dunia Damian. "Selamat malam. Ada yang bisa saya bantu?" tanyanya, mencoba tetap tenang.

Pria itu melangkah lebih dekat. "Aku hanya ingin berbicara. Tentang... pekerjaanmu, tentang Pak Damian."

Avi merasakan ketegangan meningkat. Ia tahu, dalam dunia ini, setiap orang bisa menjadi ancaman. Bahkan orang yang terlihat ramah sekalipun bisa menyimpan niat buruk.

Saat itulah Damian muncul. Tatapannya menusuk, dingin, dan penuh kewaspadaan. "Siapa ini?" tanyanya, suaranya seperti peringatan.

Pria itu tersenyum tipis. "Hanya seseorang yang ingin memberi saran, Pak Verrell. Tidak lebih."

Damian mengerutkan dahi. "Avi, pastikan tidak ada yang mengganggumu lagi," perintahnya tegas.

Avi mengangguk, merasakan campuran perasaan: aman karena Damian ada, tapi juga takut karena pria itu bisa menjadi sangat menuntut. Ia mulai menyadari satu hal: hidupnya kini benar-benar berada di bawah pengawasan Damian, dan ia harus selalu waspada.

Selain menghadapi ancaman dari luar, Avi juga mulai menghadapi konflik internal. Perasaan yang ia coba tolak terus muncul: ketertarikan pada Damian, rasa penasaran pada dunia yang ia masuki, dan rasa bersalah karena ia menikmati perhatian yang diberikan pria itu.

Suatu malam, Damian menjemput Avi untuk menghadiri sebuah acara sosial. Gedung megah, tamu-tamu berpenampilan elegan, dan suasana yang mewah membuat Avi merasa canggung. Ia berpakaian rapi, rambut tertata sempurna, tapi hatinya masih diliputi rasa takut dan malu.

Damian menatapnya dari samping. "Tenang saja. Kamu terlihat bagus," katanya singkat.

Avi menelan ludah. Itu bukan pujian yang sering ia dengar dari pria lain. Suasana hatinya campur aduk: bangga, gugup, dan sedikit canggung.

Di acara itu, Avi bertemu banyak orang penting-pengusaha, politisi, bahkan selebriti. Semua menatapnya dengan rasa ingin tahu, beberapa dengan ketertarikan, beberapa dengan nada merendahkan. Tapi Avi belajar untuk menahan diri, menavigasi dunia yang penuh politik sosial dan ambisi tersembunyi itu.

Damian selalu ada di dekatnya, memberikan arahan singkat, kadang hanya dengan tatapan. Avi mulai memahami bahwa pria itu bukan hanya Presiden Direktur yang kaya, tapi juga seseorang yang memiliki kontrol penuh atas lingkungan dan orang-orang di sekitarnya.

Hari-hari berikutnya, Avi mulai menemukan kekuatan dalam dirinya sendiri. Ia belajar berani menghadapi tamu yang arogan, belajar menjaga diri di tengah godaan, dan belajar membaca maksud Damian tanpa harus diucapkan. Setiap hari adalah ujian baru, setiap malam adalah pelajaran baru.

Namun, dunia Damian juga penuh misteri. Ada saat-saat ketika ia menunjukkan sisi lembut-memberikan nasihat, menanyakan kabar kakaknya, bahkan tersenyum tipis ketika Avi melakukan sesuatu dengan benar. Tapi ada juga saat-saat ia bisa dingin, menuntut, bahkan mengintimidasi, seakan dunia ini adalah tempat di mana hanya yang kuat yang bertahan.

Avi mulai menyadari satu hal: ia telah berubah. Gadis yang dulu takut menghadapi dunia sekarang lebih tangguh, lebih berhati-hati, dan lebih cerdas. Tapi ia juga menyadari risiko yang selalu mengintai: setiap langkahnya bisa membawa konsekuensi, dan setiap keputusan bisa memengaruhi bukan hanya dirinya, tapi juga kakaknya.

Di balik semua itu, ada satu hal yang tetap jelas: Avi tidak akan mundur. Demi kakaknya, demi keluarga yang hilang, dan demi hidup yang sekarang sepenuhnya menjadi tanggung jawabnya, ia akan menghadapi dunia Damian Verrell-dunia yang menakutkan, memikat, dan penuh rahasia.

