APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istri Kontrak Tuan CEO

Istri Kontrak Tuan CEO

Pasca dijebak ayah dan ibu tirinya untuk dijual kepada duda kaya, hidup Scarlett Piers hancur. Dalam situasi genting, pengusaha misterius berwatak dingin bernama Xanders Rilley datang menolong. Xanders menawarkan perlindungan, namun mengajukan syarat berupa pernikahan kontrak selama setahun. Scarlett kini dihadapkan pada dilema besar: menyetujui kesepakatan itu demi membalas dendam pada keluarganya, atau justru masuk ke dalam pusaran bahaya yang jauh lebih mengancam.
Bab
Bagikan

Bab 1

'Ahh … apa yang terjadi padaku?' gumam Scarlett seraya melepaskan beberapa kancing bagian atas kemeja putihnya.

'Kenapa tubuhku terasa panas …?'

Beberapa saat yang lalu, Scarlett memiliki janji untuk bertemu dengan ibu tirinya di ruang VIP Restoran Timur. Namun, karena wanita itu terlambat, Scarlett pun memutuskan untuk lebih dulu memesan minuman guna menemaninya melewati waktu.

Tetapi, alangkah terkejutnya Scarlett ketika dia merasakan suhu tubuhnya meningkat dan pandangannya membuyar usai meneguk minuman tersebut. Tanpa perlu berpikir panjang, Scarlett pun sadar.

Astaga ternyata dia dijebak!

Merasa lemas, kepala Scarlett pun lunglai ke atas meja namun dia masih tersadarkan diri.

Di waktu yang bersamaan, pintu ruang VIP pun terbuka.

Seorang lelaki tua botak dengan parfum menyengat datang bersama dengan seorang wanita paruh baya.

"Nyonya Piers, sesuai ucapanmu, putrimu sangat cantik!"

Mendengar nama yang disebut sang pria, Scarlett tersentak. Itu adalah nama ibu tirinya!

"Tentu, Tuan Frans. Bagaimana mungkin aku membohongimu?" ucap Lauren Piers, ibu tiri Scarlett dengan nada suara melantun. "Jadi, apakah kesepakatan kita tetap berjalan?"

Tuan Frans mengangguk cepat. "Tentu saja! Aku akan menghapus semua utang perusahaanmu selama si cantik ini bisa menikah denganku walaupun aku seorang duda ber-anak lima." Dia menambahkan, "Aku juga ingin memilikinya malam ini juga!"

"Tidak masalah, Tuan Frans. Jonathan tidak akan keberatan. Kami sudah sepakat untuk menuruti semua keinginanmu selama utang perusahaan bisa dianggap lunas," balas Lauren dengan keji.

Mendengar ucapan pria botak tua itu, Scarlett bergidik. Jadi, bukan hanya sang ibu tiri, tapi ayahnya sendiri juga ingin menjual Scarlett ke pria duda ber-anak lima demi membayar utang perusahaan!?

Keterlaluan!

Mata Scarlett berkaca-kaca, hatinya terasa panas. Dia ingin sekali marah, juga berteriak.

Kenapa? Kenapa orang tuanya tega melakukan hal ini padanya?

Apakah masa depan dan kesuciannya tidak berarti bagi kedua orang tuanya sampai mereka menjualnya demi membayarkan utang?

Saat air mata hampir luruh dari matanya, Scarlett dengan cepat menahannya. Dia mengingatkan dirinya sendiri untuk tetap tenang guna mencari cara lepas dari situasi ini, bagaimanapun caranya!

Tepat saat memikirkan hal itu, Scarlett mendengar adanya dua orang lain memasuki ruangan.

"Bawa dia ke lantai 20, presidential suite. Sebuah kamar sudah kupesan untuk menikmati malam dengan gadis cantik ini," ujar Tuan Frans seraya mengusap wajah Scarlett, membuat gadis muda itu jijik.

"Baik, Tuan."

Setelah mengatakan hal itu, dua pengawal tersebut membopong tubuh Scarlett dan keluar dari ruangan, meninggalkan Tuan Frans dan Lauren yang Scarlett lihat tampak ingin menyelesaikan kesepakatan mereka dengan menandatangani sebuah kontrak.

