APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istri Yang Tersiksa

Istri Yang Tersiksa

Tiga tahun lamanya Rania Alvi menanggung kepedihan dalam pernikahan dingin dengan pengusaha kaya, Rizky Wira. Berstatus sebagai istri kedua, hidupnya kian terasing akibat bayang-bayang Inez, sang mantan istri. Ketika divonis mengidap kanker stadium dua, kondisi fisik dan mental Rania runtuh hingga ia nekat menggugat cerai. Namun, Rizky menolak keras dan bersumpah tak akan melepaskannya. Kini, Rania terperangkap dalam obsesi sang suami, bergelut dengan rasa sakit tanpa celah untuk bebas.
Bab
Bagikan

Bab 2

Langit sore itu memancarkan warna oranye keemasan yang menenangkan, tapi Rania hanya bisa menatapnya dari balik jendela kamar dengan perasaan hampa. Dalam hatinya, ia berharap warna indah itu bisa membawanya ke tempat lain-tempat di mana ia tidak merasa seperti tahanan dalam hidupnya sendiri.

Pintu kamar berderit pelan, menandakan seseorang masuk. Rania tak perlu menoleh untuk tahu siapa itu. Langkah berat Rizky yang selalu tegas sudah terlalu familiar baginya.

"Aku dengar kau pergi ke rumah sakit hari ini," suara Rizky terdengar dingin, tanpa emosi, seperti biasa.

Rania menghela napas, tidak ingin terlibat dalam percakapan yang ia tahu hanya akan berakhir dengan ketegangan. "Ya," jawabnya singkat, masih memandang ke luar jendela.

"Kenapa tidak memberitahuku?" Rizky bertanya, kali ini dengan nada yang lebih menuntut.

Rania menoleh perlahan, menatap suaminya dengan mata lelah. "Kau terlalu sibuk, Rizky. Aku tidak ingin mengganggumu."

Rizky mendekat, berdiri di sisi tempat tidur, menatapnya dengan mata tajam yang sulit ditebak. "Kau istriku, Rania. Apa pun yang terjadi padamu, itu bukan gangguan."

Rania hampir tertawa mendengar kata-kata itu, tapi ia menahannya. Betapa ironisnya mendengar Rizky mengatakan hal semacam itu ketika selama tiga tahun terakhir, dia bahkan hampir tidak pernah peduli tentang apa pun yang terjadi padanya.

"Kalau begitu, mungkin sekarang adalah waktu yang tepat bagimu untuk peduli," balas Rania dengan nada lirih, tapi sarat dengan luka yang sudah lama ia pendam.

Rizky tampak terkejut mendengar balasan itu. Biasanya, Rania hanya menunduk dan menerima setiap kata yang ia ucapkan tanpa perlawanan. Tapi sore itu, ada sesuatu yang berbeda dalam tatapan wanita itu-sebuah keberanian yang bercampur dengan keputusasaan.

"Apa maksudmu?" Rizky bertanya, suaranya terdengar lebih pelan kali ini.

Rania menghela napas, lalu berdiri perlahan, berjalan ke meja samping tempat tidur, di mana hasil diagnosanya tergeletak dalam amplop putih. Ia meraihnya dengan tangan gemetar, lalu menyerahkannya kepada Rizky.

"Baca ini," ucapnya singkat, menatap Rizky dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

Rizky mengambil amplop itu, membuka isinya, dan membaca dengan seksama. Semakin lama ia membaca, wajahnya yang biasanya tenang berubah menjadi tegang. Tangannya mengepal erat, hampir meremas kertas itu.

"Kau menderita kanker?" tanyanya, suaranya terdengar berat, seolah kata-kata itu sulit ia keluarkan.

Rania mengangguk pelan. "Leukemia, stadium dua," katanya, suaranya hampir tidak terdengar.

Rizky terdiam, tatapannya kosong. Ia merasa seperti dunia di sekitarnya runtuh, tapi ia tidak tahu bagaimana cara menunjukkan perasaannya. Rizky bukanlah tipe pria yang pandai mengekspresikan emosi, terutama ketika emosi itu melibatkan rasa takut atau kehilangan.

"Kenapa kau tidak memberitahuku lebih awal?" tanyanya akhirnya, suaranya sedikit bergetar.

Rania tersenyum pahit. "Apa bedanya, Rizky? Kau bahkan tidak pernah ada untukku. Aku sakit atau tidak, kau tetap akan sibuk dengan pekerjaanmu, dengan... dengan hidupmu yang tidak pernah melibatkan aku."

Rizky menatapnya dengan tajam. "Itu tidak adil, Rania. Aku bekerja keras untuk kita. Untuk masa depan kita."

"Untuk masa depan siapa?" Rania membalas dengan nada tajam, matanya penuh dengan air mata yang tidak lagi bisa ia tahan. "Untukku? Untukmu? Atau untuk anakmu dan mantan istrimu?"

Kata-kata itu menusuk Rizky seperti pisau. Ia tahu Rania selalu merasa terabaikan, tapi ia tidak pernah menyangka bahwa perasaan itu sedalam ini.

"Kau tahu betapa pentingnya Raka bagiku," Rizky mencoba membela diri.

"Dan aku?" Rania menyela, suaranya pecah. "Apa aku tidak penting bagimu, Rizky? Apa aku hanya istri yang kau nikahi karena kewajiban? Karena kau merasa harus memberikan sosok ibu untuk Raka?"

Rizky terdiam. Ia tidak tahu bagaimana menjawab pertanyaan itu.

Melihat kebisuan Rizky, Rania menghela napas panjang. Ia tahu ia tidak akan mendapatkan jawaban yang ia harapkan. Selama ini, Rizky selalu menghindar dari percakapan yang terlalu emosional, dan kali ini tidak berbeda.

"Aku lelah, Rizky," kata Rania akhirnya, suaranya lemah tapi penuh dengan kejujuran. "Aku lelah merasa seperti orang asing dalam hidupku sendiri. Aku lelah bertahan dalam pernikahan yang hanya membuatku semakin hancur. Aku ingin pergi. Aku ingin bebas."

Rizky menatapnya dengan mata yang penuh dengan konflik. "Kau tidak bisa pergi, Rania," katanya dengan suara tegas. "Aku tidak akan membiarkanmu."

"Kenapa, Rizky?" Rania bertanya, air mata mengalir di pipinya. "Kenapa kau ingin aku tetap di sini? Karena kau mencintaiku? Atau karena kau tidak ingin terlihat gagal?"

Rizky terdiam lagi. Ia ingin mengatakan bahwa ia mencintai Rania, tapi kata-kata itu terasa begitu asing di lidahnya. Ia tidak tahu bagaimana cara mengatakannya tanpa terdengar palsu, karena ia tahu, dalam hatinya, bahwa ia telah gagal menunjukkan cinta itu selama ini.

"Aku tidak peduli apa pun alasanmu, Rizky," kata Rania akhirnya, suaranya penuh dengan kepastian. "Aku akan pergi. Dan kali ini, kau tidak bisa menghentikanku."

Rizky menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia merasa kehilangan kendali. Dan itu adalah perasaan yang paling ia takuti.

Bagian Selanjutnya

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Antara Aku, Kamu, dan Gundikmu
8.4
Anisa Amanda dikhianati oleh suaminya, Hendra, yang berselingkuh dengan Tia, sepupunya sendiri. Terluka mendalam, Anisa menyusun rencana balas dendam. Di tengah jalannya, takdir mempertemukannya dengan Fras Ramadhan, pria tampan yang bekerja sebagai juru parkir. Tanpa diketahui Anisa, Fras sebenarnya adalah CEO sukses Bintang Group yang sedang menyamar. Hubungan tak terduga ini tidak hanya memicu konflik baru, tetapi juga perlahan menumbuhkan benih cinta yang tulus di antara mereka.
Sampul Novel Assalamu'alaikum, Mas CEO!
8.3
Hanif, bos INANTA Group, dikenal sebagai sosok religius yang taat beribadah di tengah kesuksesan bisnisnya. Kehidupannya berubah drastis setelah putrinya, Aisyah, bertemu Aida, seorang office girl yang berwajah sangat mirip dengan mendiang sang ibu. Kedekatan erat di antara mereka berdua mulai mengancam rencana pertunangan Hanif dengan Soraya. Terjebak antara kewajiban dan kebahagiaan sang anak, ke manakah takdir akan membawa pelabuhan hati Hanif berikutnya?
Sampul Novel BECOME YOURS
9.4
Ditinggal menikah membuat Rayya hancur hingga ia mabuk dan tak sengaja masuk ke kamar Lydon Zimmerman, CEO kejam di tempatnya bekerja. Hubungan satu malam itu memaksa mereka menikah tanpa cinta. Bagi Lydon yang belum bisa lepas dari masa lalunya, Rayya hanyalah alat pemuas serta penerus keturunan. Situasi kian pelik saat mantan kekasih Lydon kembali hadir. Kini, Rayya dihadapkan pada pilihan sulit: bertahan dalam kepedihan atau pergi dengan merelakan anaknya.
Sampul Novel Ciuman Sang Ular: Balas Dendam Seorang Istri
9.0
Dikhianati hingga tewas terbakar oleh keluarga Adhitama, aku menyadari hanya Gilang, sang paman yang dingin, yang tulus melindungiku. Saat terbangun seminggu sebelum tragedi itu, aku bertekad mengubah nasib. Demi merebut warisan triliunan rupiah dan membalas dendam pada tiga kakak yang culas, aku menolak rencana pernikahan dengan mereka. Di hadapan pengacara, aku justru memilih Gilang sebagai suamiku. Kini, pembalasan dendamku resmi dimulai.
Sampul Novel Kukira Dia Cinta, Ternyata Pemberi Luka
9.7
Saat Riko Fosa dan keluarganya bersiap menghalangi Nisa di rumah sakit demi kelahiran anak Erni, Nisa justru memilih tidak hadir. Riko yang mengira istrinya hanya egois karena tidak mau menerima anak tersebut, berniat memaafkannya jika Nisa bersedia meminta maaf. Namun, Riko tidak menyadari bahwa Nisa telah mengambil keputusan besar. Dia mendaftarkan diri ke PBB untuk menjadi dokter lintas batas dan bersiap mencabut kewarganegaraannya, meninggalkan Riko selamanya tanpa ada kesempatan untuk bertemu lagi.
Sampul Novel Mengejar Cinta Istri
9.4
Ayla Pramudita sangat terluka karena ditinggal pergi saat pernikahan bisnisnya. Setengah tahun kemudian, ia menerima dana misterius dari N.H Group. Rahasia terungkap saat adiknya, Ferdi, magang di sana; pemilik grup itu adalah Wibbi, sang suami. Ayla pun ke Jakarta untuk meminta cerai. Namun, Wibbi menolak dan justru mulai jatuh hati padanya. Di saat yang sama, Abram selaku cinta pertama Ayla datang kembali dan siap membantunya lepas dari cengkeraman Wibbi.