APKDock Logo
Sampul Novel Jangan Tinggalkan Aku

Jangan Tinggalkan Aku

9.3 / 10.0
Alvira terpukul oleh kecelakaan tragis yang menewaskan orang tuanya dan membuat sang kakak koma. Terdesak biaya medis yang besar, ia terpaksa menawarkan dirinya di klub malam. Di sana, ia bertemu miliarder dingin bernama Damian Verrell. Damian menawari Avi kesepakatan menjadi wanita simpanannya dengan imbalan fantastis. Demi kesembuhan kakaknya, Avi rela menyerahkan harga dirinya dan masuk ke kehidupan Damian yang berkuasa namun berhati beku.

Jangan Tinggalkan Aku Bab 1

Alvira menatap langit senja dari jendela apartemen kecil yang kini menjadi satu-satunya tempat ia dan kakaknya tinggal. Suasana sunyi menyelimuti ruang sempit itu, hanya terdengar suara monitor detak jantung sang kakak yang terus berdengung. Matanya sembab, menahan tangis yang sudah lama dipendam.

"Kak... kakak harus kuat, ya..." bisiknya pelan, suaranya serak. Tangan kecilnya menggenggam tangan kakaknya yang terbaring koma. Setiap detik terasa seperti ujian, setiap napas kakaknya adalah tanggung jawab yang kini ada di pundaknya seorang diri.

Sejak kehilangan orang tua mereka dalam kecelakaan tragis enam bulan lalu, hidup Avi berubah total. Semua harta benda keluarga lenyap, diambil alih oleh kerabat jauh yang tak pernah mereka kenal. Tabungan yang tersisa nyaris habis untuk membiayai perawatan intensif sang kakak, dan ia tahu, waktu tidak berpihak padanya.

Pikiran Avi terus berkecamuk. Ia sudah mencoba segala cara: meminjam uang, mencari pekerjaan tambahan, bahkan menjual perhiasan warisan orang tuanya. Namun semua itu hanya menunda kenyataan pahit: biaya rumah sakit dan pengobatan kakaknya sangat mahal.

Ia berdiri dari kursi, menarik napas panjang, lalu menatap cermin kecil di kamar. Bayangan gadis muda dengan mata lelah dan wajah pucat menatap balik padanya.

"Tidak ada jalan lain... aku harus melakukannya," gumamnya, suara hampir tak terdengar.

Keputusannya itu membawa Avi ke sebuah klub malam mewah, tempat yang selama ini hanya ia lihat di layar televisi atau cerita teman-temannya. Lampu-lampu kristal memantulkan cahaya keemasan, dan musik menghentak di setiap sudut ruangan. Aroma parfum mahal bercampur dengan semerbak rokok dan alkohol, menciptakan suasana dunia yang begitu asing bagi Avi.

Ia duduk di kursi bar, mencoba menenangkan diri sambil menunggu seseorang. Sesuatu dalam hatinya bergejolak, rasa takut bercampur rasa bersalah, tapi ia tahu satu hal: ia tidak punya pilihan lain.

Tiba-tiba, seorang pria masuk ke ruangan dengan langkah tegas, memancarkan aura yang membuat semua mata tertuju padanya. Rambutnya hitam, tertata rapi, jas mahal membalut tubuh tegapnya. Wajah tampannya seperti patung, dingin, dan memikat sekaligus menakutkan.

Avi menelan ludah. Ia belum pernah melihat pria seperti itu.

"Damian Verrell," seorang bartender berbisik pelan kepada rekannya, menatap pria itu dengan rasa kagum.

Pria itu berjalan mendekat ke kursi Avi. Tatapannya menusuk, dingin, namun ada sesuatu yang membuat jantung Avi berdetak lebih cepat.

"Anak muda, kau sendirian?" tanyanya, suaranya dalam dan tenang.

Avi mengangguk, menahan rasa gugup yang membuncah. "Ya... saya... saya cuma... menunggu teman."

Damian tersenyum tipis, senyum yang sama sekali tidak sampai ke matanya. "Temanmu tidak datang?"

Avi menggigit bibirnya, mencoba menjawab, tapi kata-kata macet di tenggorokannya. Ada ketegangan yang tak bisa ia jelaskan, dan sekaligus, ada rasa penasaran yang aneh.

"Kalau begitu," Damian melanjutkan, duduk di kursi di depannya, "mungkin aku bisa menolongmu."

Avi menatapnya, tidak mengerti maksud pria itu. "Menolong... bagaimana maksudnya?"

Damian mengeluarkan kartu bisnis dari saku jasnya dan meletakkannya di meja. "Aku mencari seseorang... seseorang yang... mau bekerja dengan cara yang sangat spesial. Dan aku bersedia membayar mahal. Sangat mahal."