Masih berpura-pura tidak sadarkan diri, Scarlette menutup matanya rapat-rapat, tapi telinganya waspada. Dia mendengarkan percakapan mereka.

“Sekali lagi, pria cabul itu mendapatkan korbannya," kata salah satu pria di sebelah kanan Scarlett.

“Kalau bukan karena aku perlu uang, tidak akan aku tega membiarkan gadis seperti ini dirusak masa depannya …," sahut pria yang lain.

"Mau bagaimana lagi? Namanya bawahan. Kita bisa apa? Sudah, jangan berpikir terlalu banyak! Kerjakan saja tugas kita!"

Kedua pria itu pun membawa Scarlett menelusuri lorong hotel, sampai akhirnya mereka berhenti di depan lift. Tidak ada orang yang melewati mereka, membuat pekerjaan dua pria itu menjadi lebih mudah.

Sampai akhirnya, pintu lift itu pun terbuka. Dua pria itu menyeret Scarlett masuk dan menekan tombol lantai 20.

Tepat ketika pintu lift hampir tertutup, Scarlett langsung membuka matanya. Dengan segenap kekuatan yang ada, dia menarik tangannya lepas dan mendorong kedua bawahan sang pria tua mesum sampai menabrak tembok lift.

"Ugh!" Lenguhan kabur dari dua pria itu Ketika merasakan nyeri pada punggung. Ketika membuka mata, salah satu pria itu berseru, "Hei! Jangan kabur!"

Cepat-cepat dua pria itu berdiri dan mengejar, tapi di saat itu, mereka malah menabrak pintu lift yang menutup.

“Sial!” maki salah satu pria seraya langsung menekan tombol lantai terdekat, berniat turun agar bisa langsung mengejar gadis yang kabur itu.

Sementara itu, walau berhasil lepas dari jerat dua pria tadi, Scarlett tidak hanya berdiam diri. Dia langsung berlari melewati lorong gelap untuk meninggalkan hotel dengan sisa-sisa kesadaran yang dia miliki.

Namun, tiba-tiba, Scarlett menabrak suatu hal yang keras.

BRUK!

"Ah!" Teriakan keras keluar dari bibir Scarlett ketika merasakan keseimbangan tubuhnya goyah dan dia mulai terjatuh ke belakang.

Tepat pada saat itu, sebuah tangan kekar melingkari pinggang Scarlett, membuat gadis itu terkesiap lantaran seperti ada listrik yang menyengatnya, bukti efek obat masih belum sepenuhnya hilang dari tubuhnya.

Mengira yang menangkapnya adalah bawahan lain Tuan Frans, Scarlett meronta keras. "Lepaskan aku! Lepaskan aku!!"

“Jika aku jadi kamu, aku akan berhenti membuat keributan …”

Scarlett membeku.

Suara pria itu sangat mempesona, dalam dan dominan, layaknya seorang raja yang menurunkan perintah yang tak boleh dilawan. Hal tersebut membuat Scarlett segera menuruti kata-katanya.

Di saat itu, aroma segar maskulin menyeruak masuk ke dalam hidung Scarlett. Dia mengenali parfum ini, parfum berkualitas tinggi dengan harga selangit yang sering digunakan kenalannya.

Tak cuma itu, mata Scarlett samar-samar melihat keberadaan jam tangan Patek Philippe melingkar di pergelangan pria tersebut, membuat Scarlett yakin … pria ini bukanlah bodyguard Tuan Frans!

Menyadari hal tersebut, Scarlett langsung menengadah dan waktu pun seakan berhenti untuknya. Sepasang manik sehitam obsidian tampak menatapnya tajam, dengan hidung mancung dan rahang tegas, Scarlett patut mengakui bahwa pria di hadapannya begitu tampan!

Merasakan kelegaan karena menyadari pria di hadapannya bukan bodyguard Tuan Frans, tubuh Scarlett melemas dan dia pun hanya bisa pasrah berada dalam pelukan pria tersebut.

Dengan tenaga yang tersisa, Scarlett berbisik, “T-tolong aku tuan!"

Setelah itu, kegelapan pun menelan kesadarannya.

Melihat gadis dalam pelukannya tidak sadarkan diri, pria berjas abu-abu itu terdiam. Dia pun meletakkan kepala Scarlett ke bahu kanannya dan meraih ponselnya untuk menelepon seseorang.

“Siapkan mobil di pintu belakang. Kita akan pergi ke rumah sakit sekarang juga!….”

Setelah mengakhiri panggilan, pria itu pun menggendong tubuh Scarlett, lalu meninggalkan lantai tersebut.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel akan ku tuju sampai ke ujung
9.6
Siera sangat menikmati masa lajangnya sebagai wanita mandiri. Di sisinya, ada Roma, sahabat masa kecil yang selalu loyal mendukungnya. Namun, ketenangan hidup Siera terusik sejak kehadiran Xavier, bos besar di kantornya. Meski sang atasan berkarakter angkuh dan dingin, perlahan ketulusan Siera mampu melunakkan hatinya. Kini, Siera terjebak di antara loyalitas sahabatnya dan daya pikat sang bos yang mengubah takdirnya.
Sampul Novel Boss Dingin
9.7
Zahra Aiza Naadhira awalnya ditolak bekerja di Perusahaan Haidar karena gaya busana Muslimahnya. Meski begitu, sang pemilik yang bernama Alvino Daffa Haidar akhirnya luluh setelah menyadari bakat besar Zahra dalam mengembangkan bisnis. Alvino sendiri merupakan miliarder paling kaya di Indonesia yang memiliki kepribadian sangat dingin kepada kaum hawa. Situasi kian rumit ketika terungkap bahwa ayah Alvino dan ayah Zahra rupanya telah menjalin sebuah kemitraan bisnis.
Sampul Novel Bukan Sekadar Figuran
7.9
Narendra Hasan, seorang CEO, lumpuh akibat kecelakaan hingga ditinggal kabur oleh tunangannya, Bella, saat hari pernikahan. Demi menyelamatkan situasi, Narendra menunjuk keponakan Bella, Sheilla, sebagai pengantin pengganti. Sheilla tak punya pilihan selain setuju demi membalas utang budi pada sang paman. Namun, pernikahan darurat ini justru membuka tabir misteri tentang kecelakaan orang tua Sheilla serta hilangnya seorang penulis terkenal. Siapakah dalang di balik semua ini?
Sampul Novel Devil Beside You
8.1
Sergio Blanco, pembunuh bayaran berdarah dingin, kehilangan arah saat ditugaskan menghabisi nyawa putri seorang miliarder. Hazel Afford, sang target dengan mata indah, berhasil meluluhkan hatinya. Namun, begitu Hazel menyadari jati diri Sergio yang sebenarnya, rasa cinta itu berubah menjadi muak. Hazel bertekad melarikan diri, tetapi ia malah terjerat dalam lingkaran gairah yang penuh risiko. Akankah Sergio menyelesaikan misinya atau memilih tunduk pada cinta?
Sampul Novel Dinodai keluarga suami
9.6
Kehidupan baru Anisa Rahma dimulai setelah ia dinikahi Seno Bagaskara, seorang konglomerat yang membawanya ke rumah besar keluarganya. Namun, tinggal bersama saudara ipar lain memicu konflik rumit. Di balik kemegahan rumah itu, Anisa tidak menyadari bahwa adik kandung Seno serta suami dari iparnya memendam gairah terlarang pada dirinya. Kini, ia terperangkap dalam bahaya nafsu terselubung di kediaman tersebut. Mampukah Anisa bertahan menghadapi ancaman ini?
Sampul Novel Gairah Tuan Besar
8.2
Zain, pengusaha sukses yang tampak sempurna, menyimpan trauma mendalam. Sejak kecelakaan tragis akibat pengkhianatan Bella lima tahun lalu, ia mengalami disfungsi seksual. Kondisi ini dimanfaatkan sang istri untuk berselingkuh dan menginjak harga dirinya. Namun, gairah Zain yang padam mendadak bangkit setelah bertemu Yvone di kelab malam. Konflik rumit pun terjadi karena Yvone ternyata adalah kekasih Daniel, anak tiri Zain sendiri.