Dan begitu Bab 2 berakhir, Avi tahu satu hal lagi: perjalanan ini baru dimulai. Banyak rintangan menunggu, banyak konflik menanti, dan banyak misteri yang harus ia hadapi. Tapi satu hal yang tidak berubah adalah tekadnya: ia akan melakukan apa saja demi kakaknya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Diantara
8.9
Demi menjaga nama baik keluarganya, Aisyah terpaksa menikah dengan seorang pria asing yang telah memiliki anak bernama Haidar. Ketika rasa cinta mulai tumbuh di antara mereka, ia justru menemukan sisi gelap suaminya yang selama ini tersembunyi. Di tengah ancaman rahasia kelam dan bayang-bayang masa lalu yang kembali datang mengusik, Aisyah kini dihadapkan pada pilihan sulit. Haruskah ia bertahan demi pernikahan ini, atau pergi demi masa depannya?
Sampul Novel Diagnosis Kanker di Hari Ulang Tahun Pernikahan
9.3
Delapan tahun menikah, Jessica selalu memercayai alasan pekerjaan Rio Aditya setiap hari jadi pernikahan mereka. Namun, rahasia busuk terungkap saat ia mendengar rencana Rio untuk menceraikannya demi Nadia. Di tengah pengkhianatan tersebut, Jessica justru menerima diagnosis medis yang fatal: kanker ovarium stadium akhir. Menyadari suaminya tidak lagi mencintainya sejak ia keguguran, Jessica memutuskan untuk merelakan hubungan mereka dan pergi dalam damai tanpa pernah bertemu lagi.
Sampul Novel Dibuang Seperti Sampah, Kini Dicari
8.9
Pernikahan rahasia Risa selama delapan tahun kandas setelah Teguh melamar Selia. Merasa dikhianati, Risa memilih bercerai dan pergi dari restoran mereka. Dengan angkuh, Teguh mengusir Risa dan Heru, adiknya, demi sang selingkuhan. Namun, kehancuran bisnis akibat ulah Selia memaksa Teguh menyusul Risa ke Swiss demi mengemis maaf. Kini, Risa yang telah bangkit siap membongkar kebenaran pahit masa lalu dan membiarkan Teguh tenggelam dalam penyesalan.
Sampul Novel Hot Love - Gairah cinta sesama wanita
7.8
Pasca suaminya tewas dalam kecelakaan pesawat di New York, Kara, mantan karyuki yang mendadak kaya, dicurigai Carlos dari FBI sebagai otak teror tersebut. Di tengah penyelidikan, Kara menjalin asmara sesama jenis dengan Rose, sang notaris, dan mengaku telah menyabotase pesawat demi dendam. Demi menyelamatkannya, Rose meminta bantuan pengacara andal bernama Rebeca. Namun, Rebeca malah ikut terpikat pada Kara. Mampukah ia melindungi wanita yang dicintainya dari ancaman hukuman mati?
Sampul Novel PERAWAN RASA JANDA
9.0
Demi wasiat mendiang sang kakak, Mala rela merawat keponakan kembarnya, Ghana dan Ghara, hingga ia kerap dicap sebagai janda. Di tengah stigma negatif itu, takdir mempertemukannya dengan Gamal, atasan angkuh yang selalu memicu konflik dengannya. Keadaan kian rumit saat Jason, pria berdarah Jerman dari masa lalunya, kembali datang untuk merebut hatinya. Kini, Mala terjebak dalam pusaran dilema asmara antara sang bos dan teman lamanya, sembari menanggung beban salah paham sosial.
Sampul Novel TAKDIR CINTA DARI ALLAH
9.2
Syifa dan Devan harus menghadapi kenyataan pahit ketika dipaksa menikah dengan orang asing yang baru mereka kenal dalam hitungan jam. Pernikahan mendadak tanpa landasan cinta ini kian rumit karena Devan sebenarnya sudah punya kekasih dan siap bertunangan. Di tengah situasi pelik yang mengancam masa depannya, mampukah mereka menerima takdir pernikahan tanpa rasa ini, atau justru memilih untuk menentangnya?