APKDock Logo
Sampul Novel Istri Yang Dicampakkan Menjadi Sultan

Istri Yang Dicampakkan Menjadi Sultan

8.9 / 10.0
Setelah lima tahun menikah, Alia dikhianati Farhan yang menuntut cerai demi perempuan lain usai pulang merantau. Di tengah kehancuran, Alia berjuang bangkit dan memulihkan lukanya sendiri. Begitu ia berhasil meraih kesuksesan dan menata hidup baru, Farhan mendadak kembali hadir. Sang mantan suami mencoba merayu serta menawarkan kemapanan demi bisa rujuk. Alia kini dihadapkan pada pilihan sulit: menjaga kedamaiannya saat ini atau kembali ke pelukan masa lalu.

Istri Yang Dicampakkan Menjadi Sultan Bab 1

Istri Yang Dicampakkan Menjadi Sultan

Bab 1

"Apa maksudmu, Bang? Katakan sekali lagi!" seru Alia dengan nafas yang memburu, ia masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan suaminya itu.

"Kita tidak bisa lagi melanjutkan hubungan ini, aku akan menikah lagi."

Seperti disambar petir di siang bolong saat perkataan itu didengar oleh Alia, matahari yang panas menyengat tidak dihiraukan lagi oleh wanita itu yang berdiri di pinggir jalan. Suara bising dari kendaraan seolah-olah lenyap seketika, hanya perkataan Farhan yang terngiang di telinganya. Lututnya melemas seketika, tidak percaya jika lelaki yang sudah lima tahun menjadi suaminya itu tanpa diduga menceraikannya. Alia bahkan merasa tidak melakukan kesalahan apapun pada Farhan.

"Aku akan mengirimkan surat cerai ke rumahmu secepatnya," ujar Farhan sebelum memutus sambungan telepon itu.

Hati wanita mana yang tidak hancur jika tiba-tiba ditinggalkan oleh orang yang dicintainya Saat ini Farhan berada di puncak karirnya, mendapatkan penghasilan yang lumayan besar setiap bulannya. Ia merantau dan harus berjauhan dengan sang istri, belum sampai satu tahun lelaki itu sudah bertingkah dan dengan mudahnya meninggalkan wanita yang telah menemaninya dari nol, menamaninya di saat ia tidak memiliki apapun. Bahkan Alia menutupi kekurangan Farhan dari keluarga besar mereka. Tapi ini balasan yang didapatkan oleh Alia dari lelaki yang tidak tahu diri itu.

Selama Farhan tidak bekerja, Alia memilih untuk berjualan dipasar untuk menyambung hidup, meskipun mendapat untung yang tidak seberapa. Keberuntungan ada di pihak mereka saat Farhan mendapat tawaran dari temannya untuk pekerjaan yang bagus jelas Farhan tidak bisa menolak karena gaji yang dijanjikan tidaklah sedikit, meskipun ia harus mengorbankan waktunya bersama sang istri.

"Astagfirullah ...."

Alia mencoba menenangkan hatinya yang baru saja terkena badai hebat. Ia menyeka sudut mata yang sudah basah, tidak ingin menjadi tontonan banyak orang jika menangis meraung. Ia dengan berat melangkah masuk ke dalam angkutan umum yang berhenti di depannya. Selama perjalanan pulang ke rumah, pikirannya berkecamuk memikirkan perkataan sang suami.

Hati kecilnya berharap jika semua yang didengarnya itu bukanlah kenyataan tapi hanya mimpi buruk semata. Alia yang baru saja sampai di rumahnya merasa kaget karena ibunya langsung menyambut dengan pelukan dan tangisan.

"Malang sekali nasibmu, Nak," racau wanita berjilbab hitam itu sambil memeluk erat Alia.

"Ibu kenapa? Apa yang membuat Ibu menangis begini?" tanya Alia heran. Mira membawa anaknya itu masuk. Alia yang sudah mengerti dengan perkataan ibunya hanya tersenyum miris, semua angan-angannya yang berharap jika yang dikatakan Farhan itu hanya candaan kini hancur seketika.

Ternyata Farhan sudah mengatakan hal pahit itu pada Mira. Itu menjadi alasan wanita paruh baya itu langsung mendatangi anaknya, ia bahkan belum mengatakan ini pada suaminya.

Tidak tega melihat ibunya menangis, Alia mengatakan pada Mira jika ia baik-baik saja dan keputusan yang diambil atas kesepakatan berdua. Jika bukan karena terpaksa Alia tidak mungkin membohongi ibunya seperti ini. Seorang ibu akan merasakan hal yang lebih sakit dari apa yang dirasakan anaknya.

"Bu, tolong hargai keputusan kami. Mungkin ini yang terbaik," ujar Alia, sekuat mungkin ia mencoba menahan tangis agar tidak pecah. Ia beranjak dan masuk ke dalam kamarnya, tangisnya tidak bisa tertahan lagi saat pintu kamarnya ditutup rapat.

Wanita itu menggigit bibir bawahnya untuk menahan agar suara isakannya tidak lolos, tangan kanannya menekan kuat dada yang terasa sesak menyiksa. Bahkan malam harinya Alia tidak bisa tidur, ia bahkan menolak ajakan ibunya untuk makan malam. Untuk saat ini Alia merasakan dunianya runtuh, jika saja Mira tidak menamaninya di rumah entah apa yang akan terjadi pada Alia. Mira tinggal tidak jauh dari rumah Alia dan ia memilih untuk menemani anaknya yang sedang dirundung lara.

Alia masih menunggu Farhan menghubunginya tapi setelah seminggu berlalu hanya surat cerai yang didapatkannya, persisi seperti apa yang dikatakan Farhan tempo hari, lelaki itu memang tidak main-main dengan ucapannya.

"Apa aku kurang baik untukmu, Bang?" gumam Alia dengan menatap nanar selembar kertas yang akan memutuskan hubungan dirinya dan Farhan untuk selamanya.

Ia menarik nafas panjang, meraih bolpoin untuk membubuhkan tanda tangan meskipun dengan jemari yang gemetar.

Ting!

Suara dentingan terdengar dari ponsel milik Alia. Pesan masuk dari Farhan membuat jantung Alia berdetak tak karuan.

[Jangan mempersulit, Al. Tanda tangan surat itu dan biarkan aku bahagia bersama wanita pilihanku dan jual rumah itu agar kita bisa membagi harta gono-gini.]

Alia tersenyum miris setelah membaca pesan itu. Ia merasa menjadi wanita yang tidak pernah dihargai. Dengan mudahnya Farhan meninggalkan Alia begitu saja hanya karena lelaki itu mendapatkan wanita yang di matanya lebih indah daripada Alia. Bukankah lelaki memang seperti itu, kesetiaannya diuji saat ia berada dipuncak kesuksesan. Sudah sangat jelas jika Farhan tidak bisa melewati ujian itu.

"Kebahagiaan yang kamu bangun di atas penderitaan aku itu nggak akan bertahan lama, Bang!" lirih Alia.

Ucapan orang yang terzalimi bisa saja menjadi doa yang mustajab. Hati Alia sudah terlanjur luka, ia bahkan merasa air matanya mengering karena beberapa hari terakhir Alia menghabiskan waktunya dengan menangis, mengeluarkan semua gundah di hatinya. Beruntung karena Mira sudah pulang kemarin karena ia harus mengurus anak dan suaminya yang tidak bisa ditinggalkan lama-lama.

***

"Aku nggak apa-apa, Mbak. Mungkin ini memang jalan yang terbaik yang Allah kasih buat aku," tutur Alia, ia menggenggam tangan kakak iparnya yang terlihat menangis. Farida memang sangat menyayangi Alia bahkan melebihi ia menyayangi adiknya sendiri.

"Maafkan Mbak karena Farhan sudah banyak menyakiti kamu, Al," ujar Farida, ia merasa gagal menjadi sosok kakak sekaligus orang tua. Seharusnya ia bisa menahan Farhan agar tidak sampai berpisah dengan Alia. Farida sangat mengerti bagaimana perasaan adik iparnya itu saat ini, tapi ia bahkan tidak bisa melakukan apapun. Meskipun terlihat tegar di depan Farida tapi siapa yang menyangka hati Alia sudah remuk, ia hanya ingin terlihat baik-baik saja di depan orang tersayangnya.

"Mungkin aku kurang baik untuk Bang Farhan," lirih Alia yang membuat tangisan Farida semakin pecah Alia merengkuh tubuh kakak iparnya yang bergetar.

"Maaf, Al. Maafkan Farhan, Farhan memang bodoh karena meninggalkan wanita sebaik kamu, Al."

Alia tidak bisa lagi menahan sesak di dadanya, akhirnya cairan bening itu lolos melewati pelupuk mata. Setelah resmi bercerai, Alia mengabari Farida yang ternyata tidak tahu apa-apa mengenai keputusan besar yang diambil oleh adiknya itu.

Sulit memang meyakinkan lalat jika bunga lebih indah daripada sampah. Saat ini Farhan tengah dibutakan oleh cinta sesaatnya pada wanita yang bahkan baru saja dikenalnya. Ia akan menyesal nanti saat mengetahui jika wanita pilihannya tidak lebih baik daripada istri yang selalu setia menemaninya bahkan dalam situasi sulit sekalipun. Alia bahkan tidak pernah menuntut hal lebih dari Farhan.

Bersambung ….

Lanjut Membaca

Daftar Isi Istri Yang Dicampakkan Menjadi Sultan

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Bunga yang Terinjak
9.3
Keadilan seolah mati bagi sang protagonis dalam novel aksi modern "Bunga yang Terinjak". Setelah pelaku pemerkosaan putrinya yang berasal dari keluarga kaya dibebaskan begitu saja, sang ayah harus menerima penghinaan keji. Pelaku melemparinya segepok uang sambil menyombongkan bahwa kekayaan mampu membeli segalanya. Di tengah keputusasaan dan amarah yang meluap, keinginan untuk membunuh sang pelaku langsung membakar jiwanya. Kisah misteri penuh dendam ini pun dimulai.
Sampul Novel Ending Scene: Wanita Terakhir di Hati Presdir
8.6
Demi membalaskan dendam keluarganya, Kirei Nakamoto nekat menikahi River King Mountbatten, konglomerat yang mengalami kelumpuhan dan kebutaan. Sementara itu, River yang memendam trauma akibat pengkhianatan masa lalu juga sedang bersiap menghadapi ibu serta adik tirinya yang serakah. Hubungan yang semula terikat kesepakatan saling memanfaatkan ini perlahan berubah. Luka batin yang serupa justru menyatukan mereka dalam cinta. Mampukah Kirei menjadi pelabuhan terakhir bagi hati River?
Sampul Novel Kakakku Mencuri Tunanganku, Kini Aku Menggoda Bosnya
9.8
Dikhianati Devan dan Siska, aku berniat balas dendam melalui Raditya, bos kaya mantan tunanganku. Menyamar sebagai pengasuh bernama Anya, aku mendekati putri kecilnya, Kirana. Namun, ketulusan Raditya dan keceriaan Kirana perlahan meluluhkan hatiku. Di tengah kemewahan itu, dendamku terkikis oleh kehangatan keluarga mereka, mengubah rencana jahat ini menjadi cinta yang tak terduga.
Sampul Novel Romansa Terlarang: Kekasih Tabu-nya
8.8
Kayley terpaksa kembali ke pelukan Brayden demi menyelamatkan karier tarinya. Di balik status sebagai saudara tiri, keduanya menjalin hubungan rahasia. Namun, hati Kayley hancur setelah menyadari dirinya hanya bayang-bayang masa lalu pria itu, hingga mereka akhirnya berpisah. Saat Kayley bangkit menjadi balerina sukses yang bersinar, Brayden didera penyesalan. Kini, ia memohon agar Kayley kembali, meski dulu ia yang melepaskannya.
Sampul Novel Sepupu Dan Suami: Cinta atau Dosa?
8.1
Kehidupan Nindy hancur saat Bastian, suaminya, tega berselingkuh dengan Dini yang merupakan sepupunya sendiri. Pengkhianatan keji ini terjadi tepat ketika Nindy tengah berjuang keras melawan penyakitnya, menyisakan trauma mendalam akan komitmen. Di masa sulit itu, Rangga hadir. Sahabat kuliah Nindy tersebut membawa ketulusan yang perlahan memulihkan hatinya. Saat Nindy mulai bangkit, Bastian dan Dini justru harus menghadapi karma buruk akibat perbuatan mereka.
Sampul Novel Tunangan yang Membiarkannya Mati
7.8
Dalam badai salju yang membekukan, tunanganku tega mengkhianatiku dan membiarkanku sekarat. Demi Karin, dia merampas telepon satelit serta selimut pintar buatanku. Karin bahkan merobek bajuku dengan kapak es sambil mengejekku, sebelum mereka membuangku ke lubang salju. Mereka mengira aku telah habis. Namun, mereka salah besar. Di balik lengan bajuku, tersimpan pemancar darurat rahasia yang siap kuaktifkan demi bertahan hidup dan membalas semuanya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan