APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istri Pengganti, Cinta Suami Untuk Lain

Istri Pengganti, Cinta Suami Untuk Lain

Lima tahun pernikahan dengan Yoga hanya memberi kehampaan bagi saya, meski cinta ini begitu besar. Kepedihan kian tak tertahankan saat perselingkuhan Yoga dengan adik angkatnya, Meiliana, terungkap. Saya pun nekat menjebak Yoga menandatangani surat cerai lewat dokumen asuransi palsu. Setahun setelah berpisah, saya menata hidup baru dan bertunangan dengan Luki. Namun, Yoga mendadak memohon untuk kembali, sementara Meiliana mengungkap perasaan Yoga yang sebenarnya. Kini keputusan ada di tangan saya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Kinan POV:

Laptop saya tiba-tiba mati total. Saya mendesah frustrasi. Saya sedang mengerjakan presentasi penting untuk kelas saya besok.

Saya harus meminjam laptop Yoga. Saya tahu itu adalah tindakan yang berisiko, tapi saya tidak punya pilihan.

Waktu berlalu lambat saat saya menunggu file saya ditransfer. Tiba-tiba, ada notifikasi pesan masuk di sudut layar. Sebuah pesan dari aplikasi chat yang tidak saya kenal, tampaknya milik Yoga.

Secara tidak sengaja, saya mengklik pesan itu. Itu adalah pesan dari "Kantor Hukum Wijaya & Rekan". Sebuah nama yang sangat familiar bagiku.

Pesan itu berisi: "Bapak Yoga, apakah Anda akan membawa Nona Meiliana ke acara makan malam para mitra besok malam? Kami perlu konfirmasi untuk daftar tamu."

Tangan saya mulai gemetar. Pernikahan kami adalah rahasia. Di mata publik, Yoga adalah seorang lajang terhormat. Bahkan saat saya datang ke kantor pengacara saya, tidak ada satu pun yang tahu saya adalah istri Yoga Al-Jufri. Mereka tidak bisa mengenali saya.

Saya bertanya-tanya, apakah dia pernah berniat mengajak saya? Apakah dia akan pernah mengakuiku di depan umum?

Saya tidak berani berharap. Harapan itu hanya akan menghancurkan saya lagi.

Jantung saya berdetak kencang, perpaduan antara kemarahan dan kesedihan. Di satu sisi, saya tahu ini adalah bagian dari sandiwara. Tapi di sisi lain, jauh di lubuk hati, ada sedikit diri saya yang masih merindukan pengakuan.

Yoga masuk ke kamar, melihat saya duduk di depan laptopnya. Matanya tertuju pada layar, lalu pada saya.

Saya tersenyum tipis, berusaha menyembunyikan badai di dalam diri saya.

"Kantor hukummu bertanya apakah kau akan mengajak Meiliana ke acara makan malam besok?" saya bertanya, suaraku terdengar lebih tenang dari yang saya duga.

Yoga terdiam. Matanya tampak bimbang. Dia tidak menjawab.

Keheningan itu menyesakkan. Setiap detik terasa seperti pisau yang mengoyak hati saya. Keheningan itu adalah jawaban paling jelas.

Keraguan di matanya itu, jauh lebih menyakitkan daripada penolakan langsung. Saya melihatnya. Dia sedang memikirkan cara paling halus untuk menolak saya.

Saya menekan rasa sakit di dada saya, memaksakan senyum di wajah saya.

"Oh, jangan khawatir. Aku tidak bisa datang besok. Aku ada janji dengan teman lama," kata saya, berbohong.

Yoga menghela napas lega yang tak kentara. Wajahnya langsung kembali normal, lega.

"Begitu? Maafkan aku, aku terlalu sibuk dengan kasus Meiliana," katanya. "Lain kali, aku akan mengajakmu."

Saya tidak menjawab. Saya hanya memejamkan mata. 'Lain kali' itu tidak akan pernah ada.

Malam itu, Yoga pergi sendirian ke acara makan malam itu. Saya membayangkan dia masuk ke ruangan yang ramai, para koleganya menyambutnya, lalu seseorang bertanya, "Yoga, mana pasanganmu?"

Dia mungkin akan tersenyum. Membuka ponselnya. Lalu, dia akan bimbang antara dua foto. Fotonya dengan saya, atau fotonya dengan Meiliana.

Dan dia akan memilih Meiliana.

Meiliana akan muncul di sana, cantik dan menawan. Dia akan tersenyum manja padanya. Kemudian dia akan bercerita bagaimana Yoga menemaninya sepanjang hari, bagaimana dia melindunginya dari mantan suaminya yang jahat. Yoga akan merasa bangga, dipuja.

Mungkin dia akan merasa sedikit bersalah kepadaku. Hanya sedikit. Tapi itu tidak akan pernah cukup untuk mengubah apapun.

Tiba-tiba, ponsel saya berdering. Sebuah pesan dari Sarah.

"Kinan, kamu harus cepat. Yoga mulai curiga."

Saya membaca pesan itu, hati saya kembali menegang. Sarah tahu harus cepat.

Saya harus segera pergi.

Beberapa hari kemudian, saya sedang mengemasi barang-barang terakhir di apartemen. Tangan saya gemetar. Semua sudah siap. Saya akan pergi keesokan harinya.

Ponsel saya berdering lagi. Kali ini dari seorang teman lama, Clara.

"Kinan, bagaimana kabarmu? Aku dengar Yoga bertingkah aneh akhir-akhir ini," kata Clara.

Saya mencoba terdengar santai. "Tidak ada apa-apa. Hanya sedikit masalah pekerjaan."

"Oh, begitu," kata Clara, yang terdengar tidak yakin. "Ngomong-ngomong, aku dengar Meiliana sekarang sudah resmi bercerai. Dia terlihat sangat bahagia."

Jantung saya mencelos. Saya menutup mata, hatiku teriris.

"Ya, aku sudah dengar," jawab saya, suaraku datar.

"Dan katanya, Yoga... dia sangat peduli padanya. Dia bahkan membelikannya apartemen mewah. Membayar semua biaya kuliah kedokterannya," lanjut Clara.

Saya tidak bisa berkata-kata. Semua yang kurasa selama ini, kini terkonfirmasi. Aku bukanlah siapa-siapa di matanya.

"Kinan? Kau baik-baik saja?" tanya Clara.

"Ya, aku baik-baik saja," jawabku. "Aku harus pergi sekarang. Sampai nanti."

Saya menutup telepon. Air mata saya menetes, tapi kali ini, tidak ada lagi rasa sakit yang menyayat. Hanya mati rasa yang dalam.

Saya melihat sekeliling apartemen. Ini adalah tempat kami berbagi selama lima tahun. Tapi sekarang, semuanya terasa asing.

Saya mengambil sebuah foto kecil dari meja samping tempat tidur. Foto kami berdua, saat baru menikah. Kami tersenyum. Senyum palsu.

Saya merobek foto itu menjadi dua, lalu melemparkannya ke tempat sampah.

Saya tidak akan pernah kembali.

Saya tahu, saya harus kuat. Saya harus pergi.

Saya mengirim pesan kepada Sarah. "Semuanya siap. Saya akan pergi besok pagi."

Sarah membalas, "Hati-hati. Semoga sukses untuk awal yang baru."

Awal yang baru. Kata-kata itu terdengar manis, tapi juga menakutkan.

Saya berbaring di tempat tidur, mencoba tidur. Tapi pikiran saya terus berputar.

Tiba-tiba, saya mendengar suara Yoga masuk ke apartemen. Langkahnya terdengar berat.

Saya memejamkan mata, berpura-pura tidur. Hati saya berdebar kencang. Apakah dia akan menyadari sesuatu? Apakah dia akan tahu?

Saya mendengar dia mondar-mandir di ruang tamu. Lalu, dia masuk ke kamar mandi.

Saya tahu, ini adalah malam terakhir kami di bawah satu atap. Besok, semuanya akan berubah.

Saya tidak merasa sedih. Saya merasa kosong. Mati rasa.

Saya hanya ingin semua ini segera berakhir.

Pagi harinya, saya bangun lebih awal. Saya mengenakan pakaian terbaik saya, pakaian yang saya beli khusus untuk hari ini. Hari kemerdekaan saya.

Saya menatap cermin. Wajah saya terlihat tenang, tanpa emosi. Saya sudah siap.

Saya meninggalkan catatan kecil di meja samping tempat tidur. Hanya beberapa kata.

"Aku pergi. Jangan mencariku."

Lalu, saya meletakkan surat cerai yang sudah ditandatangani Yoga di atasnya, dengan sengaja.

Saya mengambil tas saya, berisi semua dokumen penting dan beberapa pakaian. Saya berjalan keluar dari kamar, lalu dari apartemen.

Saya tidak menoleh ke belakang.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bingkisan Daster Bekas Mertua
8.6
Kehidupan rumah tangga sepasang suami istri berada di ujung tanduk akibat campur tangan ibu mertua yang menguasai seluruh aspek keuangan. Sang suami tidak berdaya dan dituntut selalu patuh pada setiap titah ibunya. Di bawah dominasi keluarga yang begitu kuat serta hilangnya hak mandiri dalam pernikahan, mampukah cinta mereka bertahan? Ikuti perjuangan mempertahankan ikatan pernikahan di tengah bayang-bayang kendali sang mertua.
Sampul Novel bukan Wanita SIMPANAN
8.7
Akibat pengaruh alkohol, Cashe melewati malam penuh gairah yang tak terduga bersama seorang pria asing nan menawan. Tindakan nekat ini membuatnya melupakan statusnya sebagai keturunan bangsawan terhormat yang telah dijodohkan dengan pria dari kalangan elit. Kini, satu kesalahan fatal tersebut mengancam kehormatan dan reputasi keluarganya. Siapakah sebenarnya pria misterius itu, dan bagaimanakah cara Cashe menghadapi konsekuensi dari pengkhianatan yang terjadi?
Sampul Novel Ikatan Suci
8.8
Mona, janda dari pahlawan negara, terpaksa menuruti kehendak ayahnya, Jenderal Handoko, untuk menikah dengan Galih. Pernikahan ini memicu kontroversi karena status Galih sebagai mantan narapidana kasus narkoba. Di tengah keraguan, Mona bertekad menyelidiki motif asli di balik kesediaan Galih menerimanya. Kini, dua sosok yang sama-sama terluka ini terikat pernikahan, siap berkorban demi mengungkap misteri di balik persatuan mereka.
Sampul Novel Kematian Anakku, Perceraianku!
9.2
Kematian tragis Louis di bilik kamar mandi dengan luka kepala parah menjadi awal kehancuran rumah tangga ibunya. Thomas, sang suami sekaligus kepala sekolah, justru mengabaikan putranya yang sekarat demi menyelamatkan anak dari cinta pertamanya. Sebelum mengembuskan napas terakhir, Louis hanya meminta ibunya untuk memercayainya. Di hari pemakaman, Thomas yang tidak tahu putranya telah tiada justru menelepon dan mengancam akan menghabisi Louis. Keputusan bulat pun diambil untuk mengakhiri pernikahan mereka.
Sampul Novel Kembalinya Istriku
8.0
Demi menyelamatkan keluarganya dari krisis keuangan dan musibah sang suami, Maharani rela bekerja keras sebagai TKW di negeri orang. Malang, pengorbanan tulus itu justru dikhianati oleh Rudi yang tega menipunya. Luka hati Rani kian menganga saat putra tunggalnya wafat akibat kelalaian keluarga suaminya. Kini, berbekal kepedihan yang mendalam, Rani bersiap menuntut balas kepada setiap orang yang telah menghancurkan hidup dan masa depannya.
Sampul Novel Love
9.2
Love
Di tengah padatnya rutinitas kota modern, sebuah hubungan asmara yang tulus mulai bersemi secara perlahan. Kisah ini menyoroti arti kasih sayang mendalam di balik kesibukan urban. Lewat momen pertemuan tak terduga, dua individu saling berjuang memahami hati masing-masing demi merajut ikatan emosional yang kokoh. Perjalanan penuh kehangatan ini menjadi bukti nyata tentang keindahan dari sebuah ketulusan cinta sejati.