APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istri Untuk Warisan

Istri Untuk Warisan

Launa sangat menantikan perceraian, namun suaminya justru menolak keras perpisahan itu. Pernikahan hambar selama tiga tahun yang minim kebersamaan kini di ambang batas baru. Rahasia besar Launa akhirnya terkuak saat sang suami mengetahui kehamilan yang selama ini ia sembunyikan. Tak ingin membiarkan Launa berjuang sendirian, suaminya melarangnya pergi. Pelarian Launa pun terhenti karena sang suami bertekad mencegahnya membawa calon anak mereka pergi menjauh.
Bab
Bagikan

Bab 2

Launa melotot mendengar ucapannya. "Kamu bercanda? Bagaimana mungkin? Aku tidak hamil, Arham."

Arham menarik napasnya perlahan.

"Ayolah, kalaupun aku hamil itu karenaku. Aku yang salah karena sudah menjebakmu. Itu kulakukan-"

"Aku tahu." Arham memotong ucapannya, lalu menatap wajah Launa yang tampak keberatan. "Malam ini terlalu melelahkan untuk membahas semuanya, Launa. Aku mau istirahat."

Launa bungkam beberapa saat, lalu melihat Arham yang tampak meraih surat perceraian mereka dan meremasnya. Sontak saja wanita itu mencegah, merampasnya dan bangkit berdiri.

"Apa yang kamu lakukan?" sentaknya kesal. "Ini surat perceraian kita. Mengapa mau kamu hancurkan? Kamu tahu? Aku menunggunya dua bulan terakhir. Kamu tidak bisa menghancurkan ini begitu saja."

Arham berdecak, lalu bangkit dan menatap wajahnya. "Dengar, Launa. Aku tidak mau bercerai."

"Itu katamu saat ini." Launa menggeleng tak percaya. "Bagaimana nanti? Kau bahkan sudah mengumumkan rencana perceraian kita ke media. Semua orang sudah tahu. Namaku sekarang sudah menjadi calon mantan istrimu. Kau tidak bisa bermain-main, Arham."

Arham menghela napasnya panjang, lalu mengambil tangan Launa untuk di genggam.

"Dengarkan aku, Launa." Arham menarik napas dalam, lalu mengeluarkannya sedikit. "Aku terpaksa melakukan itu. Aku tidak berniat untuk menikah lagi. Tapi kamu tahu bagaimana rumitnya hidupku, bukan? Tidak mudah. Aku bahkan tidak mau pulang hanya karena ada Mama tiriku itu. Dia terlalu berambisi. Aku tidak sanggup melihat dan memikirkan semua yang ingin dia lakukan."

Napas Arham memburu, berharap agar Launa mengerti. "Dia sudah menjadi istri kedua ayahku. Mengambil hati ayahku dari Mama kandungku. Dan sekarang dia mengincarku, hanya karena warisan yang akan dia rebut. Aku tidak akan membiarkan. Enak saja anak bawaannya mendapat harta Papa. Kau adalah orang yang paling mengerti tentangku. Kau banyak tahu tentang bagaimana sulitnya aku. Aku mohon, jangan berniat untuk berpisah dariku, Launa. Aku tidak bisa ..., kau juga sudah hamil anak kita."

Launa menggeleng pelan tapi Arham segera menangkup pipinya. "Jangan berbohong padaku."

"Aku memang tidak hamil." Launa menggeleng tegas, takkan mengatakan tentang kehamilannya.

Itu akan merugikannya. Baik dari segi hubungan Arham dan Felina, dari segi perebutan aset warisan dan juga dari segi pernikahan ini. Arham tak mau menceraikannya hanya karena tahu dia hamil? Padahal sebelumnya, pria ini begitu semangat dan bersungguh-sungguh untuk menceraikannya.

Artinya, Arham memang memakainya untuk mendapatkan tujuannya. Pria ini menikahinya sejak awal juga karena tuntutan ayah dan ibu tirinya, dia harus berumah tangga agar ayahnya bisa memikirkan tentang warisan yang akan jatuh padanya karena dia sudah berkeluarga. Sedangkan dia, dia hanya di pakai sebagai alat agar semua itu terwujud. Dan setelah dia, Arham juga akan memakai anaknya. Bagaimana bayi yang tidak berdosa ini akan mendapatkan semua masalah keluarga dan perebutan warisan saat terlahir nanti? Dia bahkan tidak tahu apa-apa.

"Please, Arham .... Kita harus tetap bercerai. Bukan masalah karena kau yang akan mendapatkan warisan dengan menikahi Felina. Tetapi, aku memang tidak hamil. Bagaimana kau tahu aku hamil? Dari siapa kabar itu?" Launa bertanya frustasi, hingga Arham menggeleng menenangkannya.

"Aku tahu dari dokter Alzam."

Deg! Launa susah payah mempertahankan raut wajahnya agar tidak terlihat kaget. Namun, dia terlambat. Matanya yang berkedip itu sudah di tangkap lebih dulu oleh Arham yang memang memandanginya.

"Kamu lihat." Arham melepaskan genggaman tangannya, lalu meraih tasnya dan mengambil amplop yang di berikan Dokter Alzam. "Ini surat pernyataan resmi bahwa kau benar-benar hamil. Masih mau mengelak?"

Launa merampas amplop itu dengan tubuh gemetar. Dia membacanya dengan cepat lalu lemas seketika. Bagaimana bisa dia ketahuan? Padahal dia sudah meminta agar Kesya merahasiakannya. Apakah mungkin langkahnya yang di ketahui Arham? Bagaimana mungkin? Padahal dia sudah sangat berhati-hati saat akan pergi kemanapun. Bagaimana bisa mereka tetap mengetahuinya?

"Sekarang bagaimana caraku mengelak? Aku tidak mungkin tetap bersamanya dan terkurung. Apa sebenarnya yang diinginkan pria ini dariku?" Launa memejamkan matanya, menahan sesak dan tangis yang siap jatuh.

Rencana yang dia susun roboh seketika hanya karena Arham mengetahui kehamilannya. Sejak awal dia memberanikan diri untuk menjebak dan memasukkan obat perangsang dalam kopi Arham tiga bulan lalu, agar pria itu mau menyentuhnya. Dan rencananya berhasil malam itu.

Arham menyentuhnya, bahkan menanamkan benih seperti yang diinginkannya. Dia yang sudah tahu takkan lama lagi dengan Arham ingin ada satu peninggalan berharga dari suaminya yang bisa dia jaga dan dia rawat. Dia ingin mengandung anaknya tanpa diketahui Arham sendiri. Namun, bagaimana mungkin pria ini tahu bahkan saat dia pertama tahu? Apa yang diinginkannya?

"Launa ..., berhentilah memikirkan hal-hal yang berat." Suara Arham terdengar, sudah duduk di sampingnya dan menyentuh kedua bahunya.

Launa membuang napasnya panjang. Kepalanya berpikir untuk menemukan cara bagaimana dia akan berkelit dari Arham demi menyangkal kehamilannya.

"Ini bohong, Arham ...."

Arham meraup udara dengan kesal. "Launa ...."

Launa menggeleng tegas. "Aku tidak hamil. Dengarkanlah, kau sentuh, tidak ada apa-apa di sini ...," ujarnya sambil menelan ludah.

Namun begitu, dia tetap mengambil tangan Arham yang lebar dan kekar untuk diarahkan ke perutnya.

"Kau rasakan ..., apakah ada bayimu di sini? Tidak ada, Arham." Launa menggigit bibirnya saat wajah Arham justru berbinar menyentuh dan mengusap perutnya itu. "Arham ..., please. Kau tidak mungkin ikut mempermainkannya jika seandainya dia ada, bukan? Ayolah, kau mencintai Felina. Kau beberapa kali mengatakannya di televisi saat show dan syuting. Tidak mungkin kau melakukan setingan. Aku tidak percaya sama sekali."

Arham tak menjawab. Dia hanya tersenyum, mengusapi perut Launa yang masih datar. Perasaannya hangat, dia akan menjadi ayah beberapa bulan lagi.

"Arham ...." Launa mengambil tangan pria itu, menyingkirkannya dari perut hingga Arham mendongak. "Please ..., don't mess with our marriage again. It's enough, Arham," ujarnya dengan nada yang benar-benar lelah.

Arham menghela napasnya perlahan. "Aku tahu aku salah karena melibatkanmu sejauh ini, Launa," ujarnya dengan nada rendah, sama-sama lelah dan tak ingin menyerah. "Maafkan aku karena sempat menjadikan ini kontrak pernikahan. Namun, aku benar-benar merasa tidak bahagia dalam beberapa bulan terakhir menjelang perceraian kita," jedanya sambil membasahi kerongkongan.

"Aku benar-benar bingung, cara apalagi yang bisa kulakukan untuk mempertahankanmu. Bahkan saat aku bertunangan dengan Felina, rasanya tidak sama seperti aku mengajakmu menikah tiga tahun lalu. Aku nyaman denganmu, walaupun kau sering ku tinggal. Kau tahu, hanya kau yang cocok dan memahamiku. Makanya saat aku mendengar dan mengetahui kalau kau hamil, aku seakan mendapat keringanan yang sangat besar. Aku tidak bermaksud untuk mempermainkanmu lagi. Ini kulakukan agar aku bisa tetap denganmu, Launa."

Launa menggeleng pelan dengan mata yang perlahan berair. "Aku yang tersiksa, Arham. Kau tidak tahu bagaimana sakitnya menjadi istri tapi sebagai alat untuk mencapai tujuanmu. Aku juga ingin punya kehidupan sendiri."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CANDU CINTA CEO AROGAN
9.7
Erlan Levin, CEO sukses asal Jakarta, selalu menolak tekanan keluarganya untuk segera membina rumah tangga. Namun, takdirnya berubah drastis setelah ia kedapatan berada di kamar yang sama dengan seorang gadis asing. Demi menutupi rasa malu, Erlan terpaksa menikahi perempuan yang justru sangat disukai oleh keluarganya tersebut. Kini, sang istri harus berjuang keras meluluhkan hati dingin Erlan. Akankah pernikahan paksa ini menumbuhkan cinta, atau ia hanya akan diabaikan selamanya?
Sampul Novel Dangerous Feeling
8.4
Elaine Natalie kembali mengejar mimpi masa lalunya, namun ia malah terjerat obsesi Saga Revander. Sebagai kakak tiri sekaligus senior yang keras kepala, Raven memperlakukan Elaine layaknya seorang kekasih tanpa peduli hubungan keluarga mereka. Dominasi Raven mulai mengguncang perasaan Elaine kepada Damian. Di tengah kebimbangan yang mendalam ini, Elaine harus memilih: tetap setia pada Damian atau menyerah pada cinta lamanya yang bersemi kembali bersama Raven.
Sampul Novel Istri Dari Masa Depan
8.2
Li Mei terbangun di rumah bobrok yang tak ia kenali setelah terjatuh dari tangga. Bukannya dirawat, ia malah dihadapkan pada Bai Changyi, pria rupawan yang mengaku suaminya. Bai Changyi berniat menceraikannya karena mengira Li Mei berniat mengakhiri hidup. Walau kebingungan dengan situasi di zaman kuno ini, Li Mei menolak bercerai demi ambisinya. Ia bertekad mengubah nasib dan menjadi pengusaha sukses bersama sang suami yang menyimpan misteri.
Sampul Novel Jebakan Salon
9.5
Berawal dari ajakan seorang sahabat untuk melakukan perawatan wajah di sebuah salon kecantikan, hidup seorang wanita berubah sepenuhnya. Di tempat itulah ia bertemu dengan seorang pemuda tampan berpostur tinggi yang sangat pandai memikat hati. Rayuan manis dan perhatian pria misterius itu membuatnya merasa sangat dihargai sebagai wanita, hingga ia tega mengabaikan keberadaan kekasihnya sendiri. Namun, di balik pesona memikat dan kelembutan sikap luar biasa tersebut, sebuah konsekuensi fatal serta misteri besar tengah mengintai hidupnya.
Sampul Novel Jodoh Pengganti
7.9
Shanaya hidup menderita karena diperlakukan layaknya pembantu oleh ayah dan ibu tirinya. Penderitaannya kian bertambah saat dipaksa menggantikan adik tirinya menikahi putra keluarga Hartono. Sang adik menolak keras pernikahan tersebut lantaran rumor bahwa calon suaminya adalah pria yang sangat dingin dan kejam. Terjebak tanpa pilihan, Shanaya terpaksa melangkah ke dalam pernikahan misterius ini. Mampukah ia bertahan menghadapi sosok suami yang begitu ditakuti?
Sampul Novel Lupakan Aku
8.0
Sita merajut kisah cinta yang indah dengan Raka, cinta pertamanya semasa kuliah. Di balik kebahagiaan mereka, sebuah tembok besar menghadang. Sita yang berasal dari keluarga biasa menyadari perbedaan status sosial yang sangat jauh dengan Raka, sang pewaris pengusaha kaya. Perbedaan kelas ini menjadi ujian berat bagi hubungan mereka. Sanggupkah cinta mereka bertahan tanpa restu, ataukah jurang kasta ini akan memisahkan keduanya untuk selamanya?