APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Janda Lugu

Janda Lugu

Arka terpaksa pulang ke kampung demi kabur dari kejaran rentenir setelah menjadi korban penipuan. Di sana, sang ibu justru berniat menjodohkannya dengan Nilam, seorang janda bergelimang harta. Arka pun memanfaatkan rencana ini untuk menguasai kekayaan Nilam. Namun, kebaikan tulus Nilam perlahan mengubah hatinya. Ketika niat buruknya terungkap, Nilam yang terluka menuntut agar pernikahan mereka diubah menjadi sekadar formalitas. Mengapa wanita yang dulu sangat lugu itu kini berubah begitu dingin?
Bab
Bagikan

Bab 2

Wajah Arka seketika kaku, mengetahui dengan pasti siapa peneleponnya ini. Si rentenir yang tadi mengejarnya.

Arka mematikan sambungan telepon secara sepihak, kemudian menonaktifkan ponsel pintarnya.

“Siapa, Bro? Cewek yang tadi? Kok muka lo sepet banget. Jangan-jangan cewek yang lo tidurin itu bini orang, ya? Terus barusan yang nelepon itu lakinya dan damprat-damprat lo,” ucap Resya.

Tak tahan dengan analisis-analisis Resya yang meliar, Arka akhirnya menepuk belakang kepala pria seumurannya itu. “Jaga omongan lo. Gue bukan penjahat kelamin kayak lo.”

“Alah, sok suci lo.”

Arka mendengkus. Bibirnya terkatup, tak ingin meladeni.

Melihat wajah Arka yang berkerut seakan dipenuhi masalah serius, Resya akhirnya menghentikan ocehannya. “Lo kenapa, Ka?”

“Nggak kenapa-napa,” jawab Arka sambil menggelengkan kepala. Kemudian menumpukan kepalanya di tangan.

“Serius deh, lo sekarang lebih stres dari pas ngadepin proyeknya Pak Kuncoro yang revisinya berlapis-lapis kayak bajunya cewek.”

Arka terkekeh singkat mendengar perumpamaan yang digunakan Resya. Pria yang masih mengenakan tracksuit dengan keringat yang sudah kering itu memang mengesalkan, tapi entah bagaimana selalu bisa melawak kapan pun seperti badut.

“Bilang sama gue, ada apa. Gue bakal bantu sebisa gue.”

Arka menggeleng. Tak jauh beda darinya, Resya adalah pria lajang dengan ekonomi menengah mapan, yang bisa bersenang-senang di mal atau di klub tanpa perlu mengkhawatirkan tagihan bill. Tapi tetap saja, semapan-mapannya Resya, dia tak akan bisa membantu utang-utang Arka.

“Njir! Gue nggak terima ya kalo didiemin gini,” sentak Resya. Bangkit dari kursinya dengan ekspresi beringas.

Arka lagi-lagi menggelengkan kepala, menundukkan kepalanya makin dalam, memilih mengabaikan tingkah berlebihan Resya.

Arka luput memperhatikan bahwa setelah dianggap angin lalu oleh dirinya, Resya kemudian mengambil inisiatif sendiri untuk mencari tahu masalah apa yang tengah dihadapi temannya itu. Dan Resya tahu ke mana harus mencari tahu.

Satu-satunya teman Arka selain dirinya, hanyalah Danu.

Selagi Arka tidak memperhatikan, Resya pergi ke sudut ruangan. Ruang ganti gym untungnya sedang kosong. Resya kemudian menekan panggilan pada Danu.

“Lo bilang sama gue, si Arka lagi kena masalah apa?” Tanpa basa-basi, Resya langsung menodong pertanyaan pada Danu.

“Oh. Nggak lo tanyain sendiri aja ke orangnya?”

“Nggak. Dia cuma geleng-geleng terus kayak boneka India. Imut nggak, ngeselin yang ada.”

Terdengar gelak dari seberang. Danu tahu, meski Resya terkesan serampangan dan berotak sekotor comberan, tapi dia setia kawan. Dan untuk saat-saat seperti ini, Danu merasa kehadiran seorang kawan amatlah penting. Arka tak boleh menanggung semuanya sendiri, begitu pikir Danu. Maka Danu mulai menceritakan kronologis masalah Arka secara lengkap.

“What the fyuh fyuh! Gila! Arka? Seorang Arka ketipu penjahat kelas teri?”

Dan orang yang disebut namanya pun akhirnya mendongak. Menatap temannya yang seperti kebakaran jenggot, berteriak-teriak tidak jelas pada ponsel di kupingnya. Tapi beberapa saat setelah menyimak ucapan-ucapan Resya—yang masih dipenuhi umpatan—akhirnya Arka sadar siapa yang temannya itu bicarakan.

Pasti Danu sudah cerita, batin Arka.

Mereka bertiga—Arka, Resya, dan Danu—adalah sahabat sejak kecil. Mereka bertiga berasal dari desa yang sama, dan setelah lulus SMA, ketiganya juga bersama-sama merantau ke kota untuk melanjutkan kuliah. Hanya saja setelah lulus, sementara Arka dan Resya memilih menetap di rantau untuk melanjutkan karier mereka, Danu memilih pulang.

“Mending lo pulang aja deh, Ka,” ucap Resya, tiba-tiba mukanya sudah memenuhi seluruh pandangan Arka karena pria itu berjongkok begitu dekat.

“Bentar. Gue baru nyampe sini udah lo suruh pulang aja,” keluh Arka. Kesal karena temannya ini tak perhatian.

“Bukan pulang ke apartemen lo, tapi pulang ke kampung.”

Ucapan Resya seketika menyentak atensi Arka.

“Gini ya, gue bukannya pelit nggak mau nalangin utang lo. Gue ikhlas kok jual semua sepatu kulit koleksi gue, sama jam tangan gue juga, deh. Semua itu emang nggak bakal langsung lunasin utang lo, tapi paling tidak ngurangin setoran bulan ini. Nah, masalahnya ini. Ini lo masalahnya sama rentenir, Ka. Sama bunga. Lo nyetor bulan ini, masih ada bulan depan dan bulan depan-depannya lagi. Mati deh lo dicekek bunga segede itu. Kayak yang gue bilang, gue ikhlas bantuin lo, tapi bantuan gue cuma bakal kayak pasir di laut, nggak ada arti. Menurut gue, mending lo kabur aja ke kampung. Ngehindarin mereka buat sementara dulu. Lagian, kalau gue jadi lo, ogah gue bayar utang ke mereka. Enak di mereka. Apalagi ini juga bukan utang lo, tapi si keparat Acung. Anjir emang itu Acung. Muka aja kalem kelemer-kelemer, tahunya wataknya bandit. Awas aja kalo ketemu. Sekalian di kampung lo cari tahu keberadaan Acung sama Danu. Kalo udah ketemu, serahin deh kepalanya ke rentenir-rentenir itu.”

Arka ternganga. Tak menyangka, bahwa dari sahabatnya yang punya otak paling ngeres, akan ada solusi keluar dari mulutnya.

**

“Ini Arka? Ini beneran Arka?”

Seorang perempuan berumur lima puluhan tampak terpana takjub melihat sosok yang tiba-tiba hadir di ambang pintunya sore ini. Sutia awalnya hendak mengantar gorengan ke masjid. Sebagaimana kebiasaannya tiap malam Jumat, dia akan membawa entah gorengan atau makanan komplet dengan lauknya sebagai selamatan di masjid. Sebagai doa, moga-moga keluarganya sehat dan selamat, dan terutama moga-moga anak lelakinya di rantau dilindungi Yang Kuasa. Siapa sangka, anak lelakinya yang telah tahunan tak pulang, tiba-tiba sore ini sudah ada di depan matanya.

“Gusti Allah, akhirnya kamu pulang, Nak. Kamu sehat? Ya Allah, makin gagah ya anak Ibu,” ucap Sutia, merasa kagum pada penampilan anaknya. Sejak dulu Arka memang bertubuh tinggi, persis bapaknya, tapi dulu sebelum pergi merantau, tubuh Arka tak sepadat saat ini. Kini, selain bertubuh tinggi dan padat berisi, putranya juga berpenampilan lebih rapi. Trendi, Sutia mencoba mengingat-ingat istilah yang dipakai kawula muda. “Coba, sekarang kamu umur berapa?”

“32, Bu,” jawab Arka. Tersenyum melihat tingkah ibunya yang tangannya terus mengusap bahu, muka, dan rambut Arka, seakan untuk mengetes apakah anaknya ini adalah sosok nyata, bukan hanya bayangan.

“32. Sudah dewasa kamu, Nak. Sudah waktunya nikah. Mana calonmu coba?”

Ah, inilah alasan kenapa Arka malas pulang. Lagi-lagi soal kapan nikah. Tiap ibunya menelepon, topik ini tak pernah absen dibahas. Kini pun sama saja.

Arka menghela napas, bibirnya mengulaskan senyum tipis. Betapa pun dirinya kesal kalau ditanya-tanyai topik ini, tapi Arka tak bisa kesal kalau pada ibunya.

“Nanti, Bu, nanti.”

“Ah, kamu ini, selalu nanti. Itu Nilam yang temen si Nida, adekmu, sudah nikah kapan tahun. Kamu, lebih tua jauh kok ya bahkan nggak pernah kelihatan bawa pacar sama sekali. Ibu kan pengen punya mantu.”

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel A Love Betrayal
8.9
Kehidupan rumah tanggaku hancur dalam sekejap setelah menyaksikan suamiku bermesraan dengan seorang wanita asing. Perempuan berambut panjang nan jelita itu merangkul lengannya begitu erat. Keduanya saling melempar tawa bahagia, layaknya pengantin baru yang sedang kasmaran. Siapa sebenarnya sosok wanita misterius tersebut? Rahasia besar apa yang mereka sembunyikan dariku? Inilah kisah penuh misteri tentang kepedihan dan pengkhianatan cinta.
Sampul Novel Dosen Killerku Ternyata CEO
7.9
Demi masa depan sang anak, Surya Dinata menjodohkan Alzena dengan Emilio Cullen, dosen blasteran yang berusia lima belas tahun lebih tua darinya. Padahal, Alzena sudah mempunyai kekasih bernama Jody. Di balik ketegasannya mengajar, Emilio rupanya seorang CEO pewaris takhta yang merahasiakan identitas aslinya. Akankah Alzena memilih cinta sejatinya bersama Jody, atau justru terjerat dalam rahasia besar suaminya yang menyembunyikan kebenaran?
Sampul Novel HASRAT TERLARANG GIGOLO
8.1
Demi menghidupi ibu yang sakit jiwa dan tiga adiknya, Bagaskara yang berusia 20 tahun terpaksa menjadi pria sewaan. Ia pun tergiur tawaran fantastis dari Arta Syakila, miliarder wanita berumur 27 tahun yang rela membayar 500 juta rupiah demi satu malam bersamanya. Meski hidup bergelimang harta, motif Arta menyewa gigolo masih menjadi misteri. Akankah Bagas mampu keluar dan hidup tenang, atau malah terjebak selamanya dalam rahasia gelap sang wanita kaya?
Sampul Novel pernikahan
9.3
Hubungan percintaan selalu menyimpan misteri tak terduga bagi siapa saja. Perjalanan asmara ini kerap membawa seseorang merasakan kepedihan mendalam sekaligus kebahagiaan yang tak ternilai. Namun, di tengah segala teka-teki dan gejolak emosi yang ada, sebuah ikatan hanya dapat bertahan berkat komitmen serta kerja keras bersama. Kisah ini mengulas tentang perjuangan dan pengorbanan dalam menghadapi ketidakpastian takdir cinta.
Sampul Novel Takdir Cinta Aylona
9.6
Kehilangan Arsen membuat kondisi mental Aylona terguncang hingga ia berhalusinasi bahwa suaminya masih hidup. Di masa sulit ini, Elga datang menolongnya untuk pulih. Namun, pernikahan kilat mereka justru menimbulkan kecurigaan. Sebagai adik ipar Aylona, Elga tampaknya menyembunyikan sebuah rahasia besar. Apakah pernikahan tersebut murni karena cinta, ataukah ada niat terselubung yang mengancam di balik hubungan mereka?
Sampul Novel The Bastard CEO
8.0
Demi seorang pewaris, CEO berdarah dingin Adam Ford memaksa Angelina Wilson menyetujui kontrak dua tahun. Namun, karena dianggap mandul akibat tak kunjung mengandung, Angelina diusir oleh keluarga Ford. Tujuh tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka kembali. Kali ini, Angelina datang bersama seorang anak laki-laki yang memiliki paras sangat mirip dengan Adam. Akankah rahasia besar tentang asal-usul sang putra akhirnya terungkap di hadapan Adam?