APKDock Logo
Sampul Novel Penjara Cinta Tuan Billionare

Penjara Cinta Tuan Billionare

8.7 / 10.0
Dominique Anastasia berjuang keras menjauh dari Haiden Aramgyan, mantan pacar yang menjadi mimpi buruknya. Walau dikenal sebagai miliarder sukses yang memikat banyak wanita, bagi Dominique, Haiden adalah sosok posesif yang sangat mendikte. Sebaliknya, kekayaan melimpah tidak menghentikan obsesi Haiden untuk terus memburu Dominique. Bagi pria itu, daya tarik manis sang mantan adalah segalanya, dan ia bertekad untuk kembali mengurung Dominique dalam genggamannya.

Penjara Cinta Tuan Billionare Bab 1

Ruko Yolanda cakes pukul sebelas malam beberapa angkot berwarna merah sudah berjejer di samping ruko menunggu para karyawan yang akan pulang kerja.

"Domi, aku yang naik duluan yah. Kamu yang di belakang!" Sophie bergegas masuk kedalam angkot yang tersisa satu tempat duduk.

"Iyah hati-hati di jalan ya, Sop!" Dominique melenggang masuk ke dalam angkot di belakangnya berpisah pulang dengan Sophie malam ini.

"Tumben banget malam ini angkot penuh, biasanya sepi." Batin Dominique melirik angkot Shopie yang melaju lebih dahulu.

Sophie mendapatkan sisa duduk paling pojok untuknya itu adalah tempat yang paling nyaman buat menyandar melepaskan penat seharian bekerja.

Tangan Sophie membuka sedikit kaca angkot agar semilir angin malam dapat masuk menambah kesejukan. Udara malam hari dengan pemandangan jalan raya yang tidak pernah sepi dengan segala aktivitasnya. Hilir mudik kendaraan masih sangat ramai.

Sophie tidak tidur, dia hanya menutup matanya yang kelelahan dan telinganya mendengar celotehan-celotehan tidak jelas dari para penghuni angkot.

Ada yang saling ledek sesama teman, meluapkan emosi karena kesal di marahi bosnya, tertawa, bercanda yang tidak jelas juntrungannya dan ada juga yang turun ketika mereka sampai di tujuan.

Di pertengahan perjalanan angkot berhenti.

Bruk!! Telinga Sophie mendengar tempat duduk sopir di buka berarti ada satu orang yang duduk di depan dengan sopir.

Dan, brak-brak!!! Tiga orang pria masuk tergesa Sophie membuka mata, satu orang duduk di ambang pintu dua lagi berpencar berhimpit di antara para penumpang wanita. Sophie melihat gelagat aneh dari mereka. 'Aneh banget. Mau apa mereka?' Shopie yang bergelayut tanya di hati.

Mereka menatap para penumpang wanita dengan tajam seolah akan memakan dan menerkamnya. Suasana berubah hening seketika saat pria yang duduk di ambang pintu mengeluarkan pistol.

"Jangan berteriak kalau mau selamat serahkan semua barang-barang kalian!" ucapnya sambil menodongkan pistol kearah penumpang.

Hati Sophie sudah ketar ketir panas dingin di buatnya. Jantungnya berdetak tidak karuan, panik dan takut bercampur jadi satu. Mata Sophie melirik kearah sopir di lehernya sudah terhunus golok yang mengancam, meminta sopir menyerahkan uang setoran angkot serta melajukan angkot seperti biasa.

Riuh dalam angkot beberapa saat lalu berubah menjadi malam yang mencekam. Celotehan, tawa dan canda semuanya sirna berubah menjadi ketegangan disertai isak tangis.

Dua pria lain yang berhimpitan dengan para penumpang wanita tadi mengeluarkan golok,

"Ayo, serahkan!!" ucapnya mendelik tajam masih menodong-nodongkan goloknya.

Mereka ketakutan sampai tidak bisa bergerak hanya menuruti kemauan mereka yang melucuti paksa dan merampas barang-barang juga uang dari para penumpang wanita.

Sophie melihat sendiri dengan matanya saat salah satu dari mereka menjambret kalung seorang wanita sambil menodongkan goloknya di leher. Dan dia pun tak luput menjadi sasaran mereka, Sophie terpaksa menyerahkan dompet beserta isinya karena golok sudah menyambangi lehernya. Setelah melancarkan aksi mendapatkan semua barang rampasan mereka turun.

Angkot harusnya melaju pada pemberhentian terakhirnya terminal, tapi malam ini angkot berbelok arah pada Polsek terdekat.

Sophie yang syock boro-boro menangis seperti yang lain dia hanya diam dengan tubuhnya yang bergetar.

Sopir angkot turun dengan membawa para penumpang yang terlihat syock menggiring mereka untuk membuat laporan pada polisi sebagai korban dan saksi pembegalan dalam angkot.

Sophie duduk di depan ruang tunggu polisi setelah dia membuat laporan berita acaranya, dia mengeluarkan ponsel yang sedari tadi terus berbunyi dari saku dalam jaketnya. Ponsel Sophie selamat dari pembegalan karena dia menutupi dengan jaket.

"Sayang kamu dimana? Kok belum sampai?" suara dari seberang telpon.

"Polsek!" jawab Sophie dengan suaranya yang mulai parau.

Orang tadi kaget mendengar jawaban Sophie langsung menjalankan motor menuju tempat yang disebut. Tidak berapa lama motor berhenti ia melihat Sophie duduk sendiri di ruang tunggu polisi.

"Ada apa sayang? Kenapa kamu disini?" ucapnya memburu dengan pertanyaan terlihat khawatir dan panik.

Sophie masih belum menjawab. Dia hanya tertunduk, "sayang kamu nggak apa-apa kan?" tanyanya lagi menggoyangkan tubuh Sophie yang belum bereaksi dengan pertanyaannya.

Sophie mengangkat wajahnya menatap sepersekian detik kemudian Sophie sudah menangis sejadinya di pelukan sang pacar. Rasa yang dia tahan sejak tadi seketika membucah keluar dan tak tertahan.

Angkot Dominique berhenti di depan tukang nasi goreng pinggir jalan langganannya.

"Bang, biasa pedas pakai ati ampela telornya di dadar pakai daun bawang, nggak usah pakai acar dan ketimun, ingat jangan lupa lagi kemarin ada acar sama ketimunnya tuh!" ucap Dominique mengingatkan lagi pesanan nasi gorengnya.

"Eh Neng Domi, maaf kemarin ramai Neng, abang kelupaan, jadi nggak sengaja acar sama timunnya kemasukin ke nasi gorengnya si eneng," kata abang nasi goreng. "Ya sudah nggak apa-apa Bang, tapi sekarang jangan lupa lagi yaa," pinta Dominique.

"Iya Neng." Si abang nasi goreng langsung membuat pesanan Dominique.

Dominique duduk di bangku plastik sambil membuka ponsel memeriksa isi pesan yang sedari tadi berbunyi dari grup tempat kerjanya.

Huh, malam-malam masih ngebahas kerjaan. Orang-orang pulang nggak bawa kerjaan bisa tidur dengan nyenyak sedangkan kerjaanku ada saja yang di bahas. Keluh Dominique dalam hatinya.

Setelah melihat deretan pesan dalam grup yang meminta agar personil bisa lebih meningkatkan omset jualan dan service pada para pelanggan.

"Neng Domi, ini pesanannya."

"Eh iya berapa, Bang?"

"Biasa Neng lima belas ribu!" Dominique mengeluarkan uang puluhan ribu dua lembar dan memberikan pada abang nasi goreng.

"Ini kembaliannya Neng."

"Iya makasih ya, Bang!"

Dominique meninggalkan tukang nasi goreng berjalan pelan menuju gang rumah sewanya. Rumah kecil yang dia sewa tahunan karena rumah peninggalan kedua orangtuanya terpaksa dia jual untuk melunasi hutang-hutang ayahnya. Dominique harus bisa membagi pengeluaran dengan gajinya yang pas-pasan agar dia bisa berhemat dan bertahan hidup dengan keperluan yang lainnya.

***

Di sebuah apartmen mewah,

"Bagaimana John?" ucap seorang pria tampan berbadan besar berotot dengan punggung dan lengannnya yang penuh dipenuhi dengan tato hanya mengenakan handuk yang membalut di pinggang berdiri di jendela apartemennya sambil meminun wine.

John memberikan satu amplop yang berisi berbagai informasi dan foto seseorang. Pria tampan tadi menatap foto itu begitu dalam.

"Apa Tuan Haiden mau melihatnya langsung?"

"Uhmm ... sudah sepuluh tahun. Kau bahkan belum banyak berubah!" gumanya.

"Besok saya akan mengantarkan, anda?"

"Hmm!"

"Baiklah Tuan, saya tinggal. Selamat beristirahat jika ada hal mendesak anda bisa langsung menghubungi saya!" John berkata. Pria tadi hanya mengangguk dan John pergi menghilang dari hadapannya.

***

Dominique meletakan bungkusan nasi gorengnya di meja makan. Ia melempar tasnya sembarangan, tak berapa lama dia keluar dari kamarnya membawa handuk dan baju ganti masuk ke kamar mandi untuk berbersih dan berganti baju.