Hati Avi berdebar kencang. Ia tahu, dari nada suaranya, tawaran itu tidak main-main. Ia menelan ludah, dan bayangan kakaknya muncul di pikirannya. Biaya perawatan yang terus bertambah, tabungan yang sudah habis... semuanya memaksanya mengambil keputusan.

"Apa... maksud Anda?" suara Avi gemetar.

Damian mencondongkan tubuh, tatapannya menembus pandangan Avi. "Aku mencari seorang wanita... yang bersedia menjadi... simpanan. Dengan kontrak jelas, semua kebutuhanmu dan keluargamu-atau siapa pun yang kau sayangi-akan aku tanggung. Selama beberapa bulan, atau beberapa tahun, terserah kebutuhanmu."

Avi terkejut. Hatinya berdegup kencang, ada rasa jijik bercampur takut, tapi di bawah semua itu, ada rasa putus asa yang menyesakkan. Demi kakaknya... ia mungkin harus rela.

"Kamu... serius?" tanyanya pelan, hampir berbisik.

Damian mengangguk. "Sangat serius. Aku tidak main-main. Dan aku hanya mau satu: kepatuhan penuh."

Avi menunduk. Matanya berkaca-kaca. Ia tahu, jika ia menolak, kakaknya mungkin tidak akan bertahan lama. Jika ia menerima... hidupnya akan berubah selamanya.

Setelah beberapa menit yang terasa seperti jam, ia mengangkat kepala, menatap Damian dengan mata yang tegas meski masih dipenuhi rasa takut. "Baik... saya... saya setuju."

Damian tersenyum tipis. "Bagus. Kita akan menandatangani kontrak segera. Dan jangan khawatir... semua yang kau butuhkan, akan aku sediakan. Tetapi ingat... ini bukan main-main. Setelah kau menandatangani, tidak ada jalan mundur."

Avi menelan ludah. Ia tahu, ia telah membuat keputusan yang akan mengubah hidupnya selamanya. Tapi di hatinya, ada satu hal yang tetap jelas: demi kakaknya, ia akan melakukan apa saja.

Malam itu, setelah Damian meninggalkannya dengan janji kontrak, Avi duduk sendiri di sudut klub. Ia menatap minuman di depannya, tapi tak mampu meneguknya. Pikiran tentang kakaknya terus menghantui, tentang keluarga yang hilang, tentang hidup yang tidak pernah ia bayangkan akan berubah drastis.

Di luar klub, lampu kota berkelap-kelip, dan suara kendaraan terdengar samar. Dunia terasa jauh dari kenyataan yang sedang ia hadapi. Avi tahu, jalan yang ia pilih berisiko tinggi. Tapi ia juga tahu, tidak ada jalan lain yang bisa menyelamatkan kakaknya.

Keesokan harinya, Avi mulai menyesuaikan diri dengan kehidupannya yang baru. Damian menempatkannya di apartemen mewah, memberikan uang untuk semua kebutuhan kakaknya, dan mengawasi setiap langkahnya dengan teliti.

Di awalnya, Avi merasa terperangkap. Dunia yang dulunya sederhana kini penuh dengan aturan, batasan, dan ketegangan yang membuatnya lelah. Tapi setiap kali ia melihat foto kakaknya atau menerima kabar bahwa kondisinya membaik, rasa bersalah dan putus asa itu sedikit mereda.

Damian, di sisi lain, tetap menjadi teka-teki baginya. Pria itu tampan, dingin, dan selalu tampak tenang. Namun ada kalanya ia memperlihatkan sisi lembut yang tak terduga-memberi Avi saran, menanyakan kabar kakaknya, atau bahkan hanya menatapnya dengan tatapan yang membuat jantung Avi berdegup lebih cepat.

Hari demi hari, Avi mulai menyadari sesuatu: hubungan mereka lebih kompleks daripada sekadar kontrak. Ada ketegangan, ada rasa penasaran, dan-meskipun ia tidak mau mengakuinya-ada ketertarikan yang sulit dihindari.

Tapi Avi menepisnya. Ia tidak boleh lupa tujuan utamanya: kesembuhan kakaknya. Segala perasaan lain hanyalah gangguan, kemewahan yang tidak bisa ia izinkan.

Namun, dunia Damian Verrell penuh dengan kejutan. Dan satu kesalahan kecil, satu momen ketidakpatuhan, bisa mengubah segalanya.

Avi tahu, ia telah memasuki dunia yang tidak pernah ia bayangkan. Dunia di mana kekuasaan, uang, dan keinginan saling bertabrakan. Dan di dunia itu, ia hanya punya satu senjata: tekad untuk menyelamatkan kakaknya, apapun yang harus ia korbankan.

Malam demi malam, Avi belajar menahan rasa takut, mengendalikan rasa bersalah, dan menghadapi Damian yang menakutkan sekaligus memikat. Dunia lamanya telah hilang, digantikan oleh kehidupan yang penuh risiko. Tapi di balik semua itu, ada satu cahaya yang membuatnya terus bertahan: senyum kecil kakaknya yang mungkin, suatu hari nanti, akan kembali terbuka.

Dan begitu babak baru dalam hidupnya dimulai, Avi tahu satu hal: ia tidak akan mundur, tidak peduli betapa sulit atau gelapnya jalan yang menanti. Karena demi kakaknya, ia siap melakukan apa saja.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Jangan Tinggalkan Aku

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel BAYANGAN CINTA DI MASA SILAM
9.5
Mobil Alia melaju pelan menyusuri jalan berliku di tengah kebun teh yang membentang luas. Aroma tanah basah dan pucuk daun berpadu embun pagi yang dingin langsung memicu ingatan masa lalunya. Setelah bertahun-tahun hidup di perantauan, barulah kali ini ia kembali ke kampung halaman. Perjalanan pulang tersebut bukan sekadar kepulangan biasa, melainkan sebuah momen untuk kembali berhadapan dengan kenangan lama yang sempat ia tinggalkan dahulu.
Sampul Novel Cinta Datang Di Saat Kumenemukan Penggantinya
7.9
Selama enam tahun pernikahan, sang suami bersikap dingin dan mengabaikan putrinya sendiri dengan alasan gangguan emosi. Namun, kepulangan mantan kekasihnya mengungkap kebenaran yang menyakitkan. Sebuah foto di ponsel menunjukkan sang suami tersenyum bahagia bersama wanita masa lalunya dan seorang anak lain. Menyadari posisi mereka yang terabaikan, sang istri dan putrinya sepakat memberikan tiga kesempatan terakhir bagi sang suami untuk berubah sebelum mereka benar-benar melangkah pergi.
Sampul Novel Cinta Terlarang Di Rumah Kakak Ku
8.2
Setelah lima tahun menetap di Milan, Kinan sang desainer memutuskan pulang ke Jakarta demi menemui kakaknya, Airin. Namun, kepulangannya justru membawa ketegangan baru ketika ia bersua dengan Liam, suami Airin yang sangat maskulin. Pertemuan tak terduga di antara keduanya berujung pada ciuman membara yang memicu gairah berbahaya. Kini, Kinan didera kebimbangan hebat, terjebak di antara daya tarik terlarang dan kesetiaan kepada keluarganya sendiri.
Sampul Novel Di Balik Penyakit, Ada Cinta yang Mekar
8.5
Keputusan untuk menyembuhkan penyakit stenosis kongenital di rumah sakit diambil demi masa depan bersama Alex Simina. Namun, situasi menjadi canggung saat dokter yang menangani prosedur medis tersebut ternyata adalah teman dekat Alex sendiri. Sang protagonis harus menghadapi rencana perawatan medis tidak biasa yang memicu rasa malu, di mana terapi kesembuhannya menuntut kontak fisik yang sangat intim secara intens, mulai dari sentuhan hingga ciuman yang tidak dapat dihindari demi memulihkan kondisinya.
Sampul Novel Sweet Mistake
8.1
Pasca malam kelam yang merusak hidupnya, Valerie kini berada di bawah ancaman Gio yang berniat menyebar bukti pelecehan dirinya. Hubungan penuh benci ini perlahan berubah saat kebaikan Gio mulai menyentuh hati Valerie, meski ego besar menghalangi keduanya untuk saling jujur. Demi melindungi nyawa sang gadis dan bersatu tanpa bayang-bayang maut, Gio pun harus menuntaskan rahasia masa lalunya yang penuh bahaya.
Sampul Novel Terpaksa Menikahi Calon Adik Ipar
7.9
Rose menolak keras paksaan untuk menggantikan Rosa, saudara kembarnya, menikah dengan Robert. Bagi Robert, pernikahan ini tanpa cinta; ia hanya butuh Rose berdiri di pelaminan. Demi menundukkan Rose, Robert meluncurkan ancaman kejam. Ia bersumpah menjauhkan Rose dari Kenzie, mendeportasi ayahnya, hingga menjualnya ke rumah bordil jika menolak. Terjebak dalam situasi pelik, Rose kini harus menghadapi pernikahan paksa yang penuh dengan intimidasi dan tekanan.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan