APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Janda Lugu

Janda Lugu

Arka terpaksa pulang ke kampung demi kabur dari kejaran rentenir setelah menjadi korban penipuan. Di sana, sang ibu justru berniat menjodohkannya dengan Nilam, seorang janda bergelimang harta. Arka pun memanfaatkan rencana ini untuk menguasai kekayaan Nilam. Namun, kebaikan tulus Nilam perlahan mengubah hatinya. Ketika niat buruknya terungkap, Nilam yang terluka menuntut agar pernikahan mereka diubah menjadi sekadar formalitas. Mengapa wanita yang dulu sangat lugu itu kini berubah begitu dingin?
Bab
Bagikan

Bab 3

“Ibu kan udah punya mantu. Tuh suaminya Nida.”

“Aduh, nggak usah sebut-sebut si Lutfi itu. Nyesel Ibu ngasi Nida ke dia. Lagaknya sudah macam orang asing. Main ke sini cuma tiap Lebaran atau kalau udah terpaksa bener pas Ibu ancem-ancem. Padahal rumahnya ya nggak jauh-jauh banget. Punya mobil pula. Sejam paling cuma ya jalannya ke sini?”

Arka mengangguk. Bersyukur topik pembahasan sudah berpindah pada nama lain, bukan dirinya.

“Kamu kalau udah nikah jangan kayak gitu juga ya, Ka. Kalau perlu kamu cari perempuan yang deket-deket sini aja. Biar nanti kalau punya anak, Ibu bisa bantu momong sering-sering.”

Arka meringis, rupanya dia belum benar-benar keluar dari lubang jarum. Namun, sebelum ucapan ibunya makin panjang mengulik masa depannya, kemunculan sosok dari ruang tengah menyelamatkan Arka.

“Bapak, assalamualaikum.” Arka langsung melangkah menyongsong sosok laki-laki yang di usia kepala enam masih tampak bugar dan penuh stamina. Arka kemudian menyalami tangan bapaknya.

“Kapan datang, Ka?” Berbeda dengan Sutia, sosok Bambang tampak lebih kalem.

“Barusan, Pak.”

“Loh, ini barusan sampe kok langsung dicecar sama pertanyaan, Buk. Bapak dari kamar denger lo sama cerewetnya Ibuk. Coba anak kalau baru datang perjalanan jauh itu disuruh duduk, dikasi minum teh.”

Mendengar kata minum, Arka baru tersadar bahwa tenggorokannya memang terasa kering. Pria itu kemudian meletakkan tasnya di bawah, dekat kaki meja. Kemudian beranjak ke dapur.

“Eh, mau ke mana kok pergi aja? Ibu belum selesai ngomongnya sama kamu.”

“Bentar, Bu, Arka haus, mau minum.”

“Eh, kamu haus beneran, Ka? Nggak bohong kan gara-gara dengar omongan bapakmu barusan?”

Bambang menggeleng-geleng melihat kelakuan istrinya.

Sejenak Arka merasa sengatan rasa asing saat memasuki area dapur. Semuanya tampak berbeda dari yang terakhir kali diingatnya. Seluruh permukaan dindingnya telah dikeramik, tak lagi seperti dulu yang hanya pada bagian depan kompor gas saja yang dikeramik, untuk menghalau cipratan minyak goreng supaya tak menempel di dinding. Ada kulkas dua pintu, dispenser listrik, lemari rak piring yang lebih kokoh dan tampak cantik, dan lain-lain yang kesemuanya menimbulkan kesimpulan bahwa beberapa tahun ini kondisi keluarga mereka membaik sehingga bisa memperbaiki dapur dan isinya—juga beberapa area rumah yang lain yang belum sempat Arka tengok.

Semua ini tak lepas dari peran Arka juga. Anak sulung Bambang dan Sutia itu tak pernah absen mengirim sebagian gaji bulanannya ke kampung. Bahkan meski Bambang dan Sutia sudah bilang cukup, kebutuhan di kampung sudah cukup terpenuhi semuanya, tapi Arka tetap rutin mentransfer. Sebab Arka merasa ini sudah jadi kewajibannya sebagai anak sulung untuk berbakti pada kedua orang tuanya.

Namun, mengingat kondisi keuangannya saat ini, Arka merasa sangsi apakah bulan ini bisa memberi uang pada kedua orang tuanya. Tapi satu hal yang pasti, Arka tak akan menceritakan apa yang menimpanya, bahwa putra mereka ditipu oleh anak tetangga yang rumahnya tak jauh dari tempat mereka.

Setelah beberapa tegukan air dingin, Arka mendesah, dahaganya terpenuhi.

“Kamu kalau memang belum ada calon, Ibu bisa bantu carikan.”

“Astagfirullah!” sentak Arka, kaget dengan kehadiran ibunya yang tiba-tiba di belakang punggungnya. Untung dia sudah selesai minum, kalau tidak pasti barusan dia tersedak.

Sutia menepuk-nepuk punggung putranya, membantu meredakan kagetnya. Namun sembari melakukan hal itu, dia juga berucap, “Ada Nadia anaknya temen arisan Ibu. Ada juga Rara, anaknya Bu Farida. Semuanya cantik-cantik. Tapi … yang paling cantik di desa ini ya menurut ibu tetep si Nilam.”

“Bukannya Nilam sudah nikah, Bu?” ucap Arka, mengingat apa yang tadi sempat diucapkan ibunya.

“Iya, sudah nikah. Tapi sekarang juga sudah janda. Setahun lalu suaminya, si Andre, meninggal waktu kecelakaan lalu lintas. Masyaallah, nggak nyangka pokoknya Ibu, masih muda, masih gagah, kaya pula, tapi umurnya ternyata pendek.”

Arka tertegun selama beberapa saat, mencoba memproses info yang baru didengarnya. Selain mengingat Nilam sebagai teman adiknya semasa sekolah, Arka juga mengingat Nilam sebagai gadis—ah, kini dia bukan lagi gadis—yang memiliki kenangan khusus baginya. Memang benar Nilam cantik, amat cantik, sampai-sampai Arka heran sendiri kenapa gadis secantik itu dulu sampai tertarik padanya.

Ya, dulu Nilam pernah mengutarakan perasaannya pada Arka. Gadis yang ketika itu masih mengenakan seragam putih-dongker, tersipu malu saat menyerahkan surat cintanya pada Arka.

Namun Arka menolak perasaan Nilam saat itu juga. Dengan tegas pria yang ketika itu sedang berada di bangku kelas 3 SMA menjawab bahwa anak kecil seperti Nilam seharusnya jangan terpikir soal pacaran. “Harusnya kamu fokus sama sekolah, Dek.”

“Aku tetep akan fokus sama sekolah kok, Kak. Tapi aku juga mau pacaran sama Kakak. Aku cuma mau pacaran sama Kak Arka pokoknya.”

Arka tertawa geli kalau mengingat dialog perempuan itu. Meski tampak malu dan wajahnya sudah semerah udang rebus, tapi dia masih dengan keras kepala menyanggah ucapannya.

“Aku cuma mau pacaran sama Kak Arka” katanya. Tapi lihat, beberapa tahun kemudian perempuan itu ternyata sudah berhasil move on dan bisa menikah dengan pria lain, meski harus berujung kehilangan.

“Ibu mau jodohin Arka sama Nilam? Nggak apa-apa nih meski Nilamnya janda?” tanya Arka, menanggapi ucapan ibunya sebelumnya. Arka ingin mengetes bagaimana respons sang ibu.

“Tentu, Ibu nggak keberatan. Ibu yakin kamu nggak akan merasa rugi meski kamu masih perjaka lalu dapatnya bukan yang perawan. Nilam itu meski janda, tetep—kayak yang Ibu bilang tadi—yang paling cantik di antara semua perempuan sebayanya di desa ini. Dia juga baik hati, berbudi pekerti halus. Dan yang paling penting, kalau kamu mendapatkan Nilam, Ibu ingin kamu menjaga Nilam dan anaknya dengan baik,” ucap Sutia serius.

Satu info lagi Arka terima, bahwa Nilam sudah punya anak.

“Menjaga gimana, Bu?” tanya Arka, terpancing dengan nada serius ibunya.

“Masa kamu nggak ngerti juga, Ka?”

Arka menggeleng, benar-benar tak mengerti jalan pikir ibunya.

“Nilam itu jandanya Andre, Ka,” bisik ibunya.

“Oh ….” Langsung terang di kepala Arka apa maksud ibunya sejak tadi.

Andre, pengusaha paling kaya di kampung mereka. Konon dia memiliki usaha pertambangan dan sejumlah saham yang diputar secara cantik. Intinya, menjadi janda Andre, bahkan memiliki anak dari Andre, berarti menjadi ahli waris atas begitu banyak aset berharga.

Sutia meletakkan sebelah tangannya di samping mulutnya, kemudian kembali berbisik, “Udah banyak yang antre mau ngelamar Nilam. Mulai dari orang kampung sini sampai orang kampung jauh. Coba, itu kalau bukan karena dengar warisannya karena apa lagi coba?”

Karena kecantikan Nilam yang tak tertandingi? Karena kebaikan hatinya? reka Arka dalam hati, lagi-lagi mengingat apa yang ibunya kemukakan baru saja. Tapi Arka tak bisa menampik bahwa analisis ibunya memang masuk akal.

“Kalau kamu yang nikahin Nilam, Ibu percaya kamu bakal lindungin Nilam dan anaknya dengan sungguh-sungguh. Tidak terpengaruh soal harta,” simpul ibunya.

Deg.

Sebuah pikiran yang amat keji baru saja terlintas dalam kepala Arka. Pikiran yang berseberangan dengan kesimpulan ibunya. Justru kalau dia menikahi Nilam, dia akan sama saja dengan semua pria-pria itu, Arka hanya akan berakhir dengan tujuan untuk mencuri harta Nilam, untuk mengatasi situasi pelik yang tengah menjepit dirinya.

Arka buru-buru menggeleng, menghalau pikiran tidak-tidaknya.

“Arka ke kamar dulu ya, Bu. Mau istirahat,” ucap Arka, ingin menghindar untuk sementara dari ibunya, dari rencana-rencananya yang berbahaya terutama.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Beautiful Nerd
8.4
Alena Farron menjalani hidup ganda yang rumit. Di sekolah, ia dikenal sebagai siswi kutu buku biasa, namun di luar ia adalah model papan atas bernama Leanne Darrel. Rahasia besar ini terancam terbongkar saat Ray Dixon, teman sekelasnya yang pintar, tiba-tiba menjadi rekan kerjanya di industri model. Kehidupan tenang Alena seketika berubah drastis. Ia kini harus berjuang keras menjaga rahasianya dari Ray yang mulai mendekat dan mengusik dunianya di sekolah maupun di panggung mode.
Sampul Novel Cinta Yang Terenggut
7.9
Satu dekade membina rumah tangga, pernikahan Jonathan dan Theresia hancur akibat depresi karena belum dikaruniai anak. Lelah menghadapi siksaan fisik serta mental, Jonathan memutuskan menggugat cerai istrinya. Saat proses perceraian berlangsung, ia terpikat pada Karin, sekretarisnya yang berhati lembut. Namun, Theresia enggan menyerah dan berjuang mempertahankan pernikahan mereka. Sanggupkah Jonathan lepas dari sang istri, ataukah ada maksud terselubung di balik ketulusan Karin?
Sampul Novel DEAR RANIA
9.1
Dua pekan sebelum hari pernikahan, Rania mengalami kecelakaan nahas yang membuatnya buta. Di masa sulit itu, sang tunangan malah membatalkan pernikahan sepihak. Saat Rania terpuruk dalam duka, hadirlah Rakha, seorang guru pesantren yang tak ia kenal. Rakha tiba-tiba datang bersama keluarganya untuk meminang Rania. Walau niat pria itu sangat baik, Rania yang terlanjur hancur langsung menolak lamaran asing tersebut dan mengusirnya.
Sampul Novel Dia Yang Merebut Suami dan Anakku
9.4
Setelah delapan tahun pernikahan, sang suami nekat membawa selingkuhannya, Maudy, yang mengaku sakit kanker ke rumah. Sang istri dituntut menerima Maudy, bahkan putranya sendiri mengancam akan memutus hubungan jika ia menolak. Merasa dikhianati, ia memilih bercerai dan kembali merintis karier di industri desain hingga sukses. Ketika kebohongan penyakit Maudy terbongkar, mantan suami dan anaknya datang memohon dimaafkan, namun ia mengabaikan mereka demi prestasinya.
Sampul Novel I Win You
8.3
Vanilla tiada henti memikat Nick lewat aksi provokatif yang memicu ketegangan hebat di antara mereka. Walau Nick sudah mengingatkan bahaya dari permainan ini, Vanilla malah kian berani menantang hasratnya. Di tengah situasi yang kian memanas, Nick berjuang keras menjaga pertahanannya agar tidak lepas kendali. Namun, godaan nakal Vanilla yang penuh kemenangan membuat dinamika hubungan dewasa yang membara ini semakin sulit untuk diprediksi.
Sampul Novel Jessica, Luka Yang Terpendam
9.3
Kehidupan Jessica, agen properti sukses, mendadak terusik saat rekan kerjanya, Moses, membawa calon pembeli bernama Tommy. Sosok tersebut rupanya mantan kekasih Jessica yang kini tengah mencari rumah bersama calon istrinya demi pernikahan yang tinggal enam bulan lagi. Walau sempat bersandiwara tidak saling tahu, Tommy secara mengejutkan mendatangi kediaman Jessica keesokan harinya secara pribadi. Akankah momen ini menyalakan kembali cinta lama mereka, atau malah merusak rencana pernikahan Tommy?