'Cepat makan lalu tidur' Dominiqie mengambil piring dan sendok dari dapur yang letaknya tidak jauh dari meja makan. Dia mulai membuka bungkusan nasi gorengnya awalnya dia menikmati hingga setelah beberapa suapan yang masuk ke mulutnya tiba-tiba buluk kuduk di tangannya berdiri.

Dominique makan nasi goreng merinding. 'Ada apa nih kok jadi merinding begini?' Dominique menghentikan makannya memegangi tengkuknya menengok kanan dan kiri. Sepiii.

'Akh masa ada setan sih!'Dominique bergidig. Melempar sendoknya. Meninggalkan nasi goreng miliknya.

Dominique kabur berlari masuk ke kamarnya menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut, " Jangan ganggu dong jangan ganggu pergi kau setaaannn ...," ucap Dominique dari balik selimutnya seperti lagu mbah dukunnya Alam.

Dan saat peristiwa itu terjadi di tempat lain seseorang sedang menatap foto Dominique dari ranjangnya dan berkata,

"Aku merindukanmu Domi, kali ini aku tidak akan melepaskanmu lagi!"

Lanjut Membaca

Daftar Isi Penjara Cinta Tuan Billionare

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Cinta, Kebohongan, dan Anjing yang Mematikan
9.7
Kehidupan seorang wanita hancur ketika ibunya kritis akibat diserang anjing milik Helena. Bara, tunangannya yang kaya raya, justru membela hewan tersebut dan pamit pergi ke luar negeri demi pekerjaan. Namun, kebenaran pahit terungkap setelah sang ibu meninggal. Bara berbohong; ia tidak ke Singapura, melainkan berlibur mewah dengan Helena di Maladewa. Di makam ibunya, wanita ini sadar bahwa cinta sang miliarder palsu belaka. Pengkhianatan keji ini pun mengakhiri hubungan mereka.
Sampul Novel Lelaki Yang Tak Terlihat Kaya
9.8
Gerald Crawford terkejut saat mengetahui rahasia besar keluarganya. Selama ini, ia mengira orang tuanya hanyalah pekerja biasa di luar negeri. Namun, sebuah pengakuan tak terduga mengungkap bahwa ia adalah pewaris tunggal dinasti bisnis bernilai triliunan dolar. Kini, hidupnya berubah total dalam semalam. Gerald harus beradaptasi dengan realitas baru yang mewah dan menghadapi berbagai tantangan sebagai keturunan rahasia dari konglomerat papan atas dunia.
Sampul Novel Love By Accident
7.9
Satu kekhilafan fatal di masa lalu membuat Liz mengandung anak Caden, pria asing yang belum pernah ia kenal. Caden yang tidak mengetahui fakta sebenarnya justru sangat membenci Liz dan menuduhnya sengaja menjebak demi keuntungan pribadi. Bertahun-tahun terpisah tanpa komunikasi, takdir tak terduga mempertemukan mereka kembali. Kini, rahasia besar dan luka lama yang belum sembuh mulai membayangi hubungan mereka lagi.
Sampul Novel Rentang Waktu Di Antara Kita
9.8
Kisah asmara modern yang penuh emosi ini menyoroti perjuangan sepasang kekasih dalam mempertahankan cinta sejati mereka. Menghadapi jurang perbedaan usia yang membentang lebar, keduanya harus bergelut dengan konflik batin serta harapan yang tak kunjung padam di tengah keterbatasan waktu. Perjalanan menyentuh hati ini membuktikan bahwa ketulusan perasaan mampu melampaui segala rintangan dan jarak yang memisahkan mereka.
Sampul Novel Sebatas Istri Bayaran
9.5
Demi mendapatkan keturunan, Anita Artemio mendesak suaminya, Julian Narendra, untuk melakukan poligami. Reyna Anindira yang mendambakan kemewahan pun setuju menjadi istri bayaran untuk melahirkan anak mereka. Konflik mulai membara ketika Reyna jatuh cinta pada Julian dan menuntut status yang lebih tinggi dari kesepakatan awal. Di tengah ambisi Reyna untuk menguasai hatinya, Julian tetap setia mencintai Anita, memicu pergolakan batin yang sangat menguras emosi.
Sampul Novel Slave Bird
8.3
Nathalie menjalani kehidupan pilu sebagai budak dari pria kejam. Pria itu memberikan kebebasan bagi Nathalie untuk mencintainya, namun melarang keras adanya harapan akan cinta yang tulus. Meski segala hal bisa ia dapatkan, kasih sayang sang pria tetap menjadi misteri yang mustahil diraih. Sialnya, Nathalie telanjur jatuh hati. Kini, ia harus menanggung kepedihan mendalam akibat perasaan sepihak yang perlahan menghancurkan dirinya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan